
"Dengan Yuda Harvenhelt berbicara." Ucap Yuda memberitahu Karl bahwa saat ini dia yang sedang memegang ponselnya.
"Apa kamu sudah berada jauh dari putriku?"
"Saat ini saya sudah berada di luar vila dan jauh dari putri anda."
"Tolong berikan laporan singkat tentang keadaan di sana."
Karl langsung meminta Yuda untuk memberinya laporan tanpa basa-basi. Sebagai seorang kepala keluarga dari keluarga paling berpengaruh di Elisien, Karl tahu bahwa Yuda saat ini berada dalam satuan kepolisian yang diberi wewenang khusus bisa melakukan penyelidikan secara individu. Mendengar bahwa orang sepertinya datang, sepertinya masalah ini bukanlah sesuatu yang biasa.
Yuda langsung memberikan laporan dari apa yang selama ini dia alami dan lakukan namun dia tidak memberitahu beberapa detail yang memang harusnya menjadi rahasia pihak kepolisian. Meski begitu Karl yang mendengar penjelasan Yuda bisa mengerti dengan baik garis besarnya.
Di dalam vila, Yuriel terlihat memegang tangan Liyuna dengan sangat erat. Yvette juga terlihat menangis ketika melihat Liyuna yang terluka. Dia merasa sangat bersalah karena telah menyarankan liburan di tempat ini namun Liyuna tidak menyalahkan Yvette. Kejadian ini tidak ada hubungannya dengan Yvette, Liyuna tahu betul akan hal itu karena di dalam game, segala sesuatu terjadi karena Yuriel. Ada kemungkinan bahwa target dari orang-orang tersebut sebenarnya adalah Yuriel karena di dalam game, gadis itu juga telah mengalami banyak hal yang mengerikan.
Namun Liyuna tidak tahu bahwa target sebenarnya adalah dia. Mereka adalah pembunuh bayaran profesional yang di sewa untuk membunuh Liyuna, atau setidaknya membuatnya cacat.
Liyuna melupakan fakta bahwa alur game telah hancur berantakan akibat efek kupu-kupu yang disebabkan atas tindakannya sendiri.
Beberapa saat kemudian, Yuda kembali ke dalam dan meminta semuanya untuk tetap waspada karena mereka tidak tahu jika pembunuh bayaran yang datang memutuskan untuk meninggalkan misi mereka atau tidak.
Saat ini situasi sudah tidak terlalu tegang, namun Yuda tidak bisa menurunkan penjagaannya begitu saja karena di dalam vila ini hanya dia yang bisa bertarung. Dia mengambil pistol revolver yang ia sembunyikan dibalik mantel yang dipinjamkan pada Liyuna untuk mengecek apakah masih ada peluru.
Tak lama setelah itu, bala bantuan yang telah Karl janjikan datang. Karl memarkirkan mobilnya tepat di depan vila dan mengetuk pintu.
Yuda yang ada di dalam dan tidak mengetahui situasi di luar menjadi sangat waspada. Dengan langkah perlahan ia mendekat kearah pintu dan membukanya, tidak lupa dengan menodongkan pistol kearah orang yang mengetuk pintu.
Melihat Yuda menodongnya dengan pistol, Karl mengangkat kedua tangannya sebagai tanda bahwa dia tidak akan menyerang. Setelah mengkonfirmasi identitas sebenarnya dari orang yang mengetuk pintu, Yuda langsung menurunkan senjatanya.
Yuda mempersilahkan Karl untuk masuk namun Karl tidak langsung masuk begitu saja. Dia memerintahkan puluhan personel yang datang padanya untuk menyusuri tempat ini dan mencari sisa-sisa pembunuh bayaran yang hampir melukai putrinya. Sebagain personel lainnya berjaga di sekitar vila, lengkap dengan senjata api yang bisa melindungi mereka.
Karl masuk ke dalam vila, langsung menuju ke tempat Liyuna berada. Liyuna yang melihat Karl langsung berlari kearahnya.
"Papa!" Liyuna memeluk Karl dengan sangat erat, begitu juga dengan Karl.
"Kamu bertahan dengan baik." Karl mengelus puncak kepala Liyuna dan hal ini membuatnya merasa aman.
"Humm..."
Setelah semua sudut ditelusuri, Karl mendapat laporan bahwa orang-orang yang melukai Liyuna sudah kabur dan meninggalkan jasad seorang laki-laki yang kepalanya tertembus peluru.
Karl meminta anak-anak untuk masuk ke dalam mobil, Liyuna yang terluka dibantu berjalan oleh Yvette dan Allen sedangkan Yuriel memutuskan tinggal bersama dengan Karl.
"Paman maafkan aku." Ucap Yuriel, dia berdiri di samping Karl. Wajahnya terlihat sangat lesu dan dipenuhi rasa bersalah.
Karl tidak menatap Yuriel, ia terus memandang ke depan dimana personal bantuan yang dia kerahkan sedang melaksanakan tugas mereka, dipimpin oleh Yuda yang memiliki pengalaman dalam melakukan penyelidikan.
"Tidak ada kata lain kali." Ucap Karl, dia menoleh kearah Yuriel.
Ekspresi Yuriel seketika berubah setelah mendengar ucapan Karl. Dia memasang wajah yang cukup serius dan sudah membulatkan tekadnya.
Sejak awal dia memutuskan untuk datang ke kediaman Castris hanya untuk satu tujuan dan itu tidak akan berubah.
"Aku mengerti. Aku juga tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi lagi pada kak Yuna."
Setelah itu Yuriel ikut bergabung bersama dengan Liyuna dan yang lainnya. Di perjalanan, mereka tertidur karena kelelahan. Mobil yang mereka tumpangi di kawal oleh personel yang Karl panggil dan berada ditengah-tengah untuk keamanan.
