
setelah melihat semua dan mendapatkan informasi yang dia cari dia tersenyum mengerikan entah apa yang dia pikirkan saat ini.
"tunggu aku mama,papa, Andinia. setelah aku membantu kelima saudara ku bermain aku akan mengajak kalian bermain." gumam Adriana dalam hati.
Adriana meletakkan ponselnya di sopa dan berjalan kearah Dea yang terlihat kelelahan karna berlari.
"berhenti."kata Adriana datar yang seketika Dea menghentikan aktivitas berlarinya.
"sekarang lihat aku dan turuti gerakan ku." lanjut Adriana berjalan ketengah ruangan.
Adriana mulai mengambil kuda-kuda dan diikuti oleh Dea.
"perhatikan aku baik-baik. jangan sampai salah,jika kau salah aku akan menghukum mu pushup 50 kali."kata Adriana datar.
mendengar kata-kata Adriana Dea mulai fokus dan hebatnya dia bisa mengikuti semua gerakan Adriana tanpa salah.
namun tiba-tiba Adriana menyerang Dea dengan sigap Dea menghindar.
"apa yang kau lakukan? apa kau sudah gila?" tanya Dea emosi.
"lawan aku. jika kau tidak bisa melawan ku kau akan ku buat berbaring dirumah sakit selama beberapa bulan."kata Adriana menyerang Dea.
"apa dia beneran gila?dia baru saja mengajari ku dan sekarang dia menyerang ku." gumam Dea menghindari setiap serangan dari Adriana.
"kenapa kau menghindar? apa dengan menghindar dendam mu terbalas?" tanya Adriana memprovokasi.
bukannya menjawab Dea terus menghindar.
"baiklah jika kau terus menghindar kau akan selalu jadi sampah Dimata ibu dan adik tiri mu."kata Adriana terus menyerang Dea.
mendengar kata-kata Adriana membuat darah dea mendidih dia teringat bagaimana ibu dan adik tiri nya memperlakukan dirinya. Dea mulai menyerang Adriana dengan berutal.
"ho...hoo...bagus serang aku."kata Dea tersenyum puas.
Adriana dan Dea saling serang hingga siang dan bahkan makan siang mereka lewatkan, jangan tanya apa tidak ada yang mencari mereka untuk makan siang bersama. karena jidan dan yang lainnya sudah mencari dan bahkan sudah menonton yang mereka lakukan tapi Triyas menyuruh mereka tidak menggangu Adriana dan Dea.
permainan pun selesai kerena Dea sudah sangat lelah dan kalah.
"cukup bagus,besok aku akan mengajari mu menggunakan senjata."kata Adriana acuh tak acuh pergi mengambil ponselnya dan keluar dari ruang latihan.
"huuuh.. aku lelah sekali. apa ratu es itu tidak lelah dia seperti zombi hidup tapi mati. apa yang membuat nya seperti itu?" tanya Dea dalam hati.
"sudah lah sebaiknya aku pergi mandi dan makan perut ku sudah sangat lapar."kata Dea bangkit dari duduknya dan berjalan keluar ruang latihan menuju kamarnya.
didalam kamarnya Adriana lagi-lagi sibuk dengan ponsel dan laptop nya. kali ini dia sedang mencari tahu keadaan keluarga dan mantan tunangan nya.
"bagus kalian ternyata sangat bahagia. tunggu aku, aku akan kembali dihadapan kalian dengan Adriana yang berbeda."kata Adriana tersenyum mengerikan.
setelah melihat keadaan keluarga dan mantan tunangan nya Adriana beralih melihat dan meretas perusahaan-perusahaan yang sangat bermasalah dimatanya.
dimana gaji karyawan terkadang tidak sesuai dengan pekerjaan mereka dan masalah-masalah dunia bawah yang perusahaan itu lakukan.
"dasar manusia-manusia sampah, kalian hanya akan jadi benalu di dunia jika dibiarkan hidup."kata Adriana melihat laptop nya.
yang Adriana lihat saat ini ada banyak kejahatan yang dilakukan beberapa perusahaan diantaranya perdagangan manusia, perdagangan organ tubuh manusia, perdagangan obat-obatan terlarang dan beberapa kejahatan yang merugikan orang yang tidak bersalah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hai readers π
author up lagi niih βΊοΈ
untuk mendukung author jangan lupa like, komen,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian.
maaf jika banyak typo karena author masih dalam proses belajar dan novel ini merupakan novel pertama author π€
sampai jumpa di up selanjutnya π
annyeong π