
"Aku mendapatkannya." Ucap Victor, sembari menatap layar laptopnya dengan seksama.
Setelah berjam-jam, akhirnya Victor dapat menemukan blue print dari gedung Obelian's Circle.
"Gedung ini ada 100 lantai dan di lantai tertinggi adalah penthouse milik Irina Cyzarin Obelian."
"Milik Ibu Lucas?"
"Ya, jika memang benar seperti apa yang tertera di blue print, hanya ada dua kemungkinan."
"Apa itu?"
Victor membesarkan layar laptopnya dan memperlihatkan gedung bagian bawah.
"Lihat disini, sepertinya dibawah ini ada ruangan lagi."
"Maksudmu seperti ruang bawah tanah?" Tanya Allen, dia menatap bagian yang Victor tunjukkan dengan seksama.
"Benar, seperti ruang bawah tanah."
"Tapi kenapa di basement?"
"Ada kemungkinan Lucas di kurung di situ supaya dia tidak bisa keluar. Tapi ada kemungkinan juga itu tempat dimana kakaknya berada."
"Kalau begitu..." Yvette tidak menyelesaikan ucapannya.
"Ya, hanya ada dua kemungkinan. Lucas berada di lantai teratas atau di ruang bawah tanah yang mencurigakan ini."
"Kalau begitu, ayo kita bagi menjadi 2 kelompok." Saran Liyuna.
Setelah melihat ada dua kemungkinan, apa yang harus mereka lakukan sekarang adalah membagi menjadi dua kelompok supaya rencana bisa dilaksanakan.
"Aku akan ke bawah." Ucap Allen, dia memutuskan untuk pergi ke bawah karena jika melihat dari semu kemungkinan, posisi bawah lah yang mungkin sulit untuk di lalui.
"Aku juga akan ke bawah." Ucap Yuriel.
"Itu adalah posisi yang paling sulit untuk di infiltrasi karena ada banyak sekali pengamanan." Ucap Victor mencoba untuk memberitahu.
Akan lebih baik jika sedikit orang yang kesana namun sepertinya tidak ada yang setuju dengan pendapatnya.
"Aku tahu itu, makanya aku akan ke sana."
"Kalau begitu biar aku dan Yvette yang keatas."
"Hanya berdua? Pergilah bersama dengan Victor."
"Itu tidak bisa untuk dilakukan. Aku harus ke bawah karena harus mematikan alarm supaya tidak berbunyi ketika kita masuk secara paksa."
"Kalau begitu, Yuriel juga ikutlah keatas."
"Tidak perlu." Ucap Liyuna dengan yakin.
Semua orang menatapnya dengan tatapan terkejut.
"Tapi kenapa kak?" Tanya Yuriel, dia tidak menyangka Liyuna tidak mau pergi keatas dengannya.
"Bukannya aku tidak mau dengan Yuri, hanya saja aku pikir akan lebih baik jika pergi dengan sedikit orang keatas."
Semua orang masih menyimak ucapan Liyuna dengan seksama. Mereka ingin dengan rencana seperti apa yang Liyuna miliki.
"Posisi atas adalah posisi dimana banyak mata melihat. Aku yakin jika kita pergi bersama banyak orang, kita akan menjadi pusat perhatian. Namun jika hanya berdua kita tidak akan menimbulkan kecurigaan."
Apa yang Liyuna katakan memang masuk akal. Ketika pergi dengan banyak mata yang memandang, memang lebih baik untuk pergi dengan sedikit orang karena tidak akan terlalu mencolok.
"Lalu jika diperlukan, aku akan menggunakan nama Castris. Meski kita sedang di Rusia, aku yakin mereka tidak akan memperlakukan keluarga Castris dengan sembarangan."
"Kau ingin menggunakan taktik yang sama seperti kemarin?"
"Tidak, ini sedikit berbeda."
"???"
Yvette seolah menyadari sesuatu, dia tiba-tiba saja berkata, "Aaah!"
Semua menatapnya, menunggu apa yang ingin dia katakan.
"Aku mengerti, aku juga punya ide bagus. Kalian tidak usah khawatir, aku dan Yuna pasti akan sampai ke lantai teratas."
Melihat bagaimana Yvette sangat percaya diri, tidak akan satupun yang berusaha untuk melontarkan sanggahan lagi.
Pada akhirnya mereka semua setuju dengan pembagian kelompok ini dan mulai bersiap untuk melanjutkan rencana selanjutnya.
Victor yang harus bekerja lebih keras dari yang lainnya mulai memasukkan alat-alat yang kemungkinan besar dia perlukan dalam menjalankan misi kali ini seperti; laptop, flashdisk berisi virus, wireless earphone, dan lain sebagainya.
Sedangkan Yuriel dan Allen tidak mempersiapkan hal spesial apapun. Mereka hanya mencoba untuk memakai pakaian yang mudah untuk digunakan bergerak supaya tidak menghambat jalannya misi.
Disisi lain, Yvette sedang mencoba memilih baju yang cocok untuk misi kali ini. Karena kali ini dia hanya berdua dengan Liyuna, dia jadi mendapatkan ide yang bagus.
Nama Castris memanglah sangat menguntungkan. Dengan menggunakan nama itu saja, dia yakin kalau dia dan Liyuna bisa dengan mudah masuk.
