Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 87 - Bertemu Dengannya



Lucas terlihat sedang berdiri di depan sebuah gedung pencakar langit yang memiliki logo Obelian's Circle. Gedung yang ada dihadapannya saat ini adalah salah satu kantor Obelian's Circle yang ada di Elisien.


Di dam gedung, terlihat banyak sekali orang-orang bersetelan hitam berlalu lalang. Lucas pergi ke meja resepsionis dan meminta untuk dipertemukan dengan pemimpin Obelian's Circle yang ada di Elisien.


"Katakan pada pemimpin kalau aku ingin bertemu dengannya."


"Mohon maaf tapi apakah anda sudah membuat janji dengan pemimpin?"


"Aku belum melakukannya."


"Kalau begitu, anda tidak bisa menemuinya. Lebih baik anda membuat janji terlebih dahulu lalu kembali kesini."


"Sambungkan aku padanya."


Resepsionis yang menerima Lucas terlihat begitu kesulitan karena Lucas sangat keras kepala dan tidak mau mundur. Namun dia juga tidak bisa seenaknya membiarkan orang yang belum membuat janji bertemu begitu saja dengan pemimpin.


Meski Lucas adalah putra Irina, bos besar dari Obelian's Circle, tidak banyak orang mengenalnya. Hanya para petinggi dan beberapa orang tertentu saja yang tahu identitas Lucas sebenarnya. Hal ini dikarenakan pewaris Obelian's Circle tidak harus berasal dari keluarga Obelian sehingga informasi mengenai Lucas dianggap tidak perlu untuk diberitahukan pada seluruh anggota.


"Anda tidak seperti ini, tuan. Saya akan kerepotan."


"Sambungkan saja, selebihnya aku sendiri yang akan berbicara padanya."


Melihat Lucas yang sepertinya tidak mau mundur. Resepsionis mencoba menghubungi pemimpin dengan telepon khusus untuk bekerja.


Beberapa menit kemudian telepon tersambung.


"Ah, selamat siang pemimpin. Saat ini di lobi ada seorang anak muda bernama Lucas yang ingin bertemu dengan anda. Oh, baik saya mengerti."


Resepsionis tersebut menutup telepon setelah mendapat jawaban dari pemimpinnya.


"Pemimpin saat ini sedang tidak ada di kantor, namun anda di minta untuk menunggu di lantai 20."


Resepsionis tersebut mengambil sebuah kunci ruangan berbentuk kartu dari loker meja dan memberikannya pada Lucas.


"Anda bisa membuka pintu ruangan dengan ini."


Lucas menerima kunci tersebut dan langsung pergi menuju elevator. Sebenarnya dia tidak ingin menunggu namun apa boleh buat, dia ingin segera mengetahui tentang apa saja yang terjadi selama sembilan tahun terakhir di Elisien.


DING!


Di lantai 20 hanya ada satu ruangan jadi tidak sulit bagi Lucas untuk tahu di ruangan mana dia harus menunggu.


Setelah pintu berhasil dibuka, Lucas menunggu di sofa yang ada di ruangan tersebut sembari melihat-lihat furnitur yang ada.


Semua tertata rapi dan sangat simpel, benar-benar cocok dengan orang itu.


Sementara itu disisi lain, Hajun terlihat sedang terburu-buru untuk pergi ke suatu tempat. Dia memakai mantelnya dengan terburu-buru dan menyalakan mobil Audi yang biasa dia pakai.


"Kau mau kemana?" Tanya Titus.


Jarang sekali dia melihat Hajun tergesa-gesa seperti ini.


"Kembali ke kantor."


"Tumben sekali. Ada masalah apa?"


"Tidak ada, hanya saja adikku sedang menunggu."


"Ah, kalau begitu hati-hati."


Hajun tidak menjawab, ia menyalakan mesin mobil dan langsung menginjak pedal gas.


Hajun memarkirkan mobil di basement gedung dan langsung bergegas menuju lantai 20 memakai elevator khusus eksekutif Obelian's Circle.


DING!


Hajun tidak membuang-buang waktu dan langsung pergi menemui adiknya yang sudah menunggu sejak tadi.


Melihat pintu yang terbuka, Lucas menoleh kearah Hajun.


"Lama tidak bertemu." Ucap Lucas.


Bibirnya terangkat keatas, membentuk senyuman tulus yang tidak pernah dia perlihatkan pada siapapun sebelumnya.


"Kenapa tidak menghubungiku?"


Hajun terlihat menyadari sesuatu setelah mendengar ucapan Lucas. Dia baru ingat kalau ponselnya dia matikan karena terlalu sibuk mengurusi insiden yang akhir-akhir ini terjadi di Elisien.


Hajun duduk di sofa yang bersebrangan dengan Lucas. Keduanya saling menatap satu sama lain. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Ya, sembilan tahun adalah waktu yang cukup lama.


