Your Wife Is Not Your Wife

Your Wife Is Not Your Wife
masa lalu yang tidak akan pernah menjadi masa depan



▪︎▪︎▪︎▪︎


"Karena kau meragukan pernikahan kita. Apa kau tidak bisa merasakan seberapa besarnya cinta Mas terhadap mu? Cinta yang tak akan pernah tergantikan sampai kapan pun." Zach mengusap lembut wajah Celo, mengusap air mata yang bak sungai mengalir disana.


"Maafkan Celo Mas, karena ketakutan Celo hampir saja merusak rumah tangga kita." Ucapan itu penuh dengan penyesalan.


"Jangan pernah lakukan lagi, ingat kita suami istri sekarang. Setiap masalah, itu berarti masalah kita berdua. Mengerti?" Celo menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Apa yang sebenarnya sudah mereka lakukan terhadap mu?" Zach mengusap lembut luka di bibir Celo.


"…." Celo kembali menggeleng sebagai jawabannya.


"Baiklah, Mas tidak akan bertanya lagi tapi, jika Mas tau merekalah yang menyebabkan istri Mas terluka mereka akan merasakan akibatnya." Celo yang tau jika Zach tak main-main dengan ucapannya jadi takut.


Beruntung tadi ia bisa meyakinkan Garret untuk tutup mulut, jika tidak entah apa yang akan terjadi. Bukannya Celo sok baik atau berlagak sebagai seorang hero, namun ia hanya tak mau jika hubungan persaudaraan mereka pecah hanya karena dia yang hanya orang luar.


"Heii…melamunkan apa?" Zach memgertakan pelukannya manakala ia melihat istrinya sedang termenung.


"Tidak ada Mas. Maaf."


"Celo, Mas tidak tau lagi bagaimana caranya meyakinkan mu bahwa wanita itu hanya masa lalu sa-"


"Ssttt…." Celo memotong ucapan Zach dengan meletakkan jarinya di bibir pria yang dicintainya itu.


"Celo percaya Mas, maaf jika tadi Celo sudah meragukan Mas." Selesai sudah kesalah pahaman diantara mereka malam itu.


^^^


Pagi itu Zach dan Celo sarapan dengan satu tambahan orang lagi yakni Melodi. Wanita itu nampaknya sedang kesal dengan pemandangan yang disuguhkan oleh pasangan suami istri itu.


"Sayang, tolong pasangkan dasi Mas." Seru Zach pada istrinya dengan sebuah dasi yang ditenteng di salah satu tangannya.


Celo mendekat ke suaminya itu, meraih dasinya untuk di simpulkan di leher pria tercintanya. Tak hanya Celo, Zach juga sengaja memperlihatkan romansa mereka pagi itu dengan memegang erat pinggang ramping Celo.


Zach bermaksud memberitahukan Melodi bahwa ia bahagia bersama wanita yang dicintainya yang kini berpredikat sebagai istrinya itu. Zach tak ingin terkesan memberi kesempatan untuk Melodi.


"Sudah." Celo sedikit merapikan tatanan kemeja suaminya itu sebagai penutup romansa pagi mereka.


"Terima kasih istri ku, i love you." Zach mencium mesra bibir Celo dan itu sedikit lama.


"Sudah. Ayo kita sarapan." Tanpa rasa berdosa nya Zach dan Celo duduk di meja makan dengan yang disambut tatapan kesal dua wanita hamil itu.


"Sayang, tambahkan kopi Mas lagi ya." Pinta Zach pada istrinya.


"Sebentar Mas." Setelah Celo beranjak ke dapur, Zach berbicara serius pada Melodi.


"Mau sampai kapan kau akan di rumah kami?" Tanya Zach dengan tatapan datarnya.


"Kau mengusir ku Zach?" jawabnya tak terima.


"Kau yang lebih tau apa maksud ku. Nanti siang supir akan kemari untuk mengantar mu pulang tapi, jika kau mau tetap tinggal disini ya silakan saja. Toh itu tak akan mengubah apapun dan juga tak akan berpengaruh terhadap hubungan ku dengan istri ku." Kata-kata dingin itu begitu tajam bagi pendengaran.


"Kakak…." Chris bermaksud untuk memberikan pembelaan.


"Diam. Kau tidak dalam porsi untuk bicara sekarang, dan kau juga sama sepertinya hanya sementara disini." Zach tak suka jika pembicaraannya di sela oleh pihak lain.


"Kakak berubah semenjak menikah dengan wanita rubah itu." Ketus Chris memancing amarah Zach.


Celo yang sudah kembali dari dapur mendengar semua ketegangan yang terjadi di meja makan. Semenjak kedatangan Melodi, Celo jadi sering menguping pembicaraan mereka.


