
hari ini sesuai apa yang di katakan Devano tadi malam, dia mengantar Adriana ke rumah sakit untuk memeriksa kehamilan Adriana.
Alvano dan Sintia juga ikut menemani mereka namun sikap Sintia dari semalam masih sama dia tidak menghiraukan suami dan anaknya bahkan Adriana pun di larang dekat-dekat dengan Devano.
saat Devano ingin masuk ke ruangan dokter Sintia mencegahnya dan tidak mengizinkannya masuk begitupun dengan Alvano.
"ma Adriana istri ku dia sedang mengandung anak ku."kesal Devano.
"diam ! cari saja sana wanita yang akan kamu jadikan istri kedua jangan pernah temui Adriana lagi jika perlu mama akan membawanya pergi dari hidup mu."
"ma Devano tidak pernah berniat mencari istri kedua Adriana hanya bercanda mengatakan nya kemarin malam."
"mama tidak percaya pada kamu, tetap diam di sini jangan ikut masuk, jika kamu berani masuk mama akan membawa Adriana dan cucu mama pergi sekarang juga." ancam Sintia masuk ke dalam.
"pa... mama apa-apaan? aku suaminya Adriana dan itu anak ku."kesal Devano.
"diamlah jangan menyalahkan istri ku, lagi pula kamu sendiri yang membuat nya seperti itu." alvano duduk tidak menghiraukan Devano yang sedang prustasi.
"haah kalian berdua benar-benar."
sedangkan di dalam saat ini Adriana telah di periksa oleh dokter keadaan janin nya baik-baik saja tidak ada masalah dan ternyata Adriana mengandung anak kembar.
bukan hanya dua tapi tiga sekaligus.
"nah nyonyah jangan khawatir mengenai kekhawatiran nyonya tentang perut anda yang sudah membesar padahal belum waktunya karena anda sedang mengandung tiga bayi."jelas dokter.
"apa tiga?" Sintia sedikit terkejut.
"ada tiga bayi yang akan aku lahir kan?" Adriana tanpa sadar mengeluarkan air mata, bukan karena sedih tapi terharu baru kali ini dia merasakan perasaan seperti ini.
"apa bayi nya sehat semua dok?"tanya Sintia.
"anda tidak perlu khawatir janin nya berkembang sangat baik tapi saya sarankan, untuk saat ini jangan terlalu melakukan hal berat karena bisa menimbulkan kontraksi apalagi kehamilan nyonya masih trimester pertama dan tiga janin di dalam nya."
"baik dok saya yang akan menjaga menantu saya."
sedangkan Adriana tidak bisa berkata apa-apa lagi dia masih terharu dengan kabar bahagia ini di tambah lagi karena alasan setelah ini Devano tidak mengijinkannya hamil lagi.
setelah semua pemeriksaan sudah di lakukan akhirnya Sintia membantu Adriana keluar dari ruangan dokter tersebut.
Devano dengan cepat menghampiri Adriana dan melihat air mata yang terus mengalir di pipi istri nya itu.
"honey kamu kenapa? apa terjadi sesuatu? apa yang di katakan dokter hingga kamu menangis seperti ini?"tanya Devano panik.
"dokter... dokter... mana dokter sialan itu kenapa dia tidak becus bekerja dan malah membuat mu menangis." Devano berteriak memanggil dokter yang memeriksa Adriana dan ingin masuk ke ruangan dokter tersebut namun Adriana menahan nya lalu memeluk nya.
"kenapa hmm? kenapa kamu menangis? apa terjadi masalah? apa yang di katakan dokter sialan itu?"tanya Devano.
"aku tidak apa-apa bayi kita baik-baik saja mereka berkembang dengan sehat."
"aku tidak peduli dengan bayi kita tapi aku peduli pada mu apa terjadi sesuatu? apa yang di katakan dokter itu hmm?" Devano tidak menyadari maksud dari perkataan Adriana.
hingga kepalanya di pukuli Sintia.
"apa maksud mu tidak peduli dengan cucu-cucu ku hah? kamu ingin menikah lagi dan mengabaikan cucu-cucu ku? kamu benar-benar kurang ajar Dev." marah Sintia berkaca pinggang.
"sebentar cucu-cucu?? apa kita punya lebih dari satu cucu?"tanya Alvano.
