Your Wife Is Not Your Wife

Your Wife Is Not Your Wife
Sedikit merasa trauma



■■■■


Papi membukakan pintu kamar Christa yang dikunci Zach lalu masuk kedalam menghampiri putrinya.


"Kenapa dibuka pi? Kunciin aja Chris terus sampai mati! Sampai kalian puas." Anak itu masih saja dengan kekurang ajarannya.


"Chris, minta maaf sama mami, kamu sudah sangat keterlaluan sekarang. Tak pantas seorang anak bersikap seperti itu pada orangtua yang sudah melahirkan dan membesarkannya." Nasehat seorang ayah pada anaknya.


"Hehh…kakak pasti udah ngadu macam-macam sama papi kan!" Ucapnya kasar serta menyalahkan Zach.


"Seorang ayah tak perlu aduan anaknya yang lain untuk mengetahui perangai anaknya yang lain lagi. Kau pikir papi tak tau bagaimana sikapmu terhadap mami dibelakang papi?" Christa terkejut dengan ucapan papinya.


"Dengar, jika kau begini terus. Papi terpaksa meminta paman Jim menjemputmu, kau harus di disiplinkan lagi. Dan paman Jim lah orang yang tepat." Jim, paman Zach dan Christa yang merupakan Adik dari papi. Seperti kakaknya, paman Jim bersikap tegas bedanya beliau tegas namun cenderung keras.


"Terserah papi, pokoknya Chris gak akan minta maaf!" Chista benar-benar sudah diluar zonanya. Pergaulan bebasnya selama ini telah mengubahnya menjadi monster.


"Baiklah, jika itu mau mu!" Papi keluar dari kamar Christa dengan giginya saling bergemeletuk.


°°°°


Malam ini Zach bertemu dengan temannya yang baru saja kembali dari luar negeri. Mereka janji temu disebuah restoran Dimana Celo juga bekerja disana.


Entah takdir apa lagi yang sedang mempermainkan mereka, pas sekali dengan Celo yang melayani Zach dan temannya. Tentu saja mereka sama-sama terkejut dan sesaat mereka beradu pandang, namun mereka saling menepis pandangan mereka karena mereka sudah bertekad satu sama lain akan saling melupakan.


Seberapa kuatnya Zach coba untuk mengacuhkan Celo, tetap saja sesekali ia mencuri pandang kearah gadis itu. Gadis yang sudah diacak-acak hidupnya, tapi tetap saja senyum tak pernah lepas dari wajah manisnya dan tak lupa tatapan matanya yang sendu yang dapat menenangkan setiap orang yang menatapnya.


"Kenapa dia bekerja disini? Apa dia sudah tak bekerja ditoko bunga lagi?" Dalam hati pertanyaan-pertanyan seperti itu berputar diotak Zach. Hal itu membuat Zach hilang fokus dan tak mendengarkan pembicaraan temannya.


"Hello…,Zachery. Apa kau masih disana?" Tommy teman yang ditemui Zach melambai didepan wajahnya, karena sedari tadi ia perhatikan Zach terhanyut dalam pikirannya sendiri.


"Zachery…-Zach…" ulangnya lagi memanggil Zach, kali ini disertai tepukan dibahunya.


"Eh..ah ya. Kau bilang apa?" Zach mengusap tengkuknya pelan.


"Aku tak bilang apa-apa. Aku hanya memanggilmu." Cibirnya.


"Hah…maaf. Aku hanya terpikirkan sesuatu. Hehhee.." lagi, Zach hanya bisa tersenyum garing.


"Sudahlah, ayo makan. Habis ini temani aku ke Clubnya Eric ya." Pinta Tommy, selain berteman dengan Zach ia juga berteman dengan Eric dan juga Shane.


"Baiklah." Jawabnya mengiyakan.


Zach, menikmati makanannya, namun lagi-lagi ia tak bisa mengalihkan pandangan dari Celo yang terus saja mondar-mandir. Jelas saja, karena itu adalah pekerjaannya.


Sementara, tak beda jauh dengan Zach, Celo juga sesekali mencuri pandang ke arah Zach. Ia bisa merasakan bahwa Zach menatap kearahnya, ntah apa maksud dari tatapan Zach itu.


°°°°


Cukup lama Zach berada direstoran itu, hingga sesuatu hal terjadi dan itu berhubungan dengan Celo dan itu juga menarik perhatian semua pengunjung disana.


Disalah satu meja disudut ruangan, seorang pria coba melecehkan Celo dengan menyentuh sekilas pahanya. Tentu saja Celo sangat terkejut dan ketakutan, refleks saja ia menampar wajah pria kurang ajar tersebut.


Tak terima ditampar dan merasa dipermalukan, pria itu marah dan memaki Celo, sontak saja mereka lansung menjadi pusat perhatian.


"Kurang ajar! Berani sekali pelayan rendahan seperti kau menyentuh dan menampar orang seperti ku!" Marahnya dengan suara yang sengaja ditinggikan, ia sengaja ingin mempermalukan Celo.


