Your Wife Is Not Your Wife

Your Wife Is Not Your Wife
Pulanglah



▪︎▪︎▪︎▪︎


"Ughh... ssh..sakkit." terdengar ringisan dari bibir mungil Celo yang saat ini terbaring lemah di ranjang rumah sakit.


"Celo di mana?" Begitu matanya terbuka sempurna, wanita itu menelisik sekitar dia berada. Seketika ingatannya melayang pada kejadian yang baru saja dialaminya. Ya, kekecewaan Zach dan kemarahan Chris adik iparnya.


"Hikss…" air mata kembali jatuh berderai diiringi isak tangis pilu.


Ceklek


Seorang masuk ke dalam ruang rawat Celo, bersamaan dengan itu ia juga menoleh ke arah orang yang baru saja masuk. Pandangan mereka saling beradu untuk beberapa saat, sampai seorang itu yang memutusnya lebih dahulu.


"Mmas..hik…hik…" panggil Celo melihat suaminya yang diiringi suara segukan pertanda ia terlalu lama menangis. Ya, pria itu tak lain dan tak bukan Zach, suaminya lah yang membawanya ke rumah sakit.


"…." Tanpa menghiraukan sapaan istrinya, Zach berlalu begitu saja ke arah sofa yang memang disediakan di ruang rawat itu.


"Terima kasih Mas hik..sudah membawa Celo ke sini hik…" Celo bermaksud untuk memancing reaksi yang akan di respon oleh suaminya.


"…." Seperti patung, Zach tak tergerak sedikit pun.


"Celo sakitt Mas..hik…hik.." air mata kembali membanjiri wajahnya yang sangat sendu. Masih tak ada respon, ia mengalih posisi berbaringnya menjadi membelakangi Zach.


Tak seperti dugaan Celo, sebenarnya semua gerak gerik yang ditimbulkan oleh pergerakannya tak luput sedikit pun dari lirikan ekor mata Zach.


Hatinya perih melihat wanita yang sangat dicintainya itu menangis dalam diam. Bukannya lupa atau tidak tau bahwa semua itu dia lah penyebabnya.


"Maaf kan Mas sayang." Batin Zach pedih. Dalam hati ia juga menangis, tapi Ego menguasai hatinya.


Tak tahan melihat Celo menangis sendirian, Zach mendekat ke ranjang untuk kemudian ikut bergabung membaringkan tubuhnya bersama wanitanya. Pria itu menarik lebih dekat tubuh istrinya kedalam dekapannya.


Kembali merasakan pelukan hangat suaminya, Celo tak mau kesempatan itu sia-sia. Dengan gerakan pelan ia memutar tubuhnya agar selang infus tak menyakitinya, Celo membalas pelukan Zach.


"Tidurlah…ssstt…sst…" seperti ayah menidurkan anaknya, Zach mengelus-elus rambut hitam Celo agar wanita itu rileks dan nyaman memasuki alam mimpi.


^^^


Siang itu Chris pergi keluar menemui Melodi, nampaknya ia akan menyampaikan kabar keberhasilannya menghasut kakaknya untuk membenci Celo.


Sayangnya, ada suatu hal penting yang ia lewatkan. Hal penting dimana Zach pulang saat dini hari dan menemukan istrinya tak sadarkan diri.


Flashback


Ceklek


"Dimana Celo? Kenapa ranjangnya kosong? Kemana dia pergi?" Segala kekalutan menyelimuti hati dan pikirannya.


Saat Zach melangkah ke arah kamar mandi kakinya tersandung sesuatu.


"Astaga. Celo…kau kenapa sayang?" Jantung Zach nyaris saja akan lepas dari rongganya karena tak percaya atas apa yang dilihatnya sekarang.


Ketika ia meninggalkan Celo tadi, keadaannya masih baik-baik saja, meski hati wanita itu tidak. Rasa bersalah menderanya, tak seharusnya ia pergi meninggalkan Celo sendiri.


Tak membuang waktu, segera Zach membawa Celo ke rumah sakit. Setelah sebelumnya ia memberitahukan pada Bi Welma agar Chris tak mengetahui perihal ia membawa istrinya ke rumah sakit.


"Bagaimana keadaan istri saya Dokter?" Saat ini Zach sedang berada diruangan Dokter yang tadi menangani Celo.


"Dari segi fisik Nona Celo bisa kita katakan baik-baik saja Tuan, tak ada luka yang perlu di khawatirkan hanya lebam kecil saja. Maaf Tuan, apa istri anda pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya?" Tanya Dokter seraya menjelaskan keadaan Celo.


"Heumm??"


"Ya, semacam kekerasan yang baru saja dialami pasien."


"Oh. Ahh..ya. Sebelum kami menikah, ada beberapa orang yang menyerangnya sekeluarga sehingga dia kehilangan Nenek dan Ayahnya di satu waktu bersamaan." Jelas Zach yang di angguki paham oleh Dokter.


"Baiklah. Begini Tuan, saat ini mungkin Nona Celo mengalami trauma tapi masih dalam tahap ringan. Namun jika kejadian seperti ini terus berlanjut, kondisinya bisa jadi semakin memburuk tuan." Seperti di re**s rasanya hati Zach mendengar kondisi Celo yang sebenarnya.


"Bagaimana kemungkinan terburuknya?" Zach bertanya dengan tatapan kosong lurus kedalam.


