Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 36 - Hidden Target



Setelah mengalami kejadian kurang mengenakkan di restoran, Liyuna terlihat terdiam di dalam mobil, membuat Sara yang melihatnya merasa khawatir. Sejak anaknya kembali dari kamar mandi, dia hanya terdiam dan memintanya untuk segera pulang. Sara tidak tahu apa yang terjadi dengan Liyuna dan berusaha bertanya.


"Yuna, ada apa?" Tanya Sara dengan suara yang lembut dan tidak memaksa. Dia ingin Liyuna menceritakan semuanya tanpa ada merasa dipaksa.


Namun berbeda dari keinginan Sara, Liyuna tidak merespon dia hanya menggelengkan kepalanya perlahan. Melihat hal itu, Sara hanya bisa menarik napas panjang dan membiarkannya. Jika memang itu sesuatu yang harus ia ketahui, Liyuna pasti akan memberitahunya. Mungkin Liyuna hanya merasa kebanyakan makan dan ingin menyendiri.


Berbeda jauh dari dugaan Sara, Liyuna saat ini sedang memikirkan pertemuannya dengan pemuda tadi. Pemuda tersebut memang terlihat berbahaya san menakutkan namun di sisi lain Liyuna merasa familiar dengannya. Dia mencoba untuk memikirkan siapa orang tersebut secara mendalam dan akhirnya menemukan jawaban yang ia inginkan.


Pemuda tersebut adalah salah seorang target, lebih tepatnya hidden target. Liyuna sempat tidak mengenalinya karena dia terlihat berbeda dengan yang ada di game. Di dalam game dia memiliki rambut berwarna hitam keabuan sedangkan yang ia lihat tadi memiliki rambut putih keabuan. Itulah yang membuatnya tidak mengenali pemuda tersebut.


Hajun, itulah nama pemuda tersebut. Hidden target yang sangat sulit untuk ditaklukan. Dia adalah target terakhir yang harus diselesaikan player untuk mengetahui keseluruhan cerita. Ya, kalau tidak salah dia adalah seorang ketua yang memimpin dunia bawah. Hal itu menjelaskan mengapa ia memiliki tatapan seperti tadi. Diantara target lainnya, Hajun adalah target yang memiliki jarak umur paling jauh dengan Yuriel, yaitu 11 tahun. Karena itulah hal ini menimbulkan banyak kontroversi ketika hidden target dikenalkan.


Menurut Liyuna sendiri dia tidak terlalu mempermasalahkan jarak umurnya dengan Yuriel karena mereka bertemu diumur yang sudah legal. Dimana saat itu Yuriel berumur 21 tahun dan dia berumur 32 tahun. Jadi bagi Liyuna tidak ada masalah dengan jarak umur mereka. Namun penggemar lain tidak menyukainya dan selalu mempermasalahkan hal ini, berbanding terbalik dengan reaksi mereka ketika mengetahui bahwa Zion juga memiliki jarak umur yang cukup jauh dengan Yuriel, yaitu 10 tahun. Entah apa gang membuat mereka ke trigger seperti itu namun yang pasti dulu masalah ini selalu menjadi topik hangat dikalangan pemain.


Dan bagi Liyuna yang belum menyelesaikan hidden target, dia tahu alur cerita dalam rute tersebut. Bagaimana dia mengetahuinya? Ada teori mengenai rute hidden target dalam forum. Beradasarkan info yang terdapat dalam rute lain, banyak orang membuat teori mengenai rute terkahir ini. Liyuna yang tidak sempat memainkan rute terakhir juga bisa mengira-ngira seperti apa rute terakhir.


Berdasarkan teori yang paling populer, rute hidden target adalah rute yang benar-benar berbeda dari rute lainnya dan rute dimana Liyuna sebagai antagonis dikatakan akan mati mengenaskan. Dalam rute tersebut, Liyuna menghadapi kematian dengan begitu menyakitkan. Dia kemungkinan akan di siksa dan jasadnya dibuang ke laut. Satu-satunya bad ending yang menurutnya sangat mengerikan dibanding yang lainnya. Cerita dalam rute Hajun pun tidak kalah mengerikan, Yuriel sempat beberapa kali hampir mati karena musuh-musuh Hajun dan dia bahkan pernah diculik hanya untuk menarik Hajun keluar dari persembunyian. Yuriel dalam rute tersebut benar-benar menjadi umpan yang sangat bagus.


Tubuh Liyuna bergidik ngeri ketika mengingat teori tentang rute Hajun. Dia harus berusaha agar Yuriel tidak memilih rute tersebut dan bermain aman dengan memilih tiga rute lainnya karena Liyuna yakin kalau sampai memasuki rute Hajun, harapannya untuk selamat akan menipis melihat sesulit apa rute Hajun.


Mobil yang Liyuna kendarai berhenti tepat di parkiran outdoor kediaman Castris. Sara dan Liyuna masuk ke dalam rumah, disambut oleh beberapa pelayan yang menunggu di depan pintu masuk.


Sebelumnya Liyuna memang datang diantar oleh Noel namun Liyuna merasa bahwa tidak seharusnya dia meminta Noel untuk menunggunya karena dia harus menyesuaikan masalah yang menyangkut keluarganya makanya Liyuna meminta Noel untuk kembali ke kediaman Castris. Noel yang saat ini sedang bersantai di pos penjaga bersama dengan para penjaga yang bekerja untuk keluarga Castris melihat mobil Sara yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri. Dengan cepat ia menghubungi Karl untuk memberi informasi tersebut.


