Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 119 - Bertemu Lucas



"Selamat atas ke lulusanmu, senior."


Liyuna dan Lucas saat ini duduk berhadapan di dalam sebuah restoran. Keduanya saling mengirim pesan dan membuat janji untuk bertemu.


"Terima kasih." Balas Lucas sembari menyeruput caramel macchiato yang dia pesan.


Beberapa waktu yang lalu, Liyuna dan Yuriel menghabiskan waktu bersama. Mereka berenang di kolam renang yang ada di rumah sembari meminum soda yang disediakan oleh pelayan di rumah.


Lalu, Yvette tiba-tiba saja menelpon dan menyambungkan telepon dengan Allen sehingga mereka berempat berbincang-bincang cukup lama.


Ketika Liyuna sudah selesai mandi dan hendak untuk beristirahat, Lucas mengirimi sebuah pesan yang mengatakan ingin bertemu.


Liyuna yang sudah lama tidak bertemu dengannya pun menyetujui tawaran Lucas. Keduanya memutuskan untuk bertemu di sebuah restoran tak jauh dari kediaman Castris karena Liyuna tidak diperbolehkan pergi jauh dari kediaman Castris.


Liyuna sendiri sebenarnya ingin mengajak Yuriel namun dia menolak entah karena apa. Mungkin saja karena Yuriel dan Lucas tidak cukup dekat.


"Bagaimana kabar senior?"


"Aku baik-baik saja." Jawab Lucas, bibirnya membentuk bulan sabit, menambah kesan menawan pada wajahnya.


Ada alasan mengapa Liyuna menanyakan keadaan Lucas.


Salah satunya karena mereka tidak bertemu selama beberapa bulan terakhir ini.


Liyuna tidak ingat kapan tepatnya, namun Lucas sulit untuk ditemui sejak beberapa bulan yang lalu. Ya, sepertinya sejak dia membolos sekali waktu itu. Bahkan di upacara ke lulusan, Lucas tidak datang sehingga membuat Liyuna dan yang lainnya merasa sedikit kecewa.


"Sebentar lagi aku akan pulang ke Rusia."


Ucapan Lucas terasa seperti petir yang menyambar di siang hari.


Liyuna menatap Lucas dengan tatapan tidak percaya namun ketika kedua mata mereka bertemu, Liyuna tahu bahwa Lucas tidak berbohong.


Ya, seperti inilah Lucas. Datang dan pergi sesuka hatinya.


Setidaknya, kali ini dia mengatakannya secara langsung pada Liyuna. Tidak seperti dulu yang tiba-tiba saja menghilang.


"Kenapa? Padahal senior baru saja kembali ke Elisien."


"Ibuku menginginkanku untuk kembali."


Liyuna tidak bisa membalas jika Lucas mengatakan kata 'Ibu'. Bagaimana bisa dia membalas? Liyuna hanyalah orang asing yang tidak tahu apa-apa.


"Kapan senior akan kembali?"


Lucas terdiam, kedua matanya menggelap seolah tahu bahwa kali ini dia tidak akan bisa datang dengan cepat.


Sebenarnya Lucas saat ini sedang merasa sangat marah dan kesal karena Ibunya ingkar janji.


Sebelumnya dia memberi Lucas syarat supaya bisa kembali ke Elisien, namun kali ini dia mengingkari janjinya.


Bagaimana bisa dia ingin menarik Lucas kembali ke Rusia setelah mengizinkannya datang ke Elisien?!


Meski begitu, Lucas tidak bisa protes.


"Aku tidak tahu, aku harap aku bisa kembali secepatnya."


"Jika semua urusan senior sudah selesai. Datanglah kembali ke Elisien. Semua orang pasti akan menantikan kedatanganmu."


Lucas tersenyum cerah, "Tentu saja."


Keduanya kembali berbincang-bincang mengenai masalah sehari-hari hingga akhirnya Lucas menyadari sesuatu.


"Dimana Yuriel?"


"Ah, dia bilang tidak bisa ikut."


"Tumben sekali, biasanya anak itu selalu menempel padamu."


Liyuna sedikit tertawa mendengar ucapan Lucas.


Meski penasaran tentang keberadaan Yuriel, Lucas tidak terlalu memikirkannya. Lagi pula dia juga punya masalahnya sendiri.


Saat ini yang harus dia lakukan adalah segera kembali ke Rusia dan membebaskan Hajun.


Lucas tidak pernah menyangka kalau Ibunya akan menangkap Hajun dan menjadikannya tawanan. Ketika ia kembali mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu, Lucas merasa kesal dan marah.


Kali ini dia akan menuntaskan segala urusannya di Rusia dan membebaskan Hajun dari tangan Ibunya.


Meski itu berarti dia tidak akan bisa kembali ke Elisien.


***


Yuriel terlihat berdiri dihadapan Karl yang sedang duduk di meja kerjanya. Seperti biasa, Karl memakai kacamata baca ketika sedang bekerja, menambah kesan seperti seseorang yang terpelajar.


