
Esok harinya, Liyuna berdiri di depan kantor Obelian's Circle bersama dengan Yuriel. Keduanya menatap gedung kantor sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam
Di dalam tidak ada banyak orang, hanya penjaga, resepsionis , dan beberapa orang berpakaian serba hitam keluar masuk kantor.
Liyuna berjalan menghampiri meja resepsionis dan disambut dengan sangat hangat.
"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu."
"Halo, selamat pagi. Saya Liyuna Aria Castris, salah satu klien yang mendapat pelayanan dari perusahaan Obelian's Circle."
Mendengar Liyuna menyebutkan namanya, wajah resepsionis itu terlihat langsung berubah. Dia tidak menyangka klien High Priority[1] akan datang langsung ke kantor.
Dengan profesional, resepsionis itu mengetikkan sesuatu di komputernya dan menjawab, "Liyuna Aria Castris, ya, identitas anda sudah saya pastikan."
"Saya kesini karena ingin berbicara dengan atasan kalian."
"Apakah ada masalah?"
"Ini mengenai orang-orang yang Papa saya kontrak untuk melindungiku."
Mendengar ucapan Liyuna, penjaga resepsionis langsung tahu seberapa seriusnya urusan kali ini.
Tanpa di sadari oleh penjaga resepsionis maupun pegawai lain, Allen dan Yvette menyelinap masuk dengan berhati-hati.
Sejak Liyuna dan Yuriel berdiri dihadapan resepsionis, Allen dan Yvette bersembunyi dibalik tanaman besar yang ada di lobi.
Liyuna dan Yuriel hanyalah pengalih perhatian dalam misi kali ini. Sebagai putri dari keluarga Castris, peran inilah yang paling cocok untuk mereka. Apalagi keluarga mereka sudah pernah berhubungan secara langsung dengan Obelian's Circle, pastinya tidak akan ad ayang curiga.
"Jalan menuju elevator aman."
Tiba-tiba suara terdengar dari wireless earphone yang Allen dan Yvette gunakan. Itu adalah suara Victor yang saat ini sedang memposisikan dirinya di dalam sebuah kafe yang terletak di depan kantor Obelian's Circle.
Victor membawa sebuah laptop dan memantau situasi yang ada di dalam kantor melalui cctv yang berhasil dia retas.
Ketika ia sudah memastikan bahwa jalan menuju elevator telah aman, Victor segera memberi tahu Allen. Dengan begini, regu Allen bisa bergerak dan pergi menuju ruangan milik pemimpin Obelian's Circle.
Informasi mengenai ruangan ini juga Victor dapatkan dengan susah payah.
"Sudah ku duga, perusahaan internasional memang berbeda." Ucap Victor lirih sembari terus memantau situasi yang ada.
Disisi lain, Allen yang mendengar ucapan Victor langsung mengajak Yvette untuk bergerak secara diam-diam menuju elevator. Keduanya bergerak dengan sangat hati-hati agar tidak terlihat oleh pegawai lain.
Sesampainya di depan elevator, Allen langsung menekan tombol naik dan tak lama kemudian pintu terbuka.
Allen menatap Yvette yang berdiri dibelakangnya dan melihat Yvette menganggukkan kepalanya pelan sebagai tanda bahwa dia sudah siap untuk naik keatas.
DING!
Ketika elevator sampai ke lantai teratas, pintu terbuka.
"Tidak ada siapapun?" Ucap Allen lirih, dia masih bersikap waspada dan melihat ke kanan dan ke kiri.
Sedangkan Yvette terus memantau pintu yang ada di ujung lorong.
"Ayo kita masuk." Ajak Yvette.
Dia berjalan mendahului Allen dan mendekati pintu yang terbuat dari katu eboni itu.
"Tunggu, sembunyi!"
Terkejut dengan perintah Victor yang tiba-tiba, Allen maupun Yvette tidak punya waktu untuk bereaksi.
Pintu ruangan terbuka, menampakkan sosok pria paruh baya yang asing bagi mereka berdua.
Melihat kehadiran Allen dan Yvette, pria itu tampak tidak terkejut. Seolah seperti menunggu kedatangan mereka.
"Selamat datang." Ucap Titus sembari menampilkan senyuman mereka.
***
Liyuna tidak tahu apa yang terjadi namun tiba-tiba saja dia sudah berada di ruangan ini dan duduk berhadapan dengan pria tua yang tidak dia kenal.
Allen dan Yvette pun duduk bersebelahan dengan Liyuna dengan wajah yang terlihat kurang senang. Sedangkan Yuriel duduk dengan dangat tenang menunggu apa yang ingin pria itu katakan.
"Kalian hebat juga bisa menerobos tempat ini." Ucap Titus sembari menatap anak-anak remaja yang nekat dihadapannya.
Awalnya dia merasa aneh dengan beberapa gambar yang tertangkap di cctv, sampai pada akhirnya dia mengecek dan menemukan fakta bahwa cctv telah dimanipulasi.
"Kalian pasti memiliki seorang teman yang hebat." Puji Titus dengan tulus.
Tidak banyak orang bisa membobol sistem keamanan Obelian's Circle dan jika memang berhasil maka orang tersebut bisa dikatakan adalah sebuah harta karun.
Tidak ada satupun yang berbicara karena mereka baru saja tertangkap basah.
Beberapa waktu yang lalu, Liyuna dan yang lainnya menyusun rencana atas usulan dari Victor.
"Apa kalian bisa melakukannya?"
"Tidak ada pilihan lain, kita harus bisa bukan?"
