
Pertengahan Januari. Angin musim dingin mulai sedikit hangat dari biasanya. Musim semi sebentar lagi datang, pohon sakura yang tidak berbunga sebentar lagi akan mekar kembali.
Liyuna mengikat erat syal merah yang hangat dilehernya, menatap langit yang sedikit mendung. Entah kenapa sejak Januari datang, langit lebih sering mendung tertutup salju. Untung saja suhu tidak sedingin di bulan Desember, sehingga Liyuna tidak perlu membawa heat pack. Sarung tangan saja cukup untuk membuat tangannya merasa hangat.
"Kau menunggu lama?"
"Tidak, aku juga baru keluar."
Kedua kakak beradik itu berjalan bersama menuju parkiran. Hari ini keduanya telah membuat janji untuk pergi bersama kesebuah cafe yang baru dibuka tak jauh dari SMA Darien.
Karena keduanya sangat bosan dan tidak ada yang ingin mereka lakukan, akhirnya mereka memutuskan untuk datang ke cafe tersebut.
Perjalanan menuju cafe tidak terlalu lama. Sekitar 15 menit, mereka sampai di depan sebuah cafe lantai dua.
"Nona, masuklah ke dalam bersama Liam." Ucap Noel.
Dia meminta Liyuna dan Yuriel membawa Liam kedalam. Seandainya sesuatu terjadi, ada Liam yang bisa melindungi mereka berdua.
"Baik, kami mengerti." Ucap Liyuna.
Setelah kejadian kemarin, dia tidak protes ketika ada body guard yang melindunginya. Lagipula, ini semua demi keselamatan dirinya sendiri.
Liyuna dan Yuriel keluar mobil. Sedangkan Liam, terlihat sudah berdiri di dekat pintu masuk cafe.
Liam membukakan pintu untuk Liyuna dan Yuriel, lalu mereka masuk ke dalam cafe bersama.
Setelah itu, mereka langsung ke kasir untuk memesan makanan.
"Kau mau pesan apa?" Tanya Liyuna.
"Sarada toast dan cookie cream."
"Liam?"
"Amerikano hangat dan croffle dengan topping chocolate drizzle."
Liyuna menekan gadget yang ada di kasir untuk memesan makanan mereka lalu memberikan kartu kreditnya kepada penjaga.
"Terima kasih, ini nomor mejanya." Penjaga kasir memberikan sebuah nomor meja yang terbuat dari akrilik dan kayu sebagai kakinya.
Mereka bertiga duduk di tempat yang kosong. Sembari menunggu pesanan datang, mereka berbincang-bincang ringan.
"Ini pertama kalinya aku melihatmu memakai pakaian informal saat bekerja." Ucap Liyuna setelah menyadari bahwa Liam memakai baju informal saat ini.
"Mau bagaimana lagi, aku tidak mungkin keluar dengan kalian menggunakan pakaian formal. Pastinya akan terlihat sangat aneh."
"Benar juga, pasti akan terlihat seperti anak SMA yang pergi dengan om-om."
"Apa maksudmu?! Perbedaan umur kita tidak sejauh itu." Balas Liam dengan nada sedikit kesal karena ucapan Liyuna memiliki implikasi bahwa dia sudah tua.
"Kalian terlihat dekat." Ucap Yuriel ikut bergabung dalam pembicaraan.
"Yah, kita sudah saling mengenal sebelumnya." Jawab Liyuna.
Liam dan Liyuna memang telah saling mengenal sejak lama. Beberapa tahun yang lalu, keduanya bertemu di Rumah Matahari. Liyuna sendiri tidak menyangka kalau Liam akan menjadi bodyguard nya.
"Nona Yuriel tidak perlu terlalu canggung dengan saya."
"Kalau begitu, kau juga tidak perlu terlalu formal denganku. Jika kau menganggap kakakku sebagai teman maka anggaplah aku seperti itu juga."
"Dengan senang hati."
Karena melepas seluruh ke formalan, mereka bertiga terlihat menjadi cukup akrab. Liam yang memang punya kemampuan berkomunikasi yang cukup baik bisa membangkitkan suasana supaya tidak membosankan.
"Jadi kau adik kak Noel."
Yuriel baru saja mengetahui fakta mengenai siapa Liam sebenarnya. Dia terlihat sedikit terkejut karena Liam adalah adik dari Noel.
"Benar, dia adalah kakakku."
"Ini sangat mengejutkan."
"Itu bukan hal yang terlalu mengejutkan kok. Banyak yang seperti kami di keluarga Castris."
"Benarkah?"
"Benar, karena kebanyakan dari kami berasal dari Panti Astraea."
Mendengar hal itu, entah kenapa ekspresi wajah Yuriel sedikit berubah.
"Ini pertama kalinya aku mendengar mengenai hal itu."
"Yah, hal seperti itu memang bukan sesuatu yang harus dibicarakan."
"Kau tidak melanjutkan studi mu?" Tanya Liyuna.
"Untuk apa? Aku tidak terlalu suka belajar."
"Jadi, apa kau menyukai pekerjaan ini?" Kali ini giliran Yuriel bertanya.
"Tentu saja. Jika tidak suka, aku tidak mungkin mengambil pekerjaan seperti ini."
Beberapa menit kemudian, pesanan mereka bertiga datang. Seorang pelayan datang membawa troli makanan dan menaruh pesanan di atas meja.
