Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 33 - Kedatangan Yuriel II



"Eh?" Liyuna tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Dia menatap Jenneth pelayannya dengan tatapan tidak percaya.


"Mama akan bermalam di studio?" Lanjut Liyuna bertanya.


Beberapa menit yang lalu, Jenneth datang menghampirinya dan memberitahunya bahwa Sara pergi ke studio dan berniat untuk bermalam di sana. Sejak pertemuan Liyuna dan Jenneth di Rumah Matahari, mereka menjadi semakin dekat dan Jenneth bertindak seperti asisten pribadinya dan juga sumber informasi. Beruntung sekali, Jenneth adalah orang yang memiliki banyak informasi dan orang yang peka terhadap suasana disekitarnya.


Setelah mendengar apa yang Jenneth ucapkan, Liyuna jadi kepikiran. Dia tahu bahwa Sara tidak bisa menerima kedatangan Yuriel dengan baik, di dalam game pun Sara juga mengalami kesulitannya yang sama hingga akhirnya hatinya ternodai dengan kebencian. Ini berjalan sama dengan yang ada di game, jika dibiarkan hubungan Karl dan Sara akan memburuk dan Sara akan mulai berubah. Ini adalah titik awal dimana semua berubah menjadi tak terkendali, dimana Sara dan Liyuna mulai terbutakan oleh kebencian yang menyelimuti hati.


"Benar, Nona. Tadi saya melihat Nyonya Sara bersiap pergi ke studio." Ucap Jenneth mengkonfirmasi informasi sebelumnya ia berikan pada Liyuna.


Raut wajah Yuriel berubah menjadi sedih setelah mendengar hal ini, kedua telapak tangannya saling bertautan, kepalanya menunduk, dan matanya mulai berair. Liyuna yang melihat ini merasa tidak enak. Dia tahu bahwa Jenneth tidak bermaksud melukai hati Yuriel, namun bagaimana pun juga Yuriel hanyalah seorang anak berusia 8 tahun yang sensitif dan mudah merasa sedih.


Jenneth yang juga melihat bagaimana ekspresi Yuriel berubah menjadi merasa sedikit bersalah, namun dia tidak terlalu memikirkannya karena baginya informasi yang dia miliki lebih penting untuk Liyuna dibanding siapapun juga. Dia juga tidak bisa menyuruh Yuriel pergi begitu saja karena dia hanyalah seorang pelayan. Dia dibayar untuk membantu majikannya.


"Tidak apa-apa Yuriel, Mama pergi ke studio karena memang punya banyak pekerjaan di sana." Liyuna mencoba menghibur Yuriel yang sedih.


Walau tahu bahwa semua ini terjadi karena Yuriel, dia tidak bisa mengatakan hal yang sebenarnya. Yuriel memanglah seorang pemeran utama wanita, namun sebelum itu dia hanyalah seorang anak kecil berusia 8 tahun yang tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba datang ke tempat asing dan disuruh mengaggap orang-orang gang baru ditemui sebagai keluarga pasti tidak lah mudah.


"Tapi ... Tante pasti pergi karena aku datang." Ucap Yuriel dengan suara bergetar.


Saat ini, Yuriel merasa sangat bersalah. Karena dia anak yang cukup pintar, dia tahu bahwa kedatangannya akan menimbulkan masalah bagi keluarga Castris. Dia yang bukan siapa-siapa pasti akan sulit diterima oleh keluarga ini, terutama istri dan anak Paman Karl. Namun ketika Liyuna mengulurkan tangan padanya, dia merasa bahwa pikiran-pikiran buruk yang selama ini ada di otaknya tidaklah benar. Liyuna menerimanya dengan senang hati, wajahnya tidak menampakkan kebencian melainkan rasa senang yang jujur dan tulus. Senyumannya sangat indah dan dia terlihat sangat cantik bak seorang malaikat.


Sebelum datang ke rumah ini, dia sempat menerima foto Liyuna dari Karl. Di foto Liyuna terlihat sangat cantik dengan mata sebiru langit di lagi hari dan rambut sehitam langit malam yang bergelombang.


Namun saat dia bertemu secara langsung, kecantikannya melebihi yang ada di foto. Foto yang sempat ia lihat tidak bisa memberi keadilan bagi kecantikan Liyuna. Dia benar-benar terlihat begitu memesona dan memukau, Yuriel tidak pernah melihat ada seseorang secantik dia.


Disisi lain, Liyuna juga memikirkan hal yang serupa, Yuriel memang sangat cantik bahkan lebih cantik dari yang ada di game. Rambutnya lurus dengan warna coklat kemerahan bak karamel dan kedua bola matanya berwarna hazel. Tidak heran bahwa dia menjadi pemeran utama wanita dalam game otome. Pemeran utama wanita tidak boleh kalah dalam hal visual denan lara target bukan?


