Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 116 - Panti Asuhan Astraea



Berita mengenai meninggalnya Eldo, membuat kehebohan. Sebenarnya itu adalah hal yang wajar, melihat bagaimana kekuasaan Ravenray yang begitu kuat. Sosok Eldo yang menjadi Presdir Raven Group sekaligus kepala keluarga Ravenray meninggalkan banyak sekali pencapaian luar biasa semasa hidupnya.


Meski sempat membuat kegemparan karena ia memutuskan untuk menikah untuk kedua kalinya, seluruh prestasi yang ia capai tidak akan menghilang begitu saja.


Berita kematiannya juga telah sampai di keluarga Castris, tepatnya di Rumah Matahari. Sebuah tempat dimana para pelayan dan pekerja yang melayani keluarga Castris tinggal.


"Bagaimana bisa keluarga Ravenray mengalami hal mengerikan seperti ini?" Ucap salah seorang pelayan yang


bekerja untuk Castris.


"Bukankah ini sudah ketiga kalinya?"


"Benar, ini sudah ketiga kalinya keluarga Ravenray mengalami hal seperti ini."


"Itu berarti, hanya tersisa Tuan Muda Altzion dan Allen saja?"


"Kasihan sekali mereka."


Jenneth terlihat hanya diam saja dan tidak ikut berbincang dengan pelayan lain. Dia terus menatap ke arah televisi yang menyiarkan hasil otopsi dari mendiang Eldo Ravenray.


"Aku jadi khawatir dengan Nona." Gumamnya.


Melihat bagaimana Ravenray dengan mudah di hancurkan, Jenneth merasa khawatir dengan keselamatan Liyuna. Bagaimana pun juga, Nona yang dia layani itu pernah mengalami percobaan pembunuhan yang untung saja gagal.


Siang harinya ketika matahari tepat diatas kepala, Jenneth bertemu dengan Noel di rumah kaca.


"Kau sudah menunggu lama?"


"Tidak, aku baru datang."


Jenneth segera duduk di kursi kosong, keduanya saling berhadapan.


"Bagaimana keadaan Liam?"


"Dia baik-baik saja."


"Bukankah situasi saat ini sangat tidak bagus?"


"Kau benar. Belum lama ini Nona juga hampir terseret dalam insiden pengeboman. Untung saja mereka berada di tempat yang aman."


"Apakah semua akan baik-baik saja?" Tanya Jenneth.


Terlihat sekali kalau dia sedang khawatir dan gelisah. Bagaiman tidak, akhir-akhir ini banyak kejadian mengerikan terjadi. Dia bahkan tidak tahu apakah Noel bisa bertahan atau tidak.


"Tentu, semua akan baik-baik saja. Kau tahu kan siapa aku? Aku pasti akan baik-baik saja."


Noel tahu bahwa Jenneth merasa khawatir karenanya.


Sebenarnya beberapa tahun yang lalu, Jenneth dan Noel mulai menjalin hubungan bersama. Meski sudah menjadi sepasang kekasih dalam waktu yang cukup lama, keduanya belum memutuskan untuk menikah.


Hal itu dikarenakan situasi yang tidak mendukung. Banyak hal yang harus mereka perhatikan sebelum hal buruk kembali terjadi.


"Kau benar, aku rasa lulusan panti Astraea memang berbeda."


Mendengar nama panti Astraea disebut, kedua mata Noel mulai menggelap. Dia mulai mengingat kenangan-kenangan mengerikan tentang panti tersebut sebelum diambil alih oleh Karl.


Panti asuhan Astraea adalah sebuah panti yang berada dibawah naungan keluarga Castris. Panti tersebut didirikan oleh kedua orang tua Karl dengan tujuan untuk melindungi serta menampung anak-anak yatim piatu dan juga anak-anak yang telah di telantarkan.


Astraea sendiri berasal dari nama seorang Dewi Keadilan. Jika dilihat, sangat cocok dengan tujuan didirikannya panti tersebut.


Namun entah sejak kapan, panti tersebut berubah.


"Sebenarnya, bagaimana bisa orang sehebat kau dan Liam bisa berada di panti itu? Bukankah seharusnya ad banyak orang yang tertarik untuk mengadopsi anak dengan kemampuan luar biasa?"


Ini pertama kalinya Jenneth menanyakan secara langsung mengabai Noel dan Liam sejak mereka kenal.


Mereka saling mengenal ketika Noel pertama kali bekerja untuk keluarga Castris, kalau tidak salah tepat setalah dia lulus kuliah. Awalnya Jenneth merasa sedikit aneh karena orang berpendidikan seperti Noel mau menjadi seorang sopir.


Namun setelah ia tahu bahwa Noel berasal dari panti Astraea, dia tidak mempertanyakan keputusannya.


Sudah menjadi rahasia umum kalau panti Astraea adalah panti asuhan milik keluarga Castris dan Castris Group menjadi sponsor terbesarnya.


Jadi tidak aneh bagi Noel sebagai anak yang dulunya berada di panti tersebut bekerja untuk Castris.


Yang membuatnya sedikit aneh adalah tidak adanya orang yang mau mengadopsi anak secemerlang Noel. Bukan rahasia lagi kalau Noel adalah orang yang cukup cerdas. Jika mau, dia pasti bisa menjadi seorang karyawan kantoran yang sukses.


