Your Wife Is Not Your Wife

Your Wife Is Not Your Wife
End and see u



▪︎▪︎▪︎


Lima hari berlalu, kini kondisi Chris sudah jauh lebih baik pun bayinya. Mereka sama-sama pulih dengan cepat. 


Tok tok


Terdengar suara pintu di ketuk dari luar menandakan seseorang berada di baliknya. Tidak selang beberapa lama, orang tersebut masuk dengan bingkisan dikedua belah tangannya.


"Sesyil, kau datang?" Sapa Chris menyambut kedatangan tamu yang ternyata itu Sesyil. Saat ini, wanita yang baru saja melahirkan itu tengah mengemasi beberapa barang-barangnya, sebab dia juga bayinya sudah di perkenankan meninggalkan rumah sakit hari ini.


"Ya. Bagaimana kabar mu? Maaf, aku baru bisa mengunjungi mu sekarang." Tutur Sesyil sarat rasa penyesalan.


"Seperti yang kau lihat, aku sudah jauh lebih baik." Chris berkata tanpa menatap wanita yang kini menjadi istri dari pria yang pernah ia cintai, sebab ia tengah merapikan sisa-sisa barangnya. Tak ada sahutan dari lawan bicaranya, Chris menegakkan kepala menoleh ke arah Sesyil yang kini tertunduk lesu.


"Hey, Sesyil kau kenapa?" Chris meninggalkan kegiatannya untuk kemudian menghampiri Sesyil, mencari penyebab wanita itu murung.


"Maafkan aku dan Bryan Chris, karena kami kau harus mengalami kesulitan bahkan melahirkan 


Sebelum waktunya tiba." Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Sesyil. Sementara Chris, ia kini berdiri tepat di hadapan Sesyil. Kedua tangannya terangkat memegang lembut kedua pundak wanita yang sudah ia anggap sebagai saudara sendiri itu.


Ya, Chris telah benar-benar berdamai dengan dirinya sendiri. Mata hatinya telah terjernihkan oleh kebaikan juga kasih sayang tulus yang dihaturkan oleh orang-orang terdekatnya.


"Aku memang bukan orang baik selama ini, namun ada satu pelajaran yang ku jadikan sebagai pendirian ku. Jangan pernah meminta maaf jika kau sendiri tidak melakukan kesalahan, sebaliknya meminta maaflah sebelum kesalahan yang kita perbuat semakin membesar nantinya." Sebelah tangan Chris terangkat, ia menaikkan kepala Sesyil yang sedari tadi menunduk hingga air matanya berserakan di lantai ruang rawat Chris.


Dalam hitungan detik saja, Sesyil berhambur memeluk tubuh Chris. Yang awalnya mereka susah untuk saling berpelukan satu sama lain, sekarang tidak lagi sebab salah satu dari wanita hamil tersebut telah melahirkan.


***


Sebelum kembali ke negara mereka, Zach, Chris serta bayinya, menginap satu malam di rumah Bryan atas permintaan Sesyil. Wanita yang tidak lama lagi juga akan menjadi seorang Ibu itu berkata bahwa ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada bayi perempuan sahabatnya itu.


Barang sebentar saja ia beranjak dari bayi mungil yang masih rentan itu, ia sudah merasa kesepian dan hampa. Berlebihan memang, namun siapa yang tau jika, bisa saja itu ialah salah satu dari hormon kehamilannya.


"Kalian benar akan kembali besok?" Sesyil kembali masuk ke dalam kamar yg sementara ini ditempati Chris dengan sebuah nampan berisikan segelas juice segar diatasnya. Padahal jika dihitung ia belum satu jam disibukkan dengan pekerjaan dapurnya.


"Mm.." Chris hanya menyahuti berupa gumaman saja, sebab ia tengah disibukkan dengan kegiatan mengganti popok si kecil.


"Apa tidak bisa di tunda dulu beberapa hari? Aku masih sanga,- eh, emm maksud ku, a-aku,-" Sesyil gelagapan mencari alasan untuk mencegah Chris pergi lebih cepat.


"…" Chris menatap istri dari pria yang pernah ia cintai itu dengan senyum.


"Aku tau dan mengerti maksud mu dan aku sangat berterima kasih atas cinta yang kau curahkan pada putri ku Tapi maafkan aku, keluarga di sana juga sangat mencemaskan kami." Tampak kedua bola mata Chris mengabur karena cairan bening yang menumpuk disana.


"Tidak Chris, jangan meminta maaf." Sesyil menghampiri Chris kemudian mengambil tempat disisinya.


Tidak berselang lama, kesedihan mereka melebur bersamaan dengan bayi mungil nan cantik itu menggeliat dalam tidurnya. Betapa lucu dan menggemaskannya, bayi mungil yang kulitnya masih berwarna kemerahan itu menggeliat bak seekor ulat kepompong dalam kain bedongnya.



"Lihatlah si cantik ini, nanti saat dewasa akan ku pastikan dia menjadi primadona dimana pun dia berada kelak." Tiada habisnya kata pujian yang meluncur di bibir pink tipis milik Sesyil. 


Sementara Chris, jangan ditanya lagi bagaimana perasaannya. Baginya tiada hari paling membahagiakan selain hari dimana ia memeluk putrinya, tiada kado terindah di dunia ini selain kelahiran putri tercintanya, buah cinta ia dengan Shane. Shane memang bukanlah cinta pertamanya, namun dapat ia pastikan jika suaminya itulah cinta terakhirnya. Cinta yang akan ia jaga hingga hembusan nafas terakhir sampai mereka dipersatukan kembali di surga menjadi satu keluarga.


