
"Dev papa mau membuat pesta untuk hari bahagia kita ini. " Alvano melihat Devano dengan tatapan serius.
"tidak-tidak aku tidak ingin papa memamerkan istri dan calon anak-anak ku. " dengan cepat Devano menolak ide Alvano.
"siapa yang mau minta izin? papa hanya memberi tahu mu agar kamu tidak terkejut lagi pula saudara-saudara Adriana sudah menyetujuinya. "
"apa-apaan kalian ini? kenapa tidak mendengarkan pendapat ku dulu, aku suaminya kalian juga sangat tahu bagaimana dampak buruk dari pesta yang kalian rencanakan. "
Tiba-tiba Adriana datang dan mendekati suami juga papa mertuanya yang sedang berdebat tersebut.
"aku sudah menyetujui nya Dev. "
"kenapa kamu seperti ini? seharusnya kamu juga bertanya pada ku, kenapa kamu selalu menganggap keselamatan mu enteng, kamu tahu banyak yang mengincar nyawa mu bagaimana bisa kamu tidak memikirkan keselamatan mu, setidaknya kamu pikirkan keselamatan calon anak kita, kamu egois Adriana Zevanya. "
Devano pergi meninggalkan istri juga papa nya itu.
Adriana tertegun dengan kata-kata Devano, Devano benar seharusnya dia memikirkan nya matang-matang karena sekarang bukan hanya tentang dia tapi tiga nyawa yang belum melihat dunia.
"jangan terlalu di pikiran anya, biar papa yang bicara dengan dia. "
"jangan pa, anya saja. "
Adriana pergi menyusul Devano namun langkah Devano terlalu cepat hingga dia kehilangan nya.
"Dev."
"ada apa anya?" agus menghampiri adik kesayangannya itu.
"kak, Devano tidak menyetujui acara yang akan di adakan papa. "
"sudah ku bilang bukan, aku juga sangat menentang nya aku dan devano hanya mengkhawatirkan mu tentu tiga janin yang ada di dalam kandungan mu juga. "
"kamu tentu lebih tahu betul tentang keselamatan mu anya, aku pergi ke markas dulu. "
"kak agus benar. " Adriana menundukkan kepalanya lalu pergi ke kedalam kamar.
sedangkan di tempat lain devano melupakan amarah nya dengan menyiksa tahanan yang di tahan Gilang.
"kenapa kamu keras kepala anya. " devano berteriak saat menyayat tubuh yang sudah bersimbah darah itu.
"Dev dia bisa mati. " Gilang datang membawa tahanan baru bersama anak buahnya.
"diam aku sedang tidak ingin di ganggu. "
"maka pergi lah jangan di sini. " ucap Gilang datar.
Devano menebas kepala tahanan tersebut dengan sangat cepat hingga satu kedipan mata, kepala tahanan tersebut ber gelinding tepat di depan kaki Gilang.
"Devano" tegas Gilang marah.
"apa? " tanpa rasa bersalah Devano duduk di sofa ruangan tersebut.
"apa? kamu bilang apa? kita butuh orang ini dev, semua informasi yang kita inginkan ada pada orang ini dan sekarang kamu menebas kepala nya, huuufhhh. "
"ya kamu tinggal mencari nya sendiri jangan bergantung pada benalu seperti nya. "
"haah berbicara dengan mu saat ini sama saja berbicara dengan manekin. " Gilang pergi dengan wajah kesalnya.
setelah kepergian Gilang, devano diam di sana mentap tubuh dan kepala yang terpisah itu.
suara derap langkah kaki membuat devano mengalihkan pandangan nya menuju arah pintu.
"Hai Dev. " jidan berjalan menuju devano yang tangah duduk di depan kepala berlumuran darah itu.
"kenapa kamu menyetujuinya? "
"aku tidak,tapi Adriana ingin. "
"walaupun dia ingin seharusnya kalian tidak menyetujuinya. "
"kamu tahu dev, aku adalah salah satu orang yang tidak bisa mengabaikan keinginan Adriana meski aku harus masuk rumah sakit karena agus. "
"dia tidak pernah menginginkan apapun dari ku karena dia bisa melakukan nya sendiri, dia tidak pernah menyusahkan ku, dia menyayangi ku bahkan mempercayakan ku untuk mengurus perusahaan padahal aku bukan keluarga kandung nya dan aku hanya orang yang dia pungut setelah keluarga ku membuang ku."
"dan setelah semua nya apa kamu pikir aku mampu menolak permintaan nya? "
"aku hanya takut dia terluka di pesta itu. "
"aku jauh lebih takut dari mu Dev, tapi aku ingin memenuhi keinginan nya,hanya saja tinggal aku yang lebih extra berjuang untuk melindunginya. "
devano menatap jidan yang memejamkan matanya jelas sekali dia lebih khawatir dari pada dirinya namun mendengar apa yang jidan katakan membuat devano sedikit membuka hati nya untuk menyetujui rencana papa dan istrinya itu.
"ayo pulang aku sangat tidak suka bau anyir ini. " jidan bangun dari duduk nya lalu pergi di susul devano meninggalkan tempat itu. "
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers 👋
Ada yang kangen Adriana gak?
ini season 2 dari Adriana ☺️
btw makasih banget yang udah nunggu dan selalu dukung author 🥺
sayang kalian banyak-banyak 😘
TOLONG MAMPIR KE CERITA RAI YA!!!!
anak² ku di sana butuh kalian
untuk tetap support author jangan lupa like,komen,share,vote,dan jadikan novel ini menjadi novel favorit kalian 😚
jangan lupa bintang lima nya ya🤭
MAAF JIKA ADA TYPO BERTEBARAN KARENA AUTHOR MASIH DALAM PROSES BELAJAR😁