
▪︎▪︎▪︎▪︎
Brakk
Zach menerobos masuk ke apartement Melodi yang disediakan Shane untuknya. Pemandangan pertama di lihatnya, Melodi yang sedang bergelayut manja nan mesra di lengan Shane.
"Zz-Zach…Zach aku bisa jelaskan semua ini." Seraya melepas kasar tangannya yang mendekap erat lengan Shane, ia gugup karena terkejut.
"Apa?" Saut Zach dingin, ia tak mau melihat kearah Shane karena ia yakin pria si***n itu pasti sedang tertawa sekarang.
"Ddi-dia, Shane pria yang sudah memaksa ku ayah dari anak ini. Dia membawaku pergi karena dia membenci mu Zach, dia ingin melihat mu hancur karena perpisahan kita. Dia penghianat Zach."
Ia berusaha terus memojokkan Zach dengan mengomporinya.
"Benarkah?" Dengan santainya Zach bertanya.
"Kau tidak mempercayai ku?" Perlahan ia mendekat kearah Zach, membiarkan Shane duduk sendiri.
"Tentu saja. Kau tau, penghianat harus di singkirkan." Tanpa ia sadari ucapan Zach mengandung arti mematikan. Saat Melodi sudah meraih Zach dan bermaksud untuk memeluknya, tepat saat itu pula tangan besar Zach mencengkeram erat lehernya. Ya Zach mencekik leher melodi.
"Akhh…Zz-.." terkejut itu pasti, karena ia kesulitan bernapas.
"Zac-…akhh…" tak mau mati, ia mukul lengan Zach berharap bisa melepaskannya.
"Akan ku buat kau mengingat hari ini selamanya. Setiap kesakitan yang adik ku rasakan, akan ku buat kau berkali lipat merasakannya." Sekuat tenaga Zach menekan tangannya untuk lebih mencekik leher Melodi.
"Ahk…" mukanya memerah karena nyaris kehabisan nafas.
"Sudah Zach, berhenti bermain dengannya. Tidak seru jika ia mati begitu saja sekarang, karena mati terlalu mudah untuknya." Shane berdiri di belakang Zach, lalu menepuk bahu sahabatnya.
"Arghh…" mendengar peringatan dari sahabatnya, barulah Zach berhenti. Bukan berarti juga Zach melepasnya begitu saja, dihempasnya tubuh gempal yang tengah hamil itu seperti yang wanita itu lakukan pada adiknya.
"Akhh…sakit Zach." Pekiknya saat kepalanya membentur meja, beruntungnya tidak sampai berdarah.
"Ingat Nona Achazia, ingat semua kejadian hari ini. Sekali lagi kau berani menyentuh orang terdekat ku, ku pastikan hari itu juga kau kembali merasakan kejadian hari ini dan bahkan lebih." Zach mencengkeram kuat wajah wanita itu sampai ia kembali meringis.
"Kau melakukan ini karena belum tau saja kelakuan adik mu yang sebenarnya. Apa kau tau Zach apa yang sudah dilakukan adik mu tersayang pada wanita yang kau sebut istri itu." Tak tinggal diam, ia bermaksud membongkar rahasia Chris yng bahkan Zach sudah tau.
"Heh. Kau pikir aku peduli!" Ia lebih mengeraskan cengkeramannya.
Puas memberi peringatan pada Melodi, Zach diikuti Shane keluar dari apartement itu.
"Kenapa Zach tidak termakan ucapan ku? Ada apa ini? Kenapa ada yang tidak ku ketahui" gumamnya setelah tinggal sendiri.
"Tapi tak masalah, toh bukan aku yang akan menghabisi wanita tercinta mu Zach. Tapi ayah dari bayi ini." seringai licik nampak puas menatap pintu keluar apartementnya, seolah ia menertawakan dua pria bersahabat itu.
^^^^
***Flashback*
"Apa yang baru saja terjadi padaku? Kenapa aku bisa melupakan Celo?" Zach mengacak rambutnya kasar, kesal pada dirinya sendiri.
Karena tidak berhasil menyusul suaminya, Audrey kembali dengan wajah ditekuk. Wanita hamil itu duduk disamping Zach yang masih uring-uringan.
"Zachery, sebenarnya apa yang terjadi?" Audrey bertanya dengan serius.
