Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 68 - Liburan Bersama Allen



Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat. Musim semi yang terasa baru saja, kini sudah berganti menjadi lembaran musim baru. Hari demi hari, suhu udara semakin naik. Suara nyanyian jangkrik dapat terdengar dengan sangat jelas.


Musim panas termasuk musim favorit kebanyakan siswa. Bagaimana tidak, di musim ini mereka akan mendapatkan liburan selama satu bulan penuh. Tidak ada murid yang tidak suka berlibur, itu adalah sebuah kenyataan. Coba sekarang katakan dengan jujur siapa yang tidak suka liburan? Sepertinya tidak akan ada yang menjawab "saya".


Selama beberapa bulan terakhir ini, hubungan Allen dan Yuriel mulai membaik. Liyuna tidak tahu kenapa bisa seperti itu namun setelah pertengkaran hebat yang terjadi antara Yuriel dan Allen yang menyebabkan mereka bertiga menghadap kepala sekolah, membuat hubungan keduanya membaik.


Liyuna tidak tahu bahwa hubungan baik antara Allen dan Yuriel hanyalah akting belaka karena mereka telah membuat kesepakatan sebelumnya dan setuju untuk tidak bertengkar dan menyembunyikan rasa tidak suka mereka dihadapan Liyuna. Mereka sedang melakukan gencatan senjata untuk sementara. Hal itu juga dikarenakan kenyataan bahwa Yuriel sedikit berbeda dengan Allen. Allen memahami situasi Yuriel dan penyebab sebenarnya dari emosinya yang tidak stabil kala itu. Meski tidak suka, dia tidak bisa menolak.


Liyuna adalah gadis berhati baik, dia tidak bisa melihat seseorang yang berada didekatnya saling bermusuhan. Demi Liyuna, dia akan melakukan apapun meski itu adalah sesuatu yang dia benci. Yuriel pun juha berpikir demikian. Kali ini, dia tidak akan melepaskan Liyuna dan membuatnya kecewa lagi.


Jenneth, pelayan yang bekerja di kediaman Castris saat ini sedang membantu Liyuna memasukkan baju ke dalam koper. Liburan musim panas tahun ini, Liyuna memutuskan untuk pergi menginap di sebuah vila yang ada di kaki gunung.


Kata Yvette, dia sudah bosan berlibur ke pantai saat musim panas, dia ingin mencoba merasakan liburan dengan suasana yang berbeda, mendaki gunung misalnya. Namun mustahil mendaki gunung di musim panas seperti ini karena tubuh akan sangat rawan dehidrasi. Karena itulah Yuriel mengusulkan untuk menginap disebuah vila yang ada di kaki gunung. Tempat itu cukup terkenal karena ada danau yang begitu indah.


Liyuna sangat tertarik dengan usulan Yvette dan meminta Karl untuk menyewakan vila tersebut. Dengan senang hati Karl mengabulkan permintaan Liyuna dan menyewa vila tersebut selama seminggu dan meminta pihak pengelola untuk tidak menerima tamu selama Liyuna dan yang lainnya ada di sana. Karl ingin Liyuna bisa berlibur dengan tenang bersama dengan teman-temannya.


Karena merasa khawatir, Sara meminta Noel untuk memperhatikan Liyuna dan Yuriel serta menjaga mereka karena Sara tidak bisa ikut bersama. Sebentar lagi akan ada festival fashion terbesar di negeri ini dan Sara menjadi salah satu desainer yang terpilih untuk menampilkan karyanya. Dia bahkan sangat sibuk hingga tidak bisa menemani Liyuna makam malam, maka dari itu mustahil untuknya ikut berlibur.


Untuk Karl, tidak usah ditanya. Perusahan multi nasional yang dia kelola menyita hampir seluruh waktunya, apalagi saat ini dia sedang menangani proyek besar, mustahil baginya untuk ikut. Karena itulah, Sara mempercayakan semuanya pada Noel yang memang bisa dipercaya. Anak muda yang tumbuh besar di panti asuhan Astraea yang berada di bawah naungan keluarga Castris sudah pasti dapat dipercaya.


"Tidak ada yang kelupaan?" Tanya Sara pada Liyuna dan Yuriel yang sudah berada dalam mobil.


"Tidak ada, Ma."


"Kalau begitu hati-hati, ya." Sara mencium kening Liyuna dan juga Yuriel.


Liyuna menutup kaca mobil dan Noel langsung menyalakan mesin mobil. Mobil yang mereka tumpangi melesat menjauh dari kediaman Castris. Sara menatap bayang-bayang mobil yang ditumpangi Liyuna lalu kembali ke studio untuk melanjutkan pekerjaannya. Sara berharap Liyuna dan Yuriel akan baik-baik saja.