"Apa kau sudah bisa kembali ke sini?"


"Ya, aku membuat perjanjian dengan Ibu."


"Bagaimana pelatihanmu?"


"Tidak ada masalah."


Jika dilihat dengan seksama, Hajun dan Lucas tidak memiliki wajah yang mirip. Rambut Lucas berwarna perak sedangkan Hajun berwarna perak keabuan. Tidak hanya itu, warna mata dan garis wajah mereka pun tidak mirip.


Meski begitu, Lucas telah menganggapnya sebagai kakaknya. Orang yang berharga baginya dan orang yang menurutnya pantas untuk menjadi pewaris Obelian's Circle selanjutnya.


Hajun dan Lucas tidak memiliki hubungan darah apapun namun saat Lucas berumur 6 tahun dan Hajun belum pergi ke Elisien, mereka menjadi cukup dekat. Hajun adalah orang yang telah menyelamatkannya dari pelatihan dan membawanya pergi ke Elisien hingga ia berumur 8 tahun dan kembali ke Rusia. Meski hanya sebentar, Hajun lah yang membuatnya bisa merasakan apa itu kebebasan.


Lucas sangat menghormati Hajun dan begitu juga dengan Hajun, dia menganggap Lucas seperti adiknya sendiri.


"Lalu, apa yang kau inginkan setelah bertemu denganku?"


Hajun tidaklah bodoh. Meski Lucas kembali ke Elisien, mustahil bagi Lucas untuk mencarinya jika tidak ada sesuatu yang dia inginkan. Lagipula, itu adalah hal yang wajar untuk tidak saling bertemu. Sebagai calon pewaris, keduanya tidak diperbolehkan untuk sering bertemu.


"Beri aku informasi tentang apa saja yang terjadi selama sembilan tahun terakhir di Elisien."


Mendengar ucapan Lucas, Hajun langsung memberitahu semua informasi yang dia ketahui tanpa pikir panjang. Hajun sangat mempercayai Lucas dan dia juga tahu bahwa Lucas pasti bisa menggunakan informasi yang dia ketahui dengan baik karena itulah Hajun juga tidak akan merasa rugi.


"Mati? Maksudmu Nyonya Ravenray?"


"Benar, dia dibunuh empat tahun yang lalu."


"Hal seperti itu tidak mungkin terjadi."


Lucas terlihat sangat terkejut dengan informasi yang baru saja ia dapatkan. Dia tidak menyangka keluarga peringkat atas seperti Ravenray bisa diserang dengan mudah, terlebih lagi korban jiwanya adalah anggota inti keluarga Ravenray. Ini benar-benar di luar dugaannya.


"Bagaimana itu bisa terjadi? Apa alasannya diserang?"


"Aku juga sedang mencari tahunya. Sampai detik ini aku belum menemukan apapun."


"Apa tidak ada satupun petunjuk?"


"Selain identitas pembunuh adalah seorang Cerberus, maka tidak ada petunjuk lain."


"Lalu menurut hipotesamu bagaimana? Apa alasan mereka diserang?"


"Kemungkinan besar, dia mengetahui identitas pemimpin Cerberus atay sesuatu yang seharusnya tidak dia ketahui?"


"Identitas sebenarnya? Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?"


"Aku hanya merasa seperti itu. Lagipula, kejadian tersebut begitu aneh karena sebelumnya Cerberus menargetkan Castris."


Mendengar nama Castris disebut, Lucas menjadi semakin terkejut.


"Castris? Targetnya Castris?"


"Benar, lebih tepatnya putri sulung dan pewaris sah Castris Group, Liyuna Aria Castris."


Kedua mata Lucas membulat sempurna ketika mendengar nama Liyuna disebut.


Benar, sebelumnya Liyuna juga telah mengatakan padanya kalau empat tahun yang lalu dia hampir mati karena sebuah insiden. Jadi ini maksudnya. Seseorang benar-benar mengincarnya.


Karena itulah keluarga Castris menyewa body guard untuk menjadi Liyuna dan meminta mereka untuk selalu berjaga disekitarnya. Sekarang Lucas mulai paham situasinya.


Sebenarnya tidak mengejutkan seorang anggota keluarga elit menjadi target dari organisasi kriminal namun Cerberus bukanlah organisasi kriminal biasa. Mereka sangat terstruktur dan sulit untuk ditangkap. Bahkan tidak ada yang tahu bisnis ilegal macam apa saja yang telah mereka lakukan.


Cerberus bukanlah organisasi kriminal kaleng-kaleng. Hal ini membuat Lucas semakin tidak mengerti mengapa mereka menargetkan Liyuna secara khusus. Sepertinya untuk sementara waktu dia tidak bisa meninggalkan Liyuna sendirian.


Mungkin sebaiknya Lucas menemani Liyuna selama 6 bulan ke depan dan memastikan agar tidak ada sesuatu yang terjadi.


TBC