Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 127 - Keributan



"Apa ada yang bisa saya bantu?"


Resepsionis menanyakan pertanyaan umum kepada Liyuna yang baru saja datang. Dia tersenyum dengan sangat ramah sembari melakukan pekerjaannya dengan profesional.


Liyuna yang tidak bisa berbahasa Rusia hanya menatapnya tanpa membalas ucapan si resepsionis.


Bagaimana mau membalas? Liyuna saja tidak bisa bahasa Rusia.


Melihat Liyuna yang hanya diam saja dan menatapnya dengan mat ayang dingin, resepsionis tersebut terlihat sedikit kesusahan. Dia tidak tahu kenapa Liyuna memberinya tatapan tidak mengenakkan seperti itu.


"Go and get someone who can speak English!"


Wajah resepsionis seketika berubah setelah mendengar Liyuna berbicara menggunakan bahasa Inggris.


'Ah, orang asing.'


Itulah yang pertama kali terlintas dalam pikirannya ketika Liyuna berbicara menggunakan bahasa Inggris. Lagipula sejak awal dia memang terlihat seperti orang asing, bukan orang Rusia.


Hanya saja dia memiliki perpaduan warna rambut hitam legam dan mata biru yang unik. Sehingga sempat membuatnya berpikir mungkin Liyuna adalah half-blood. Namun sepertinya dia telah salah sangka.


"Saya bisa berbahasa Inggris, mohon katakan apa yang anda perlukan sehingga saya bisa membantu."


Dengan profesional, resepsionis membalas ucapan Liyuna. Sebagai seseorang yang bekerja di sebuah perusahaan Internasional, sudah seharusnya dia bisa berbahasa Inggris. Tidak hanya itu saja, beberapa pegawai memang diwajibkan untuk menguasai berbagai macam bahasa asing.


Atau setidaknya mereka harus mahir berbahasa Inggris.


"Baguslah, aku tidak usah repot-repot mencari translator." Ucap Liyuna dengan suara angkuh.


Mendengar nada suara Liyuna yang seperti itu, resepsionis sedikit mengernyitkan dahinya. Dia tidak tahu ada masalah apa tapi Liyuna sejak tadi memancarkan rasa ketidaksukaannya secara terang-terangan.


'Apakah itu sebuah keangkuhan?'


Wanita yang sudah bekerja untuk Obelian's Circle selama 10 tahun lebih itu mulai menyadari situasi saat ini.


Liyuna bukanlah orang sembarangan. Itu adalah fakta paling utama yang bisa dia simpulkan.


Dilihat dari pakaiannya yang mahal dan wajahnya yang cantik terawat, lalu pelayan yang ada di belakangnya, semua seolah berteriak bahwa Liyuna bukanlah orang sembarangan.


Keangkuhan yang dia miliki adalah ciri khas anak yang terlahir dari keluarga kaya raya yang tidak pernah merasa kesulitan dan selalu menganggap semua orang berada dibawah mereka.


Ya, Liyuna mungkin salah satu dari orang-orang tersebut.


Mata angkuh yang tajam dan dingin serta nada bicara yang memerintah.


Resepsionis mencoba untuk menghentikan diri untuk menghela napas. Saat ini dia sedang bekerja makanya harus profesional.


Sesekali dalam beberapa bulan, dia sudah sering bertemu dengan Nona ataupun Tuan Muda macam Liyuna. Jadi, tidak ada yang perlu ditakutkan.


"Carikan aku pengawal terbaik disini."


"Jika anda ingin mempekerjakan seorang pengawal, anda harus mengikuti prosedur yang ada."


"Tidak bisakah kau lakukan sesuatu?! Aku tidak punya waktu untuk mengikuti semua prosedur kalian! Aku harus segera berlibur."


"Mohon maaf, tapi itu tidak bisa dilakukan."


"Aku akan membayar 2 kali lipat, jadi cepat carikan aku pengawal yang kompeten."


"Pasti akan kami carikan, namun Nona harus mengisi formulir terlebih dahulu. Kami tidak bisa asal-asalan memberikan pengawal untuk Nona."


"Berikan saja aku pengawal terbaik, seseorang yang memiliki fisik dan refleks paling bagus."


"Tentu saja kami memiliki pengawal dengan kriteria yang Nona inginkan, namun kami juga tidak bisa mempekerjakan mereka secara asal-asalan pada Nona. Nona harus mengisi formulir dan menghadiri sesi wawancara supaya kami juga tahu bahaya dan tugas seperti apa yang harus dilakukan para pengawal."


"Sudah kubilang aku tidak punya waktu untuk itu. Aku harus pergi shopping dan berjalan-jalan. Waktu mu akan terbuang percuma jika melakukan itu semua."


Mendengar alasan tidak masuk akal dari Liyuna membuat resepsionis sedikit kesal. Namun ini bukan pertama kalinya dia menghadapi pelanggan yang tidak masuk akal dan suka seenaknya seperti dia.


Karena itulah, sebagai seseorang yang sudah lama bekerja di bidang ini dia bisa mentolerir Liyuna dengan baik.


"Saya mengerti dengan keadaan Nona namun semua harus sesuai dengan prosedur yang ada."


"Apa kau tidak tahu beliau ini siapa?" Yvette tiba-tiba saja membuka suara dan menanyai resepsionis.


Sudah saatnya dia ikut bersandiwara dan membantu Liyuna.


