Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 83 - Kembalinya Lucas



Seluruh sudut di kamar ini berwarna monokrom. Seorang pemuda berambut perak terlihat sedang memakai sebuah kaos hitam, memperlihatkan tubuh bagian belakangnya yang dipenuhi oleh bekas luka yang mulai memudar.


Pemuda itu merapikan rambutnya dengan sembarangan, lalu mengambil koper yang diletakkan tak jauh dari tempat tidurnya.


Sudah saatnya dia pergi keluar. Waktu yang telah ia janjikan pada Ibunya telah usai, kini giliran Ibunya menepati janji yang pernah ia ucapkan.


Sembilan tahun yang lalu, ketika dia pulang ke Rusia dengan terpaksa, Lucas membuat sebuah perjanjian dengan Ibunya.


Dia akan mengambil posisi pertama dalam pertarungan hak waris dan membuat posisi yang telah ia dapatkan tidak tergoyahkan, sebagai gantinya dia ingin Irina untuk melepaskannya ketika semua janji yang dia ucapkan telah terpenuhi.


Kedua matanya ungunya menatap ke cermin, mengingat-ingat kembali perjanjian yang dia lakukan dengan Irina sembilan tahun yang lalu.


"Kalau begitu, aku akan ikut dalam pertarungan memperebutkan hak waris."


"Itulah yang ingin aku dengar."


"Tapi ada syaratnya."


"Baiklah, apa itu?"


"Jika aku menduduki peringkat teratas dan dapat mempertahankannya. Izinkan aku untuk kembali ke Elisien."


"Memangnya ada apa di kota itu? Kau tidak akan bilang karena orang itu ada disana kan?"


"Tentu saja tidak."


Janji yang telah ia buat sembilan tahun yang lalu membuatnya terikat dengan tempat ini.


Meski sedikit terlambat, Lucas tidak peduli. Masih ada sisa enam bulan sebelum dia benar-benar lulus SMA. Dia akan meminta maaf pada Liyuna dan Yvette yang telah ia tinggalkan begitu saja tanpa memberi kabar. Lucas berharap, mereka mau memaafkan dirinya.


Selama sembilan tahun terakhir ini, Lucas hidup ditemani oleh kesulitan. Tubuhnya yang saat ini dipenuhi dengan luka menjadi bukti kuat bahwa hidupnya tidak mudah. Meski begitu, Lucas tidak pernah sekalipun menyerah mencari kebebasannya. Ini adalah satu-satunya jalan yang bisa ia lewati untuk mencari kebebasan.


Lucas menyeret koper berisi baju-bajunya dan bersiap pergi ke bandara. Sebentar lagi, dia akan menginjakkan kakinya kembali di kota Elisien yang telah lama ia tinggalkan.


Disisi lain, Liyuna sedang mengirim pesan pada Yuda. Beberapa tahun yang lalu saat Liyuna dan Sara datang ke kediaman Harvenhelt untuk mengucapkan terima kasih secara langsung, membuat dia dan Yuda menjadi semakin dekat.


Setelah mengenalnya lebih jauh, Yuda adalah orang yang sangat menyenangkan untuk diajak bicara meski terkadang dia bersikap menyebalkan dan jahil. Selama itu juga, Liyuna menyadari bahwa Yuda yang dia kenal saat ini sangat berbeda dengan Yuda yang ada di dalam game. Yuda yang dia kenal adalah seorang black belly[1] yang menyembunyikan sifat aslinya.


Meski begitu, Liyuna tetap senang bisa mengenalnya. Dia adalah orang yang dapat diandalkan dan sering memberi solusi untuk masalah yang Liyuna sedang hadapi.


Tetapi karena Yuda sangat sibuk dengan pekerjaannya dan statusnya sebagai agen yang dirahasiakan pemerintah, Liyuna tidak bisa menghubungi Yuda seenaknya. Dia hanya bisa menghubungi Yuda dengan ponsel normalnya yang belum dimodifikasi. Sayangnya ponsel tersebut hanya digunakan Yuda sebulan sekali jadi Liyuna tidak bisa sering-sering menghubunginya.


Liyuna terlihat memandang langit-langit di kamarnya. Setelah selesai dengan kegiatan klub, dia dan Yuriel langsung bergegas pulang dan beristirahat di kamar masing-masing.


Beberapa menit kemudian, Liyuna merasa sangat bosan. Ia berjalan ke balkon kamarnya dan melihat kebun bunga matahari yang berada tepat dibawah kamarnya. Ia duduk di kursi yang memang telah disediakan dan membaca sebuah buku dengan tenang.


"Ah, kalau diingat-ingat..."


'Sikap Yuda padanya berubah 2 tahun yang lalu.'


