
Tak terasa, musim panas sudah hampir berakhir. Suhu sudah mulai menurun sejak kemarin dan matahari sudah tidak terlalu terik seperti biasanya.
Liyuna duduk santai menonton televisi di ruang keluarga. Dia memakan keripik kentang yang ada di dalam toples –keripik buatan Bibi Olla.
Sejak Liyuna berada di dunia Red String, dia tidak pernah sekali pun menonton televisi. Dia tidak tahu harus menonton apa dan di kehidupan yang lalu pun dia juga jarang menonton televisi. Jadi hari ini dia memutuskan untuk menonton acara yang ada di televisi. Kebetulan sekali ada acara variety show yang menurutnya menarik dan cocok di tonton untuk menghabiskan waktu.
Hari adalah weekend, jadi Liyuna tidak perlu pergi ke sekolah dan bisa bersantai-santai dirumah. Bibi Olla yang melihat Liyuna bersantai merasa sangat senang karena biasanya Liyuna selalu berkutat dengan buku pelajaran dan hanya mengurung diri di kamar. Namun semenjak Nona dari keluarga yang ia layani itu pergi ke Rumah Matahari, ia sedikit demi sedikit mau melangkahkan kaki keluar dari kamarnya. Bagi Bibi Olla yang mengkhawatirkan Liyuna, itu adalah suatu pertanda yang baik.
Liyuna terlihat sangat fokus dengan televisi, dia menonton acara yang disuguhkan stasiun televisi dengan penuh perhatian karena itulah tidak terasa acara variety show telah berakhir. Liyuna hendak mematikan televisi dengan remot namun mengurungkan niatnya ketika membaca berita yang muncul di bawah layar televisi.
[Pelaku pengeboman Havelian Park ditemukan tewas dalam sel]
Liyuna tampak terkejut ketika membaca berita tersebut, dia tidak menyangka pelaku pengeboman Havelian Park bisa tewas di dalam sel. Sebenarnya, Liyuna masih merasa sedikit tidak percaya kalau Havelian Park telah di bom oleh seseorang seminggu setelah dia, Yvette, dan Lucas pergi ke sana. Berita mengenai pengeboman tersebut pun sangat heboh karena Havelian Park baru dibuka sekitar tiga minggu. Sepertinya mau di dunia nyata atau pun dunia Red String, dimana pun tetap ada yang namanya tindak kejahatan.
Setelah membaca berita tersebut, Liyuna langsung mematikan televisi dan kembali ke kamarnya untuk tidur siang. Berbeda dari tubuhnya yang dulu, tubuh Liyuna mudah merasa lelah dan mengantuk di siang hari karena itu lah setiap weekend dia menghabiskan waktu untuk tidur dan istirahat.
***
Beberapa waktu lalu sebelum pelaku pengeboman Havelian Park ditemukan tewas dalam sel.
Pelaku terlihat sedang berlutut dihadapan seorang pemuda yang terlihat seperti berusia delapan belas tahunan, berperawakan tinggi dan besar. Rambutnya berwarna putih kotor dan kulitnya terlihat sedikit kecoklatan karena terbakar sinar matahari. Ia memakai setelan rapi disertai dengan vest dan memakai sepatu Givenchy yang terbuat dari kulit asli. Kedua tangannya tertutup oleh sarung tangan kulit dan ada rokok menyala di tangan kanannya.
Dia terlihat seperti seorang Raja yang duduk di atas tahta melihat bawahannya berlutut di hadapannya. Tatapannya begitu datar tidak menampakkan ekspresi apapun seolah orang yang dihadapannya melakukan hal yang sudah semestinya.
"Kau sudah tahu apa yang harus kau lakukan, bukan?" Tanya pemuda itu.
Pelaku terlihat gemetar dihadapan pemuda itu, keringat dingin membasahi kaos yang ia pakai dan luka bekas tembakan yang ada di kakinya kembali terbuka, darah segar merembes ke perban yang menutupi luka tersebut. Namun pria itu tidak mempedulikan seberapa sakit kakinya, yang ada dipikirannya saat ini hanyalah bagaimana cara agar dia bisa bertahan hidup. Dia sangat menyesal melaksanakan perintah orang 'itu' hanya karena iming-iming uang besar. Andai saja dia tidak melakukannya, dia tidak akan bertemu dengan iblis ini. Ya, pemuda yang ada dihadapannya adalah seorang iblis berhati dingin. Dia yakin jika ia salah mengambil langkah, peluru pasti akan menembus kepalanya.
