Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 90 - Pesta Anniversary



Tak terasa, musim dingin datang dengan begitu cepat. Empat tahun yang lalu, Castris Group tidak mengadakan pesta anniversary karena insiden yang Liyuna dan yang lainnya alami di musim panas.


Rekan bisnis Castris Group selalu menghadiri pesta yang mereka adakan. Ini adalah bentuk rasa hormat sekaligus tata krama.


Seperti biasa, pemeran utama dalam pesta ini adalah Karl dan Sara. Semua orang menatap kearah Kepala Keluarga dan juga Nyonya Castris. Meski mereka sudah semakin berumur, .asih bisa dikatakan bahwa mereka terlihat menawan.


Dengan sangat elegan dan berwibawa, Karl terlihat memberi pidato pembukaan. Semua orang mendengarkan dengan seksama, begitu juga dengan Liyuna yang duduk di salah meja yang telah disediakan.


Malam ini dia memakai gaun berwarna putih dengan kain tipis yang menutupi bahunya. Gaun tersebut memeluk tubuh Liyuna dengan sangat erat, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sudah mulai terbentuk. Rambut hitam legamnya bersinar di bawah sorotan lampu dan mata birunya terlihat berkilau bak batu mulia safir.


Di sampingnya, Yuriel juga tidak kalah menawan. Rambut coklat karamelnya ditata rapi keatas dan ia memakai gaun mermaid yang memperlihatkan bahunya. Kedua kakak beradik itu menyita seluruh perhatian Tuan Muda dari keluarga lain yang menghadiri pesta namun tak ada satupun yang berani mendekatinya.


Alasannya hanya satu. Allen Ravenray selalu berada di dekat mereka. Tidak ada yang berani mengusik Allen, dia memiliki reputasi yang kurang baik di kalangan anak konglomerat lainnya. Hal itu bukan karena sifat kasarnya melainkan karena statusnya yang dianggap memalukan.


Seorang anak dari istri kedua yang tidak dianggap merupakan sebuah penghinaan bagi orang-orang seperti mereka. Tidak ada yang ingin mendekatinya, karena itulah tidak ada yang menyangka kalau Liyuna dan juga Yuriel berteman dekat dengannya.


"Waktu berjalan dengan cepat." Ucap Yvette.


"Kau benar, sebentar lagi kita akan naik ke kelas dua." Yuriel menyetujui ucapan Yvette.


Waktu berjalan dengan sangat cepat.


"Bagaimana persiapan mu untuk pentas seni di akhir tahun nanti?" Tanya Liyuna.


"Semua sudah beres, hanya tinggal gladi bersih saja."


"Kau akan menampilkan apa?" Tanya Allen.


"The Romancers."


"Edmond Rostand?"


"Ya, milik Edmond."


"Kau jadi siapa?" Liyuna mulai penasaran dengan apa yang akan ditampilkan oleh klub teater.


Walau dia tidak terlalu tertarik dengan seni peran, namun The Romancers adalah sebuah karya yang unik dan cukup mudah diikuti.


"Tentu saja, Sylvette." Yvette membusungkan dadanya dengan percaya diri.


Yuriel yang mendengar hal ini terlihat sangat terkejut karena Yvette masihlah anak kelas satu. Jarang sekali anak kelas satu bisa mendapat peran utama.


"Heee... Pantas saja ketua klub memarahi mu ketika kau lupa script." Nada suara Allen sedikit menyebalkan, membuat Yvette sedikit kesal namun dia tidak membalas. Dia tidak ingin membuat keributan di pesta penting seperti ini.


"Kalau begitu, kami akan menonton fi kursi paling depan." Liyuna tersenyum kecil kearah Yvette


Wajah Yvette seketika tersenyum cerah, "Aku akan membuat reservasi untuk kalian."


"Oh, jangan lupa undang senior Lucas juga."


"Tentu saja aku tidak kan melupakannya."


Allen terlihat mengernyit mendengar nama Lucas dipanggil.


"Kenapa dia juga harus ikut?"


"Karena kita teman?"


"Hei, kau. Kenapa kau selalu begitu setiap nama senior disebut?" Tanya Yvette pada Allen.


Ia penasaran mengapa Allen terlihat sangat sinis dengan Lucas.


"Aku tidak suka dengan orang itu."


"Aku harap kita bisa berteman baik dengan satu sama lain. Awalnya kau tidak menyukai Yuri kan? Tapi pada akhirnya kau bisa menerimanya. Aku ingin kau juga menerima senior Lucas karena dia telah banyak membantuku di masa lalu."


Allen tidak bisa menolak ketika Liyuna sudah berkata seperti itu namun alasan dia tidak suka Lucas bukan karena dia sok dekat dengan Liyuna melainkan karena dia terlihat menyembunyikan sesuatu. Dia tidak terlihat tulus seperti kelihatannya.


Berbeda kasus dengan Yuriel. Dia bisa menjalin hubungan baik dengan Yuriel karena telah membuat kesepakatan dan dia telah mendapat informasi besar dari gadis itu.


"Benar, dengarkan kata kak Yuna dengan baik."


Pesta berjalan seperti biasa. Beberapa orang terlihat sedang saling berbincang dan mencari koneksi. Beberapa diantaranya juga mencoba untuk mendekati meja Liyuna namun mengurungkan niat ketika Allen menatap mereka dengan tajam.