"Siapa nama si cantik ini?" Pertanyaan Sesyil membuyarkan kenangan Chris akan perasaan cintanya yang dalam terhadap mendiang sang suami.


"Nama ya?? Kenapa tidak kau saja yang menamai keponakan mu sendiri?" Cetus Chris, senyum juga sorot matanya memancarkan ketulusan. Ia sungguh-sungguh mempercayakan Sesyil untuk memberikan nama untuk kecilnya.


"Benarkah?? Tapi, apa tidak apa-apa?" Sesyil bertanya ragu.


"Baiklah, jika kau memang memaksa." Ujar Sesyil dengan nada menggoda. Nampak wanita berperut buncit itu berpikir sejenak, tampak dari dia yang meletakkan satu jari telunjuknya di bawah dagu.


"Case,- Cassey? Artinya berani, agar dia berani melewati segala masalah yang mungkin akan akan timbul dimasa depan. Bagaimana?" Sesyil bertanya dengan degup jantung berpacu, takut Chris tidak suka dan malah tersinggung.


"…" Bukannya menjawab, Chris malah menangis menanggapi kalimat Sesyil.


"C-Chris..Maaf. Jika kau tidak suka tidak apa-apa, masih banyak nama lainnya yang pastinya jauh lebih bagus." Sambar Sesyil cepat melihat reaksi dari Chris.


"Terima kasih. Nama yang cantik, sangat cantik. Terima kasih Sesyil, terima kasih telah memberikan cinta untuk putri kami. Aku pikir, setelah kepergian Kak Shane, hidupku akan hampa dan tidak ada yang akan menyayangi putri ku. Tapi semua ketakutan ku salah, kalian semua begitu sangat menyayanginya. Malaikat kami, yang akan ku jaga seumur hidup ku dengan segenap cinta yang ku miliki." Berurai air mata, Chris menumpahkan isi hatinya. Tidak tinggal diam, Sesyil merengkuh Chris dalam pelukannya bak menyalurkan suatu kekuatan.


***


Waktu cepat bergulir, hari ini Zach, Chris juga si kecil Cassey untuk kembali ke negara mereka. Seperti melepas pergi anaknya sendiri, Sesyil menangis tersedu berpisah dengan Cassey kecil.


"Sudah Se, tidak lama lagi malaikat kecil kalian juga akan lahir. Jangan buat dia iri karena kau membagi cinta mu pada bayi lainnya." Bujuk Chris sembari menghapus air mata wanita itu.


"Chris benar sayang. Sudah, jangan menangis lagi, kau seperti tidak akan bertemu Cassey lagi saja." Bryan sengaja mengejek istrinya agar tidak menangis lagi.


Sementara itu, Zach hanya diam saja pria itu terlarut dalam pemikirannya sendiri. "Kak, Kakak kenapa? Apa yang sedang Kakak pikirkan?" Chris menghampiri sang Kakak guna memastikan saudaranya itu baik-baik saja.


"Eh, ah ya.. Kakak baik-baik saja. Hanya ada sedikit perkejaan yang sedikit mengganggu pikiran Kakak." Kilah Zach.


"Semua sudah siap bukan? Ayo kita berangkat. Bry, Se, kami berangkat dulu, kalian jaga diri di sini dan sering-seringlah berbagi kabar pada kami." Celetuk Zach panjang lebar.


Usai saling melambai, dan berpamitan satu sama lain. Zach melajukan mobilnya dengan kecepatan normal. Namun, entah kenapa tatapan matanya tidak lepas dari kaca spion depan.


"Semua akan baik-baik saja." Itulah setiap kata yang tidak lepas sedari tadi di gumamkan Zach dalam hati.


▪︎▪︎▪︎


"Kehilangan bisa membuat seseorang gelap mata hingga saling membenci bahkan dengan orang terdekat sekalipun. Namun jika hati telah berkata, segalanya akan baik-baik saja, jika segala sesuatunya di selesaikan dengan baik, dan tentu juga dengan hati yang lapang." _Bryan


"Di tinggalkan oleh seseorang yang sangat kita cintai itu memanglah seperti dunia ini berakhir. Namun percayalah, selagi kita mencoba untuk tetap kuat, akan selalu ada uluran tangan untuk merangkul kita. Dunia tidak akan tidur, jika kita mau menerima uluran tangan dari orang lain." _Chris 


..._ END & SEE YOU _...


Baby Cassey





...Thanks for everything buat semua raeders yg uda setia membaca dan bahkan nungguin karya saya ini. ...


...Jika masih banyak di ketemukan kesalahan, atau bahkan tidak memuaskan kalian, Maaf sebab Author hanyalah manusia biasa yg bisa salah kapan saja pun setiap manusia memiliki jalan pikiran yg berbeda-beda jadi wajar kalau alur ceritanya tidak sesuai seperti yg kalian harapkan....


...Untuk kedepannya, Author akan lebih banyak belajar lagi untuk memuaskan hasrat membaca kalian. Jangan bosan untuk menunggu setiap karya Author yg mungkin bisa kalian tambahkan ke favorite kalian Yahh 🤭👍...


...Sekali lagi, terima kasih banyak atas dukungan kalian selama ini....


...LUP U ALL, CALANGEO 😚😘...


...🌻🌻🌻...