"Dia pergi ke restoran dekat mansion untuk bertemu dengan seniornya di sekolah." Ucap Yuriel menjelaskan.


"Siapa namanya?"


"Lucas Obelian."


Karl mengangkat kepalanya dan menatap Yuriel yang berdiri dihadapannya.


Seolah mengingat sesuatu, Karl kemudian bertanya.


"Maksudmu Lucas Alexei Obelian?"


Yuriel terlihat mengangkat alisnya, tidak tahu siapa yang Karl maksud.


"Tidak, setahuku namanya hanya Lucas Obelian."


Mendengar jawaban dari Yuriel, Karl semakin yakin dengan apa yang dia pikirkan.


Lucas Alexei Obelian adalah nama yang sering Karl dengar dan Karl yakin Lucas yang Yuriel maksud sama dengan Lucas yang ada dalam pikirannya.


Beberapa tahun yang lalu, berita mengenai suksesor Obelian's Circle mencuat ke permukaan dan nama Lucas Alexei Obelian digadang-gadang sebagai kandidat terkuat yang akan menang.


Karl sebagai salah satu sosok penguasa di dunia bisnis sudah pasti tahu mengenai kevalidan berita tersebut. Apalagi sebagai salah satu orang yang menggunakan jasa perusahaan tersebut, mustahil bagi Karl untuk tidak mengetahuinya.


Hal yang membuatnya sedikit terkejut adalah putrinya yang ternyata mengenal sosok Lucas yang misterius itu. Dia tidak pernah tahu kalau putrinya mengenal salah satu kandidat suksesor Obelian's Circle.


"Sejak kapan mereka saling mengenal?"


"Kak Yuna bilang, mereka sudah saling mengenal sejak SD."


Karl kembali terkejut dengan kebenaran yang baru saja terungkap. Jika mereka sudah mengenal sejak SD, bukankah itu waktu yang cukup lama?


Ketika pikiran Karl mulai tenggelam dalam sebuah pertanyaan, tiba-tiba saja dia teringat kejadian beberapa tahun yang lalu.


Waktu itu adalah pertama kalinya Liyuna meminta izin keluar tanpa diantar oleh Noel. Ya, kala itu Liyuna hanya ingin diantar sampai stasiun dan pergi berjalan-jalan dengan temannya.


'Apakah saat itu teman yang Yuna maksud adalah Lucas?'


Karl mencoba untuk mengesampingkan masalah ini. Alasan dia memanggil Yuriel ke sini bukanlah untuk membahas hal itu.


Ada hal penting lain yang ingin dia bicarakan dengan Yuriel.


"Seperti yang sudah kau tahu, kecelakaan Eldo Ravenray disebabkan oleh Cerberus."


Karl mengambil beberapa tumpuk dokumen dan ia berikan pada Yuriel. Ketika dokumen tersebut berada ditangan Yuriel, dia langsung membacanya dari halaman pertama.


"Alasannya sudah sangat jelas, Eldo mencoba untuk melacak keberadaan mereka dan telah melakukan penyelidikan yang serius."


Yuriel hanya diam dan mendengarkan. Lagipula, kematian Eldo adalah sesuatu yang tidak terhindarkan.


Di timeline manapun, Eldo selalu berakhir dengan kematian. Begitu juga dengan Almera dan Liyuna.


"Eldo adalah orang yang keras kepala. Tidak peduli seberapa keras aku mencegahnya, dia tidak akan mendengarkanku."


"Itu adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari bukan?"


"..."


"Jika apa yang terjadi pada Eldo menimpa paman, pastinya kau juga akan melakukan hal yang sama bukan? Karena yang Cerberus bunuh bukanlah orang yang tidak Eldo kenal melainkan seseorang yang sangat ia cintai dan sayangi."


Kali ini Karl-lah yang terdiam mendengar ucapan Yuriel. Apa yang Yuriel katakan adalah sebuah kebenaran.


Dia melakukan hal menjijikkan seperti ini untuk keluarganya, untuk Liyuna dan juga untuk Sara. Karl sendiri tidak peduli dia akan menjadi apa jika itu bisa melindungi keluarganya.


Dia tidak peduli menjadi seorang monster ataupun orang yang jahat. Bagi Karl, Sara dan Liyuna adalah harta terakhir yang harus dia lindungi.


Karl sendiri sadar bahwa dia telah melakukan hal yang jahat pada Yuriel namun mau bagaimana lagi, itu adalah cara terakhir yang bisa Karl lakukan. Tidak ada sesuatu yang tersisa yang bisa menghubungkannya dengan Cerberus selain anak perempuan itu.


"Paman, jika semua yang ingin Paman katakan sudah selesai. Saya undur diri terlebih dahulu." Yuriel pergi keluar dari ruangan Karl dengan membawa dokumen yang tadi diberikan padanya.


Ceklik...


Suara pintu tertutup.


Yuriel berdiri selama beberapa saat di depan ruangan Karl hingga akhirnya memutuskan untuk benar-benar pergi.


TBC