Your Wife Is Not Your Wife

Your Wife Is Not Your Wife
Awal mula kesalah pahaman



●●●●


Flashback


Hari ini Zach dan sahabat-sahabatnya mengadakan birthday party nya Audrey disalah satu Night Club milik Eric. Selain sahabatnya tentu saja Zach juga membawa Melodi yang notabene nya kekasih yang paling dicintainya, mereka sudah seperti permen karet yang selalu saja menempel dan susah dipisahkan.


Malam itu mereka semua bersenang-senang, namun ada yang aneh dengan Melodi. Ia sedari tadi selalu mencuri pandang ke arah Nate, banding terbalik dengan pria itu ia hanya menatap sekilas dan tak terlalu mempedulikannya.


"Bro, ke toilet bentar ya." Nate pamitan pada para sahabatnya untuk pergi ke toilet sejenak.


"Yakin mau ke toilet?" Sanggah Shane, seraya mencibir Nate.


"Whatever what do you say brother. I don't care." Balasnya cuek.


Selang beberapa menit setelah Nate ke toilet, Melodi juga berpamitan akan ke toilet juga. Tentu tidak ada yang curiga dengan apa yang akan dilakukan wanita itu.


Sesampainya di toilet bukannya masuk ke dalam toilet wanita, Melodi malah berdiri didepan pintu toilet pria, entah apa tujuannya.


"Eh…kau? Sedang apa kau disini? Apa Zach juga ke kamar mandi?" Tanya Nate yang ogah-ogahan.


"Tidak. Aku…kesini….sengaja….mencari mu…" ujar Melodi manja dan sarat akan godaan, tak hanya itu tangan nakalnya juga mengusap dada kekar Nate dengan gerakan sensual.


"Apa yang kau lakukan Nona. Don't touch me oke!!" Dengan kasar Nate menghentakkan tangan Melodi lepas dari tubuhnya.


"Benarkah kau menolak ku heum..?" Merasa harga dirinya diinjak dan di tolak, wanita itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya seperti cologne. Secepat kilat tanpa sempat menolak menolak Nate terkena semprotan itu.


Entah apa yang terjadi sebenarnya, saat ini Nate tengah berada disebuah kamar bersama Melodi. Ternyata wanita itu menjebak nya, belum habis keterkejutan nya ada seseorang yang membuka paksa pintu tersebut.


Dan mereka adalah Zach diikuti sahabatnya yang lain. Karena masih dalam mode setengah sadar, Melodi wanita itu memanfaatkan kesempatan untuk berpura-pura bahwa ialah korban disana.


"Sialan! Beraninya kau menyentuh wanita ku!!" Bentak Zach yang berjalan secepat kilat, dengan tak pandang bulu lansung saja ia menghadiahkan pukulan di wajah sahabatnya itu.


"Zach!!" Terang saja Eric dan Shane tak tinggal diam. Mereka sama-sama yakin bahwa ini bukanlah seperti yang terlihat.


"Hentikan Zach!! Kau bisa membunuhnya jika terus memberi pukulan!" Shane memegangi Zach agar sahabatnya itu mau berhenti.


"Oke!! Aku akan berhenti, tapi ingat persahabatan kita hanya sampai disini saja Tuan Neopard, kedepannya kau adalah orang yang paling ku benci!!" Sangat jelas tekanan disetiap kata-kata yang keluar dari mulut Zach.


"Zach! Zach, dengar dulu penjelasan ku. Zach!! Zachery…" Nate terus saja meneriakkan nama Zach, begitu ia melihat sahabatnya itu keluar dengan merengkuh tubuh wanitanya, Melodi.


••••


Selepas kepergian Zach dan si wanita licik itu, Shane dan Eric menghampiri Nate yang masih termenung di tepi ranjang. Jelas sekali ia frustasi, Nate menjambak rambutnya kasar dan juga mengumpat kan sumpah serapah.


"Tenang Nate, kau harus berkepala dingin agar bisa berpikiran jernih." Ujar Eric menenangkan sahabatnya. Bukannya ia berpihak, tapi memang karena ia sangat tau bagaimana tabiat wanita itu.


"Kalian mau mendengarkan ku?" Saut Nate lemah.


"Tentu saja." Ucap Eric dan Shane berbarengan.


"Tapi Zach di-"


"Kami bukan dia, yang masih bisa melihat dan membedakan antara benar dan salah Nate." Eric bertutur layaknya seorang ayah yang sedang menasehati anaknya.


