
Liyuna dan yang lainnya saat ini sedang menaiki sebuah pesawat. Setelah mendengar apa yang Titus katakan, tidak akan satupun dari mereka yang berniat untuk mundur.
Setelah mengunjungi Obelian Circle, Liyuna dan mengerti seberapa serius masalah yang Lucas hadapi saat ini.
Liyuna pun juga akan melakukan hal sama jika Yuriel ditangkap begitu saja. Meski begitu, Liyuna tidak terlalu mengerti dengan masalah Lucas dan Ibunya karena Titus tidak menceritaka semuanya.
"Bagaimana kau bisa mendapat izin menggunakan pesawat ini?" Tanya Yvette, dia terlihat sangat bersantai sambil meminum jua jeruk.
Saat ini hanya mereka berlima yang menaiki pesawat ini jadi mereka bebas melakukan apapun.
Hal ini dikarenakan pesawat yang mereka tumpangi adalah pesawat pribadi milik keluarga Ravenray.
Sebenarnya Liyuna ingin menggunakan pesat pribadi milik keluarganya namun Papanya pasti akan menolak karena saat ini dia dan Yuriel sedang berada dibawah larangan untuk tidak pergi kemanapun.
Bisa dikatakan saat ini Liyuna maupun Yuriel sedang membangkang. Meski Liyuna paham bahwa situasi saat ini sedang tidak baik, dia juga tidak bisa membiarkan Lucas begitu saja.
"Tentu saja aku meminta izin pada Zion."
"Pada kakakmu? Dia memberi izin begitu saja?"
"Ya."
"Heee..." Yvette terlihat tidak percaya dengan ucapan Allen.
Melihat bagaimana hubungan Allen dan Zion selama ini, dia tidak menyangka keduanya bisa membicarakan hal seperti ini dengan normal.
"Kau sudah baikan dengan kakakmu?" Tanya Yuriel, dia menatap Allen yang duduk tak jauh darinya melalui sudut matanya.
Allen membalas tatapan Yuriel dengan sinis. Dia tahu apa yang Yuriel maksud, dia ingin tahu seberapa jauh usahanya untuk membuat Zion ada di pihak mereka dan membantu rencana yang sedang mereka lakukan.
"Boss, aku sudah menemukan kantor pusat Obelian's Circle." Ucapan Victor mengambil alih fokus semua orang di sini.
Mereka menatap Victor dan menunggunya untuk menjelaskan.
"Sepertinya, Hajun dibawa ke sana. Jadi ada kemungkinan Lucas juga berada di tempat yang sama. "
"Apa kau sudah memastikan dimana ia dikurung?"
"Belum, terlalu sulit bagiku intuk meretas sistem Obelian's Circle. Apalagi kantor pusat yang coba kita serang, jika tidak berhati-hati aku bisa tertangkap."
"Tapi kau bisa melakukannya bukan?" Tanya Allen, kali ini dia menatap Victor dengan serius.
Rencana kali ini sangat bergantung pada Victor karena dia harus bisa menemukan dimana posisi Lucas berada.
"Tentu saja, aku hanya butuh waktu."
Karena masih berada di pesawat, Victor tidak bisa melakukan peretasan namun sebelumnya dia sudah menemukan kantor Obelian's Circle yang berada di Rusia.
Tetapi Victor sangat percaya diri dengan kemampuannya. Dia yakin kalau dia bisa mendapatkan lokasi Lucas dengan tepat.
"Baguslah kalau begitu."
"Saat kita sampai di Rusia, kita akan bagaimana?" Tanya Liyuna.
"Lebih baik kita mencari hotel terdekat dan membuat rencana." Jawab Victor.
"Kami tidak bisa menggunakan akses kartu kami, kalau tidak Paman Karl akan menyadari kepergian kami." Ucap Yuriel.
Karena dia dan Liyuna pergi seenaknya tanpa berpamitan, mereka tidak bis menggunakan kartu mereka dengan sembarangan.
"Bukankah itu percuma? Aku yakin Paman Karl sudah tahu kalian pergi seenaknya." Ucap Allen.
"Kau mungkin benar."
Liyuna tidak bisa membantah ucapan Allen karena kemungkinan bahwa Karl sudah tahu tentang kepergiannya dengan Yuriel sangatlah besar.
"Jika kalian enggan memakai kartu kalian, bisa menggunakan punyaku." Usul Allen sembari memperlihatkan black card miliknya.
Melihat hal itu, semua merasa sedikit tidak enak hati karena merasa seperti memanfaatkannya.
"Tidak perlu, pakai kartu ku tidak apa."
