
tak terasa malam pun tiba Devano dan Gilang sudah pergi ke markas Redfox untuk membalas perbuatan Agus.
sesampainya di sana Devano dan Gilang berpencar mengepung markas Redfox.
perkelahian pun di mulai dragon menyerang anggota Redfox sedangkan Devano dan Gilang masuk ke dalam markas untuk mencari keberadaan Agus namun yang pertama mereka temukan adalah Tirta dan Jidan.
"apa yang kalian lakukan?"kata Tirta dengan wajah dingin nya.
"jangan pura-pura tidak tahu." Devano mulai menyerang Tirta begitu pun dengan Gilang yang mulai menyerang Jidan.
"dasar bodoh." maki Tirta yang semakin menyulut emosi Devano.
"ini hanya salah paham hentikan semua nya sebelum Adriana mengetahui nya." ujar Jidan berusaha ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"salah paham apa maksud mu Adik kalian telah membunuh lima anggota ku dan menyandra empat puluh lima lainnya apa itu di sebut salah paham?"tanya Gilang marah.
"berhenti dan akan ku jelaskan semuanya sebelum semuanya menjadi semakin rumit." Jidan masih berusaha menghentikan semuanya.
jika bukan karena kedua adiknya mencintai laki-laki bodoh ini Jidan akan membunuh mereka dan tidak akan menahan diri namun perasaan adik-adik perempuannya yang utama sekarang. dia harus menepis semua rasa marahnya.
Devano dan Gilang terus menyerang Tirta dan Jidan tanpa ampun hingga mau tak mau Tirta dan Jidan harus melawan.
setelah cukup lama akhirnya Jidan dan Tirta kewalahan hingga terluka cukup parah.
anggota Redfox juga mulai kewalahan karena beberapa anggota lainnya sedang menjalankan tugas di beberapa negara yang di kirim Agus kemarin untuk mengatasi masalah, jumlah Redfox kalah dengan Dragon.
tidak sedikit anggota Redfox yang mengalami luka cukup serius.
di tempat lain Adriana dan Jimi sudah mulai bermain sejak sore hingga sekarang mereka berdua berhasil melumpuhkan boy.
Adriana tidak langsung membunuh nya karena kematian terlalu indah untuk orang seperti dia.
Jimi mengikat tangan dan kaki boy dengan rantai sedangkan Adriana kembali kedalam Marka Eagle untuk memberikan hadiah terakhir.
Adriana melempar benda berbentuk rubah berwarna merah lalu berjalan keluar dengan tersenyum melihat anak buah boy masih hidup meski terluka parah.
saat sudah di luar terdengar suara ledakan bersamaan dengan hancurnya markas tersebut.
"tidaaaaaaaaak."teriak boy melihat apa yang dia usahakan selama ini hancur dalam sehari.
melihat hal tersebut Jimi tertawa.
"bagaimana? bukankah Adik ku sangat keren." ujar Jimi pada boy.
"wanita sialan, aku harus membunuh mu."teriak boy pada Adriana yang berjalan ke arahnya.
mendengar adiknya di hina Jimi memukul wajah boy dengan membabi buta hingga Adriana menghentikan Jimi.
"bagaimana boy?" tanya Adriana.
"bukankah menyenangkan melihat apa yang kamu usahakan mati-matian selama ini hancur dalam sehari?"
"wanita iblis." ujar boy lemah.
"hahaha meskipun aku iblis aku juga bisa memanusiakan manusia yang memang layak menjadi manusia." kata Adriana.
"Maxim bawa dia ke mobil."perintah Adriana berjalan ke mobil di ikuti Jimi dan king dari belakang.
sekarang mereka pergi menuju markas Redfox tapi sesampainya di sana mereka melihat semua nya sangat kacau, anggota Redfox banyak yang terluka parah.
Jimi yang melihat semua ini terkejut.
"pa yang terjadi?"tanya Jimi.
sedangkan Adriana terlihat jelas wajah dingin di selimuti amarah yang siap meledak kapan pun.
Adriana berjalan masuk untuk memastikan Devano belum menyentuh kakak-kakaknya namun sayang Devano sudah melakukan nya bahkan sekarang Devano siap menembak Agus.
Adriana melepaskan tembakan nya membuat semua orang menatap nya.
wajahnya benar-benar terlihat seperti Adriana dua tahun lalu tidak ada wajah teduh dan tenang.
