Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 95 - Backstage



Semua orang yang berada di ruang auditorium mulai keluar satu persatu. Setelah seluruh acara selesai dan resmi ditutup, kebanyakan dari mereka ingin langsung pulang dan merayakan malam tahun baru bersama.


Liyuna, Yuriel, Allen, dan juga Lucas memutuskan untuk menunggu sedikit lebih lama lagi supaya tidak berdesakan saat keluar.


"Setelah ini, ayo kita pergi ke belakang panggung untuk menjemput Yvette." Ajak Liyuna.


"Ayo! Aku sudah mempersiapkan buket bunga untuknya." Yuriel menyetujui ucapan Liyuna, lagi pula dia juga telah menyiapkan buket bunga khusus untuk Yvette.


Liyuna juga tahu bahwa Yuriel menyiapkan buket bunga karena mereka berangkat bersama. Liyuna juga telah membawakan sekotak coklat untuknya.


"Kalian ikut?" Tanya Liyuna pada Lucas dan juga Allen.


"Aku aku melewatkannya karena ada urusan." Jawab Allen. Dia tidak bisa ikut kebelakang panggung dengan Liyuna karena ada sesuatu yang harus dia urus.


"Aku juga sepertinya tidak bisa."


Mengejutkannya, Lucas juga ternyata tidak bisa ikut. Meski merasa sedikit kecewa karena tidak bisa menghabiskan malam tahun baru bersama dengan Allen dan Lucas, Liyuna berusaha untuk memahami. Mungkin mereka memang sedang ada urusan yang tidak bisa ditinggal begitu saja.


Setelah ruang auditorium mulai sedikit sepi, Liyuna dan yang lainnya beranjak dari tempat duduk dan pergi menuju ruangan dimana mantel dan jaket hangat mereka disimpan.


Yuriel tidak lupa mengambil buket bunga yang ia amankan di dalam loker dan melihat apakah ada bunga yang rusak. Untungnya, bunga masih terlihat bagus dan segar, tidak ada tanda-tanda kerusakan.


"Kalau begitu, aku duluan." Ucap Lucas sambil melambaikan tangan.


"Aku juga duluan." Ucap Allen.


Berbeda dengan Lucas yang sempat melambaikan tangan. Allen hanya mengucapkan salam perpisahan lalu pergi begitu saja. Liyuna maupun Yuriel tidak merasa kesal karena memang seperti itulah Allen. Bukan Allen namanya kalau dia bersikap sok ramah.


"Ayo, kak."


Yuriel menarik tangan Liyuna lalu memeluknya seperti boneka. Sudah menjadi kebiasaan Yuriel menggelayut ditangan Liyuna.


Keduanya mulai berjalan keluar dan menuju ke ruang tunggu klub teater lewat depan. Mereka tidak bisa datang lewat ruang auditorium karena masih ada kepala sekolah dan beberapa tamu VIP yang sedang membicarakan sesuatu.


Liyuna mengetuk pintu ruang tunggu klub teater. Salah seorang anggota klub membukakan pintu dan menatap Liyuna.


"Ada apa?"


"Apakah Yvette ada di dalam?"


Anggota tersebut langsung paham ketika melihat buket bunga yang dibawa Yuriel dan mempersilahkan mereka masuk.


"Yvette, selamat atas penampilanmu yang luar biasa." Yuriel masuk me ruang tunggu klub teater dan memberikan buket bunga yang ia bawa kepada Yvette.


"Yuriel! Yuna!" Melihat kedua sahabatnya datang, Yvette tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya.


Ia menerima buket bunga yang Yuriel bawa, "Terima kasih banyak."


"Penampilanmu sangat luar biasa." Puji Liyuna.


"Ehehe.... Benarkah?" Yvette terlihat sedikit malu-malu ketika mendengar pujian dari Liyuna.


"Padahal sebelumnya kau sering protes karena tidak bisa menghafal script dengan baik." Yuriel mencoba untuk menggoda Yvette.


Mereka bertiga sudah bersama sejak lama. Karena itulah, bukan hal aneh jika mereka saling menggoda satu sama lain.


"Oh, jadi kau sering protes?"


Sebuah suara tiba-tiba muncul dari balik tirai yang digunakan untuk mengganti baju para anggota klub teater.


Dibelakang Yvette, nampak seorang pemuda berambut coklat kemerahan seperti kastanye. Dia memiliki wajah yang lumayan tampan dan juga tubuh yang terlihat cukup atletis.


"Ketua!"


Mendengar Yvette memanggilnya dengan sebutan ketua, Liyuna langsung tahu bahwa pemuda itu adalah ketua klub teater.


"Halo." Ucap Liyuna memberikan salam.


Di SMA Darien, seseorang yang menjabat sebagai ketua pasti memiliki kemampuan di atas yang lainnya. Karena itulah tidak aneh jika banyak orang menghormatinya. Meski Liyuna memiliki background paling bagus di sekolah ini, sebagai murid dia hanya orang biasa karena tidak memiliki jabatan apapun. Karena itulah, dia juga harus menghormati seseorang yang memiliki jabatan.


Mungkin memang terdengar aneh, apalagi untuk Liyuna yang dulu hidup di dunia dengan peraturan berbeda. Namun disini, itu adalah hal yang biasa.


Orang yang memiliki kemampuan dan jabatan tinggi harus dihormati, sedangkan orang yang tidak memiliki kemampuan harus bertindak sesuai dengan statusnya. Itulah cara agar seseorang bisa bertahan di kota paling kompetitif di Negara Zen.