"Kita harap kemungkinan buruk itu tidak akan terjadi Tuan. Tapi harus Tuan tau, kemungkinan buruknya Nona Celo akan mengalami halusinasi yang berlanjut ke depresi." Mau tak mau Dokter tersebut harus mengatakannya.


"Astaga, kenapa sampai seperti ini? Apa aku sudah salah dalam mengambil tindakan?" Zach mengacak rambutnya kasar. Ia bergegas ke kamar Celo untuk menemui wanitanya.


"Jadi, rencana mu berhasil?" Melodi seolah tak percaya akan apa yang baru saja didengarnya.


"Tentu saja. Kau pikir aku sama dengan kau yang bodoh?" Ejek Chris.


"Kau!! Tapi baguslah, kita hanya tinggal menunggu dia ditendang saja oleh Zach."


"Ya.." saut Chris mengiyakan.


"Ehh…tapi Zach benar tidak pulang semalam?" Chris cuma mengangguk sebagai jawaban.


"Tau begitu, pasti ku susul Zach dan kami akan menghabiskan malam bersama." Ucapnya kotor dengan yakin.


"Memang kau tau kemana kakak ku akan pergi? Lagi pula kau pikir kak Zach berminat melihat tubuh mu yang sekarang?" Nada sinis penuh cemooh di lemparkan Chris ke Melodi.


"Tentu saja aku tau. Enak saja kau bicara, asal kau tau pria saat marah akan mudah ber****ah. Karena hanya aku satu-satunya maka dia akan menyalurkannya pada ku." Wanita itu otaknya benar-benar kotor.


"Ihh..kau sungguh menjijikkan! Sudah berapa banyak pria yang sudah menjamah dan meni**ri mu hah?" Chris merasa sangat jijik dengan kelakuan partnernya. Tiba-tiba saja ia jadi tak rela jika wanita licik itu harus kembali lagi bersama kakaknya.


"Coba kau jelaskan, apa bedanya kita hah?" Melodi menang dengan katanya barusan dan ia senang akan hal itu.


^^^


Semua yang dirasa Celo saat ini bukanlah mimpi, Zach tidur disisinya dan memeluknya erat. Untuk lebih memastikan itu memang bukan mimpi, Celo mengelus lembut wajah suaminya itu.


"Eumm…" lenguh Zach mungkin sedikit terusik dengan sentuhan istrinya.


"Maaf, Celo membuat Mas terbangun." Cicitnya pelan nyaris tak terdengar.


"Tidak apa-apa. Mana yang sakit?" Zach mendudukkan tubuhnya begitu juga Celo.


"…." Celo menggeleng disertai senyuman.


"Kau mau makan?" Lagi Celo mengangguk sebagai jawaban.


"Tunggu sebentar, Mas belikan dulu." Perlahan ia turun dari ranjang, sebelum keluar Zach membasuh wajahnya lebih dahulu.


"Jangan kemana-mana." Ingat Zach, takut istrinya akan kabur atau semacamnya. Jawaban yang sama Celo masih saja mengangguk.


Tak sampai tiga puluh menit, Zach sudah kembali dengan menenteng beberapa jenis sarapan untuk wanita tercintanya. Sementara Celo, wanita itu terlihat sudah rapi usai bebersih dan berganti pakaian.


"Sudah mandi?" Tidak dengan gelengan, Celo menjawab dengan senyum manisnya.


"Sini Mas suapi." Zach merebut Sendok yang akan digunakan Celo untuk menyuap makanan. Zach mengambil alih untuk menyuapi istrinya.


"Mas juga harus makan, biar Celo yang menyuapi Mas." Pagi itu, mereka saling menyuapi satu sama lain. Kejadian semalam seperti tak pernah terjadi antara mereka.


"Celo, setelah ini pulang lah ke negara asal kita. Garret akan mengantar mu." Usai sarapan romantis tadi, saat ini Zach tengah menyisir rambut panjang istrinya.


Deg


"Hikss.. ken-nnapa Mas? Mas percaya Celo bennar-bennar melakukan hal itu?" Celo kembali menangis.


"Dengar." Zach beralih duduk didepan Celo, sekilas ia memalingkan wajahnya tak kuat melihat air mata itu kembali mengalir.


"Mas akan ceritakan semuanya nanti. Untuk sekarang keselamatan mu yang lebih penting, Mas sangat mencintai mu Celo. Apapun yang akan Mas lakukan nantinya atau apapun yang terjadi nanti, Mas mohon jangan membenci Mas." Tanpa sadar Zach ikut menitikkan air matanya.


"Mas…"


"Mas mohon, untuk sekarang jangan tanya apa-apa dulu. Sementara waktu sampai hari keberangkatan mu, tinggallah bersama Bryan dan Nona Sesyil. Sesampainya dinegara kita, jangan pulang ke rumah Mami atau rumah Ayah, kembali lah ke kampung Ibu disana Bibi Mei akan menemani mu sampai Mas menjemput mu." Jelas Zach serinci-rincinya.


"Apa ini artinya Mas akan melepaskan Celo dan kembali ke Melodi?" Celo masih tak paham akan situasi saat ini.


▪︎▪︎▪︎▪︎


Jangan lupa dukungannya ya teman-teman dengan LIKE & COMMENT


VOTE juga sangat mempengaruhi kapan Up nya…


TERIMA KASIH buat semua yang sudah sedia memberi dukungan dan Vote nya.