Resepsionis hanya bisa diam dan tersenyum. Tentu saja dia tidak tahu siapa Liyuna namun jika melihat dari aura dan pembawaannya, dia pasti bukan orang yang bisa ditangani dengan sembarangan. Karena itulah meski tidak sopan dia terus mencoba untuk bersabar.


"Saya tidak tahu, meski begitu prosedur ada juga untuk kepentingan klien. Kami hanya ingin memberikan pelayanan terbaik."


"Tidak sopan! Beraninya berkata seperti itu."


"Ada apa ribut-ribut?"


Salah seorang penjaga tiba-tiba datang. Melihat kedatangan penjaga itu, Liyuna langsung tahu kalau dia bisa sedikit mendorong rencana mereka agar kekacauan terjadi dengan natural.


"Tidak, hanya saja Nona ini ingin memakai jasa Obelian's Circle tanpa mengikuti prosedur."


"Apa? Itu kan tidak boleh dilakukan."


"Kenapa tidak boleh? Kita hanya butuh satu atau dua pelindung saja, setelah itu kami akan membayar dua kali lipat dari seharusnya." Yvette mencoba untuk membalas ucapan penjaga dengan sengit.


"Seperti yang saya bilang tadi, seharusnya anda mengikuti prosedur terlebih dahulu."


"Oh? Apa kalian takut kami menipu? Dasar tidak tahu diri! Nona ini adalah putri dari keluarga Castris yang berasal dari Zen sekaligus pewaris sah Castris Group. Beraninya kalian mengatakan dia penipu!"


"Tidak, kami tidak mengatakan kalau Nona adalah penipu."


Tiba-tiba saja penjaga memegang lengan Liyuna dan menariknya keluar. Sudah menjadi pekerjaan mereka untuk membawa pembuat onar keluar dan menjaga ketentraman Obelian's Circle.


Liyuna yang merasa tubuhnya terseret merasa sedikit terkejut. Dia tidak menyangka akan diperlakukan secara kasar seperti ini. Meskipun dia tahu tindakannya yang barusan sangatlah tidak masuk akal dan terkesan seenaknya saja, dia tidak pernah menggunakan kekuatan fisik.


Tapi penjaga ini beraninya dia menyentuh Liyuna dengan kasar bahkan menyeretnya.


Seketika kedua matanya berubah menjadi gelap. Liyuna tidak tahu kenapa hatinya tiba-tiba terasa diselimuti oleh kabut.


Jika melihat jalannya keadaan saat ini, Liyuna tahu bahwa dia akan diseret ke luar tanpa bisa melakukan apa-apa.


Karena itulah, tubuhnya secara refleks mencari cara terbaik agar bisa keluar dari situasi ini.


Pyaaas—


Tes... tes... tes...


Keheningan menyelimuti seluruh lobi. Tidak ada satupun yang berbicara saking terkejutnya dengan apa yang barusan Liyuna lakukan.


Yvette terkejut dengan apa yang Liyuna lakukan, botol air minum yang ada di meja resepsionis tiba-tiba saja melayang dan menumpahkan isinya ke wajah penjaga.


Liyuna yang menyadari bahwa dirinyalah yang melakukan hal tersebut menyadari bahwa dia melakukannya dengan refleks.


Instingnya mengatakan untuk melakukan hal itu.


"Nona!" Ucap Yvette setengah berteriak.


Dengan cepat Yvette mencoba untuk memisahkan penjaga dan Liyuna.


'Ah, apa ini karena aku Liyuna?'


Pertanyaan itu tiba-tiba muncul dibenaknya. Hal barusan, jika dia masih berada di tubuhnya yang lama, dia tidak akan pernah melakukannya.


Namun barusan Liyuna benar-benar menumpahkan air di wajah seseorang.


Sekali lagi dia kembali teringat bahwa dia adalah wanita jahat di dalam sebuah game. Ya, itulah identitas Liyuna.


'Apa Liyuna yang asli mempengaruhiku?'


Meski disiram dengan air, penjaga tetap memegang lengan Liyuna tanpa ada tanda-tanda akan melepaskan.


Melihat hal ini, Yvette tidak diam saja.


"Lepaskan tanganmu dari Nona kami! Dasar tidak sopan!"


Melihat keributan yang makin menjadi, resepsionis mau tidak mau harus melapor pada pemimpin mereka, Irina.


"Nona, jika anda terus melakukan hal seperti ini, saya benar-benar akan menyeret anda keluar."


Penjaga mencoba untuk menyeret Liyuna keluar secara paksa namun langkahnya terhenti ketika melihat mata Liyuna yang begitu dingin dan menusuk.


Kedua mata itu mengingatkannya pada mata pemimpin Obelian's Circle. Begitu dingin dan mengerikan, seolah dia adalah pembunuh berdarah dingin.


Dia tidak pernah melihat seseorang memiliki tatapan seperti itu selain pemimpin mereka, karena itulah tanpa sadar dia melepaskan cengkeramannya dari lengan Liyuna.


Tubuhnya bergidik ngeri ketika menyadari bahwa Liyuna masih menatapnya dengan kedua bola matanya birunya.


Ini adalah wajah Liyuna yang sebenarnya. Wajah Liyuna si wanita jahat. Tatapan setajam pisau yang sangat dingin.


'Ah, ini benar-benar mengingatkanku pada Liyuna asli yang pernah ku temui dalam mimpi.'


TBC