
Keesokan harinya, Yvette diantar pulang oleh Noel. Yvette tidak bisa berlama-lama dirumah Liyuna karena orang tuanya ingin mengajaknya pergi ke luar negeri untuk menghabiskan liburan musim panas tahun ini. Tentu saja, Liyuna tidak memaksa Yvette untuk tinggal lebih lama, malahan dia meminta Noel untuk mengantar Yvette dengan selamat sampai rumahnya.
Kegiatan Liyuna di pagi hari sama seperti biasanya; olahraga, sarapan, lalu mandi. Setelah itu ia biasanya menghabiskan waktu di perpustakaan atau di kamarnya. Sejak ia memasuki dunia Red String, Liyuna tidak pernah pergi ke luar sendirian. Dia selalu mengunci dirinya di kamar karena merasa asing dengan semua yang ada disekitarnya. Liyuna membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi dengan semua perbedaan dan semua hal yang baru untuknya.
Namun hari ini, Liyuna ingin melakukan sedikit perubahan. Dia ingin tahu lebih banyak tentang Castris dan juga apa saja yang ada di dalam kediaman keluarga tersebut. Dari balkon kamar Liyuna, kita bisa melihat taman yang dipenuhi dengan bunga matahari dari sana. Bunga matahari yang tumbuh terlihat sangat indah karena dipadukan dengan rerumputan hijau yang dirawat dengan baik oleh para tukang kebun. Sejak dulu Liyuna ingin mencoba pergi ke sana, namun dia tidak memiliki keberanian karena taman yang ada di belakang rumah kediaman Castris sangat luas. Bahkan, kita bisa melihat rumah kaca dengan ukuran cukup fantastis di sana dan tak jauh dari kebun, ada hutan mini dimana banyak sekali pohon tumbuh dan menutupi lahan bagian belakang yang tersisa.
Liyuna melangkahkan kedua kakinya di taman belakang rumah. Ini pertama kalinya dia menginjakkan kaki di taman sejak dia masuk ke dunia Red String. Bunga matahari yang berukuran lebih besar dan tinggi dari Liyuna membuatnya terlihat begitu kecil. Dia sampai tidak bisa melihat kanan dan kirinya karena bunga matahari yang cukup banyak. Namun, Liyuna tetap melangkahkan kakinya menuju ke rumah kaca yang terlihat jelas dari balon kamarnya. Liyuna penasaran dengan apa isi rumah kaca tersebut karena di kehidupan sebelumnya dia belum pernah melihat rumah kaca secantik dan sebesar milik Castris.
Liyuna menghentikan langkahnya di depan rumah kaca yang terlihat mewah seperti rumah kaca milik bangsawan di komik. Kedua tangan kecilnya membuka rumah kaca tersebut dan kedua matanya langsung disuguhi pemandangan sangat indah. Ada sebuah pagar yang terbuat dari besi dan juga tangga untuk turun ke bawah. Di dalam ada juga kolam kecil yang membuat rumah kaca semakin indah. Di kanan dan kiri, bisa kita lihat berbagai macam tanaman yang Liyuna sendiri tidak ketahui namanya. Di tengah-tengah rumah kaca ada kursi dan meja yang ukurannya tidak terlalu besar berwarna putih. Liyuna duduk di kursi tersebut dan melihat ke atap rumah kaca. Cahaya matahari masuk dengan mudah karena rumah kaca yang transparan dan tidak di tutupi oleh apapun.
Liyuna tidak berlama-lama di rumah kaca karena di merasa bosan dan matahari terasa semakin panas akibat rumah kaca jadi dia memutuskan untuk kembali berjalan-jalan hingga akhirnya sampai di depan hutan mini. Liyuna merasa ragu untuk masuk ke hutan atau tidak karena dia takut jika di hutan ada hewan buas yang sebenarnya tidak mungkin ada.
Pada akhirnya Liyuna masuk ke hutan tersebut. Jauh di dalam hutan, Liyuna melihat sebuah rumah yang ukurannya cukup besar namun tidak sebesar rumah milik Castris. Rumah tersebut terlihat memiliki lebih dari dua lantai dan terlihat sangat sepi.
"Kenapa di hutan ada rumah?" Gumam Liyuna yang merasa heran. Dia tidak menyangka di belakang rumah Castris ada rumah lagi yang entah digunakan untuk apa.
Liyuna berjalan mendekati rumah tersebut. Namun tiba-tiba saja ada seseorang yang memegang bahunya dan hal itu membuatnya memekik terkejut.
