Your Wife Is Not Your Wife

Your Wife Is Not Your Wife
Putus asa



▪︎▪︎▪︎▪︎


Sore ini Celo keluar untuk mencari makanan, selain karena banyak malas ia juga menginginkan makanan manis dan dingin.


"Dari tadi sepertinya ada yang selalu mengikuti Celo." Batin Celo, sekelebat bayangan buruk menghampiri pikirannya. Belum habis pikiran itu datang seseorang menggapai lengannya.


"Siapa?" Tanyanya takut, ditambah lagi seseorang itu pria paruh baya bertubuh tambun.


"Jangan takut Nona, saya hanya ingin menemani anda saja karena anda sendirian." Seringai licik tercetak jelas diwajah pria itu.


"Terima kasih, tapi maaf saya bisa sendiri tuan." Celo mencoba tenang dengan menyembunyikan ketakutannya.


"Tidak apa Nona, jangan takut. Saya orang baik." Ujarnya seraya masih menarik Celo mendekat, tak mau terjebak Celo mengerahkan seluruh tenaga yang ia punya.


"Lepas Tuan, atau saya akan berteriak!" Saut Celo kencang.


"Oho…ternyata Nona orang yang berani juga ya. Ikut. Ayo ikut!!" Pria itu mulai kasar sekarang.


"Lepas. Tolong…siapa saja tolong saya…" teriak Celo kencang. Malang, saat itu suasan benar-benar sepi.


"Lihat Nona, tak ada siapapun disini, hanya kita berdua dan beberapa orang saya." Ia melihatkan sekeliling yang benar saja ada beberapa orang disana.


"Siapa anda sebenarnya? Kenapa anda mau membawa saya?" Celo masih bbertahan dengan sikap tenangnya.


"Bukan siapa-siapa, hanya orang yang akan menyenangkan anda Nona. Saya tau anda pa pasti kesepian hidup tanpa suami." Ucapnya penuh senyum mengerikan.


"Mm…baiklah." Istri Zach itu mencoba mengulur waktu supaya pria tua itu lengah.


Beruntung, saat si pria tua itu lengah memberikan kode pada salah satu orangnya. Celo memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur, ia berlari tak tau arah sekencang yang ia bisa.


Disaat keadaan genting dan terjepit, siapapun tidak bisa mengarahkan kemana langkah kaki membawanya yang jelas hanya berlari untuk menyelamatkan diri.


Itulah kenapa kini Celo berada di gang yang sempit dan sepi. Disaat itulah seseorang datang lalu membekap mulutnya dari arah belakang.


"Mmfhh…" sekuat tenaga Celo memberontak tetap saja tenaganya kalah dari seorang pria.


^^^^


Masih di penerbangan, Zach terbangun karena mimpi buruknya. Nafasnya tersengal-sengal, peluh juga membanjiri pelipisnya.


"Hah hah…mimpi apa itu? Kenapa seperti sangat nyata." Ucapnya pada diri sendiri.


Perasaan tak enak melanda hatinya, manakala ingat bahwa Chris pernah bilang bahwa Celo dalam bahaya. Namun apa daya, perjalanan baru beberapa jam dan artinya masih lama untuk Zach akan menemui istri tercintanya.


"Masih dua belas jam lagi." Desahnya suram, melihat jam tangannya.


Zach kembali memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa tak enak juga agar tidak merasakan lamanya perjalanan.


^^^^


Kembali ke Celo, wanita itu kini tengah diseret ke sebuah mobil oleh pria yang tadi membekap mulutnya.


"Tenanglah Nona, saya bukan bagian dari mereka." Bisik pria itu agar Celo berhenti berteriak dan meronta.


"Mmfh..ep..ash.." mau tak mau terpaksa pria itu melepas dekapannya.


"G-Garret??" Pekik Celo tak percaya.


"Ya Nona, ini saya. Tuan menugaskan saya untuk selalu mengawasi dan menjaga Nona." Imbuhnya.


"Benarkah? Tapi? It-" Garret memotong ucapannya.


"Sebaiknya kita pergi dulu dari sini Nona, nanti akan saya jelaskan semuanya." Garret kembali menarik Celo menuju ke arah mobilnya terparkir.


Mereka berlarian kearah mobil yang sudah nampak tak jauh didepan mereka.


"Ayo Nona, cepat masuk." Garret melajukan mobilnya secepat yang ia bisa. Sebenarnya bukan ia takut atau tak bisa berkelahi, hanya saja jumlah mereka sangatlah banyak sekitar sepuluh atau bahkan lebih. Menghadapi hanya akan berakhir dengan sia-sia atau malah mati konyol yang ada mereka akan dengan mudahnya membawa Celo pergi.


"Mereka mengikuti kita Garret. Bagaimana ini?" Ketika menoleh kebelakang, Celo melihat beberapa mobil mengejar mereka.


"Pegangan Nona." Ia melajukan mobilnya kencang, salip kanan salip kiri.


