Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 40 - Yuriel di Sekolah III



Beberapa menit kemudian, Yuriel kembali ke meja Liyuna dan Yvette. Semua murid yang awalnya mengerumuni Liyuna tiba-tiba saja bubar, membuat Yuriel merasa sedikit heran.


"Ayo kembali ke kelas." Ajak Liyuna pada Yvette dan Yuriel.


Dengan senang hati, kedua orang tersebut mengikuti Liyuna dari belakang seperti pelindungnya.


Orang-orang mulai blak-blakan menatap Liyuna dan Yuriel. Tatapan mereka benar-benar penuh dengan keingintahuan. Liyuna yang melihat itu tidak bisa berbuat apa pun. Menurutnya, wajar saja mereka penasaran tentang Yuriel karena keluarga Castris selalu bersih dari skandal makanya ketika ada suatu skandal yang melibatkan mereka semua jadi penasaran.


Liyuna menatap Yuriel dengan khawatir, ia takut kalau Yuriel merasa sedih karena semua orang menatapnya dengan tatapan yang kurang baik. Namun, berbeda jauh dari kekhawatirannya, Yuriel malah tersenyum pada Liyuna ketika kedua mata mereka bertemu.


Ekspresi dan tingkah Yuriel hari ini sedikit aneh menurut Liyuna. Mungkin saja semua ini pengaruh dari halo milik heroine, tapi tetap saja ketika di bicarakan oleh orang lain terlalu sulit untuk mengabaikannya. Sifat baik Yuriel memang sudah sering di jelaskan dalam game, bahkan karena kebaikannya itu dia bisa membuat Allen yang tempramental jatuh cinta. Benar-benar berhati malaikat sejati.


Ketika sampai di kelas, kelas masih terlihat cukup sepi karena belum banyak murid yang kembali. Liyuna, Yuriel, dan juga Yvette mengambil jas laboratorium mereka yang ada di loker. Setelahnya mereka pergi ke laboratorium karena pelajaran berikutnya adalah biologi.


Sesampainya di laboratorium, guru biologi langsung meminta mereka untuk duduk di tempat yang masih kosong namun ada hal yang membuat Liyuna terkejut. Laboratorium sudah penuh dengan teman sekelasnya dan menurut Liyuna pemandangan seperti ini sangat lah aneh. Mereka adalah anak-anak yang selalu datang ke kelas tepat waktu, namun saat ini masih ada beberapa menit sebelum bel masuk berbunyi. Jadi, aneh saja melihat mereka sudah siap di meja masing-masing.


Pandangan Liyuna menyapu setiap sudut ruangan dan menemukan fakta bahwa tempat yang kosong hanya tersisa dua karena jumlah murid mereka sebenarnya memang genap namun karena ketambahan Yuriel menjadi ganjil.


"Nona Liyuna, ayo gabung bersama kami." Salah seorang teman sekelas Liyuna memanggilnya sembari menepuk-nepuk kursi kosong di sampingnya.


Liyuna yang selama ini sellau dianggap seperti benda dalam pertunjukan merasa sedikit terkejut. Meski mereka sudah semakin dekat, ini pertama kalinya seseorang benar-benar memintanya bergabung secara langsung. Tanpa sadar, dia berjalan ke arah anak yang memanggilnya dan duduk di kursi tersebut.


Tak lama kemudian, seorang kenalan Yvette juga memintanya untuk bergabung dengan mereka. Dengan reputasi Yvette yang bagus dikalangan murid lain, dia bisa dengan mudah bergabung dengan siapa saja tidak seperti Liyuna.


Kini hanya tersisa Yuriel. Dia terlihat sedikit bingung karena sudah tidak ada tempat duduk lagi namun anak lain tidak ada yang mau mengajaknya bergabung, membuatnya semakin tidak tahu harus bagaimana. Guru biologi sedang tidak melihatnya karena dia barusan harus mengambil barang yang akan merek teliti di tempat penyimpanan yang terletak di belakang laboratorium sehingga tidak ada seorang pun yang bisa membantunya.


Anak lain pun terlihat secara terang-terangan mengabaikannya, mereka secara kompak menghadap ke depan dan tidak mempedulikan Yuriel yang masih berdiri di dekat pintu masuk.