Akhirnya Liyuna memutuskan untuk berserah diri pada situasi. Jika saat pulang nanti Karl marah, maka Liyuna akan mendengarkannya dengan senang hati. Yang penting kali ini merek berhasil membawa Lucas kembali pulang ke Elisien.
Waktu berjalan dengan cukup cepat, pesawat mendarat di Bandara Internasional.
Liyuna dan yang lainnya langsung bergegas mencari hotel yang dekat dengan Obelian's Circle. Mereka berlima menutupi wajah mereka dengan masker agar tidak ad yang mengenali.
Bagaimana pun juga mereka tidak mau mengambil resiko. Bisa saja Obelian's Circle sudah mengetahui wajah mereka, maka lebih baik untuk bersembunyi. Setidaknya untuk saat ini.
"Ini kunci kamar kalian." Liyuna memberikan kunci kamar untuk Allen.
"Setelah meletakkan barang-barang, ayo berkumpul di kamarku."
"Baik, kami mengerti."
"Oke, nanti kami akan langsung ke sana."
Setelah berhasil check-in, Liyuna langsung membagikan kunci kamar. Liyuna, Yuriel, dan Yvette nantinya akan tidur bertiga di kamar yang sama begitu juga dengan Allen dan Victor, mereka juga akan berbagi kemar yang sama.
Karena itulah Liyuna hanya memesan 2 kamar. Setelah itu semuanya pergi ke kamar masing-masing sebelum akhirnya bertemu di kamar Allen dan Victor.
"Bagaimana?" Tanya Liyuna, dia menatap layar laptop Victor yang terlihat sangat rumit. Ia tidak mengerti bahasa komputer yang saat ini sedang Victor gunakan.
"Tunggu sebentar lagi, aku sedang mencoba untuk mendapatkan blue print gedung Obelian's Circle."
"Apakah itu mungkin?" Tanya Yvette sedikit ragu.
Melihat reputasi Obelian's Circle yang sangat baik, sangat mustahil untuk mendapatkan blue print dari tempat itu. Apalagi jika sampai mencurinya.
"Mustahil jika itu blue print berbentuk kertas, namun yang aku cari adalah blue print digital. Jika aku bisa mendapatkannya kita bisa menginfiltrasi Obelian's Circle dengan mudah."
"Sepertinya tidak akan semudah itu." Ucap Yvette.
Setelah mengetahui mengenai identitas Lucas yang sebenarnya, Yvette langsung mencari tahu segala hal tentang Obelian's Circle. Dari penemuannya, ada satu hal yang pasti; Obelian's Circle tidak akan mudah untuk ditembus.
"Benar, sepertinya penjagaan di sana akan sangat ketat." Liyuna menyetujui ucapan Yvette. Dia sendiri juga merasa tidak yakin bisa menginfiltrasi Obelian's Circle.
"Itu memang benar, tapi aku akan mencoba sebisaku. Setelah menemukan blue print, aku akan mencoba untuk mendeteksi ada berapa banyak cctv di gedung itu."
"Pasti akan banyak sekali."
"Itu tidak masalah, aku akan meretas seluruh cctv yang ada dan menampilkan rekaman palsu."
"Kau bisa melakukannya?"
"Aku hanya butuh waktu, sebenarnya jika super computer-ku ada di sini, aku bisa melakukannya dengan mudah."
"Jika ku sehebat ini, kenapa tidak bekerja untuk pemerintah saja? Aku yakin dengan skill mu yang hebat mereka akan menerimamu."
Victor menatap Yvette sejenak sebelum akhirnya kembali pada layar laptopnya.
"Aku harus membalas budi kepada seseorang."
Allen terdiam mendengar hal itu. Dia tahu betul bahwa orang yang Victor maksud adalah dirinya. Meski begitu, Allen juga tidak bisa melepas kemampuan Victor begitu saja.
Setelah ini, ya, setidaknya setelah semu berakhir dia tidak akan mengikat Victor dan membiarkannya untuk terbang bebas. Kemampuannya yang luar biasa di bidang ilmu komputer tidak bisa dianggap remeh.
Sambil menunggu Victor yang mencoba untuk menyalin blue print digital milik Obelian's Circle, Yvette terlihat sedang menatap di luar jendela.
"Jika orang tuaku tahu aku ada di Rusia, mereka pasti akan memarahiku habis-habisan."
"Kami pun juga begitu." Liyuna dan Yuriel sudah pasrah.
Jika nanti Karl memarahi mereka berdua, mereka tidak akan mengelak. Meski begitu, Yuriel pastinya akan mendapat masalah besar. Dia bergerak tanpa memberitahu apapun pada Karl. Tetapi Yuriel tidak akan menyesal, lagi pula ini adalah apa yang Liyuna inginkan.
TBC