"Entahlah Dry, aku bingung harus mementingkan yang mana dulu. Yang satu istri ku, wanita yang teramat sangat ku cintai sementara yang satu lagi adik yang sangat amat ku sayangi. Egoiskah aku jika mendahulukan Chris yang tengah berjuang dengan hidupnya?" Mendengar penuturan Zach, Audrey paham sekarang.
"Bohong, jika aku tidak memikirkan bahkan mencemaskannya, tapi apa? Tiada sehari pun ku lewatkan tanpa mencemaskannya, bayangan akan orang lain yang mau menyakitinya, bayangan orang lain yang ingin mendekatinya. Perlahan itu bisa membunuh ku." Zach semakin kalap, benar katanya ia takut akan semua perkataannya itu jika terjadi.
"Aku paham sekarang, pergilah biar Chris disini bersama ku." Audrey menawarkan bantuan untuk menjaga Chris.
"Aku…." Zach bimbang antara pergi atau tidak. Ia takut Chris akan menyalahkan Celo lagi di kemudian hari.
"Pikirkanlah. Tapi Chris pasti mengerti, mengingat perubahannya saat ini." Yakin Audrey.
^^^^
Drtt
"Ya Shane ada apa?" Ditengah kebingungannya, Zach dihubungi oleh Shane. Tak ada sedikit pun kemarahannya terhadap sahabatnya itu bukan karena Eric sudah menceritakan apa yang terjadi melainkan karena kebenciannya terhadap wanita itu.
"Bryan, mau menemui wanita itu." Sautnya panik.
"Biarkan saja." Ujar acuh lebih seperti malas meladeninya.
"Dia bilang dia akan menghabisinya Zach." Teriak Shane di seberang sana lebih ke frustasi.
"Bukan kah bagus, apa yang harus kau cemaskan?" Sama saja, tanggapan terdengar datar saja.
"Kau gila Zach, apa kau akan membiarkan dia mati begitu saja Hah!! Setelah apa yang telah dia lakukan terhadap Chris, belum lagi kita tidak tau apa yang sedang dia rencanakan terhadap Celo!" Berhasil, Zach terpancing dengan ucapan Shane barusan.
"Shitt!! Kenapa tidak kau saja yang mencegahnya, kan kau yang sedang bersamanya!"
"Karena pria itu hanya tunduk dengan ucapan mu seorang, dia tidak akan mendengarkan ku. Tarik Bryan, biar aku yang mengurus ja**ng itu!!" Shane mengajukan diri, begitulah rencananya.
"Baiklah."
"Mm…" balasnya hanya dengan gumaman.
"Shane, terima kasih."
"Ap-"
Tut tut tut
Sementara ditempat Shane, ia keheranan dengan sikap Zach yang sekarang.
**Flashback off**
^^^^
Kini mereka bertiga kembali duduk dikantin rumah sakit, ada Zach, Shane juga Audrey sementara Eric setelah kepergiannya tadi belum lagi menampakkan dirinya.
Mereka bru saja membahas ketakutan dan juga keterkejutan Melodi saat Zach datang. Lebih tepatnya hanya Shane dan Audrey yang berbicara, Zach sibuk sendiri dengan lamunannya yang entah apa itu.
"Hahaa…."
"Iy..hehe.." ditengah canda tawa Shane dan istri sahabat mereka pertanyaan Zach menginterupsi.
"Kenapa?" Tanya nya dengan tatapan kosong.
"Hah??" Mereka tidak mengerti dengan apa maksud dari pertanyaan itu.
"Kenapa kau melakukan itu semua? Kenapa kau melibatkan diri dan kenapa hanya aku yang tidak tau?" Sekarang mereka mengerti arah pertanyaan itu.
"Shane, sebaiknya jelaskan sekarang. Jangan sampai ada rahasia lain lagi yang akhirnya kita akan saling salah paham dikemudian hari." Audrey tidak ingin jika persahabatan mereka akan renggang lagi.
"Sudahlah, itu cuma masa lalu tak ada yang perlu dijelaskan lagi." tukasnya.
"Kenapa? Apa aku hanya orang bodoh dimata kalian?" Zach terpancing emosinya.
"Inilah yang aku malaskan. Belum apa-apa saja kau sudah emosi,
aku hanya tidak mau kau akan merasa tidak enak hati bahkan merasa bersalah nantinya." Timpal Shane.
"Buat aku agar tidak merasa bersalah. Apapun itu, jika kalian jujur." Zach benar-benar tidak tahan dengan rahasia sahabat-sahabatnya ini.
▪︎▪︎▪︎▪︎