Sara tidak tahu jika liburan yang dilakukan Liyuna akan berubah menjadi mimpi buruk yang menakutkan.


***


Liyuna dan yang lainnya sepakat untuk pergi ke vila secara individu. Yvette pergi ke sana diantar oleh Ibunya, sedangkan Allen berangkat bersama dengan sopirnya.


Sesampainya di vila, Allen meminta sopirnya untuk pulang dan menjemputnya satu minggu kemudian. Dia tidak ingin dimonitor oleh ayahnya, makanya dia meminta sopirnya untuk kembali. Begitu juga dengan Yvette, Ibu Yvette hanya datang untuk mengantar dan berbincang sebentar dengan Liyuna karena tidak bisa berlama-lama.


Saat ini hanya tersisa Liyuna, Yuriel, Yvette, Allen, dan Noel saja di tempat ini. Musim panas tahun ini memang luar biasa panasnya, namun semua sedikit terobati ketika mereka melihat danau yang begitu indah. Airnya sangat jernih hingga memantulkan cahaya matahari, benar-benar pemandangan yang menakjubkan.


Noel mengeluarkan koper Liyuna dan Yuriel dari bagasi, lalu menaruhnya ke dalam vila sedangkan koper Allen dan Yvette sudah berada di dalam sejak tadi.


"Kak Noel, kami mau bermain ke danau." Ucap Liyuna memberitahu Noel bahwa mereka ingin bermain air di danau. Liyuna tidak ingin terlalu merepotkan Noel makanya dia berinisiatif untuk memberitahu aktivitas yang akan dia lakukan.


Noel meminta Liyuna untuk berhati-hati karena ditempat ini hanya ada mereka berlima.


Liyuna mengiyakan Noel dan dia langsung pergi ke danau untuk menyusul yang lainnya.


"Yuna, ayo cepat kesini!" Panggil Yvette sembari memasukkan tangannya ke dalam air danau.


Liyuna ikut bermain air dengan Yvette dan yang lainnya. Ia memakai dress musim panas berwarna putih sehingga terlihat begitu cocok di kulitnya yang pucat.


Banyak pepohonan menyelimuti danau, membuat udara yang panas menjadi sedikit tertutupi karena daunnya yang lebat. Yuriel terlihat memasukkan kakinya ke dalam air danau yang tidak terlalu dalam, hanya sampai dibawah lututnya saja. Ia mengangkat dress nya supaya tidak terkena air, rambut panjangnya tersapu angin dengan lembut.


Melihat Yuriel yang terlihat menikmati liburan mereka, Liyuna merasa senang.


Berbeda dengan Liyuna dan yang lainnya, Allen hanya duduk di jembatan penghubung danau dan daratan, dia duduk tenang tanpa mengatakan apapun dan hanya melihat yang lainnya bermain air.


Yvette yang melihat Allen tidak ikut bermain, memiliki ide untuk membuatnya ikut bermain bersama, dia dengan sengaja menjatuhkan diri ke danau dan menyemprotkan air dengan tangannya ke arah Allen.


Tubuh Allen basah seketika itu juga, rambutnya yang tadinya tertata rapi kini terlihat seperti anjing yang tercebur dalam got.


Yuriel langsung terbahak-bahak melihat penampilan Allen yang begitu menyedihkan.


Mendengar Yuriel yang tertawa keras saat melihatnya kesusahan, Allen jadi tidak bisa menahan diri.


"Berhenti tertawa!" Teriaknya, dia mengepalkan tangannya karena kesal.


Allen sebenarnya tidak marah, dia hanya sedikit kesal karena Yuriel menertawakannya secara terang-terangan.


Yuriel ikut menyiram Allen dengan air yang berhasil ia tangkupkan ke kedua telapak tangannya. Melihat kelakukan semuanya semakin menjadi-jadi untuk mengerjainya, Allen tidak bisa menahan diri lagi. Dia melompat dari jembatan, menceburkan dirinya ke dalam air.


Tubuh Allen muncul ke permukaan, seluruh tubuhnya tentu saja basah kuyup. Dia menyibak rambutnya yang basah dan menatap langit.


Melihat hal tersebut, Liyuna berpikir bahwa Allen terlihat seperti seorang selebriti yang sedang melakukan syuting iklan.


"Ayo kita berenang!" Ajak Yvette. Dia terlihat sangat bersemangat dan sesekali menepuk air.


Liyuna melihat baju yang saat ini ia kenakan, mustahil baginya untuk berenang menggunakan dress.


"Itu mustahil, aku dan kakak memakai dress." Ucap Yuriel sembari menunjuk dress yang ia pakai.


"Ah, benar juga."


"Kita berenang pelan saja, tidak perlu berlebihan." Ucap Allen, dia menyarankan hal ini karen ia tidak bisa melihat wajah Liyuna yang terlihat sedikit sedih karena tidak bisa berenang memakai dress.


