Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 131 - Kakak Lucas



Atmosfir di ruangan ini terasa sangat menyesakkan. Liyuna dan Yvette berdiri bersampingan dihadapan Irina.


Sedangkan Hajun berdiri di tengah-tengah antara Liyuna dan Irina, membelakanginya sehingga wajahnya tidak kelihatan.


Meski saat ini Irina terlihat tidak menakutkan namun dia tahu bahwa situasi sedang tidak berpihak padanya.


"Lebih baik seperti ini, kalian hanya perlu menunggu." Ucap Irina.


Satu menit berlalu, sepuluh menit berlalu, hingga pada akhirnya pintu ruangan Irina terbuka.


"Lepaskan kami!"


"Jangan menyentuhku!"


"Sialan! Kalian sebaiknya berhati-hati."


"Hei! Itu barang yang sangat berharga!"


Suara protes dan teriakan saling beradu.


Liyuna dan Yvette sangat mengenali suara-suara yang barusan dia dengar. Yuriel dan yang lainnya ditangkap oleh orang-orang berbaju hitam, bersama dengan Lucas.


"Ibu! Ibu sudah keterlaluan!" Teriak Lucas sembari mencoba untuk memberontak.


Tapi sayangnya tenaganya belum terisi sepenuhnya karena dia jarang mendapat makanan ketika mada hukuman.


"Yuri!" Panggil Liyuna ketika melihat kedua tangan Yuriel sedang di tahan.


"Kakak!" Yuriel tidak bisa menahan diri ketika melihat Liyuna.


Rasanya dia ingin langsung melepaskan belenggu yang ada ditangannya dan memeluk Liyuna.


Lucas menatap Liyuna. Sebenarnya dia sudah curiga kalau Liyuna juga ada disini namun ketika melihatnya secara langsung, Lucas tidak bisa menahan perasaannya.


Hatinya terasa hangat ketika tahu kalau ada orang yang memperhatikannya.


"Kalian sudah datang? Hebat juga kalian bisa menerobos masuk ke Obelian's Circle."


Irina memuji Yuriel dan yang lainnya dengan tulus. Mereka bertiga yang bahkan bisa masuk ke ruang bawah tanah dengan penjagaan cukup ketat, pantas mendapat apresiasi darinya.


"Ibu? Lebih baik lepaskan mereka."


Lucas mencoba untuk bernegosiasi. Dia tahu kalau mereka ada disini untuknya namun dia juga tidak ingin mereka berada dalam bahaya karenanya.


"Kenapa aku harus mendengarkanmu? Sudah sejak lama kau selalu saja membangkang, lalu sekarang kau memintaku melakukan sesuatu untukmu?"


Lucas tidak bisa menjawab. Ia mengigit bibir bawahnya dengan sangat keras.


"Aku akan menurutimu mulai sekarang, tapi lepaskan mereka."


"Huh? Apa kau mendengarnya? Kalau begitu bagaimana jika kita mulai dengan tidak membiarkannya keluar dari sini?"


Sudut mata Irina melirik kearah Hajun yang saat ini sudah berdiri. Sangat mudah baginya untuk mengancam Lucas.


"Kau hanya bisa memilih salah satu, kau tahu itu kan?"


Ya, Lucas sangat tahu akan hal itu. Semua orang yang tumbuh dan besar dilingkungan sepertinya selalu diajarkan bahwa mereka hanya bisa memilih satu hal.


Jika dihadapkan pada dua pilihan, mereka harus memilih sesuatu yang paling kecil dampaknya atau sesuatu yang paling menguntungkan.


Itu adalah ajaran yang Irina berikan padanya. Pada Lucas, maupun Hajun.


Disisi lain, kedua bola mata Liyuna terlihat melebar dengan sempurna.


'Hajun...'


Dia sangat kenal dengan nama itu. Meski ingatannya sudah mulai memudar namun nama itu tidak pernah menghilang. Karena itu adalah mama dari seseorang yang selama ini berusaha ia hindari.