Liyuna yang tersadar, melihat ke sekelilingnya dengan heran. Dia bingung kenapa semua orang memperlakukan Yuriel dengan sangat dingin padahal di dalam game. Meski dalam game Yuriel sering dikucilkan, semua itu terjadi karena permainan licik si wanita jahat Liyuna. Tapi saat ini, Liyuna tidak pernah sekali pun mencoba untuk menyabotase bahkan mengucilkan Yuriel jadi dia merasa sedikit terkejut.


Namun seperti kejatuhan air dingin di siang bolong, sebuah realita memukul nya dengan cukup keras. Hal-hal kecil yang tak diceritakan dalam game lagi-lagi membuatnya menyadari sesuatu. Alasan utama mengapa Yuriel dikucilkan bukanlah Liyuna. Sejak awal anak itu memang selalu dikucilkan karena posisinya yang berkemungkinan besar sebagai anak yang tidak sah dari keluarga Castris.


Posisi Yuriel lah yang membuat semua orang di kelas ini dingin padanya. Ini adalah awal dari cerita Yuriel dan Liyuna yang masih berumur 8 tahun bukanlah Liyuna dewasa yang hatinya sudah menghitam. Dia hanya anak kecil yang merasa semuanya tidak adil dan dia bukan lah orang yang selalu berbuat jahat.  Namun ada satu hal yang membuat Liyuna yakin, sifat buruk Liyuna dalam game bermula karena orang disekitarnya memperlakukan Yuriel seperti makhluk tak terlihat. Dia menyontoh dan menerapkan apa yang orang lain lakukan pada Yuriel karena perasaan kecewanya yang tak terbendung. Apa lagi ketika ayahnya sendiri mulai membela Yuriel dari pada Liyuna, anak itu semakin tidak bisa mengontrol rasa iri dan juga bencinya.


Pemikiran seperti itu bukan lah hal aneh. Jika dia tidak mengambil alih tubuh Liyuna melainkan mengambil alih tubuh orang lain yang statusnya di bawah Liyuna, mereka pasti juga akan memperlakukannya seperti Yuriel. Dia sangat terbantu karen orang yang ia rasuki adalah Liyuna, putri sah keluarga Castris yang memiliki kekuasaan tertinggi.


Bagaimana pun juga, anak-anak yang ada dikelasnya adalah anak orang-orang penting. Dalam satu titik, mereka pasti diajarkan sesuatu yang namanya 'mencari koneksi yang kuat'.


Dan Yuriel saat ini adalah rantai lemah yang mudah diputus, berbeda dengan Liyuna. Dia adalah seorang ratu yang akan selalu berdiri di puncak.


Liyuna mengambil inisiatif untuk mengajak Yuriel bergabung dengannya karena ia merasa bertanggung jawab. Bagaimana pun juga, Yuriel tidak melakukan hal yang salah jadi dia tidak pantas diperlakukan seperti itu.


"Teman-teman, Yuriel adalah adikku. Aku harap kalian bersedia menerimanya, melihatnya sendirian seperti saat ini membuat hatiku terluka." Ucap Liyuna pada semua teman sekelasnya.


Semua terlihat begitu terkejut ketika mendengar Liyuna malah melindungi Yuriel. Merasa juga merasa sedikit bersalah tapi mau bagaimana lagi, saat ini status Yuriel memang sangat lah ambigu.


Namun karena putri sah keluarga Castris sendiri yang meminta, mereka akan mencoba untuk menerimanya.


"Maaf Nona Liyuna, kami hanya khawatir padamu." Ucap orang yang tadi meminta Liyuna untuk bergabung.


Mendengar hal ini, Liyuna tersenyum, membuat yang lainnya terkejut.


"Terima kasih telah mengkhawatirkan ku, tapi aku dan Yuri memiliki hubungan yang baik jadi kalian bisa tenang."


Keramaian yang tad terjadi itu, kini sudah mulai mereda. Yuriel dan Liyuna akhirnya sekelompok. Meski masih merasa canggung, beberapa murid mencoba untuk tidak mengabaikan Yuriel lagi.


Guru biologi kembali ke laboratorium tak lama setelah semuanya mulai membaik jadi dia tidak tahu jika sebelumnya ada insiden yang cukup besar.


Ketika semua orang memperhatikan guru biologi yang sedang mempraktekkan cara penggunaan mikroskop, tidak ada seorang pun yang menaruh perhatiannya pada Yuriel. Meski tidak terlalu kentara, sudut bibir Yuriel terlihat sedikit terangkat namun ekspresinya terlihat begitu sedih seperti mengingat sesuatu yang menyakitkan.


TBC


^^^Next :^^^


^^^Chapter 41 - Mimpi^^^