Meski Liyuna tidak bisa berbahasa Rusia, dia cukup mahir berbahasa Inggris. Yang bisa dia lakukan saat ini adalah percaya bahwa staff Obelian's Circle bisa berbahasa Inggris. Jika tidak juga bukan masalah, Liyuna bisa mengubah semuanya menjadi kesempatan baru.
Rencana akan dijalankan besok pagi, ketika matahari berada tepat diatas kepala mereka.
Setelah mempersiapkan semua hal, Liyuna dan yang lainnya pergi ke lantai bawah untuk makan bersama.
"Bagaimana persiapan kalian?" Tanya Yuriel.
"Kami sudah siap, bagaimana dengan kalian?"
"Kami juga sudah siap."
"Tenang saja, aku sudah mempersiapkan semua hal yang penting," Ucap Victor.
"Aku akan memberikan wireless earphone ini untukmu. Nyalakan tombol on jika kau ingin mendengar situasi dari pihak kami." Lanjutnya.
Liyuna menerima earphone pemberian dari Victor.
"Kenapa hanya aku?"
"Akan lebih baik jika jumlah yang berhubungan denganku sedikit. Jika semua menggunakan alat ini, pasti akan menimbulkan kecurigaan."
"Baiklah aku mengerti. Tapi sepertinya ini earphone yang berbeda dari sebelumnya."
"Ya, ini memang sedikit berbeda karena aku sedikit memodifikasinya. Earphone ini hanya akan tersambung jika kau menekan tombol on. Jika tidak kau tekan, earphone tidak akan tersambung. Dengan begini, orang yang melihat tidak akan curiga dan jika ada terkena sensor tidak akan ketahuan."
Setelah penjelasan yang panjang lebar dari Victor, Liyuna mulai mengerti cara kerja earphone ini.
Menurut Liyuna, modifikasi yang dilakukan Victor cukup membantu. Jika earphone tidak selalu menyala maka Liyuna tidak perlu mendengar berita tidak penting dari sebrang sana dan hanya perlu menyalakan jika waktunya sudah tepat.
Rencana telah dibuat, kini semua orang berusaha untuk tetap siap pad posisi masing-masing.
Lawan kali ini bukanlah orang yang mudah untuk dihadapi. Obelian's Circle adalah perusahaan besar yang tidak bisa dianggap enteng.
Victor sebagai orang yang memegang kendali atas rencana kali ini merasa sedikit gugup.
Namun kegugupan itu tertutup oleh rasa senang yang membuncah dihatinya.
Inilah yang dia tunggu-tunggu. Petualangan menyenangkan yang selama ini ingin ia rasakan.
Sejak pertama kali bertemu dengan Allen, Victor tahu bahwa dia akan membawanya ke dunia yang berbeda.
Dunia yang penuh dengan ketegangan dan resiko.
Sebagai orang yang menyukai kegiatan yang dapat memacu adrenalin, Victor sangat menikmati saat-saat ini.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu?" Tanya Allen.
Entah sejak kapan, Liyuna dan yang lain sudah kembali ke kamar mereka dan hanya menyisakan Allen dan Victor.
Allen menatap Victor dengan tatapan aneh, alisnya naik sebagai tanda bahwa dia tidak mengerti kenapa Victor tiba-tiba tersenyum lebar seperti itu.
Victor yang tidak sadar bahwa dia tersenyum membalas tatapan Allen.
"Terima kasih telah menemukanku." Ucapnya.
Jika saat itu mereka tidak bertemu dan jika saja saat itu Victor tidak mencoba untuk mendekati Allen maka semua ini tidak akan pernah terjadi.
Meski dalam sebuah mimpi yang liar, Victor tidak akan pernah mengira akan bisa berjalan sejauh ini.
Kemampuan yang dia miliki dan kesempatan yang dia dapatkan, semua berkat Allen. Dia adalah orang yang membuatnya berjalan di jalan yang baru.
Victor merasa sangat berterima kasih dan dia bisa berkata dengan yakin kalau dirinya tidak akan menyesal telah berjalan di jalan ini.
'Apapun yang terjadi di masa depan, aku akan selalu mengikutinya.'
"Jangan mengatakan hal menjijikkan seperti itu."
Walau nadanya sangat kasar dan perkataannya sangat tidak enak didengar, Victor tidak mempermasalahkan hal itu.
Dia bisa tertawa tanpa beban ketika menanggapi ucapan Allen yang terdengar kasar itu.
Ya, beginilah Allen yang dia kenal. Laki-laki dengan jiwa liar pemberontak yang berusaha mencari tempat untuk dirinya sendiri.
Semoga besok semua berjalan dengan lancar.
TBC
[A/N: Heyoo guyss~ gimana kabar kalian? Terima kasih telah membaca sampai dititik ini. Jangan lupa tinggalkan like/komentar supaya author tambah bersemangat🥰
Cuma mau kasih tahu, mulai tanggal 1 Maret author akan sangat sibuk di RL. Mungkin nantinya akan ada keterlambatan update, mohon pengertiannya, ya🙇 pokoknya terus dukung karya ini dan tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan semangat author.
Perjalanan Liyuna dkk masih sangat jauh. Setelah Arc Lucas kita akan mulai masuk ke Arc Red Diamond (jika kalian masih ingat ini pernah disebut di chapter sebelumnya). Author sarankan untuk baca ulang cerita supaya bisa menyambungkan benang merah yang ada sembari menunggu update-an chapter terbaru.
Adios~]