Senyum bahagia terpancar di wajah manisnya mana kala Zach menyombongkan pernikahan mereka.


^^^


Siang nya di toko bunga, Celo melihat Melodi datang dengan berjalan melenggok-lenggokkan tubuhnya. Ia menghampiri Celo ke ruangannya, lalu menutup pintu agar tak ada yang mengganggu bahkan menguping pembicaraan mereka.


"Aku mau bicara." Mendengar suara Melodi, Celo menatapnya. Mereka beralih ke sofa untuk menerima tamu yang ada di ruangan itu.


"Bicara apa Nona?"


"Dengar! Kau tidak akan pernah menang dari ku!" Celo hanya menyunggingkan senyum miringnya.


"Kita tidak sedang dalam perlombaan Nona." Cibir Celo, Melodi makin naik pitam dibuatnya.


"Itu benar, tapi aku tetap yang akankeluar sebagai pemenang hati Zach nantinya. Kau mau dengar sesuatu, Zach itu sangat mencintai ku dan juga dia sangat takut kehilangan ku. Meski aku berulang kali bermain api di belakangnya tetap dia percaya karena apa? Karena Zach itu budak cinta ku." Melodi tersenyum senang melihat perubahan raut wajah Celo.


"Di hari pernikahan kalian yang gagal, ups…tepatnya saat kau menjadi pengganti ku. Kau tau kemana Zach pergi? Dia menemui ku. Dia berkata, dia sudah seperti orang gila yang mencari ku kesana kemari. Hari itu Zach meminta ku kembali dan tetap menikah dengannya meski tau keadaan ku yang tengah hamil anak dari pria lain. Dengan entengnya Zach berkata, Kau bisa mengatakan bahwa itu anakku, kita juga sering tidur bersama bukan."


Deg


Celo merasa sesak kembali dengan penjelasan Melodi barusan, tapi Celo tetap bersikap tenang. Ia harus mencerna semua perkataan wanita licik itu.


"Ahh…tak hanya itu, Zach juga berjanji akan selalu mencintai ku dan akan menunggu sampai anak ini lahir lalu dia akan mengembalikan posisi ku sebagai istrinya dan melempar mu jauh-jauh. Dia juga mengatakan kejelakan mu, kau itu seorang penggoda, kau menggoda kekasih Chris!" Dengan lancar kalimat demi kalimat berbisa terus terucap dari bibir dengan warna sangat mencolok itu.


"Ahh…aku tak sabar menunggu lahirnya Bayi terku**k ini, agar bisa hidup bahagia bersama pria yang sangat mencintai ku."


"Apa anda sudah selesai ceritanya Nona?" Celo jengah akan setiap rentetan pernyataan menyakitkan yang di sampaikan Melodi.


"Tunggu, tunggu. Apa kau mau tau berapa seringnya kami tidur bersama? Mm…lebih tepatnya ber***ta. Ughh…sen***annya selalu membuat ku terbuai. Bah-"


"Cukup!! Hentikan semua omong kosong mu itu!!" Hardik Celo kasar.


"Bagus. Akhirnya kau marah dan sebentar lagi kalian pasti akan bertengkar." Sorak kemenangan menggema di hati Melodi.


"Dengar Nona. Sejelas dan serinci apapun yang anda ceritakan masa lalu kalian tak akan merubah apapun. Pria yang dulu mencintai anda sekarang suami saya dan sangat mencintai saya. Suami saya juga berkata masa lalu yang tidak akan pernah menjadi masa depan." Celo tersenyum menang, ia terbayang wajah Zach yang saat itu mengucapkan kata serupa.


"Masa lalu akan tetap jadi masa lalu Nona, saya sarankan anda untuk tidak terikat kenangan masa lalu. Roda kehidupan selalu berputar, lanjutkan lah hidup anda. Di luar sana masih banyak pria baik dan pantas mendampingi anda dan anak itu." Celo mengisap bahu Melodi pelan.


Penuturan Celo barusan bukannya membuat Melodi sadar, malah sebaliknya ia semakin kesal karena rencananya kacau semua. Bergegas ia pergi dari hadapan Celo, ia juga menghentakkan kakinya kasar pertanda ia sangat marah.


Selepas kepergian Melodi, Celo tersenyum lega. Ia mengetahui semua masa lalu suaminya, meski sedikit menyakitkan tetap itu hanya masa lalu. Celo yakin dan percaya akan cinta Zach tulus padanya, sebaliknya ia juga harus percaya pada setiap perkataan suaminya itu.


▪︎▪︎▪︎▪︎


Ini udah memasuki konflik ya teman-teman...


tetap jangan lupa LIKE, COMMENT & VOTE nya ya...


mendukung Author juga menambah pahala di bulan Ramadhan kok..


hehehe


TERIMA KASIH