Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 24 - Pulang



Keesokan harinya, Liyuna dan yang lainnya bersiap untuk check out dari hotel. Mereka tidak bisa berlama-lama liburan karena Karl harus segera kembali untuk bekerja. Sebagai seorang Presdir dari perusahaan besar, Karl tidak bisa mengambil cuti lebih dari satu minggu setahun karena bisa berdampak pada perusahaan. Karl yang sedari dulu memang selalu bekerja keras memutuskan untuk menyisihkan sedikit waktunya untuk Liyuna. Tentu saja, Liyuna tidak protes. Dia merasa berterima kasih karena ayahnya yang sangat sibuk mau meluangkan sedikit waktunya untuk Liyuna. Sara dan Yvette pun juga tidak masalah dengan hal itu karena mereka juga sudah puas bersenang-senang seharian di pantai dan melihat-lihat banyak hal pada malam hari.


Setelah memasukkan semua koper ke dalam bagasi mobil, mereka masuk ke mobil masing-masing seperti saat berangkat kemarin. Liyuna dan Yvette duduk dalam satu mobil yang jalankan oleh Noel. Noel membantu memasukkan koper Liyuna dan Yvette ke dalam bagasi. Lukisan yang kemarin Liyuna beli juga dimasukkan ke dalam sana supaya ia tidak perlu memeganginya ketika di dalam mobil. Setelah semua beres, Noel mulai menyalakan mesin mobil dan menyetir dengan kecepatan lambat. Mereka tidak terburu-buru karena memang tidak ada hal yang sangat mendesak. Lagi pula, ini masih liburan musim panas dan Liyuna tidak perlu datang ke sekolah. Di perjalanan, Liyuna dan Yvette tertidur karena lelah. Mereka tidak sempat melihat-lihat pemandangan di jalan yang mereka lewati dan langsung terlelap dalam dunia mimpi.


Seperti biasa, ketika Liyuna tertidur dalam mobil, Noel akan menaikkan AC mobil agar Liyuna tidak ke dinginan. Dia tahu betul bahwa Nona yang ia layani itu memiliki tubuh lemah yang mudah sakit. Sebagai sopir pribadinya, sudah menjadi kewajiban baginya untuk memerhatikan keadaan orang yang dia layani.


Ditengah perjalanan Liyuna dan Yvette terbangun karena rasa lelah yang sejak tadi menempel ditubuh mereka kini sedikit terasa ringan. Liyuna menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, berusaha untuk membuat kedua matanya terbuka.


Yvette terlihat menutup mulutnya yang terbuka lebar dengan tangannya. Dia merapikan rambutnya yang berantakan lalu melihat ke arah Liyuna yang sedang minun air mineral. Botol yang Liyuna pegang terlihat sangat mewah karena dihiasi oleh berlian swarovski dan tutupnya berbentuk mahkota. Yvette melihat tulisan Fillico di botol bagian bawah yang berukuran sedang. Bagi Yvette, Fillico bukanlah merek yang asing baginya. Walau dirumahnya tidak mungkin menyediakan air minum seharga lebih dari dua ratus dolar itu, Yvette tetap tahu tentang air itu. Air berkualitas tinggi yang itu diambil dari daerah Kobe, Jepang. Air minum dengan harga mahal yang mustahil untuk dijadikan minuman sehari-hari. Namun, bagi keluarga Castris itu adalah hal biasa dan bukan sesuatu yang bisa dianggap luar biasa. Lagi pula ada keluarga lain yang membeli air minun yang lebih mahal dari Fillico.


Liyuna yang merasa Yvette terus memandangnya sejak tadi menoleh kearahnya. Dia pikir Yvette juga merasa haus maka ia ambilkan botol Fillico lain yang ada di samping tempat duduknya. Yvette yang ditawari air mahal tentu saja menerima dengan senang hati. Jarang-jarang kan dia bisa minum-minuman semahal ini.


Setelah rasa hausnya terobati, Yvette tidak sengaja melihat kalung kupu-kupu melingkar dileher Liyuna. Seingatnya, Liyuna belum memakai kalung itu kemarin saat mereka pergi jalan-jalan bersama.


"Yuna, kalung itu indah sekali." Puji Yvette yang merasa kagum dengan keindahan kalung tersebut.


Reaksi Yvette tidaklah mengejutkan karena kalung pemberian Karl tersebut memang sangatlah indah. Meski hanya terkena sedikit cahaya, kalung tersebut masih terlihat kerlap-kerlip.


