Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 112 - Pemindahan Kekuasaan



Pukul 5 pagi.


Kota Elisien kembali dihebohkan oleh berita mengejutkan yang datang dari keluarga Ravenray.


"Pemirsa, berita duka datang dari keluarga Ravenray. Kepala keluarga sekaligus Presdir dari Raven Group mengalami kecelakaan yang menghilangkan nyawanya di jalan Trien pada pukul 2 dini hari tadi."


Sebuah layar besar yang ada di persimpangan Elisien menyiarkan berita mengenai kecelakaan yang menimpa Eldo.


"Mobil yang ia kendarai menabrak batas jalan hingga membuatnya terguling dari tebing."


Seluruh media kembali heboh dengan munculnya berita mengenai kematian Eldo. Tidak ada satupun yang menyangka bahwa Eldo akan meninggal karena kecelakaan maut.


"Saat ini polisi sedang menyelidiki apa sebenarnya penyebab dari kecelakaan yang dialami Eldo Ravenray."


Dalam berita disiarkan bagaimana kondisi mobil yang Eldo tumpangi. Bagian depan hancur tak berbentuk karena menabrak pembatas jalan. Jik dilihat dari seberapa parah kerusakan mobil, dapat dipastikan bahwa Eldo meninggal dengan cara tidak baik.


"Kecelakaan pertama kali diketahui oleh seorang pengendara yang melewati tempat kejadian dan melihat pembatas jalan yang rusak. Karena jalan disekitar sana tidak ada cctv, masih belum bisa dipastikan bagaimana kecelakaan bisa terjadi."


Sementara itu di kediaman Ravenray, Zion sudah bersiap-siap untuk memimpin pemakaman untuk ayahnya. Bayangannya tepantul lewat cermin, ia memakai pakaian serba hitam sebagai tanda sedang berkabung.


TV yang ada di ruang tamu menyala menampilkan berita mengenai kecelakaan ayahnya.


"Saat ini jenazah sedang dibawa dari rumah sakit menuju kediaman keluarga Ravenray. Diketahui, putra tertua Altzion Ravenray akan memimpin proses pemakaman."


Pik...


Televisi tiba-tiba mati.


Allen terlihat berdiri dengan memegang remot. Saat ini ia juga sudah mengganti pakaiannya dengan setelan serba hitam.


Zion menatap Allen yang baru saja datang. Wajah keduanya terlihat sangat tidak berekspresi seolah mereka tahu bahwa semua ini akan terjadi.


"Ayo." Ucap Allen.


Keduanya langsung keluar dan pergi menuju tempat peti ayahnya berada. Para tamu mulai berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa dan meninggalkan bunga lili disebuah altar yang telah disediakan.


Proses pemakaman berlangsung dengan sangat cepat. Berbeda dengan ketika Almera meninggal dunia, saat ini musim tidak terlalu ekstrim sehingga semuanya berjalan dengan baik. Musim semi yang baru saja datang, mengiringi kematian Eldo yang begitu tiba-tiba.


Kematian Eldo yang sangat tiba-tiba membuat Raven Group gempar. Tidak ada satupun yang menyangka bahwa Presdir mereka akan meninggal dengan tiba-tiba.


Seluruh eksekutif bergerak dengan cepat untuk mendiskusikan langkah selanjutnya dan banyak diantara mereka yang mendukung suksesi Zion.


Selain karena dia adalah anak pertama, Zion adalah pewaris sah yang diakui oleh kalangan atas.


"Apa ada yang ingin kau katakan?" Tanya Zion.


Saat ini Zion dan Allen sedang sarapan bersama. Sepertinya ini pertama kali mereka makan bersama sejak kedatangan Allen dikediaman Ravenray.


Keduanya makan dalam keheningan hingga akhirnya Zion memecahnya dengan tiba-tiba.


"Tidak ada." Allen mempertahankan wajah datarnya dan melanjutkan aktivitas makan pagi yang biasanya jarang ia lakukan.


"Apakah kau ada keberatan mengenai suksesi?"


Allen menghentikan aktivitasnya sejenak dan menatap Zion. Mata keduanya saling bertemu, sesuatu yang sangat jarang terjadi.


"Tidak ada."


Pembicaraan selesai.


Keduanya telah mencapai sebuah kesepakatan. Allen tidak akan berkomentar tentang pemindahan kekuasaan yang sebentar lagi akan terjadi di Raven Group dan Zion tidak akan menanyakan hal itu lagi.


Pemindahan kemuasaan memang tidak bisa dihindari. Setelah kematian Eldo, Raven Group harus bergerak dengan cepat karena tidak bisa membiarkan kursi Presiden Direktur kosong.


Sementara itu di kediaman Castris, Liyuna terlihat sedang melamun di balkon kamarnya.


Berita meninggalnya Eldo membuat Liyuna menjadi kembali teringat tentang sebuah ingatan yang sudah lama sekali ia lupakan.


