Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 66 - Perasaan Yuriel



Setelah itu Allen langsung pergi meninggalkan Liyuna sendirian berdiri dibawah pohon sakura.


Kelopak merah muda bunga sakura berjatuhan di atas Liyuna. Angin musim semi berhembus dengan sangat lembut, membelai rambut bergelombang Liyuna.


Kedua mata Liyuna menatap kearah Allen pergi. Percakapannya barusan kembali masuk ke dalam otaknya dan menimbulkan berbagai macam pertanyaan.


Tak lama kemudian, Liyuna pergi ke tempat parkir mencari Noel dan Yuriel yang sudah menunggunya sejak tadi.


"Maaf menunggu lama."


Liyuna menutup pintu mobil, tak lupa meminta maaf pada Yuriel dan Noel karena terlalu lama untuk kembali.


Mobil rolls royce hitam legam yang ditumpangi Liyuna dan Yuriel melaju membelah jalanan padat ibu kota. Ditemani dengan bunga sakura yang berguguran di jalan raya, mobil hitam itu terlihat begitu mencolok.


Perjalanan tidak memakan waktu yang lama. Liyuna dan Yuriel sampai di kediaman Castris, mereka disambut oleh pelayanan yang bekerja untuk keluarga Castris.


Liyuna kembali ke kamarnya untuk ganti baju, begitu juga dengan Yuriel. Setelah itu Yuriel mengetuk pintu kamar Liyuna. Ada sesuatu yang ingin ia tanyakan pada Liyuna, karena itulah ia memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Liyuna.


Liyuna membuka pintu kamarnya, dia terkejut melihat Yuriel berdiri dihadapannya. Tanpa berpikir panjang, Liyuna mempersilahkan Yuriel untuk masuk.


Di dalam kamar, Liyuna mengajak Liyuna untuk berbicara sambil duduk di atas tempat tidur supaya lebih nyaman. Keduanya naik keatas tempat tidur king size milik Liyuna dan duduk saling berhadapan.


"Ada apa?" Tanya Liyuna membuka pembicaraan.


"Tidak ada, aku hanya ingin bersama dengan kak Yuna sedikit lebih lama."


Liyuna tersenyum mendengar hal ini. Penilaiannya memang tidak salah, Yuriel adalah anak yang manis dan berhari lembut. Allen saja yang tidak memahami kebaikan Yuriel.


Liyuna mengajak Yuriel untuk berbaring. Keduanya berbaring di atas tempat tidur sembari melihat langit-langit kamar. Tidak ada yang berbicara setelah itu, keduanya diselimuti oleh keheningan yang begitu nyaman dan damai.


Sampai pada akhirnya Liyuna memutuskan untuk menanyakan hal yang membuatnya penasaran.


"Sepertinya hubunganmu dengan Allen tidak terlalu baik."


"Benar, sepertinya Allen tidak menyukaiku kak."


"Apa kau tahu alasannya?"


"Aku juga tidak tahu. Sejak awal bertemu dia selalu bersikap kasar padaku."


Apa yang Yuriel katakan adalah kebenaran. Sejak pertama kali bertemu dengan Allen, Yuriel telah menerima perilaku kasar darinya. Liyuna juga menyadari akan hal itu.


"Kakak..."


Panggil Yuriel, dari suaranya tersirat sebuah ketakutan. Liyuna tidak tahu mengapa Yuriel begitu ketakutan namun dia berusaha untuk membuat Yuriel sedikit tenang.


"Iya, ada apa?" Balasnya dengan suara lembut, berharap supaya ketakutan yang ada di hati Yuriel menghilang.


"Apa Allen mengatakan sesuatu padamu?"


Liyuna kembali mengingat percakapannya dengan Allen tadi siang. Memang benar jika dia berbicara dengan Allen mengenai Yuriel, jadi Liyuna memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya.


"Tadi aku bertemu dengannya dan aku memintanya untuk bersikap baik padamu."


"Kak, aku tidak peduli jika Allen tidak bersikap baik padaku. Yang terpenting bagiku adalah kak Yuna, meski semua orang membenciku asalkan kakak tidak, itu sudah cukup bagiku." Ucap Yuriel.


Suaranya tidak menyiratkan kebohongan sama sekali. Apa yang dia katakan saat ini adalah sebuah kejujuran.


Yuriel tersenyum mendengar ucapan Liyuna. Dia senang karena Liyuna mempercayai dirinya namun di lubuk hatinya yang terdalam, Yuriel merasa bersalah. Hati nuraninya seperti tertusuk pisau ketika melihat betapa Liyuna mempercayai dan menyayanginya.


"Lagi pula sepertinya aku tidak akan bisa dekat dengan Allen."


"Kenapa begitu?"


"Kepribadian kita sangat berbeda jauh."


Liyuna juga setuju dengan ucapan Yuriel. Yuriel dan Allen memiliki kepribadian yang sangat berbeda jauh layaknya kutub utara dan kutub selatan.


