
Liyuna menatap sosok yang ada dihadapannya dengan seksama dan berusaha untuk mengenali siapa dia. Namun sebanyak apapun usahanya, Liyuna tidak mengenal siapa dia. Pria asing itu sangat asing di mata Liyuna.
Pria itu, Biern, terlihat mengambil belati yang tadi Liyuna jatuhkan dan mulai menyerang para penjaga satu persatu. Melihat betapa lihainya Biern menggunakan belati, Liyuna bisa memastikan bahwa dia adalah orang yang terlatih.
Liyuna tidak mengerti kenapa Biern membantunya. Karena mereka tidak saling mengenal satu sama lain, namun Liyuna merasa berterima kasih.
Entah ini sebuah keberuntungan atau tidak, saat ini tidak ada satupun penjaga yang membawa senjata api. Hal ini membuat Liyuna bisa bernapas dengan sedikit lega. Dia tidak ingin adanya korban yang sia-sia.
"Siapa kau?!"
"Dasar penyusup sialan?!"
Sumpah serapah terlontar dari mulut para penjaga. Sepertinya mereka terkejut dengan kehadiran Biern yang tiba-tiba membantu Liyuna dan menyerang para penjaga.
Liyuna yang masih kesakitan, mencoba untuk mencari celah supaya tidak menganggu Biern yang berusaha menyelamatkannya. Dia tidak ingin pria itu kalah hanya karena dirinya yang saat ini menjadi beban. Saat ini, Liyuna merasa sangat tidak berdaya.
Disisi lain, laporan mengenai Liyuna yang melarikan diri telah sampai pada Harry. Matanya terlihat begitu gelap dan menakutkan. Gelas berisi wine yang ada ditangannya pun tiba-tiba pecah karena genggaman yang begitu kuat.
"Sebenarnya apa yang kalian lakukan?!" Suara Harry turun satu oktaf, membuat staff yang melapor bergidik ngeri.
Dia juga tidak ingin hal seperti ini terjadi namun dia sebagai staff rendahan biasa tidak bisa berbuat apa-apa, semua terjadi dengan begitu cepat hingga menyebabkan kepanikan.
"Bagaimana dengan para tamu?" Tanya Feon yang berada tak jauh dari sana.
Sebagai orang yang sudah bekerja untuk Harry selama bertahun-tahun, Feon tahu kapan saat yang tepat untuk dia memotong pembicaraan. Saat ini suasana hati Harry sangatlah buruk, Feon harus mengambil alih situasi yang tidak terkendali ini supaya hal buruk tidak terjadi.
"Para tamu sempat panik, namun seluruh staff yang ada berhasil menenangkan mereka."
"Kalau begitu, apakah barang terakhir berhasil kabur?"
"Tidak, dia masih berada dalam aula. Para penjaga mencoba untuk menghadangnya."
"Melumpuhkan seorang gadis saja tidak bisa." Ucap Harry mengkritik.
Ini benar-benar lucu. Bagaimana bisa orang-orang yang bekerja untuknya begitu bodoh dan tak berguna.
"Itu..."
"Ada apa?"
Melihat si staff yang terlihat ragu-ragu, Feon langsung bertanya.
"Ada seorang pria yang membantunya."
Dahi Harry mengerut tatkala mendengar hal tersebut. Seharusnya saat ini tidak ada satupun orang yang berhubungan dengan keluarga Castris. Jadi mustahil ada yang membantu Liyuna untuk kabur.
"Membantunya?"
Feon dapat merasakan suasana hati Harry yang semakin memburuk dan mencoba untuk mengambil alih, "Apakah ucapanmu dapat dipertanggungjawabkan?"
Staff itu terkejut namun dia menjawab dengan jujur, "Saya bisa mempertanggungjawabkannya. Seorang tamu membantu barang terakhir untuk melarikan diri."
"Siapa yang membantunya?" Feon bertanya-tanya.
"Itu..." Staff tersebut ragu-ragu, "Seorng tamu bernama Biern."
"Feon, turunkan semua personel yang ada di kapal. Ayo kita tangkap kucing pemberontak yang berusaha kabur."
Hanya dengan satu perintah, semua orang langsung menurut. Feon sebagai tangan kanan Harry langsung menyampaikan perintah dari atasan.
Kembali pada Liyuna...
Saat ini, Biern berhasil menumbangkan para penjaga yang ada di pintu aula pelelangan.
Para tamu yang melihat hal itu berusaha menjauh dari tempat kejadian. Bahkan setelah melihat Liyuna dan Biern yang melarikan diri ke geladak kapal, tidak ada satupun dari mereka yang bergerak.
Mereka tidak mau terlibat dalam masalah merepotkan. Para tamu memiliki identitas istimewa. Jika identitas mereka terungkap sembarangan, kerugian yang akan mereka terima pasti tidaklah sedikit.