Dari kejauhan, Allen bisa melihat Zion sedang berbincang dengan partner bisnis Raven Group. Sebagai seseorang yang memiliki jabatan tinggi di Raven Group, dia harus bisa menjalin hubungan baik dengan orang lain.


Alunan musik memenuhi ruangan ballroom. Sepertinya lagu sebagai penanda bahwa dansa akan segera dimulai sebentar lagi akan di putar.


Allen bukan tipe orang yang suka berdansa, karena itulah ia memutuskan untuk pergi ke balkon untuk bersembunyi. Di acara seperti ini, dianggap tidak sopan jika menolak ajakan dansa. Karena itu lah dia ingin main aman.


Berbeda dengan Allen, Yuriel dan Liyuna tidak bisa pergi begitu saja. Mereka tetap duduk di kursi mereka sembari meminum teh bersama.


Yvette juga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Jika ada seseorang yang mengajaknya berdansa dia bisa membangun koneksi baru. Bagaimana oun juga, orang sepertinya perlu untuk memiliki banyak koneksi. Dia tidak akan tahu kapan perusahaan keluarganya akan memburuk.


"Bisa-bisanya Allen melarikan diri." Yvette menghela napasnya karena tidak habis pikir.


"Dia kan memang tidak suka acara formal." Ucap Liyuna.


"Meski begitu, ini kan sebuah kesempatan."


"Lagipula, apa kau yakin akan ada seorang Nona yang mau mengajaknya berdansa?"


Seketika semuanya terdiam mendengar ucapan Yuriel. Tidak ada yang salah dari ucapannya, malahan apa yang dia ucapkan adalah sebuah kebenaran namun mendengar hal itu secara langsung membuat suasana menjadi sedikit canggung.


Seperti yang sudah diketahui, status adalah segalanya di acara berkelas seperti ini. Status Allen adalah sebuah masalah, begitu juga dengan Yuriel. Di satu sisi, mereka terlihat memiliki nasib yang sama.


"Aku bisa melakukannya."


"Kak Yuna, kau terlalu baik."


"Benar! Jika tidak ada, aku juga bisa melakukannya. Meski aku juga tidak terlalu mau."


Yuriel dan Liyuna tertawa kecil mendengar ucapan Yvette.


"Yah, orang seperti aku dan Allen dianggap sebagai sebuah aib. Tidak akan ada yang mau berhubungan dengan orang yang statusnya tidak jelas."


"Jangan berkata seperti itu."


"Apa?"


"Yuri tidak boleh merendahkan dirimu sendiri. Kau adalah bagian dari keluarga Castris, kau adalah adikku. Jika ada yang berani membicarakan statusmu, aku sendiri yang akan mengurusnya."


"Yuna benar. Kau jangan terlalu rendah diri. Yuriel juga orang yang luar biasa dalam banyak hal."


Yuriel tersenyum mendengar kedua sahabatnya memberi kata-kata baik padanya. Dia merasa senang ketika menyadari bahwa masih ada orang yang mendukungnya.


"Kalian benar. Sebenarnya, aku ini cukup luar biasa kan?"


"Tentu saja."


Siapapun yang melihat mereka bertiga pasti juga akan ikut tersenyum. Remaja berusia enam belas tahun itu terlihat sangat bahagia dan ceria.


"Ah, sebentar lagi lagu dansa akan dimulai."


"Benar, ayo kita pergi ke ballroom."


Sesampainya di ballroom, Yuriel, Liyuna, dan juga Yvette saling berpencar. Ini adalah salah satu aturan yang telah mereka sepakati supaya tidak terlalu terlihat mencolok dan juga supaya orang lain tidak takut mendekati mereka.


Ketika ketiganya bersama, hampir tidak ada satu orang pun yang bernai mendekat namun ketika mereka berpisah orang-orang akan memberanikan diri untuk mendekat karena menganggap lebih mudah menangani satu orang daripada tiga orang.


Tak lama kemudian, lagu dansa dimulai.


"Maukah anda berdansa di lagu pertama dengan saya?"


Liyuna melihat sebuah tangan terulur dihadapannya. Ketika orang lain ragu untuk mengajaknya berdansa, orang yang ada dihadapannya saat ini terlihat percaya diri. Dia langsung mengulurkan tangannya tepat di lagu pertama.


'Aku tidak menyangka akan langsung mendapat tawaran di lagu pertama.'


Bagi Liyuna, ini adalah sesuatu yang tidak biasa karena ia jarang mendapat tawaran di lagu pertama. Liyuna yang sering hadir dalam pesta-pesta penting jarang sekali mendapat tawaran langsung di lagu pertama. Bukan karena tidak ada yang ingin berdansa dengannya namun karena mereka tidak berani melakukannya.


Di kalangan keluarga elit, dansa pertama dianggap sedikit spesial dari dansa kedua, ketiga, dan seterusnya.


Karena itulah tidak ada yang berani mengajak pewaris sah Castris Group di lagu pertama karena takut disalah artikan.


Tidak ada alasan Liyuna menolak ajakan dansa dari pria dihadapannya. Ia menerima uluran tangannya. Kedua bola mata Liyuna membulat sempurna ketika melihat wajah pria yang mengajaknya berdansa dengan jelas.


Rambutnya tertata rapi keatas dan dia terlihat tersenyum pada Liyuna.


TBC