"Terima kasih." Ucap Liyuna setelah pelayan cafe meletakkan pesanan mereka di atas meja.
Pelayan tersebut membalas ucapan terima kasih Liyuna dengan senyuman yang sangat sopan dan ramah.
Setelah seluruh makanan dan minuman ada di atas meja, mereka bertiga menghentikan obrolan mereka sejenak untuk menyantap apa yang mereka pesan sebelumnya.
"Rasanya tidak buruk." Komentar Liyuna setelah merasakan beberapa teguk minuman yang ia pesan.
"Benar, aku juga suka toast-nya."
Liam meminum Amerikano nya dalam diam. Dia tidak ikut berkomentar, kedua matanya melihat kearah luar cafe.
Di luar, terlihat beberapa body guard lain yang sedang berjaga di dekat cafe. Setelah apa yang terjadi tak lama kemarin, hal seperti adalah sesuatu yang wajar. Liyuna sebagai pewaris sah Castris Group dikemudian hari dan juga Yuriel yang sekarang menyandang sebagai putri keluarga Castris memerlukan perlindungan lebih demi keselamatan mereka.
Liam yang sudah bekerja sebagai body guard selama 4 tahun, termasuk yang paling muda. Meski begitu, dia dipercaya untuk memimpin tim karena kemampuannya yang luar biasa. Sebagai salah satu anak Panti Astraea, hal itu memang bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
Pelatihan di panti tersebut bisa dibilang di level yang berbeda dari tempat lainnya. Setiap minggu saja mereka selaku mengadakan test untuk mengukur pengetahuan dan juga test fisik untuk mengetahui seberapa kuat anak-anak di panti tersebut.
Sembari menyeruput Amerikano hangatnya, Liam memotong croffle yang dia pesan. Perpaduan rasa pahit Amerikano dan rasa manis dari croffle terasa sangat pas di mulut.
"Kak Yuna, setelah ini kita langsung pulang?"
"Yuri mau pergi ke suatu tempat?"
"Tidak sih, tidak ada tempat yang ingin aku kunjungi. Hanya saja, kita jarang berjalan-jalan bersama."
Liyuna sedikit berpikir. Dia tidak tahu apakah berjalan-jalan di saat seperti ini adalah pilihan yang tepat. Lagipula, tak lama sebelum ini mereka hampir saja terluka.
Liam yang sedari tadi diam menatap Liyuna dan Yuriel bergantian. Dia bisa melihat wajah Yuriel yang penuh dengan harapan, sedangkan wajah Liyuna menampakkan sebuah ke khawatiran.
"Aku rasa tidak masalah jika berjalan-jalan disekitar sini. Kami akan mencoba untuk melindungi kalian sebaik mungkin." Ucap Liam, ia mencoba untuk membuat ke khawatiran Liyuna sedikit turun.
"Sungguh?" Wajah Yuriel seketika berseri. Apa yang Liam ucapkan adalah sesuatu yang sangat membahagiakan baginya.
"Tentu saja, tapi jangan terlalu jauh dengan kami."
"Kau yakin itu akan baik-baik saja?" Liyuna yang masih merasa khawatir tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
"Tidak usah khawatir, kami akan selalu berada disekitar kalian."
Akhirnya Liyuna percaya dengan ucapan Liam. Dia dan Yuriel langsung berjalan-jalan sebentar di sekitar cafe setelah selesai memakan seluruh pesanan mereka.
Yuriel dan Liyuna terlihat berjalan berdampingan. Keduanya berjalan di atas jalanan bersalju yang licin.
Tak jauh dari sana, Liam berjalan mengekori keduanya. Jarak diantara mereka tidak terlalu jauh namun juga tidak dekat.
Body guard lain juga sudah standby di posisi masing-masing. Tidak ada satupun yang mengalihkan perhatian mereka dari Liyuna maupun Yuriel.
"Waktu tenang seperti ini, aku tidak tahu apakah kita bisa memilikinya nanti."
Yuriel membuka suara, dia terus berjalan bersama dengan Liyuna. Tatapannya terus lurus ke depan, seolah sedang melihat sesuatu yang berada jauh di depan sana.
"Aku yakin kita akan memilikinya kembali. Semua akan baik-baik saja dan akan cepat berlalu."
Liyuna paham kenapa Yuriel merasa khawatir. Setelah apa yang terjadi, dia juga tidak tahu apakah saat-saat tenang seperti ini bisa mereka dapatkan lagi.
"Aku juga berharap seperti itu."
"Tenang saja, kita akan baik-baik saja."
Yuriel yang berjalan di depan Liyuna tiba-tiba menghentikan langkahnya. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap Liyuna tepat di matanya.
Angin musim dingin berhembus membelai rambut panjangnya, menutupi sebagian wajahnya yang cantik.
"Setelah semua benar-benar aman, ayo kita melakukan barbeque bersama dengan Allen, Yvette, senior Lucas, dan yang lainnya juga."
"Iya, ayo kita lakukan setelah semua ini selesai."
Itu adalah harapan kecil dari seorang gadis muda yang selalu hidup dalam ketakutan. Harapan dimana semua akan berjalan lancar tanpa ada satupun yang terluka.
Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun kedamaian bukanlah sesuatu yang abadi. Dari balik kegelapan, tangan jahat itu akan mencoba untuk merobek dinding yang melindungi kedamaian di kota ini.
Dengan datangnya bulan baru, hari dimana semua dimulai akan segera datang.
TBC