Dibanding dengan siapapun juga, hanya rute Hajun yang tidak ia ketahui.


Ketidaktahuan adalah sesuatu yan menakutkan. Karena itulah ia ingin menghindarinya.


'Benar juga, pantas saja warna rambut itu terlihat familier.'


Liyuna pernah bertemu dengannya saat dia masih kecil. Dia tidak akan pernah melupakan orang itu.


'Jadi dia adalah kakak Lucas?'


"Kau selalu saja seenaknya!"


Lucas sudah tidak bisa menahan diri lagi. Dia berteriak karena merasa sangat frustrasi. Sejak kecil hidupnya selalu diatur oleh Ibunya dan dia tidak memiliki kebebasan.


Hanya Hajun yang dapat memberinya kebebasan, namun sekarang Ibunya mengancam akan merenggut kebebasan milik Hajun?


Bagaimana bisa Lucas menerimanya.


Dia kembali menatap Liyuna dan yang lainnya. Dia tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja setelah usaha mereka untuk datang jauh-jauh kemari hanya untuk membawanya.


"Bukankah ini pertukaran yang adil? Kau tahu kan, aku tidak bisa memberimu sesuatu dengan gratis."


"Tidak masalah jika aku harus tetap disini dan mendapat hukuman. Tapi biarkan Lucas dan teman-temannya pergi."


"Hajun!"


Lucas menolak usulan Hajun, dia tidak bisa meninggalkan Hajun sendirian disini.


"Kau terlalu memanjakan Lucas."


"Apa maumu?! Aku sudah mengikuti semua keinginanmu! Apa lagi yang ingin kau ambil dariku?"


Lucas berteriak dengan sangat keras. Dia tidak bisa menerima semua ini. Dulu dia sudah patuh dan menduduki posisi teratas pewaris Obelian's Circle. Sekarang dia tidak tahu apa lagi yang harus dia lakukan.


"Pilih, Hajun atau teman-temanmu?"


"Sialan! Aku sudah mengikuti semua keinginanmu, bagaimana bisa kau seperti ini padaku!"


Liyuna yang sejak tadi mendengar pembicaraan mereka bisa menerka-nerka seperti apa hubungan Lucas dan Ibunya.


"Yuna..." Panggil Yvette dengan suara kecil.


Liyuna menyadari bahwa saat ini Yvette dan yang lainnya sedang dalam posisi yang tidak baik.


'Tidak ada pilihan lain.'


"Seperti yang saya bilang sebelumnya, kami datang kesini untuk bertemu dengan senior Lucas."


Semua orang di ruangan menatap Liyuna yang tiba-tiba memotong pembicaraan Lucas dan Irina.


"Itu benar dan aku sudah membawakan Lucas padamu."


Irina sempat melupakan tujuan Liyuna sejenak karena harus mengurusi Lucas. Namun sekarang dia sudah kembali sadar setelah Liyuna kembali mengingatkan.


"Karena kami sudah bertemu, saya ingin membawa senior Lucas kembali ke Elisien."


"Membawanya kembali? Kenapa kau repot-repot melakukan itu?"


"Karena senior terlihat tidak suka berada disini. Awalnya kami hanya ingin memastikan keadaannya saja, namun karena sudah tahu perasaannya yang sebenarnya, saya ingin membawanya kembali ke Elisien."


"Memangnya apa hubungan kalian sampai berbuat sejauh ini? Membawanya kembali ke Elisien katamu?"


"Karena kami adalah temannya. Senior adalah teman kami yang berharga, karena itulah kami akan membantunya ketika berada dalam kesulitan."


"Apa yang lain juga berpikir seperti itu?"


"Tentu saja! Kami juga ingin senior kembali bersama kami." Yvette sudah tidak ragu lagi dalam menyuarakan pendapatnya.


Dia dan Liyuna adalah orang yang paling lama mengenal Lucas. Karena itulah, mereka harus bisa membebaskannya.


"Haah... Kalian bukankah jika seperti ini aku terlihat seperti orang yang jahat?" Guman Irina sembari menghembuskan napas dengan kasar.