"Lalu aku ingin Allen dan Yvette yang pergi menemui pemimpin Obelian's Circle."
"Kenapa harus menemuinya?"
"Jika benar Lucas memiliki hubungan dengan Obelian's Circle maka akan lebih cepat jika kita menemuinya."
"Namun menemuinya tidak akan mudah."
"Aku juga tahu itu, orang sepenting dia pastinya tidak akan mudah untuk ditemui. Karena itulah, disini peran kalian." Victor menatap Liyuna dan Yuriel.
Mengetahui apa tugas mereka, Liyuna dan Yuriel menganggukkan kepala mereka sebagai tanda setuju.
Dengan memakai nama Castris, ada kemungkinan mereka bisa bertemu dengan pemimpin Obelian's Circle namun tetap saja membutuhkan Allen dan Yvette untuk pergi ke lantai atas untuk memeriksa keadaan.
Tidak ada yang menyangka kalau mereka akan tertangkap secepat ini padahal ada Victor yang membantu. Bagaimana pun juga mereka tetaplah anak-anak biasa.
"Perkenalkan, aku Titus, wakil pemimpin Obelian's Circle cabang Elisien." Titus memperkenalkan dirinya pada anak-anak remaja yang berusaha menyusup.
"Jadi apa yang kalian inginkan dari Obelian's Circle?" Tanyanya.
Titus tidak tahu kenapa mereka menyusup Obelian's Circle namun jika melihat pergerakan mereka yang tidak berniat melukai, mungkin saja tujuan mereka bukan untuk mengusik Obelian's Circle.
"Kami hanya ingin tahu alasan kepulangan senior Lucas." Ucap Liyuna jujur.
Dalam situasi seperti ini, sudah seharusnya dia jujur. Lagi pula tujuan awal mereka adalah ingin mengetahui kenapa Lucas memutuskan untuk pulang secara tiba-tiba.
Kedua mata Titus membulat sempurna mendengar nama yang baru saja Liyuna panggil.
"Ah, begitu... Apa kalian teman Tuan Muda disini?"
"Tuan Muda?"
Mendengar bagaimana Titus memanggil Lucas, Yuriel menjadi yakin mengenai identitas Lucas yang sebenarnya.
Tidak salah lagi, Lucas Alexei Obelian adalah Lucas Obelian yang dia ketahui.
"Hmm? Apa Tuan Muda tidak pernah bercerita?"
"Apa maksudmu?"
"Tuan Muda Lucas adalah suksesor sah Obelian's Circle sekaligus putra dari pemimpin Obelian's Circle."
Yvette dan Liyuna nampak terkejut mengetahui identitas Lucas yang sebenarnya. Pada awalnya mereka memnag tahu bahwa Lucas adalah pewaris perusahaan yang memiliki pengaruh besar secara internasional namun mereka tidak pernah tahu bahwa perusahaan itu adalah Obelian's Circle.
"Aku mengerti kalian khawatir dengan Tuan Muda tapi aku sarankan kalian untuk diam saja."
"Mana mungkin kami bisa begitu?"
Titus tersenyum masam mendengar pertanyaan yang Yvette lontarkan. Dia merasa senang bahwa Lucas memiliki teman yang peduli padanya. Walau kesetiannya ada untuk Hajun namun Lucas adalah adik yang Hajun pedulikan, jadi dia juga bertanggungjawab atas kondisi Lucas.
"Yang perlu kalian lakukan adalah menunggu. Suatu hari nanti aku yakin Tuan Muda pasti akan kembali lagi kesini."
"Lalu untuk apa kami susah susah kemari jika hanya untuk menunggu?!" Allen tidak bisa mengontrol volume suarnaya saat ini.
Melihat Titus yang sepertinya ingin bungkam, dia menjadi tidak bisa diam saja.
"Aku tidak masalah menunggu,"
"Eh? Tunggu dulu, Yuna..."
"Tapi anda harus memberi tahu kami apa yang sebenarnya terjadi pada senior."
"Benar, jika hanya itu aku bisa menceritakannya pada kalian."
Titus mulai bercerita tentang siapa itu Lucas dan juga hubungannya yang tidak baik dengan Ibunya.
"Karena itulah kakak dari Lucas membawanya ke Negara ini dan berusaha menjauhkannya dari pertarungan untuk merebut posisi pewaris namun suatu hari dia malah pulang dengan sendirinya dan terjebak dalam.pertarungan itu hingga pada akhirnya dia berhasil menempati posisi teratas dan kembali kesini."
Mendengar hal itu, Liyuna tak bisa berkata-kata. Ia kembali teringat tentang kenangan masa lalu dimana Lucas selalu dikejar orang-orang berbaju hitam dan sikap anehnya ketika berada di Havelian Park.
"Jadi begitu... Jadi itu alasan kenapa senior pulang ke Rusia waktu itu."
"Lalu saat ini, Ibu Tuan Muda menangkap kakaknya karen suatu alasan. Tuan Muda yang begitu dekat dengan kakaknya tidak bisa membiarkan dia sendiri dan akhirnya pergi mengikuti mereka. Hanya itu yang bisa aku ceritakan."
Titus berdiri dari tempat duduknya dan menatap remaja pemberani yang menyusup ke ruangannya.
"Seperti yang sebelumnya aku katakan. Lebih baik kalian tidak pergi mengikuti Tuan Muda karena yang menunggu di depan sana adalah Pemimpin Obelian's Circle, Irina Cyzarin Obelian."
TBC