Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 85 - Reuni



"Senior Lucas, perkenalkan dia adikku, Yuriel." Liyuna memperkenalkan Yuriel pada Lucas.


Mendengar hal ini, kedua mata Lucas terlihat membulat sempurna. Dia tidak tahu bahwa Liyuna memiliki seorang adik. Tidak, apakah benar dia adik Liyuna?


"Aku tidak tahu kau punya adik."


Lucas menatap Liyuna dengan mata penuh tanda tanya. Melihat hal ini, mau tidak mau Liyuna harus menceritakan semuanya tentang status Yuriel namun belum sempat ia memberitahu Lucas, Yuriel membuka suaranya.


"Aku bukan adik kandung kak Yuna. Paman Karl menjadikanku anak angkat di keluarga Castris. Senang berkenalan denganmu, senior Lucas."


Dengan senyuman lembut, Yuriel memperkenalkan dirinya pada Lucas. Suaranya begitu lembut dan merdu, sangat cocok untuk disebut sebagai pemeran utama wanita.


"Ah, begitu rupanya. Senang berkenalan mu juga."


Keduanya saling berjabat tangan dan bertukar senyuman. Melihat sifat Lucas yang mudah bergaul dengan siapa saja, Liyuna tidak merasa khawatir karena dia yakin Lucas bisa berteman dengan Yuriel maupun Allen.


"Ngomong-ngomong senior tidak tahu jika keluarga Castris mengangkat seorang anak?"


"Saat aku di Rusia, aku tidak memiliki akses berita dari kota Elisien."


"Begitu rupanya."


"Oh ya, ini Allen." Liyuna menepuk pundak Allen perlahan, sebagai tanda bahwa dia sedang membicarakan tentangnya.


Mata Lucas maupun Allen bertemu. Entah kenapa udara terasa sedikit dingin. Kedua anak laki-laki itu tidak mau kalah antara satu dengan yang lainnya.


"Aku Allen." Ucap Allen singkat.


"Lucas." Ucap Lucas tak kalah singkatnya dengan Allen.


"Sepertinya kita harus mengakhiri pembicaraan disini. Mari bertemu lagi saat jam makan siang." Ucap Liyuna.


"Baiklah."


Liyuna dan yang lain kembali ke ruang kelas mereka, begitu juga dengan Lucas. Sebenarnya Lucas tidak harus melanjutkan studinya disini karena saat melakukan pelatihan, dia sudah mempelajari semuanya. Namun dia tetap ingin bersekolah seperti orang biasa, dia menginginkan kehidupan seperti orang-orang pada umumnya.


"Bagaimana kau bisa mengenalnya?" Tanya Allen yang memutar bangkunya menghadap ke Liyuna.


"Sudah ku bilang dia senior kita sewaktu SD. Apa kau tidak tahu? Aku dengar dulu senior Lucas cukup populer."


"Benar, dia sangat populer. Mana mungkin kau tidak tahu." Yvette menyetujui kata-kata Liyuna.


Mendengar hal ini, Allen semakin tidak senang. Dia bukanlah orang yang suka memperhatikan sekelilingnya jadi mustahil dia bisa tahu siapa itu Lucas, apalagi dia saat masih SD memiliki sifat yang sangat keras kepala.


"Aku kan tidak mungkin tahu seluruh nama murid sewaktu SD."


Pelajaran berjalan seperti biasa. Setelah mendapat seluruh materi dan bahan yang dibutuhkan, kelompok Liyuna langsung menyelesaikan tugas dari guru.


Tahu-tahu, bel tanda istirahat telah berbunyi. Karena tadi ia sudah berjanji akan bertemu dengan Lucas saat istirahat makan siang, Liyuna berencana untuk menjemputnya namun dia lupa bahwa dirinya tidak tahu Lucas dikelas apa.


Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Liyuna memutuskan untuk langsung ke kantin bersama dengan yang lain. Mungkin saja Lucas akan ada disana dan mereka bisa berbincang-bincang.


Ketika semua sudah duduk rapi ditempat yang kosong dan mulai untuk makan, tiba-tiba saja Lucas datang membawa nampan berisi makannya dan duduk tepat di samping Liyuna. Semua orang yang ada di meja memandangnya dan menghentikan kegiatan mereka sejenak.


"Aku tidak menganggu kalian kan?"


"Tentu saja tidak." Ucap Yvette sembari memasukkan sushi di mulutnya dengan sumpit.


"Ngomong-ngomong senior bagaimana bisa mengenal kak Yuna?"


"Kami tidak sengaja bertemu di jalan."


"Itu tidak benar. Senior lupa ya, kalau aku terlibat masalah karena senior."


Jika mengingat apa yang terjadi sembilan tahun yang lalu, Liyuna pasti terpikirkan bagaimana dia dikejar-kejar orang-orang berbaju hitam.