^^^^


Satu jam menghindari pengejaran akhirnya mereka bisa lolos, Garret memberhentikan mobilnya disebuah restoran yang tak terlalu besar.


"Ya. Sebaiknya begitu. Tapi kita akan kemana setelah ini, jika mereka masih mengejar kita?" Celo takut jika orang-orang itu akan berbuat jahat.


"Siapa orang-orang itu? Kenapa mereka mengejar Celo?" Akhirnya ia bisa menanyakan hal yang sedari tadi mau ditanyakannya.


"Saya juga tidak tau Nona, Tuan hanya menugaskan saya untuk melindungi Nona. Kita akan ke rumah besar, disana Nona pasti akan aman." Jawabnya disela memakan makanannya.


"Itu artinya, Mas tau aku berada di tempat ini?"


"Ya, Tuan juga tau bahwa Nona berusaha kabur." Imbuh Garret santai.


"Bagaimana bisa? Apa kau tidak kembali ke Holland dan malah mengikuti ku?" Celi meragukan hal itu.


"Tentu saja saya kembali Nona, tapi saat Tuan tau Nona tidak pergi ke tempat seharusnya. Tuan menyuruh saya kembali dan selalu mengikuti Nona karena ada orang yang berniat jahat." Jelasnya.


"Tapi…dari mana Mas tau?" Lagi Celo tak percaya dengan semua yang dikatakan Garret.


"Sebaiknya Nona saja yang tanyakan lansung pada Tuan, saat sudah sampai disini."


"Sampai disini? Mas Zach?" Celo tiba-tiba jadi cengo.


"Tuan datang kesini karena mencemaskan Nona, karena sebelumnya orang-orang ini menyerang Chris." Sejenak Garret menghentikan kegiatan makannya.


"Kak Chris, lalu bagaimana keadaannya sekarang." Mimpinya malam itu melintas begitu saja.


"Saya kurang tau, dari yang terakhir saya tau dia kehilangan bayinya tapi sudah baik-baik saja sekarang Nona." Terang Garret.


"Syukurlah." Terdengar helaan nafas lage dari bibir Celo. Ternyata mimpi buruknya saat itu benar, Chris mendapat musibah.


"Kenapa masih mencemaskannya, dia kan sudah jahat terhadap Nona?" Tanya Garret tak habis pikir.


"Sejahat apapun orang itu, kita sebaiknya juga tidak menertawakannya disaat dia terkena musibah. Tidak baik menyimpan dendam." Pria itu merasa tertohok akan penjelasan istri Bos nya barusan.


"Terang saja Tuan sangat ingin melindungi Nona, selain cinta ternyata dia juga memang orang yang baik." Batin Garret mencuri padang Celo yang sedang makan.


^^^^


"Garret awass.." pekik Celo melihat ada mobil dari arah kanan, menuju mobil mereka seaat ini.


BRAKK


Tabrakan tidak bisa dihindari lagi, mobil itu seperti dengan sengaja menabrak mobil mereka. Tadi, setelah selesai makan di restoran mereka kembali melanjutkan perjalanan.


"Aughh…" Celo memegangi kepalanya yang pening, ada sedikit darah disana karena pelipisnya terluka akibat benturan. Sementara Garret, dari yang terlihat kondisinya jauh dari kata baik-baik saja.


Hantaman mobil itu sangat keras sampai-sampai mobil mereka terseret cukup jauh, beruntung Celo hanya terluka sedikit.


"Garret, bangun Garret." Wanita itu menyenggol tangannya, semoga pria itu masih bernafas.


"Mmh.."


"Kau tidak apa-apa" kelegaan merayapi hati Celo saat tau asisten suaminya itu masih bernafas.


Brak bugh


Pintu mobil itu dibuka paksa oleh beberapa pria, mereka menarik dan menyeret paksa Celo keluar.


"Lepash. Garret, tolong Celo Garret.." Jerit Celo meminta pertolongan pada asisten suaminya.


"Dia sudah mati, masihxzxscs Ztszdtq1q1qscZstqq,xih berteriak kau yang akan mati menyusul anak buah suami mu itu!!" Dalam hati, Celo tidak percaya bahwa Garret sudah meninggal.


Bugh


Mereka salah, Garret masih hidup, pria itu menghajar mereka semua yang memegangi lengan Celo. Ia meraih Celo, untuk kemudia berlari menjauh dari sana.


Dor dorr


"Garret!!" Sekejap mata saja, pria itu tumbang setelah dua tembakan menembus tubuhnya.


"Bangun Garret, kita akan segera ke rumah sakit. Ayo bangun." Ia putus asa sampai menangis, harapan satu-satunya hanya Garret dan sekarang pria itu tengah meregang nyawa. Sebelum pengejar itu menghampirinya Celo sudah lebih dulu jatuh tak sadarkan diri.


Sejahat apapun orang memperlakukan kita, sebaiknya kita juga tidak menertawakannya disaat orang itu terkena musibah. Tidak baik menyimpan dendam, karena itu hanya akan menyengsarakan kita. __Areum Kang


▪︎▪︎▪︎▪︎