"Mengadopsi, ya?" Gumam Noel.


Dia memutar sendok teh dengan perlahan. Tadi ketika mereka berada di rumah kaca, Jenneth membawa dua cangkir teh.


"Hal seperti itu tidak mungkin dilakukan."


Jenneth tidak terlalu terkejut mendengar hal itu karena dia tahu pasti ada alasan mengapa tidak ada yang berminat untuk mengadopsi Noel dan Liam.


"Apakah ada peraturan dalam panti Astraea yang tidak memperbolehkan?"


"Peraturan, ya? Tidak ada hal seperti itu."


"Lalu?"


"Apa kau tahu kapan panti Astraea dibentuk?"


"Sejak Presdir sebelumnya bukan?"


"Ya, panti itu didirikan oleh Presdir sebelumnya, yaitu ayah dari Tuan Karl."


Noel kembali mengingat-ingat saat pertama kali ia masuk ke panti tersebut. Awalnya dia berada di panti yang berbeda namun ibu panti mengirimnya pindah ke panti Astraea.


"Sekitar 51 tahun yang lalu panti itu didirikan dengan mengemban nama seorang Dewi Keadilan, Astraea. Panti Astraea memiliki tujuan mulia untuk menampung anak-anak yang ditinggalkan dan tidak memiliki orang tua. Namun ironisnya semua berubah ketika panti jatuh dikelola oleh orang lain."


"Bagaimana bisa panti tersebut dikelola oleh orang lain? Bukankah Presdir sebelumnya masih hidup?"


"Aku juga tidak tahu bagaimana, tapi ada satu waktu dimana panti tersebut diambil alih oleh orang lain dari Presdir sebelumnya." Jelas Noel.


Sesekali ia meminum teh yang sudah mulai dingin. Ia melihat kearah bunga-bunga dan tanaman langka yang ada di rumah kaca. Biasanya Nona Liyuna sangat senang menghabiskan waktu di tempat ini.


"Sejak panti itu diambil alih, semua berubah. Sistem peringkat yang seharusnya tidak ada kini menjadi salah satu tolak ukur apakah seorang anak yang tinggal di panti tersebut pantas untuk mendapat sponsor atau tidak."


"Sebenarnya, apa sponsor yang dimaksud itu?"


"Bisa dikatakan itu semacam bantuan dana dari orang-orang kaya yang berminat dengan kemampuan seorang anak di panti."


Kedua mata Jenneth membulat sempurna setelah mendengar apa yang Noel katakan. Jika benar sponsor diberikan oleh orang kaya untuk anak-anak yang memiliki kemampuan khusus, bukankah itu termasuk perdagangan manusia.


"Bukankah itu termasuk perdagangan manusia? Bagaimana mungkin keluarga Castris melakukan hal seperti itu?"


"Sebelumnya sudah aku katakan bukan? Panti Astraea dikelola oleh orang lain, setelah 26 tahun berdiri panti itu diambil alih oleh orang lain yang aku sendiri juga tidak tahu."


"Apakah keluarga Castris mengetahuinya?"


"Aku rasa awalnya mereka tidak mengetahui hal itu, namun sepertinya semua mulai terbongkar dan Tuan Karl memutuskan untuk mengambil alih. Sejak saat itu panti Astraea menjadi tempat yang berbeda meski masih menggunakan sistem yang lama namun kita tidak dipaksa untuk mengikuti sponsor."


"Bukankah itu sama saja?"


"Tentu saja tidak. Sejak Tuan Karl mengambil alih, panti Astraea mendapat banyak sekali dana sponsor dari keluarga kaya lainnya dan sponsor itu tidak ditujukan secara individu melainkan atas nama panti Astraea yang berarti para sponsor tidak bisa menggunakan alasan telah mensponsori anak A untuk berkerja dengan mereka."


"Oh, aku mulai mengerti. Jika sponsor memberi dana mengatas namakan panti Astraea secara kesuluruhan itu berarti mereka seperti memberi uang amal untuk anak-anak kurang beruntung, dibanding memberi dana sponsor."


"Benar, karena itulah tidak ada paksaan untuk masa depan anak-anak. Kami boleh bekerja untuk siapapun, meski begitu kami tidak diperbolehkan untuk diadopsi karena takut akan disalahgunakan kembali."


"Benar, bisa saja mengadopsi hanya dijadikan kedok oleh orang-orang tidak bertanggungjawab."


"Setelah Tuan Karl mengambil alih panti, semua anak disitu diberikan marga yang sama yaitu Erudian."


Jenneth terlihat kembali terkejut mendengar penjelasan dari Noel. Bagaimanapun juga ini pertama kalinya Jenneth tahu marga dari Noel meski telah menjalin hubungan cukup lama.


"Erudian? Bukankah itu nama dari Tuan Karl."


"Benar, beliau memberi kami nama yang sama dengannya dan telah menganggap semua anak panti bagian dari Castris. Karena itulah semua anak panti diberi pendidikan gratis sampai lulus kuliah dan baru diberi pilihan akan melanjutkan bekerja dimana."


"Bukankah Tuan terlalu baik?"


"Benar, beliau sangat baik sekali karena itulah aku memutuskan untuk bekerja melayani keluarganya."


Kebenaran mengenai Panti Astraea mulai terungkap. Apa yang sebenarnya terjadi pada panti tersebut 23 tahun yang lalu?


TBC