Liyuna menatap Lucas dengan seksama. Dia sudah banyak berubah, tubuhnya yang dulu kecil dan kurus kini berubah menjadi besar dan gagah, sangat kontras dengan wajahnya yang cantik. Liyuna menjadi sedikit melankolis ketika menyadari bahwa sembilan tahun telah berlalu dan dia masih terjebak di dunia ini.


Sadar akan tatapan Liyuna, Lucas menggodanya.


"Kau terpesona padaku?"


Liyuna terlihat terkejut dan langsung menyangkal, "Omong kosong apa itu!"


"Tapi bukankah senior berada di tahun ketiga? Apa itu artinya senior hanya akan sekolah selama enam bulan disini?"


"Benar, hanya tersisa enam bulan aku disini."


"Memangnya bisa ya, pindah di akhir semester seperti ini?"


"Tentu saja. Asalkan kau punya nilai rapor yang bagus, sekolah akan menerimamu."


"Sejak kapan senior pintar?" Celetuk Yvette. Seingatnya, dulu Lucas bukan orang yang cerdas seperti Liyuna melainkan orang biasa atau muggle.


"Bukankah sejak dulu aku memang pintar."


Bukan Lucas namanya jika dia malu-malu. Beginilah sifat Lucas sejak dulu. Percaya diri, narsis, dan easy-going.


Yvette mendengus kesal mendengar ucapan Lucas yang begitu percaya diri namun dia tidak membalas.


"Bukankah sebentar lagi anniversary Castris Group?" Allen tiba-tiba membuka suaranya. Entah kenapa ia mengganti topik pembicaraan.


Sepertinya dia tidak terlalu menyukai Lucas. Memangnya ada yang Allen sukai? Jawabannya tidak. Dia terlihat seperti seekor serigala penyendiri yang tidak punya teman.


"Benar. Empat tahun yang lalu kita tidak bisa mengadakannya karena kejadian waktu itu tapi sepertinya tahun ini akan diadakan kembali." Jawab Liyuna.


Seperti yang sudah diketahui. Pesta anniversary Castris Group diadakan setiap empat tahun sekali namun empat tahun yang lalu, mereka tidak mengadakan pesta karena insiden yang dialami oleh Liyuna. Lalu tak berapa lama kemudian, sebuah tragedi mengerikan juga menimpa Ravenray. Saat itu, keadaan sangat tidak mendukung dan seluruh keluarga elit bersepakat untuk tidak mengadakan pesta apapun untuk menghormati mendiang Nyonya Ravenray.


"Benar, ternyata sudah lama sekali ya." Ucap Yuriel setuju.


Lucas menyadari ada sesuatu yang tidak ia ketahui dan langsung menanyakannya pada Liyuna dan yang lainnya.


"Kejadian apa?"


Liyuna menghentikan tangannya sejenak untuk memikirkan kata-kata yang tepat untuk diucapkan.


"Ah, empat tahun yang lalu kami mengalami sebuah insiden yang hampir membuat kami kehilangan nyawa."


Mata Lucas membulat sempurna setelah mendengar hal itu. Ia tidak tahu jika Liyuna mengalami hak sebesar itu ketika dia tidak ada di Elisien.


"Bagaimana bisa?"


"Kami juga tidak tahu, semua terjadi begitu saja. Untungnya ada Yuda yang menolong."


"Yuda?"


"Putra bungsu keluarga Harvenhelt."


Meski Lucas tidak terlalu peduli terhadap anak-anak kelas atas, dia mengenal siapa itu Yuda. Nama dia cukup terkenal di kalangan eksekutif Obelian's Circle karena pekerjaan mereka sering berkaitan.


"Kalian baik-baik saja sekarang?"


"Ya, kami sekarang baik-baik saja."


"Dulu aku sangat khawatir pada Yuna karena hanya dia yang tidak ada di dalam vila." Ucap Yvette.


"Benar, kami sampai mencari kak Yuna seperti orang gila."


"Lalu tahu-tahu Yuna datang dengan tubuh dipenuhi luka."


Lucas mendengar cerita tentang apa yang terjadi empat tahun yang lalu dengan seksama. Liyuna, Yvette, dan Yuriel kembali mengingat ingat betapa mengerikannya waktu itu dan saling bercerita bagaimana perasaan mereka pada waktu itu.


Saat ini mereka sudah baik-baik saja namun tidak ada yang tahu bagaimana untuk selanjutnya.


Lucas memakan gyudon yang dia pesan. Kepalanya menunduk dan rambut peraknya menutupi kedua matanya yang indah seperti berlian. Saat ini dia sedang memikirkan sesuatu.


Sepertinya, dia harus bertemu dengan orang itu untuk menanyakan informasi yang lebih jelas. Lagipula, saat dia berangkat sekolah, dia bisa merasakan ada seseorang yang mengintai SMA Darien dari luar.


Jumlahnya pun juga lumayan banyak. Sepertinya Lucas harus mulai membersihkan tikus-tikus yang menganggu.


TBC


[A/N : Halo semua~ sepertinya untuk sementara author akan update setiap 3 hari sekali seperti dulu karena sedang sibuk di real life🙏🏻]