Karena itulah dia mengerti apa yang diinginkan pemuda itu dan pria itu sudah memantapkan tekadnya.
"Saya mengerti. Saya akan menyerahkan diri polisi." Ucap pria itu, dia masih berlutut tunduk tanpa melakukan perlawanan apapun.
"Saya mengerti, terima kasih atas pengampunan anda."
Tidak ada yang menyangka bahwa keputusannya untuk menyerahkan diri pun tidak bisa menyelamatkan nyawanya. Mayat pelaku ditemukan tewas di dalam sel, tidak ada tanda-tanda kekerasan maupun tanda-tanda bahwa dia melukai diri sendiri. Dia mati karena racun menyebar di seluruh pembuluh darahnya. Pembuluh darah mata dan telinganya pecah hingga mengeluarkan darah segar. Dia mati dengan sangat mengenaskan. Mungkin itu lah bayaran mahal yang harus dia bayar karena telah melukai orang-orang tidak bersalah.
Berita mengenai tewasnya pelaku pengeboman Havelian Park dengan cepat tersebar di seluruh Kota Elisien. Yvette yang sedang menonton televisi dirumah pun juga menyaksikan berita tersebut. Dia merasa ketakutan sekaligus lega. Dia sangat bersyukur tidak mengunjungi Havelian Park pada hari kejadian dan bisa selamat dari insiden tersebut. Insiden yang memakan banyak sekali korban jiwa itu benar-benar topik yang sangat hangat selama beberapa bulan terakhir. Semua terkejut sekaligus tidak percaya. Kota yang dikatakan sangat aman ketat penjagaannya bisa diserang begitu saja.
Yvette mengirimkan pesan lada Liyuna untuk memberitahunya mengenai hal ini.
To : Yvette
From : Liyuna
Aku juga sudah melihat beritanya. Semoga keselamatan selalu menyertai kita.
Sejak datang ke dunia Red String, Liyuna tidak pernah mengikuti berita yang beredar di dunia ini. Namun sekarang dia merasa jika seharusnya dia selalu up to date dengan berita yang ada dan selalu was-was terhadap lingkungan sekitar. Liyuna tidak tahu apa yang akan terjadi dan bahaya apa saja yang mengintai, apa lagi statusnya sebagai putri tunggal keluarga konglomerat terkaya di Negara ini membuatnya semakin berada dalam bahaya.
Mulai saat ini, Liyuna harus bertindak dengan hati-hati agar bisa melindungi diri. Dia tidak ingin kehilangan nyawa sebelum prolog dimulai. Bukan kah dia sudah membulatkan tekadnya? Ya, dia akan bertahan hidup hingga akhir dan mendapat kan happy ending untuk dirinya sendiri.
Meski di dalam game tidak pernah dimuat ada insiden apa saja, Liyuna yakin dia bisa melaluinya. Dia tidak bisa bergantung hanya dengan pengetahuan yang di miliki lewat game. Dia harus mencari informasi sebanyak mungkin agar bisa menghindari alur yang sudah disiapkan sejak awal. Salah satu cara yang terpikirkan olehnya adalah dengan berteman baik dengan target dan Yuriel. Karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan Yuriel secara langsung, Liyuna harus mempersiapkan diri.
Satu tahun bukan waktu yang lama. Siapapun pasti setuju dengan kata-kata itu. Karl juga sudah memberikan hint bahwa Yuriel sebentar lagi akan datang, jadi Liyuna tidak ada pilihan lain selain siap menerimanya.
Ini adalah waktu sebelum prolog dimulai, jadi tidak aneh jika ada banyak kejadian besar yang terjadi namun tidak ada dalam game. Maka dari itu, setelah Liyuna berhasil sampai pada titik prolog, dia akan memulai rencananya untuk bertahan hidup sebagai seorang wanita jahat.
Surviving As The Villainess.
TBC