Tidak ada satupun yang mau mendapat kerugian. Karena itulah mereka hanya diam saja.
Liyuna yang berhasil kabur ke geladak kapal mulai merasa panik karena tidak tahu bagaimana caranya untuk melarikan diri.
Seharusnya dia mencari sekoci terlebih dahulu sebelum berusaha melarikan diri. Kali ini Liyuna sadar bahwa dirinya sangat ceroboh karena tidak berpikir panjang.
"Bagaimana keadaanmu?" Biern, bertanya pada Liyuna yang terlihat terengah-engah.
"Saya baik-baik saja." Ucap Liyuna, berusaha mengatur napasnya. "Tapi anda siapa?"
Biern mengalihkan pandangannya ke belakang, seolah dapat merasakan adanya kehadiran orang lain.
"Itu tidak penting. Sekarang, kau harus bisa kabur dari sini?"
Liyuna merasa tidak puas dengan jawaban Biern, "Kenapa anda menolong saya?"
Tidak ada jawaban. Biern terlihat begitu fokus pada arah datangnya mereka tadi.
Melihat hal itu, Liyuna mengikuti arah pandangan Biern.
Sebuah bayangan tiba-tiba muncul. Cahaya lampu dari geladak kapal menyorot orang tersebut, memperlihatkan wajahnya yang menampakkan kerutan karena dimakan usia.
Meski begitu, orang itu tidak bisa menyembunyikan wajah tampannya. Usia tidak bisa membuat ketampanannya berkurang sedikitpun.
Tangan Liyuna mengepal dengan erat. Perut serta dadanya mulai terasa nyut-nyutan.
Biern berdiri di depan Liyuna seolah berusaha untuk melindunginya.
Plok... Plok... Plok...
Suara tepuk tangan beradu dengan suara ombak yang begitu keras. Meski begitu, tidak mengurangi suasana yang semakin mencekam.
"Bagus! Bagus sekali, Liyuna sayang." Ucap Harry sembari menatap Liyuna.
Saat ini wajahnya terlihat sangat datar, tidak ada ekspresi apapun yang tergambar dalam wajah tampannya itu.
Liyuna bergidik ngeri tatkala tatapannya bertemu dengan Harry. Sejak bertemu dengan Pamannya itu, ini pertama kalinya Liyuna merasa sengeri ini.
"Kau benar-benar kucing kecil pemberontak."
Harry menghela napas, ia menatap langit malam yang begitu indah dengan taburan bintang.
"Padahal aku sudah menahan diri untuk tidak menyakitimu, tapi kau malah berusaha menghancurkan bisnisku."
Entah dengan keberanian apa, Liyuna yang merasa kesal berteriak sekuat tenaga dan mengeluarkan segala emosinya.
"Jangan bercanda! Bisnis katamu?! Bisnis macam apa yang kau lakukan sehingga harus melakukan perdagangan manusia?!"
"Ha? Apa salahnya dengan bisnis perdagangan manusia? Semua orang juga menyukainya. Kau tidak lihat para tamuku yang datang? Mereka berasal dari berbagai macam kalangan."
Harry menatap Liyuna dengan wajah kasihan, "Kau jangan meremehkan bisnis luar biasa yang kumiliki."
"Dasar gila! Aku tidak percaya orang sepertimu ada!! Bisa-bisanya kau melakukan hal sekeji itu."
Umpatan kasar keluar dari mulut Liyuna. Sepertinya ini pertama kalinya dia berkata kasar sejak menjadi 'Liyuna'.
Perbuatan dan tindakan Harry, sangat tidak bisa ia maafkan. Kejahatan Harry begitu menjijikkan karena melukai banyak orang.
"Keji katamu? Hahaha..." Tawa Harry terdengar begitu lepas.
Melihatnya saat ini, sepertinya dia juga mulai lepas kendali. Emosi gelap yang selama ini ia pendam, mencuat keluar akibat ulah Liyuna yang membuatnya marah.
"Ini belum seberapa, keponakanku sayang. Apa kau tahu? Aku menjual barang yang tidak laku dengan cara yang lain."
Senyuman Harry membuat bulu kuduk Liyuna berdiri. Kata-katanya barusan, Liyuna dapat memahaminya meski hanya sedikit.
'Barang yang tidak laku \= manusia', dan juga 'dengan cara lain \= penjualan organ'.
Seketika Liyuna merasa mual.
"Sudah kuduga..." Gumam Biern lirih.
Sejak tadi dia mendengarkan percakapan antara Liyuna dan Harry. Sepertinya, apa yang selama ini dia selidiki terbukti benar.
Harry, pemimpin organisasi kriminal Cerberus. Nama lainnya adalah Harrioth Aerian Castris, adik kandung dari Karl Erudian Castris, pemimpin keluarga konglomerat Castris.
TBC