"tuan Nyonya Adriana pasti tidak terima dan membuat perhitungan pada kita."kata Aron.
Devano menarik kembali pistol nya lalu menatap Adriana.
"ini tidak ada urusan nya dengan mu pulang lah."ujar Devano.
"Devano Triya Kusuma kamu terlalu memandang remeh aku meski aku mencintaimu tapi aku masih mampu membunuh mu jika kamu benar-benar membunuh saudara-saudara ku."ujar Adriana dingin.
"apa kamu akan membunuh suami mu hanya untuk membela mereka yang bukan saudara kandung mu?" bentak Devano.
"hahahaha...." Adriana tertawa keras.
"perlu kamu ketahui Devano aku lebih dulu menemui mereka dari pada kamu, mereka memang bukan saudara kandung ku tapi mereka tidak akan pernah mengecewakan ku seperti kamu mengecewakan ku sekarang." ujar Adriana.
"tuan Nyonya Adriana Adalah ancaman untuk kita."kata Aron yang membuat suasana semakin keruh.
Adriana menembak Aron hingga mati saat itu juga.
"Adriana." bentak Devano dan Gilang.
"asal kamu tahu Devano dia, anak buah yang sangat kamu percaya itu telah mengkhianati mu bersama lima orang yang di bunuh Agus beserta empat puluh lima orang yang di Sandra nya."jelas Adriana melempar kertas kepada Devano dan Gilang.
Gilang mengambil kertas itu dan mulai membacanya dan ternyata benar anak buahnya berkhianat dan sekarang mereka telah melakukan kesalahan yang fatal.
"kamu sudah benar-benar menyakiti ku." ujar Adriana.
"honey ma...."
Adriana menembak tepat di depan kaki Devano yang ingin menghampiri nya.
"pergi dari sini sebelum aku benar-benar membunuh mu."kata Adriana.
"aku mohon ma...."
Adriana tidak segan-segan menembak lengan Devano.
"Adriana." kata Jidan, Tirta, Agus dan Jimi secara bersamaan.
"pergi jangan pernah muncul di hadapan ku."kata Adriana berjalan menghampiri Jidan, Tirta Agus yang terluka cukup parah.
melihat Adriana yang benar-benar serius dengan perkataan nya Gilang membawa Devano pergi dari sana meski Devano menolak.
setelah kepergian Devano dan Gilang Adriana menelpon pihak rumah sakit yang berada di bawah AZ group untuk menangani anggota Redfox dan kakak-kakaknya.
"Anya tidakkah kamu keterlaluan pada Devano?"tanya Agus.
"apa dia tidak keterlaluan membuat kalian terluka hingga seperti ini?"tanya Adriana.
"dia hanya tidak tahu kebenarannya." ujar Jidan.
"itu salah nya sendiri tidak bisa membaca situasi dan terlalu percaya pada bawahnya."
"jangan menyakiti dirimu sendiri hanya karena kami."kata Tirta.
"iya Anya, tanpa kamu sadari kamu menyakiti dirimu sendiri karena menyuruh Devano pergi padahal kamu sangat mencintai nya."kata Jimi.
"aku memang mencintai nya tapi aku tidak bodoh karena cinta ku padanya kak, sebelum aku mencintai nya kalian terlebih dulu menyayangi ku bahkan membantu ku melewati semua hal yang harus nya aku lewati sendiri." ujar Adriana menunjukkan kepalanya.
"sudahlah sebentar lagi tim medis akan ke sini untuk membawa kalian ke rumah sakit. aku juga akan menghancurkan tempat ini untuk mengubur cerita hari ini." sambung Adriana.
"tapi di dalam ad...."
"mereka harus nya bersyukur karena aku langsung membunuh mereka."kata Adriana memotong perkataan Agus.
tak lama Jordi dan Dea datang bersama tim medis, semua anggota Redfox yang terluka di evakuasi ke rumah sakit termasuk Agus,Jidan dan Tirta.
akhirnya Adriana melempar benda yang membuat rubah berwarna merah dan seketika markas tersebut hancur.
Adriana menatap markas tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Maxim bawa boy ke markas baru Redfox." kata Adriana sebelum pergi.
"baik nona."jawab Maxim.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA !!!!
anak² ku di sana butuh kalian🥺
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁
sampai jumpa di up selanjutnya 😉