"Ah! Maaf mengejutkanmu." Ucap orang tersebut.
Liyuna menolehkan kepalnya kearah sumber suara dan melihat seorang remaja yang umurnya sekitar 14 tahunan. Dia terlihat jauh lebih tua dari Liyuna dan rambutnya berwarna hitam keabu-abuan dengan bola mata berwarna coklat. Rambutnya mengingatkan Liyuna pada Noel.
"Kamu siapa?" Tanya Liyuna yang merasa aneh dengan kemunculan remaja tersebut. Sejauh yabg Liyuna tahu, Castris tidak mempekerjakan anak dibawah umur seperti dia dan kenapa juga dia bisa ada di tempat ini.
Anak remaja itu menatap Liyuna dengan aneh, "Aku Liam."
Liyuna menatap Liam sejenak sebelum bertanya, "Ini rumah apa?" Sambil menunjuk rumah besar yang ada dihadapannya.
Liam terlihat sedikit heran dengan pertanyaan Liyuna karena jelas sekali kalau rumah yang ada dihadapan mereka adalah rumah untuk para pelayan yang bekerja untuk keluarga Castris.
"Rumah apa?" Ulang Liam.
Liyuna masih menatap Liam dengan seksama dan menunggu jawaban keluar dari mulutnya.
"Tentu saja ini rumah untuk para pelayan. Kamu sendiri ke sini karena keluargamu ada yang bekerja untuk keluarga Castris kan?"
Mendengar jawaban Liam, Liyuna menjadi sedikit syok. Dia tidak tahu jika para pelayan juga tinggal di area kediaman Castris. Pantas saja mereka selalu datang sangat pagi dan pulang larut malam, jadi ini alasannya.
"Keluargamu ada yang bekerja untuk Castris?" Tanya Liyuna.
Liyuna mengangguk pelan mendengar ucapan Liam. Liam mengajak Liyuna untuk masuk ke dalam rumah para pelayan yang katanya disebut "Rumah Matahari" karena letaknya dibelakang kebun bunga matahari.
"Kamu sendiri? Siapa yang bekerja untuk Castris di keluargamu?"
"Eh?!"
Liyuna tidak tahu harus menjawab apa. Dia ingin bilang kalau dia adalah seorang Castris tapi merasa tidak enak karena Liam sudah sangat ramah padanya. Liyuna takut Liam akan berubah jika tahu dia adalah seorang Castris.
"Umm.. itu..."
"Kau tidak perlu memberitahuku jika tidak mau." Ucap Liam yabg sadar bahwa Liyuna enggan memberitahunya. Liam bukan lah orang yang suka memaksa dan dia sangat menghargai privasi jadi dia tidak mau mempermasalahkan hal kecil seperti ini.
Liyuna menghela napas lega setelah mendengar ucapan Liam.
"Suatu hari nanti aku juga akan bekerja disini." Ucap Liam tiba-tiba, dia menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu layaknya rumah milik sendiri.
"Eh? Kenapa?" Tanya Liyuna yang merasa bingung.
Jika kakaknya bekerja disini, kenapa juga dia ingin bekerja disini juga? Bukannya lebih baik memilih jalan yang berbeda? Apa gaji dari keluarga Castris sebanyak itu hingga semua orang ingin bekerja disini? Liyuna benar-benar tidak mengerti.
"Karena keluarga Castris sudah banyak membantu kami. Aku hanya ingin berterima kasih dan mengabdikan diriku untuk keluarga ini, sama seperti yang dilakukan oleh kakakku."
'Berterima kasih?'
Liyuna lagi-lagi dibuat bingung. Dia tidak tahu apa yang Castris perbuat hingga bisa mendapatkan rasa terima kasih dari Liam. Bahkan dia sampai bersedia mengabdikan diri untuk keluarganya, Liyuna merasa sedikit tidak enak.
"Kenapa kau ingin berterima kasih pada Castris?"
Liam menatap Liyuna sebelum menjawab, "Aku ini berasal dari panti Astraea yang dikelola oleh keluarga Castris. Kami anak panti selalu mendapat bantuan yang tidak sedikit tentu saja aku ingin berterima kasih."
Ini pertama kalinya Liyuna mendengar tentang panti Astraea. Dia tidak tahu jika Castris juga mengelola sebuh panti asuhan. Hal ini membuat hati Liyuna sedikit hangat karena mengingatkannya pada kehidupannya yang sebelumnya ketika dia masih tinggal di panti asuhan.
"Loh, Nona Liyuna?!"
TBC