Sebenarnya bukan hal aneh jika Liyuna lupa, lagi pula itu adalah ingatan yang dia bawa sejak sepuluh tahun yang lalu. Banyak hal terjadi dan ingatannya mulai tumpang tindih. Tidak mungkin dia ingat akan semuanya.


Meski begitu kejadian ini seolah membangkitkan ingatan yang telah ia lupakan.


"Tidak berubah..." Gumamnya.


Kematian Eldo tetap terjadi, sama seperti yang terjadi dalam game. Awalnya Liyuna tidak terlalu ingat, dia hanya mengingat bahwa Zion menjadi seorang Presdir di umur 27 tahun.


Benar, tidak mungkin dia bisa menjadi seorang Presdir di umur semuda itu. Pasti ada sebuah alasan mengapa dia bisa menduduki posisi tersebut.


Dan ternyata inilah jawabannya.


"Kematian Paman Eldo adalah alasan kenapa Zion bisa menduduki posisi tersebut."


Saat ini Liyuna sudah tidak tahu lagi apakah dunia ini adalah Red String atau bukan.


Ada banyak perubahan yang terjadi namun ada juga kenyataan yang tidak berubah.


"Aku bahkan sudah tidak tahu apakah aku benar-benar bisa mendapat happy ending atau tidak."


Sepulang dari pemakaman Eldo, Liyuna langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia tidak berbicara dengan siapapun dan duduk termenung di balkon, menatap taman bunga matahari yang selalu terawat dengan baik.


"Seharusnya sudah tidak ada kematian lagi."


Meski ingatannya mulai kabur, Liyuna masih bisa menyimpulkan sesuatu. Di rute siapapun Eldo dan Almera selalu berkahir dengan kematian dan hanya di  rute Allen mereka selamat.


Nasib mereka tidak jauh berbeda dengan Liyuna si pemeran antagonis.


"Apakah kematian memang tidak bisa dihindari?"


Kematian Eldo memang mengejutkan namun yang lebih mengejutkannya lagi adalah waktu kematiannya yang sam persis seperti yang ada dalam game.


Yang membedakan adalah Almera yang mati empat tahun lebih cepat.


"Seharusnya Almera dan Eldo meninggal pada kecelakaan yang sama. Keduanya meninggal di waktu dan tempat yang sama namun yang terjadi saat ini sangatlah berbeda dengan apa yang ada dalam game."


Di setiap rute selalu sama. Almera dan Eldo selalu menemui ajal mereka karena kecelakaan dan tepat ketika Zion berumur 27 tahun.


Namun sekarang semuanya berbeda. Almera meninggal empat tahun lebih cepat yang mana membuat Liyuna merasa bersalah dan selalu berpikir bahwa semua terjadi karenanya. Meski begitu, Eldo tetap meninggal di waktu yang sama dengan yang ada dalam game.


Ini terlihat seperti apa yang terjadi pad rute Allen. Almera meninggal empat tahun lebih cepat sedangkan Eldo menyusul beberapa tahun kemudian.


"Apa yang sebenarnya membuat semua berubah? Apa karena kedatanganku?"


Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Liyuna saat ini. Hanya waktu yang nanti akan menjawab semuanya.


Sehari setelah kematian Eldo, Zion diperliahatkan sebuah kebenaran mengenai dunia.


Sebuah kebenaran yang sangat mengejutkan sekaligus membuatnya bermimpi buruk.


Keringat dingin membasahi tubuhnya. Piyama yang ia pakai terlihat begitu basah dengan keringat yang terus mengucur sejak tadi.


Nafas Zion terdengar sangat terengah-engah.


"Mimpi?" Gumamnya.


"Tidak, terlalu nyata jika dikatakan mimpi." Lanjutnya.


Zion melihat kearah jendelanya yang tidak ditutupi oleh gorden, memperlihatkan langit musim semi yang begitu cerah. Bulan bersinar dengan sangat terang, menyinari bumi yang kehilangan matahari.


Detik itu juga Zion tersadar bahwa ini bukan kehidupan pertamanya. Ia mengingat semua, membawa beban dari empat kehidupan yang tak akan pernah bisa ia lupakan.


Begitu jelas diingatannya, wanita itu meninggal dengan tubuh hancur berantakan. Semua terjadi karena dirinya, karena dia lebih memilih keberlangsungan hidup keluarganya dan tidak mencoba untuk mempertahankan keduanya.


Zion kembali teringat tentang reaksi Allen mengenai suksesi tadi pagi.


"Jangan-jangan..."


Kini dipikirannya muncul sebuah teori yang begitu gila namun masuk akal.


Jika Allen juga memiliki ingatan yang sama dengannya, maka tindakannya akan sangat masuk akal.


Di empat kehidupan yang ia lalui, Allen tidak pernah sekalipun mencoba untuk mendapatkan hak waris. Ya, sebuah kenyataan yang aneh melihat bagaimana dia selalu ingin membalas dendam padanya.


TBC