Hari ini malam terasa sangat panjang. Liyuna yang telah melalui banyak hal tertidur lelap di dalam mobil bersama dengan yabg lainnya.
Semua yang terjadi hari ini tidak akan di publikasikan dan akan di tutup rapat-rapat oleh keluarga Castris. Mereka tidak ingin membuat orang yang ingin berbuat jahat pada keluarga Castris semakin bersemangat ketika mendengar berita penyerangan Liyuna.
Kejadian ini bukanlah akhir dari semuanya, melainkan awal dari segalanya. Semuanya akan berkumpul di satu tempat untuk bekerjasama melawan kegelapan yang menyelimuti kota Elisien.
Tirai kebenaran nantinya akan tersingkap menampakkan kenyataan yang sebenarnya. Kabut seperti menyelimuti keluarga Castris, menyembunyikan kebenaran yang bahkan Liyuna sendiri tidak ketahui.
Musim dingin tahun ini dikatakan akan turun salju yang begitu lebat. Ditengah-tengah itu semua, tragedi besar akan mengguncang seluruh negeri. Meski Liyuna telah memainkan game Red String sebelumnya, dia tidak akan tahu tentang kejadian tersebut karena memang tidak pernah disebutkan secara eksplisit.
Ketika salju berjatuhan di atas tanah Elisien, seorang pemuda yang baru menyelesaikan studi nya di sebrang benua mendapat berita mengejutkan.
Mobil yang Liyuna tumpangi akhirnya sampai di kediaman Castris. Pelayan mengantar anak-anak untuk masuk untuk diperiksa oleh dokter dan psikolog yang telah dipanggil sebelumnya.
Sara yang baru menerima berita mengenai Liyuna langsung bergegas pulang, meninggalkan seluruh pekerjaannya untuk menemui putri kesayangannya.
Melihat tubuh kecil Liyuna yang dipenuhi oleh luka, Sara tidak kuasa menahan air matanya. Sara menggenggam tangan Liyuna dengan erat sembari meminta maaf.
Liyuna tersenyum lembut kepada Sara, mencoba untuk meyakinkannya bahwa dia baik-baik saja. Setelah semua lukanya diobati, Liyuna menunggu giliran untuk diperiksa keadaan mentalnya oleh psikolog.
Dia menunggu di luar kamar bersama dengan Yuriel dan Allen. Yvette keluar dari ruangan dan meminta Liyuna untuk masuk.
Setelah semua pemeriksaan berakhir, keluarga Castris secara khusus mengantar Allen dan Yvette ke kediamannya masing-masing. Mereka setuju bahwa kejadian hari ini akan menjadi rahasia kecil mereka dan tidak akan memberitahu siapapun termasuk keluarga mereka.
Sara berbicara dengan psikolog dan menanyai keadaan mental anak-anak.
"Nona Yvette sepertinya mengalami syok berat dan harus di dampingi dengan baik oleh keluarganya, lebih baik Nyonya memberitahu keluarganya tentang masalah ini supaya dia bisa ditangani dengan tepat."
Mendengar hal ini Sara kembali memikirkan keputusan mereka untuk tidak memberitahu keluarga lain. Psikolog memang benar, seharusnya mereka jangan terlalu egois demi kebaikan anak-anak.
"Untuk Tuan Muda Allen, dia juga mengalami hal yang sama namun sepertinya tidak akan ada masalah yang berkepanjangan. Dia masih bisa berpikir dengan rasional dan kemungkinan tidak akan ada menimbulkan trauma."
Bagi Allen kejadian itu memanglah sangat mengerikan dan membuatnya sedikit syok namun Allen bisa menenangkan dirinya karena yang terpenting adalah Liyuna baik-baik saja dan tidak ada korban jiwa.
"Untuk Nona Yuriel, saya bingung harus berkata apa."
"Ada apa dengan Yuriel? Apa dia akan memiliki gangguan PTSD [1]?"
"Tidak, bukan itu maksud saya."
Psikolog menjelaskan tentang keadaan mental Yuriel yang sedikit tidak stabil. Psikolog mengatakan bahwa Yuriel kemungkinan besar memiliki ketakutan ditinggalkan oleh seseorang yang dia sayangi dan hal ini menyebabkan keadaan mental nya menjadi sedikit tidak stabil jika tidak sengaja terpicu oleh sesuatu. Menurut psikolog, Yuriel sepertinya keadaan ini terpicu oleh peristiwa yang baru saja menimpa mereka dan mengambil kesimpulan bahwa Yuriel takut kehilangan Liyuna.
"Apa mungkin, Nona Yuriel mengalami kehilangan seseorang yang ia sayangi berulang kali?"
"Saya tidak tahu tentang hal itu karena Yuriel tidak pernah cerita namun saya dengar dari suami saya bahwa ayah Yuriel sedang sakit parah dan Ibunya juga sudah tidak ada."
"Mungkin itu juga bisa jadi penyebabnya. Nona Yuriel pasti sudah mengaggap Nona Liyuna sebagai keluarganya, karena itulah dia menjadi seperti ini."
Lalu psikolog mengatakan bahwa keadaan Liyuna juga tidak terlalu baik walau dia terlihat stabil di depan. Kemungkinan besar untuk sementara waktu ini dia akan mendapat mimpi buruk akibat kejadian ini.
Setelah psikolog pergi, Sara langsung menemui Liyuna dan menemaninya tidur. Malam itu Liyuna terus dihantui dengan mimpi buruk akan kematiannya.
TBC
[1] Post-Traumatic Stress Disorder adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan (alodokter.com)