"Sebenarnya aku sudah penasaran sejak tadi. Siapa diantara kalian yang berhasil melumpuhkan sistem keamanan disini?"


"Aku yang melakukannya." Ucap Victor.


Entah beruntung atau tidak, semua yang ada di ruangan ini untung bisa berbahasa Inggris. Jika tidak, dia pasti akan sangat kesulitan. Sebagai orang yang hanya bisa berbahasa Perancis dan Inggris saja, Victor sering mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.


'Mungkin aku harus menciptakan alat micro-interpreter.'


"Hoo... Bagaimana jika kau bergabung dengan Obelian's Circle. Kami pasti akan memberikan bayaran yang setimpal dengan kemampuanmu."


Allen tidak terkejut dengan tawaran yang Irina berikan. Sejak dulu ia mengenal Victor, Allen tahu bahwa bakatnya sangatlah cemerlang dan pastinya akan diminati oleh banyak pihak.


"Maaf, tapi aku menolak. Ada seseorang yang ingin aku ikuti."


"Sayang sekali."


"Meski begitu, aku akan memberi anda sedikit hadiah perpisahan."


Bibir Victor tersenyum dengan sangat lebar. Kedua matanya membentuk bulan sabit seolah sedang menunggu sesuatu yang luar biasa.


Piiiip—


Kringgg—


Kringgg—


Zzzzzt—


Tiba-tiba saja berbagai macam alarm berbunyi di lantai teratas Obelian's Circle. Karena terkejut, orang-orang yang membelenggu tangan Yuriel dan yang lainnya sedikit lepas.


Melihat situasi, Hajun langsung mengerti apa yang sedang terjadi. Dengan cepat dia mendekat kearah meja kerja milik Irina dan menekan sebuah tombol yang ada disana.


Itu adalah tombol darurat yang digunakan untuk mode siaga ketika ada penyusup datang. Dengan menekan tombol tersebut, seluruh pekerja Obelian's Circle akan sibuk mencari penyusup diseluruh sudut ruangan.


Namun ada satu fungsi lain dari tombol tersebut yang tidak diketahui banyak orang. Dengan menekan tombol tersebut, elevator khusus untuk menuju rooftop terbuka.


Itu adalah fungsi khusus yang digunakan jikalau semua sistem Obelian's Circle di serang dan mati. Dengan begitu, Irina bisa langsung pergi ke rooftop menuju ke helipad yang ada disana dan turun kebawah menggunakan helikopter.


Irina yang tidak siap dengan tindakan Hanun yang tiba-tiba tidak sempat menghentikannya.


"Cepat bawa temanmu pergi dari sini!"


"Apa?! Aku tidak mungkin meninggalkanmu."


"Cepat pergi saja! Aku bisa mengurus diriku sendiri."


"Tapi..."


"Kita akan bertemu lagi, aku janji."


Lucas tidak mampu membantah Hajun. Dia tahu lebih dari siapapun sekompeten apa Hajun itu.


"Cih, pokoknya kau harus selamat. Awas saja kalau kau mati."


"Aku tidak akan mati."


"Ayo!" Lucas mengajak yang lain untuk mengikutinya.


Melihat bagaimana Irina sibuk mencoba mematikan seluruh alarm dan mencoba untuk menutup kembali fungsi elevator yang menuju ke rooftop, Lucas tidak bisa membuang waktu.


Untungnya Liyuna dan yang lainnya langsung cepat tanggap sehingga mereka bisa langsung pergi menuju elevator yang letaknya tak jauh dari ruangan mereka berada.


Dengan begitu, Irina terlambat untuk menghentikan mereka. Orang-orang yang tadi membelenggu mereka pun sama. Mereka sedikit lengah setelah mendengar suara alarm yang tidak pernah menyala sebelumnya.


Pada akhirnya Liyuna dan yang lainnya selamat sampai elevator dan mereka kembali bertemu dengan Lucas.


Perjalanan panjang mereka membuahkan hasil dan kini saatnya untuk melarikan diri.


TBC