Selain menjadi sopir pribadi Liyuna, Noel juga memiliki tugas untuk melaporkan setiap kejadian yang terjadi pada Sara dan Liyuna kepada Karl. Bisa dibilang, Noel adalah sopir pribadi merangkap sebagai pelindung.


Sara dan Liyuna melihat Yuriel yang sedang duduk di ruang keluarga dengan membawa sebuah buku. Dia yang melihat Sara berdiri tak jauh dari tempatnya duduk menundukkan kepalanya, berusaha menghilangkan hawa keberadaannya supaya Sara tidak terganggu dengannya. Namun hal tak terduga terjadi, Sara malah berjalan menghampirinya dan berjongkok dihadapannya.


"Halo." Sapa Sara dengan suara lembut.


Yuriel mengangkat kepalanya dan menatap mata Sara dengan sedikit rasa takut namun hal itu tidak membuat Yuriel mengabaikan sapaan dari Sara.


"Halo." Balasnya dengan suara lirih.


"Kemarin malam pasti kamu ketakutan, maafin tante ya?"


Mendengar Sara meminta maaf, Yuriel langsung menganggukkan kepalanya pelan. Jika orang yang kemarin dia pikir membencinya meminta maaf, bukan kah itu pertanda bagus? Benar kata Liyuna, Sara pasti tidak bermaksud jahat. Dia mungkin hanya butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan juga, Liyuna tidka berbohong. Ketika dia membuka mata, Sara pasti sudah berada dihadapannya.


"Iya, Yuriel juga minta maaf karena merepotkan."


Sara yang mendengar apa yang Yuriel katakan menjadi semakin merasa bersalah. Dia sebagai orang dewasa tidka seharusnya bertindak seenaknya, seharusnya dia bisa menerimanya dengan lebih baik. Namun jika dipikirkan ulang, Sara juga tidka sepenuhnya bersalah. Merasa kecewa terhadap pasangan yang tidak mengatakan apa pun mengenai hal sepenting itu adalah hal yang wajar.


Sara memeluk Yuriel dengan lembut, Liyuna yang melihatnya tersenyum. Langkah kecil yang dia buat membuahkan hasil. Dengan begini, Sara akan selamat hingga akhir dan Yuriel tidak akan punya alasan untuk menelantarkannya.


Mereka berbincang-bincang setelah itu mengenai kehidupan Yuriel sebelum datang ke kediaman Castris. Sebagian besar sama dengan yang ada di game, Yuriel diadopsi oleh Karl karena ayahnya yang sakit keras dan tidak punya pilihan lain selain ikut dengan Karl.


***


"Sara." Panggilnya dengan suara serak seperti habis bernyanyi seminggu penuh. Karl tidak pernah menampakkan dirinya seberantakan ini dan hal ini membuat Sara terkejut.


"Karl, kenapa kau sudah pulang?"


"Aku dengar dari Noel kau pulang."


"Um... ya."


Karl berjalan mendekati Sara secara perlahan sebelum menjatuhkan tubuhnya dihadapan Sara. Secara refleks Sara memegang bahu Karl dengan erat.


"Hei, kau baik-baik saja?" Tanya Sara, ia tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.


Karl memegang tangan Sara yang memegang bahunya dan menciumnya dengan lembut.


"Maafkan aku, aku tahu aku telah membuatmu kecewa."


Mendengar hal itu Sara menjadi terdiam. Karl benar-benar merasa terganggu dan merasa sangat bersalah pada Sara, karena itu lah dia menampakkan dirinya yang sangat berantakan seperti saat ini.


"Benar, aku sangat kecewa." Ucap Sara.


Tidak ada yang perlu disembunyikan, lebih Sara jujur dengan perasaannya saat ini. Dia memang kecewa namun dia sudah tidak marah lagi.


"Aku minta maaf. Aku sudah egois karena tidak memberitahumu terlebih dahulu dan tidak memikirkan perasaan Yuna."


"Benar, kau harus menebus semuanya dengan membuat Yuna lebih bahagia."


"Iya, aku akan melakukannya. Aku juga akan membuatmu jauh lebih bahagia."


"Hum... Aku mempercayaimu."


Mendengar ucapan Sara, Karl mengangkat kepalanya untuk menatap kedua mata Sara. Mata Karl terlihat begitu merah, seperti habis menangis. Dari wajahnya terlihat bahwa dia terkejut mendengar apa yang barusan Sara katakan.


Sara mempercayainya.


Bukan kah itu hal yang ia inginkan? Ya, tanpa mengatakan hal yang berbelit-belit, Karl mengerti maksud dari ucapan Sara. Itu berarti Sara tahu bahwa Karl melakukan semua ini karena sebuah alasan dan dia dengan baik hati tidak memaksanya untuk memberitahu alasan tersebut dan memutuskan untuk mempercayai semua tindakannya. Karl merasa bersyukur sekaligus lega, dia saat ini bisa fokus melakukan apa yang selama ini harus ia lakukan.


"Aku tidak akan mengecewakanmu lagi."


TBC


^^^Next :^^^


^^^Chapter 37 - Hajun^^^