Tidak seperti pikiran Yuriel, Liyuna sebenarnya tidak setulus itu menerimanya. Memang benar bahwa dia akan berusaha sebaik mungkin memperlakukan Yuriel seperti keluarganya dan juga selalu berbuat baik padanya, namun itu semua semata-mata hanya untuk bertahan hidup. Meski begitu, perasaan senang ketika memiliki seorang saudara tidak bisa dibuat-buat, Liyuna benar-benar merasa senang ketika berpikir akan memiliki seorang adik. Semua itu mengingatkannya pada anak panti lain yang dulu pernah tinggal dengannya di kehidulan sebelumnya. Dulu sebagai kakak tertua dia harus selalu membantu anak lain gang lebih muda, membuatnya merasa seperti memiliki banyak adik. Makanya ketika bertemu Yuriel ada perasaan nostalgia dihatinya dan itu membuatnya tanpa sadar tersenyum lebar.


"Kenapa Yuriel berpikir seperti itu? Aku yakin Mama juga senang Yuriel ada disini, jadi kau tidak perlu memikirkan hal-hal buruk seperti itu."


"Benarkah?"


Yuriel merasa sedikit tenang mendengar ucapan Liyuna. Jika memang Sara menginap di studio bukan karenanya, dia akan merasa sedikit lega. Gadis baik dan ramah seperti Liyuna tidak mungkin berbohong, Yuriel akan percaya padanya untuk kali ini.


"Baiklah, aku mempercayai kak Liyuna."


Mendengar Yuriel memanggilnya 'kakak' membuat Liyuna tersenyum lembut. Bukan kah itu berarti Yuriel sudah menerimanya sebagai keluarga? Semua berjalan dengan sangat mulus membuat Liyuna merasa senang.


"Panggil saja aku Yuna. Mama dan Papa juga memanggilku seperti itu."


Yuriel merasa bahwa Liyuna ingin mengakrabkan diri dengannya, karena itu lah dia juga tidak ingin mendorong gadis baik itu menjauh darinya. Dengan senang hati, dia memanggil Liyuna dengan nama akrabnya.


"Kalau begitu, kak Yuna juga bisa memanggilku Yuri." Ucap Yuriel malu-malu.


Pipinya memerah karena merasa malu. Ini pertama kalinya dia meminta seseorang memanggil nama akrabnya karena sebelumnya tidak ada seorang pun yang memanggilnya seperti itu selain ayahnya. Lagi pula, Yuriel juga tidak memiliki teman dekat yang bisa memanggilnya Yuri.


Liyuna dengan senang hati menerima permintaan Yuriel dan memanggil nama akrabnya.


"Baiklah, Yuri."


Setelah itu, Liyuna meminta Jenneth untuk mengantar Yuriel ke kamarnya. Kamar Yuriel berada tidak jauh dari kamarnya, mungkin hanya berjarak 2 kamar. Jenneth dengan senang hati mendengarkan permintaan Liyuna. Nona yang dia layani itu memang orang yang memiliki hati bersih, disaat seperti ini pun dia selalu memikirkan orang lain.


Ketika Liyuna sudah tidak dapat melihat punggung Jenneth dan Yuriel,  Liyuna memutuskan untuk menemui Ibunya besok pagi di studio Neolism. Jika dia tidak cepat bertindak, semua akan terlambat dan pastinya akan berjalan sesuai dengan alur dalam game. Karena itu lah Liyuna harus mencegah hal itu terjadi dengan berbicara empat mata dengan Sara. Bagaimana pun juga, Liyuna harus bisa membujuk Sara untuk kembali dan memaafkan Karl karena Yuriel memang bukanlah anak hasil hubungan gelap Karl dengan wanita lain. Yuriel adalah anak sahabat baik Karl dan itu semua sudah dijelaskan dalam game. Karl adalah pria yang setia dan pria yang benar-benar mencintai Sara, namun karena di dalam game sifat Sara berubah drastis semenjak kedatangan Yuriel, Karl juga berubah. Karl menjadi lebih memusatkan perhatiannya pada Yuriel yang saat itu lebih membutuhkan. Hal ini memicu amarah Liyuna dan Sara yang melihat anaknya menderita juga semakin menjadi-jadi.


Sifatnya yang baik dan penuh belas kasih menghilang ditelan oleh kebencian, hatinya lama-lama menghitam dan hal itu membuatnya melakukan tindakan jahat seperti mengucilkan Yuriel dan selalu berusaha membuatnya kesulitan. Semua itu hanya untuk Liyuna, putri yang sangat ia cintai dan sayangi. Jika demi Liyuna, Sara mampu melakukan apa saja. Di dunia ini, putrinya adalah harga paling berharga yang harus dia lindungi dengan segenap jiwa dan raga.


Di dalam game, hubungan Sara dan Karl memburuk, hingga pada suatu hari sebuah kecelakaan terjadi. Sara meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut dan meninggalkan Liyuna sendirian di dunia ini. Hal itu membuat Liyuna semakin terpuruk karena tidak ada satupun yang berada di pihaknya. Mata hati Liyuna semakin tertutup dan dia semakin berbuat seenaknya, hingga dia kehilangan nyawa di berbagai rute yang ada dalam game.


TBC


^^^Next :^^^


^^^Chapter 34 - Ikatan & Kepercayaan^^^