"Halo, anda pasti Nona Liyuna dan Nona Yuriel."


"Selamat malam, ketua." Yuriel juga menyapa ketua klub teater dengan sopan.


"Tidak perlu terlalu formal. Terima kasih karena kalian mau berteman dengan anak ini." Ketua klub teater mengacak-acak rambut pendek Yvette.


Ia terlihat tersenyum dengan begitu lembut.


"Hei!"


Yvette berusaha untuk melepaskan diri dan terlihat jelas di wajahnya kalau dia sedang kesal.


"Kami senang bisa berteman dengan Yvette."


Setelah berbicara sebentar. Liyuna, Yuriel, dan Yvette berencana untuk pergi ke persimpangan jalan teramai di Elisien untuk menyaksikan bergantinya tahun bersama.


"Ngomong-ngomong, ketua klub kelihatannya sangat memperhatikanmu."


"Oh, itu karena kita sudah mengenal cukup lama."


"Kalian sudah kenal lama?"


"Siapa nama ketua itu?" Tanya Yuriel.


"Oz Raneus."


Liyuna terlihat sedang berpikir. Ketika mendengar nama itu disebut, ia merasa sedikit familiar namun tidak bisa mengingat dimana dia pernah mendengarnya.


Mobil yang mereka tumpangi melesat menembus jalanan kota Elisien. Membawa mereka ke persimpangan jalan yang mulai ramai oleh orang-orang. Setiap tahun, persimpangan jalan ini digunakan untuk merayakan tahun baru bersama.


...



...


Orang-orang yang tinggal di kota Elisien pastinya sudah tidak asing dengan hal ini. Hanya disini lah, seluruh orang dari berbagai kalangan bisa berkumpul.


Karena sangat ramai, mau tidak mau Liyuna dan yang lainnya harus dijaga oleh body guard. Ketiga anak perempuan itu, di lindungi dari kanan, kiri, depan, dan juga belakang oleh body guard yang telah dipekerjakan untuk mrnjaga Liyuna.


Salah satu body guard tersebut adalah Liam. Sejak dia resmi menjadi body guard Liyuna, dia selalu mengikuti kemna pun Liyuna pergi bersam dengan tiga body guard lain. Tentu saja, mereka menaiki mobil berbeda dari Liyuna.


Empat tahun yang lalu, Karl mengatakan kalau Liyuna akan dijaga oleh empat body guard untuk keamanan. Namun sebenarnya, ada banyak body guard lain yang menaganya. Bodh guard yang lebih profesional dan menyamar sebagai ornag biasa. Hal ini dilakukan untuk menghindari rasa tidak nyaman dan supaya Liyuna bisa beraktivitas seperti biasa.


Body guard yang berpakaian biasa itulah yang sebelumnya di konfrontasi Lucas secara langsung. Mereka adalah orang-orang yang berasal dari Obelian's Circle.


Jam di layar menunjukkan countdown lima belas menit sebelum tahun baru. Orang-orang yang berada di persimpangan jalan membawa terompet sembari melihat ke arah layar.


"Nona, ini kopi hangat." Liam memberikan tigas kopi yang baru saja dibelikan oleh Noel.


Melihat wajah Liyuna dan Yuriel yang mulai memerah karena kedinginan, Liam meminta Noel untuk membelikan kopi hangat supaya Nona yang mereka layani tidak kedinginan.


"Terima kasih, Liam." Liyuna menerima kopi pemberian Liam dan membagikannya pada Yuriel dan Yvette.


"Aah... Hangatnya." Ucap Yvette.


Hidungnya mulai memerah karena suhu dingin yang mulai menembus tubuhnya.


"Tidak terasa sebentar lagi tahun sudah berganti." Ucap Yuriel sembari meminum kopi.


"Benar, kita sudah berasama cukup lama." Ucap Yvette setuju.


"Aku harap kita bisa bersama terus selamanya."


Itu adalah harapan Liyuna. Dia ingin mereka bertiga dan juga Allen maupun Lucas bisa terus bersama dan tidak ada yang berubah.


Rambut bergelombangnya tertiup angin, membuat wajahnya sedikit tertutup.


Kedua mata birunya yang bisa menghipnotis siapapun, menatap kearah layar yang mulai mendekati akhir dari hitungan mundur.


[5]


.


.


.


[4]


.


.


.


[3]


.


.


.


[2]


.


.


.


[1]


.


.


.


DUARRRR—


TBC


[A/N: Heyoo~ semoga kalian gak bosen sama author😂 bentar lagi kita akan memasuki Arc baru, yeay! Mungkin masih ada sekitar 5/6 chapter lagi untuk Arc Liyuna Berumur 16 Tahun ini. Arc selanjutnya akan menandai perkembangan karakter dari Liyuna karena disini dia akan mengetahui kebenaran sebenarnya tentang keluarga Castris. Dia akan tumbuh menjadi lebih kuat dari saat ini. Masih ada banyak hal yang belum terungkap, seperti: frozen december, hubungan Allen-Zion, hubungan Hajun-Lucas-Obelian's Circle, panti asuhan Astraea, kesepakatan yang Allen dan Yuriel lakukan, dan tentu saja kebenaran mengenai keluarga Castris. Semoga saja author bisa menyelesaikan cerita ini hingga akhir walau update-an mungkin akan sedikit lama seperti bulan ini. Terima kasih semuanya🤗]