Mendengar ucapan Allen, Liyuna jadi punya ide. Dia tidak perlu benar-benar berenang, dia bisa menceburkan diri dan bergerak di dalam air.


Keempat anak berusia 12 tahun itu bermain air bersama. Sesekali Yuriel menyemprotkan air ke wajah Allen.


"Maaf tidak sengaja." Tentu saja, Yuriel sengaja melakukannya.


Allen yang tahu betul dengan rencana Yuriel tidak langsung terprovokasi, namun akhirnya dia membalas tindakan Yuriel dan menyiramnya balik dengan air.


Mungkin pertemanan mereka berempat terbentuk tidak begitu lama namun di masa depan mereka akan menjadi tim solid yang akan membantu Liyuna ketika dalam kesulitan. Meski tujuan mereka berbeda-beda, mereka tetap memiliki prioritas yang sama.


Selesai puas bermain air, mereka langsung kembali ke vila yang letaknya tidak begitu jauh dari danau. Mereka mandi dan mengganti pakaian agar tidak terkena demam.


Setelah itu, mereka makan siang dengan makanan yang telah Noel masak.


"Kak Noel bisa memasak?" Tanya Liyuna. Dia terkesan melihat Noel yang bisa memasak.


"Benar, dulu saya sering membantu memasak untuk anak-anak di panti." Ucap Noel, ditangannya ada piring berisi ebi furai.


Mereka makan siang bersama, sesekali Yvette yang memang seorang foodie memuji keahlian memasak Noel. Menurutnya kemampuannya tak kalah dengan chef profesional yang bis memasak makanan restoran michelin. Meski ada beberapa hal yang kurang namun rasa masakan Noel benar-benar sangat enak. Yvette terlihat begitu puas dengan makan siang hari ini.


Malam harinya, Allen mengajak yang lain untuk membuat api unggun di dekat danau. Dibantu dengan Noel yang serba bisa, mereka membuat api unggun dan bernyanyi bersama. Tentu saja ditemani oleh Noel karena dia tidak bisa meninggalkan Nona yang dia layani sendirian di tengah hutan. Meski kemungkinan sesuatu terjadi sangat kecil karena tempat ini sudah di sewa secara eksklusif oleh keluarga Castris, Noel tetap tidak berani mengambil resiko. Lebih baik dia menemani Liyuna dan yang lainnya.


Allen dan Yuriel terlihat sedang menyiapkan alat barbeque bersama, sedangkan Yvette dan Liyuna mempersiapkan bahan-bahannya.


"Kau, perhatikan sikapmu di depan kak Yuna!" Ucap Yuriel memperingatkan Allen. Saat ini keduanya ada di belakang vila mengambil peralatan barbeque.


Allen tidak membalas ucapan Yuriel, dia membawa alat barbeque ditangannya lalu menatap mata Yuriel dengan tatapan serius.


"Jika yang kau katakan padaku benar, apa menurutmu kali ini juga..." Allen menggantung ucapannya, mencoba mencari kata yang pas untuk diucapkan.


Melihat Allen yang begitu serius, Yuriel langsung mengerti apa yang ingin dia katakan.


"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." Ucap Yuriel dengan tegas, sorot matanya yang tadi terlihat ceria kini berubah menjadi tajam.


"Kali ini aku tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi lagi." Lanjutnya.


Ketika mereka berdua kembali ke tempat Liyuna dan Yvette berada, mereka melihat semua bahan sudah disiapkan. Noel juga sudah siap untuk menyalakan alat barbeque.


Malam itu mereka melakukan pesta barbeque sembari menyalakan api unggun. Liburan kali ini sangat berbeda dengan liburan musim panas sebelumnya. Kali ini tidak hanya Yvette saja yang berlibur bersama Liyuna melainkan ada Allen dan Yuriel.


"Kali ini aku akan..."


Allen tidak bisa mendengar apa yang sedang Yuriel gumam kan dengan jelas namun dia tahu kalau Yuriel sedang mengkhawatirkan Liyuna.


Malam itu, tidak ada satupun yang tahu bahwa bahaya sedang mengintai mereka. Ya, keempat anak berusia 12 tahun itu tidak tahu bahwa kejadian besar sebentar lagi akan menimpa salah satu diantara mereka.


Benar, tidak ada yang tahu... selain Noel yang sejak tadi waspada. Sebagai anak yang berasal dari panti Astraea, Noel memiliki indera yang sensitif. Dia bisa merasakan kehadiran orang lain selain mereka di tempat ini.


TBC


[A/N: Besok sepertinya aku gak akan update. Tapi kita lihat dulu ya, semoga bisa up tepat waktu]