"Maaf, tuan. Tapi anda yang sudah kurang ajar pada saya." Bantah Celo, perempuan mana yang diam saja jika diperlakukan dengan buruk.


"Heh…kurang ajar bagaimana hah? Karena aku menyentuhmu? Jangan munafik kau, aku yakin sebagian besar pelanggan disini pasti sudah pernah mencicipi tubuhmu!" Pria itu masih saja menghinanya didepan umum.


Disudut lain, Zach menatap mereka dengan penuh amarah, bahkan semua urat-urat tangannya terlihat jelas saat ia mengepalkan jari-jarinya. Tapi ia tak mau ikut campur, Zach yakin Celo bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan dan rasa kasihan dari orang lain.


"Ada apa ini?" Seorang wanita yang merupakan kekasih si pria dan lansung mendorong Celo menjauh dari kekasihnya.


"****** kecil ini sudah kurang ajar padaku. Dia sudah menampar wajahku dan juga menuduhku sudah melecehkannya!" Ucapnya dengan tanpa bersalah. Celo melotot tak percaya bahwa pria itu membalikkan cerita yang sebenarnya.


Plakk


Satu tamparan di dapat Celo dari wanita itu, tamparannya cukup keras tampak jelas dari sudut bibir Celo yang sedikit berdarah. Tak cukup itu saja, ia juga menyiram Celo dengan segelas jus dan melempar gelasnya kelantai hingga pecah berkeping-keping.


Tak lama, seorang teman Celo menghampiri mereka.


"Mba, teman saya tidak bersalah. Pria inilah yang sudah melecehkannya teman saya. Jadi saya minta kalian minta maaf dan juga pergi dari sini karena kalian sudah membuat keributan!" Ucap salah satu teman Celo tegas. Ia tau jelas bagaimana sifat Celo, ia tak akan berbuat kasar jika orang itu juga tak jahat padanya.


"Siapa kau! Kau berani menantangku!" Wanita itu beralih pada teman Celo dan menarik rambutnya kasar.


"Lepaskan teman saya! Anda hanya punya masalah dengan saya nona." Tutur Celo tak terima temannya juga disakiti.


"Akan ku lepaskan setelah kau berlutut minta maaf dan mengakui kesalahanmu dan juga kau harus katakan pada semua orang kau adalah ****** kecil nakal dan murahan!" Bentaknya kasar.


"Saya tidak melakukan kesalahan! Teman anda yang kurang ajar! Sebagai sesama wanita anda harusnya mengerti nona." Jelas Celo.


"Heh..apa yang harus dimengerti dari perempuan murahan dan rendahan seperti kalian!" Hinanya lagi.


"Arghh…lepas..-ss.." Celo yang melihat temannya yang tadi sudah membantunya kesakitan, tak punya pilihan lain lagi.


"Baiklah, saya akan minta maaf. Tapi tidak dengan mengakui kesalahan yang tak saya perbuat." Pinta Celo.


"Jangan Celo, jangan lakukan itu! Aku tidak apa-apa." Tolak temannya, namun nampak sekali ia sedang kesakitan karena jambakan wanita itu.


"Arghh…" ringisnya lagi saat wanita itu mengeratkan jambakannya.


"Jika kau pilih begitu, aku akan membawa masalah ini ke kantor polisi." Bisiknya. Celo mulai ketakutan ia sedikit merasa trauma dengan kantor polisi semenjak pertemuannya dengan Zach.


Karena trauma dan demi temannya Celo memenuhi keinginan wanita itu. Celo berlutut dan tak sengaja kakinya menekan pecahan gelas yang dijatuhkan wanita tadi hingga berdarah.


"Maafkan saya sudah kasar menampar teman anda. Dan juga…" Celo berhenti sejenak.


"Maaf karena ****** kecil dan murahan ini sudah menggoda teman anda. Sekali lagi maafkan saya." Lanjutnya dengan wajah memerah dan menahan malu.


"Celo...." setelah wanita itu melepaskan tangannya, segera saja temannya lansung saja merengkuh tubuh Celo. Ia sangat kesal pada wanita itu tapi ia juga sangat sedih dan kasihan melihat Celo diperlakukan seperti itu.


Banyak diantara para pengunjung disana yang merasa simpati atas apa yang dialami Celo. Namun ada juga beberapa diantara mereka yang memandang rendah Celo, melihat dari pekerjaan gadis itu yang hanya seorang pelayan sehingga bisa saja Celo melakukan hal-hal tak bermoral seperti yang dikatakan wanita itu.


Setiap manusia dibekali akal dan pikiran sendiri-sendiri. Tergantung meraka akan memikirkan hal baik dan buruk. Akal dan pikiran akan mengarahkan tindakan kita pada tindakan baik dan buruk juga tergantung arahan hati nurani, terlepas dari baik atau jahatnya kita. __Areum Kang__


■■■■


Hai hai….


Maaf baru muncul lagi..


Jangan lupa LIKE dan COMMENTnya


Biar gak ngaret up nya…


Bagi yang berkenan silakan di VOTE ya


Terimakasih buat yang udah Like, Vote dan Commentnya…


Thanks my DEAR…