ADRIANA

ADRIANA
part 17



Adriana melajukan mobil ke arah mansion nya dengan kecepatan sedang, entah apa yang di pikiran Adriana didalam mobil dia hanya tersenyum sinis menatap lurus ke depan.


"ke...kenapa kamu tersenyum seperti itu?" tanya wanita tersebut kepada Adriana.


"entah aku hanya menertawakan kebodohan mu yang duduk,berjalan,duduk lagi, berjalan lagi seperti orang bodoh." kata adriana tersenyum seperti orang gila.


"apa kamu tidak punya perasaan? kenapa kamu tersenyum melihat orang seperti itu? dan kenapa kamu dari tadi mengatai ku bodoh? kamu tidak tau apa yang ku alami saat ini dan kamu tidak akan tau rasanya di buang oleh ayah kandung mu sendiri demi ibu dan saudara tiri mu." kata wanita itu membentak Adriana sambil menangis.


"hahaha... kamu mau aku menjawab nya?" kata Adriana tertawa menatap lurus ke depan.


namun wanita itu tidak menjawab sama sekali dan melihat keluar jendela mobil dengan air mata yang terus mengalir.


"baik lah aku anggap diam mu adalah kamu mau." kata adriana datar.


"kamu pikir hanya kamu yang di permainkan takdir? kamu salah itu bahkan belum seberapa dengan takdir mempermainkan ku, dia membuat ku dibenci keluarga ku, membuat ku kehilangan satu-satunya orang berharga bagi ku, membuat ku terpaksa pergi dari tempat terindah ku bersama orang berharga itu dan membuat ku kehilangan diri ku sendiri." sambung Adriana.


wanita tersebut hanya diam dan sekarang dia melihat ke arah Adriana, sedangkan Adriana masih dengan pandangan lurus ke depan.


"kamu masih jauh lebih beruntung dibanding aku,dan sekarang kau menangisi semua yang terjadi, kamu bodoh dan lemah." kata Adriana yang membuat gadis itu menatap dan mencerna kata-kata nya.


"akan ku buktikan pada mu bahwa aku tidak sebodoh dan selemah yang kamu bilang." kata gadis itu dengan nada tajam.


"bagus lah, kita sudah sampai."kata Adriana keluar dari mobil.


gadis itu masih diam didalam mobil tidak berniat untuk turun.


"turunlah."kata Adriana dengan wajah yang dingin.


gadis itu kemudian turun.


"ini dimana? mansion siapa ini?" tanya gadis itu kepada Adriana.


Adriana hanya diam tidak berniat menjawab pertanyaan dari gadis tersebut. Adriana menarik tangan gadis tersebut masuk kedalam mansion.


di dalam mansion terlihat Triyas dan yang lainnya menunggu Adriana.


"ooh syukurlah kamu baik-baik saja." kata Triyas menghampiri Adriana.


"hmm." kata adriana


"siapa gadis itu Anya? dan dari mana kamu sampai jam segini baru pulang?" kata jidan bertanya kepada Adriana.


Adriana tidak berniat menjawab pertanyaan dari kakak nya tersebut dan ingin berjalan kekamar nya namun Agus mencegahnya.


"kak jidan bertanya pada mu." kata Agus tegas.


"huuuh, aku tidak tau dia siapa, aku menemukan nya dijalan seperti orang bodoh dan aku memutuskan membawanya kesini." kata adriana.


"my lovely Anya tidak baik mengatai orang seperti itu." kata jordi.


"ya..ya.. maafkan aku." kata adriana menatap wanita itu.


"hmm i..iya tidak apa-apa." kata gadis tersebut.


"siapa nama mu." kata Triyas dengan nada ramah.


"nama saya Dea Ananda tuan." kata Dea.


"ooh perkenalkan nama saya Triyas,saya disini sebagai..." kata Triyas terpotong Adriana.


"paman jika kamu bicara hal yang tidak penting akan ku potong lidah mu sekarang juga." kata Adriana datar.


"Adriana tidak baik berbicara seperti itu." kata jordi.


"hmm." kata Adriana acuh tak acuh.


"dia adalah paman ku ,dan mereka adalah kakak-kakak ku. kamu harus beristirahat paman akan mengantar mu kekamar untuk beristirahat. dan kakak-kakak ku tersayang sebaiknya kalian istirahat besok kita akan pergi bermain." kata Adriana lalu meninggalkan mereka masuk kekamar nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


hai readers πŸ‘‹


untuk mendukung author jangan lupa like,komen,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😊


maaf jika banyak typo bertebaran karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author πŸ€—


ini visual Dea Ananda ya readers author ganti soalnya karakter lebih cocok sama yang ini



sampai jumpa di up selanjutnya ☺️


annyeong πŸ‘‹