"Apa yang sebenarnya terjadi Nate?" Tanya Shane.


Lalu Nate mulai menceritakan semuanya hingga ia tak sadarkan diri. Ketika sadar, tau-tau ia sudah dalam keadaan tak memakai atasan.


"Wanita itu kembali menggoda ku, tentu saja aku menolak. Aku masih waras untuk tidak meniduri wanita milik sahabat ku." Tegas Nate dengan menggeretakkan giginya.


"Saat aku lengah karena terlalu sibuk menyingkirkan nya, tiba-tiba saja terdengar suara mendobrak pintu, saat itu lah ia berlaku seolah aku yang memaksanya. Aku…aku, jijik dan aku sangat membencinya. Aku berjanji akan menghancurkannya." Jari jemari Nate mengepal pertanda ia menahan amarah yang sangat besar dan seolah Melodi sedang berada dalam genggamannya.


"Sabar Nate, kami akan membantu mu nanti. Aku juga sangat muak melihatnya, bagaimana mungkin ia bisa terlahir sebagai wanita." Geram Eric tak kalah emosi.


"Tenang. Kita harus tenang menghadapi orang macam dia. Yang terpenting saat ini adalah kau memperbaiki hubungan mu dengan Zach. Jangan sampai persahabatan kita jadi pecah, kau paham?" Jika biasanya Eric yang berpikiran dewasa maka ada kalanya juga Shane yang berpikir dewasa.


"Baiklah. Thanks brother." Nate merangkul kedua sahabat yang masih mempercayainya itu.


Begitulah awal mula kesalahpahaman persahabatan mereka, Nate yang menyerah akan kebencian Zach padanya memilih mundur dan pergi jauh dari mereka. Meski dengan Shane dan Eric dia masih tetap berbagi kabar.


Flashback off


••••


Nate masih mengingat jelas bagaiman bencinya Zach padanya saat itu. Sampai pada saat ia tak sengaja bertemu waktu Zach baru beberapa hari di Holland.


Syukurnya sekarang meski hubungan mereka belum sepenuhnya membaik, setidaknya Zach sudah mau berbicara terlebih mau minta bantuannya.


Larut dalam ingatan masa lalu, dering ponsel membawanya kembali ke masa sekarang. Dilihatnya nama yang tertera disana, ternyata dari hospital tempatnya bertugas, yang tak lain adalah milik keluarganya.


"Selamat malam Dokter Nate." Sapa suara dari seberang sana.


"Ya. Ada apa? Bukan kah saya tidak ada jadwal hari ini?"


"Benar Dokter, tapi ada satu pasien VVIP kita minta jadwal check up nya dimajukan jadi besok, apa dokter menyetujuinya?" Nampaknya suara diseberang sana berbicara dengan sangat berhati-hati.


"Pasien atas nama siapa?"


"Nyonya Melodi Achazia Dokter."


"Shitt!!" Umpat Nate yang tentu saja terdengar hingga ke seberang sambungan.


"Maaf, bagaimana Dokter?" Suara wanita itu terdengar sedikit bergetar, mungkin karena takut.


"Sorry Miss, itu bukan ditujukan untuk anda. Baiklah, penuhi saja kemauan Miss Melodi jadwalkan siang untuk bertemu dengan saya."


"Baik Dokter. Maaf sudah mengganggu waktu anda, selamat malam."


"Oke. Good night too my lady." Nate sangat tau bagaimana wajah gadis yang baru saja menghubunginya itu, sudah pasti mukanya memerah bak kepiting rebus sekarang. Membayangkannya membuat Nate jadi merindukan gadisnya.


"I miss you Keana." Ujar Nate dan melihat galery ponselnya yang menampilkan seorang gadis manis tengah tersenyum, senyum yang hanya bertahan sekejap karena ia teringat akan Melodi


"Lihat saja kau wanita licik, akan ku buat kau menyesal telah bertemu kembali dengan ku disini. Akan ku tunjukkan siapa Nate Neopard yang sesungguhnya dan ku yakin kau akan menyesal. Kira-kira bagaimana jadinya ya, jika ia melihat Zach sangat bahagia bersama istrinya. Ohhh….sungguh kasihan." Senyum yang tadi mengembang seketika lansung berubah menjadi seringai an licik. Seakan seekor rubah menemukan mangsa nya.


●●●●