"Benar, ayah memberikan ini untukku." Liyuna memegang kalungnya. Sudut bibirnya sedikit terangkat ketika mengatakan hal itu.


Yvette yang mendengar ucapan Liyuna kembali merasa kagum. Ayah Liyuna memang memiliki selera yang bagus.


"Paman Karl memiliki selera yang bagus, ya."


"Kau benar."


"Ahh.. aku masih tidak menyangka bisa menghabiskan liburanku denganmu."


"Kenapa tidak?"


"Yaah, aku selalu merasa jarak kita ini begitu jauh."


"Kalau begitu untuk seterusnya, ayo kita pergi berlibur bersama." Ucap Liyuna.


Dia mengatakan ini bukan karena dia merasa harus mengatakannya. Namun karena Liyuna juga ingin melakukannya. Baginya, Yvette adalah sahabat yang pertama kali ia miliki. Bahkan di kehidupan sebelumnya, dia tidak pernah memiliki seorang sahabat. Liyuna merasa sangat berterima kasih dan berjanji akan mengambil jalur berbeda agar Yvette bisa selamat dari alur game. Ya, seingatnya Yvette dalam game sering terkena banyak sekali masalah karena selalu membeli si gadis jahat, Liyuna. Jadi karena sekarang dia adalah Liyuna dan dia tahu jalan cerita yang ada di game, Liyuna akan menyelamatkannya. Mereka akan bertahan hingga alur game selesai.


Tak terasa, mereka sudah sampai di kediaman Castris. Noel memakirkan mobil di garasi dan membukakan pintu mobil untuk Liyuna dan Yvette. Liyuna melihat ke kanan dan ke kiri mencari mobil Karl namun ia tidak menemukannya.


"Loh, Papa dan Mama belum sampai?" Tanya Liyuna yang heran karena mobil yang dinaiki Karl dan Sara tidak terlihat.


"Tadi saya mendapat pesan dari sopir pribadi Tuan kalau beliau tidak bisa pulang ke rumah karena ada urusan mendadak di perusahaan. Nyonya Sara juga memutuskan untuk pulang ke studio karena mendapat panggilan dari penyelenggara EFW." Noel menjelaskan pada Liyuna alasan mengapa mobil yang dinaiki Karl dan Sara tidak terlihat.


Mendengar penjelasan dari Noel, Liyuna jadi merasa sedikit khawatir. Sejak dia mengambil alih tubuh ini, dia tahu betul bahwa kedua orang tuanya itu sangat sibuk. Tapi jika harus bekerja setelah berlibur sedikit berlebihan. Apa mereka tidak merasa lelah atau sebagainya? Sepertinya Liyuna harus mulai memahami kesibukan mereka dan berusaha untuk tidak terlalu merepotkan.


"Oh ya, Yvette. Bagaimana kalau hari ini kamu menginap disini saja?" Ucap Liyuna menawarkan karena dia merasa Yvette pasti juga merasa lelah karena baru saja sampai dirumah.


Wajah Yvette terlihat sangat bahagia ketika mendengar tawaran dari Liyuna. Dia tidak menyangka bisa melakukan sleep over dengan Liyuna secepat ini. Tentu saja, dia tidak akan menolak.


"Tentu!"


Yvette memeluk Liyuna dan tersenyum lebar. Dia sangat senang karena Liyuna lebih terbuka padanya dan mau berinisiatif mengajaknya menginap. Dia benar-benar sangat senang bisa bersamanya.


Melihat reaksi Yvette yang begitu bahagia, Liyuna juga ikut tersenyum. Ia langsung mengajak Yvette untuk masuk ke dalam rumah. Saat masuk, seperti biasanya mereka disambut oleh pelayan yang sudah stand by di depan pintu dan membantu mereka membawa koper masuk ke dalam.


Liyuna mengajak Yvette ke ruang makan untuk makan siang. Bibi Olla memasakkan beberapa jenis makanan yang disukai Liyuna dan juga makanan yang diminta oleh Yvette. Mereka menghabiskan makan siang dengan berbincang-bincang.


Setelah itu Liyuna mengajak Yvette ke perpustakaan yang ada di rumahnya. Mereka duduk di sofa empuk yang ada di sana sembari membaca buku yang telah mereka pilih sebelumnya.


TBC