"iya kita memiliki tiga calon cucu, Adriana mengandung tiga anak kembar." Sintia kemudian tersenyum mengingat Adriana mengandung tiga anak kembar.
"apa?"wajah Devano shock."
"kenapa kamu terkejut seperti itu?"tanya Sintia sinis.
"aku hanya membuat nya sekali waktu itu kenapa sekarang ada tiga?" wajah bingung Devano membuat Adriana kesal.
"kamu pikir aku membuat nya dengan orang lain juga?" Adriana berkaca pinggang.
"tidak-tidak mana mungkin aku berpikir seperti itu kau hanya heran saja."
"berarti tembakan mu berhasil." alvano menepuk pundak Devano bangga.
"haah kalian berdua sama saja, sebaiknya kita pulang sekarang Adriana harus banyak istirahat dia tidak boleh lelah."ucap Sintia ingin menggandeng Adriana namun dengan cepat tapi hati-hati Devano menggendong Adriana.
"kamu akan lelah jika berjalan."ucap Devano menatap Adriana sedangkan Adriana hanya tersenyum.
di tempat lain saat ini Agus, Jordi dan beberapa anggota Redfox tengah berada di pemakaman umum.
Adriana meminta mereka untuk memakamkan Yuta dengan layak.
"dia tidak pantas berada di keluarga tidak tahu diri itu." ucap Jordi menatap makam Yuta."
"bagaimanapun itu pilihan dia."kata Agus.
sesampainya di sana Agus, Jordi dan anggota Redfox melihat Adriana, Devano, Alvano dan Sintia keluar dari mobil.
Adriana melihat mobil Agus dan Jordi.
Agus dan Jordi segera turun dari mobil dan menghampiri Adriana setelah melihat mata sembab milik adik mereka itu.
"Anya are you ok hmm?"tanya Agus memegang pipi Adriana dan menghiraukan orang di sekitarnya.
"aku baik-baik saja kak."
"apa-apaan dengan baik-baik saja, kenapa mata mu bisa seperti ini? apa ada yang sakit? atau ada yang menyakiti mu? apa itu Devano?"tanya Agus.
"tuan Agus memang berbeda ketika bersama nona Adriana."ucap salah satu anggota Redfox berbisik pada Handry.
"aku baik-baik saja kak, Devano tidak menyakiti ku."
"tapi..."
"kalian punya tiga keponakan."ucap Adriana cepat memotong perkataan Agus.
"apa?"teriak Jordi menghampiri Adriana.
"iya kalian akan mempunyai tiga keponakan."ucap Adriana kembali ingin menangis.
Agus mengeratkan tangan nya dan saat itu juga menghajar Devano.
"setan kenapa kamu membuat nya menjadi tiga sekaligus? Adriana pasti akan sangat lelah tiga anak dalam perut nya waaah kamu gila Devano."kesal Agus.
"aku pun juga bingung sialan aku membuat nya hanya sekali malam itu tapi kenapa yang jadi tiga?"Devano kesal sekaligus juga bingung.
"kak Agus tenang lah, seharusnya kita bahagia bukan?"tanya Jordi.
"bahagia kata mu? di dalam perut Anya ada tiga bayi, satu bayi sudah berat apalagi tiga bayi."kesal Agus.
"kak sudah tenanglah, aku tidak apa-apa, aku bahagia kamu tahu aku sangat bahagia jadi seharusnya kamu juga ikut bahagia."
"tap..."
"haaah kakak ternyata sama saja dengan Devano."ucap Adriana.
"jangan samakan aku dengan dia, aku tidak bodoh seperti nya membuat kamu kesusahan seperti sekarang."
"enak saja aku tidak bodoh, sudah ku bilang aku hanya membuat nya satu kali malam itu, jika kamu ingin menyalahkan orang salahkan saja janinnya mengapa tiga yang berhasil." ucap Devano tidak terima.
"sejak kapan kamu bersikap seperti anak kecil begini?"tanya Alvano membuka suara.
"hmm anak mu sudah gila sebaiknya kamu memeriksa nya." Agus masih kesal.
"kak sopan lah sedikit, jika kak Jidan mendengar nya kamu akan di ceramahi habis-habisan." tegur Jordi.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