Yuriel adalah orang berhati lembut, ceria, dan baik hati pada siapapun sedangkan Allen adalah orang yang selalu bergerak berdasarkan perasaannya. Dia tidak pernah menyembunyikan rasa tidak sukanya terhadap sesuatu dan menyelesaikan semua masalah dengan tinjunya. Liyuna sudah melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, Allen adalah tipe orang yang tidak akan berpikir dua kali untuk memukul orang yang tidak dia sukai. Hal ini sangat berbeda jauh dengan Yuriel yang selalu menyelesaikan masalah dengan damai, bahkan terkadang dia memilih untuk mengabaikan orang yang tidak menyukainya daripada menyulut pertengkaran.


Diantara para target, hanya Allen satu-satunya orang yang selalu menampakkan emosinya tanpa kekangan. Jika dia tidak menyukai sesuatu, dia akan langsung menunjukkan perasaannya yang sebenarnya. Seperti ketika Liyuna yang selalu mengikutinya dalam game, Allen mengutarakan perasaan tidak sukanya secara terang-terangan. Jika dia tidak mau meminta maaf maka tidak akan dia lakukan, jika dia menyukai sesuatu maka akan dia ungkapkan. Dibandingkan target lain, Allen adalah orang yang mudah untuk di tangani karena sifatnya yang jujur tanpa adanya kebohongan.


"Kau benar." Ucap Liyuna setuju dengan apa yang Yuriel katakan.


"Benarkan? Aku tidak perlu dekat dengannya, aku hanya membutuhkan kakak saja."


Yuriel memegang tangan Liyuna dan meremasnya dengan ringan. Mendengar ucapan Yuriel, Liyuna sedikit tersenyum. Hari ini dia menyadari kenyataan bahwa Yuriel sangat bergantung padanya. Dia tidak mengerti kenapa Yuriel seperti ini namun Liyuna tetap merasa senang karena hubungannya dengan Yuriel tidak akan memburuk seperti yang ada di dalam game.


Mungkin saja, Yuriel dalam game sebenarnya sangat ingin dekat dengan Liyuna namun tidak bisa ia lakukan karena Liyuna tidak menyukainya.


Liyuna menghela napas, "Kenapa Allen bisa tidak menyukai Yuri, padahal Yuri adalah anak yang imut."


"Hanya kakak yang berpikir seperti itu."


"Itu tidak benar."


'Lagi pula, Yuri adalah tokoh utama yang dicintai oleh semua orang.'


Pembicaraan hari ini memiliki satu kesimpulan. Bubungan Yuriel dan Allen berbeda jauh dengan yang ada di dalam game dan kemungkinan besar rute Allen juga terkunci dan tidak akan terbuka. Kalau memang begitu, Liyuna harus tetap teguh pada pendiriannya. Jika memang ending Liyuna adalah kematian maka ia akan menghancurkan jalan cerita yang sebenarnya.


Mungkin perjalanannya tidak akan mudah, namun Liyuna siap untuk melewati segala hal yang ada di depannya.


Hari itu, Liyuna tidak tahu kalau insiden besar akan terjadi di penghujung tahun, ketika salju putih turun menyelimuti dunia.


Tragedi berdarah kembali terulang kembali, menyisakan kesedihan dan ketakutan di hati masyarakat.


Segala sesuatu yang Liyuna tahu melalui game Red String bukanlah segalanya. Ada kebenaran dan kejadian tak terduga yang tidak pernah disebutkan secara jelas dalam game.


Saat ini Liyuna belum mengetahui apapun namun di masa depan dia tidak bisa terus seperti itu. Dia harus semakin kuat dan berani untuk menaklukan segala rintangan dihadapannya.


Ketika kebenaran sudah mulai berada di depan mata, Liyuna harus siap untuk menerimanya. Segala sesuatu yang terjadi pasti memiliki alsan, seperti hukum sebab-akibat yang selama ini kita ketahui.


Liyuna yang selama ini hanya memikirkan alur cerita game tidak mengetahui, bahwa dunia yang ia tinggali saat ini adalah sebuah kenyataan. Sebuah kenyataan dimana jika dia mati tidak akan ada tanda restart untuk memulai ulang.


Gadis muda itu nantinya akan mekar menjadi bunga mawar yang begitu indah namun berbahaya. Meninggalkan segala kelemahannya dan hanya memikirkan cara untuk bertahan hidup dan melindungi orang-orang yang dia sayangi.


Di masa depan, tangan kecilnya akan menggenggam senjata untuk memusnahkan siapapun yang berani menyentuh orang-orang yang berharga baginya.


Namun ituĀ cerita yang belum terjadi. Untuk saat ini, gadis itu hanya fokus untuk mengubah alur cerita yang sebenarnya sudah hancur sejak awal kedatangannya di dunia ini.


TBC


[A/N : Next chapter bakal ada sedikit clue tentang kondisi mental Yuriel. Sebenernya kondisi mental dia gak se-stabil kelihatannya. Kalo ke trigger bakal pecah aktingnya🐣 dan kondisinya itu berkaitan sama dia yang menyebut dirinya sendiri 'mirip' dengan Allen]