Awalnya Yuda terlihat tertarik pada Liyuna karena sifatnya yang terlihat lebih dewasa dari umur sebenarnya, itu adalah kejadian ketika Liyuna berumur 8 tahun. Lalu ketika Liyuna berumur 12 tahun, Yuda melindunginya karena mereka tidak sengaja bertemu dan mereka tidak saling berbicara tentang banyak hal. Lalu setelah Liyuna dan Sara berkunjung ke kediaman Harvenhelt, Liyuna pun tidak bertemu dengan Yuda secara langsung karena dia tinggal di tempat khusus yang telah disiapkan oleh pemerintah. Lalu dua tahun setelah itu, ketika Liyuna berumur 14 tahun tiba-tiba saja Yuda menghubunginya. Dia mengirim sebuah pesan yang berbunyi:


From : +xxx xxx xxx


To : Liyuna


Ketika mendapat pesan tersebut, Liyuna merasa ketakutan sehingga dia tidak langsung membalasnya. Setelah kejadian mengerikan di danau Alkelan, Liyuna tidak berani mengambil resiko untuk membalas pesan tersebut. Siapa tahu, itu adalah pesan dari pelaku yang mencoba memancingnya.


Namun tak berselang lama, ponselnya kembali menyala.


From : +xxx xxx xxx


To : Liyuna


Tenang, ini aku Yuda.


Seolah bisa membaca pikirannya, si pengirim pesan memberitahukan identitasnya yang sebenarnya. Setelah itu, Liyuna bisa membalas pesan tersebut.


Ketika mereka telah bertukar pesan selama beberapa kali, Liyuna menyadari ada perbedaan yang sangat signifikan tentang perlakuan Yuda terhadapnya. Orang yang telah mengabaikannya sejak satu tahun yang lalu dan bahkan tidak mengirim pesan atau sesuatu yang mengatakan bahwa dia telah menerima rasa terima kasih darinya dan Sara, tiada angin tiada hujan tiba-tiba saja menghubunginya dan menanyakan keadaannya.


Bukankah itu suatu hal yang aneh?


Perbedaan selanjutnya adalah bagaimana Yuda memperlakukan Liyuna dengan sedikit lebih hangat. Dia terlihat sangat peduli padanya bahkan meminta untuk menjadikan nomornya sebagai nomor panggilan darurat nomor 1. Bagi Liyuna yang hampir mati, tentu saja itu bukanlah pilihan yang buruk. Yuda adalah seorang detektif yang hebat, di masa depan ketika dia berumur sekitar 28 tahunan, dia akan menjadi salah detektif dengan prestasi dan jumlah kasus yang dipecahkan terbanyak. Meski masih muda, kemampuannya tidak bisa dipandang sebelah mata.


Jika mengesampingkan perlakuan Yuda yang berubah, Liyuna merasa semua baik-baik saja. Dia nyaman berbicara dengan Yuda dan dia juga merasa aman dengannya.


Setelah Liyuna selesai mencapai halaman terakhir, dia menutup bukunya. Menatap ke arah langit yang mulai gelap sembari merasakan hembusan angin musim semi.


Waktu berjalan dengan begitu cepat. Dunia Red String yang awalnya dia anggap sebagai dunia game kini telah menjadi dunia nyata baginya.


Kisah Liyuna yang sebenarnya baru akan dimulai. Kebenaran macam apakah yang sudah menunggunya di ujung jalan yang jauh itu?


Tidak ada seorangpun yang tahu namun jawaban kan datang dengan sendirinya.


Disisi lain, Yuriel terlihat tertidur di tempat tidurnya. Ia masih memakai seragam sekolahnya dengan lengkap, sebagai pertanda bahwa dia tidak sempat berganti pakaian dan langsung tertidur.


Wajah cantiknya yang dulu masih terlihat kekanak-kanakan kini telah berubah menjadi wajah seorang gadis remaja yang menuju usia dewasa. Wajahnya sama persis dengan ilustrasi yang ada di game. Rambut lurus berwarna coklat yang mengingatkan kita pada karamel dan juga mata hazelnya yang menawan membuat siapa saja terpesona.


Dahinya terlihat sedikit berkerut, mimpi buruk yang sering menghampirinya di setiap tidurnya tak pernah sirna. Seolah mengingatkannya pada dosa yang pernah ia lakukan sebelumnya.


Ini adalah sebuah pengingat. Pengingat untuk Yuriel yang telah melakukan kesalahan.


Namun hatinya yang sekeras baja sedikit demi sedikit mulai terkikis. Emosinya yang selalu ia tahan selama bertahun-tahun membuatnya semakin gila. Yuriel tidak bisa menahannya, dia ingin memegang tangan itu untuk selamanya. Ia ingin berjalan di jalan penuh cahaya yang bisa membuatnya lupa akan luka yang ia miliki.


Yuriel tidak tahu harus bertahan seberapa lama lagi. Jika kali ini dia gagal, mungkin lebih baik ia mengakhiri nyawanya sendiri. Dia tidak bisa menahan semua ini. Ini adalah sebuah penyiksaan yang selalu menyerang kondisi mentalnya. Dia tidak bisa bertahan.


Jika kali ini dia gagal, lebih baik dia juga ikut jatuh ke mereka bersama dengan orang itu.


Ini adalah kesempatan terakhir, Yuriel tidak bisa gagal lagi.


TBC


[1] Black belly/ 腹黑(fu hei) adalah istilah yang sering digunakan dalam novel china untuk mendeskripsikan karakter seorang tokoh. Secara literal diartikan sebagai perut hitam dan biasanya digunakan untuk tokoh yang diam-diam memiliki sifat jahat/licik/manipulatif (forum.novelupdates.com)