
Setelah beberapa kali memberi salam dan berinteraksi dengan para tamu, Liyuna sudah bisa merasa bahwa tubuhnya mulai lelah. Ia diam-diam pergi ke taman belakang dan menghindari orang-orang yang ingin berkenalan dengannya, menjadikan Yuriel sebagai tameng.
Meski bersosialisasi sangatlah penting, Liyuna yang dulu hidup sebagai orang biasa merasa tidak terbiasa dengan lingkungan seperti itu. Anehnya, meski Yuriel juga berasal dari lingkungan biasa, dia visa dengan sangat cepat beradaptasi, hal ini membuat Liyuna dengan mudah mengalihkan semua perhatian orang padanya. Mungkin halo dari pemeran utama sangat kuat sehingga Yuriel bisa melakukan apapun dengan begitu sempurna.
Tubuh Liyuna sedikit gemetar karena hawa dingin yang terlalu menusuk tulang. Gaun yang ia pakai tidak bisa menjadi tameng dari udara di musim dingin namun Liyuna juga tidak ingin berlama-lama ada di dalam. Ia merasa lelah jika harus menyapa semua orang terus menerus.
Langkah kakinya terhenti ketika Liyuna melihat ada seseorang yang berdiri di tengah-tengah kebun bunga matahari. Liyuna berniat duduk di bangku yang ada di taman namun jika ada orang disini, dia tidak bisa melakukannya.
Orang tersebut terlihat memegang setangkai bunga matahari yang ukurannya lebih besar dari wajahnya. Rambutnya tersinari cahaya rembulan yang membuatnya terlihat sangat indah, ia memiliki kulit putih yang sehat dan juga tubuh yang cukup tinggi. Kalau di lihat dari perawakannya, dia pasti berumur belasan.
Liyuna berjalan perlahan, berniat untuk mendekat agar bisa melihat wajahnya namun belum sampai sepuluh langkah, ia kembali menghentikan langkah kakinya.
Liyuna sangat mengenali orang yang ada dihadapannya saat ini. Dia adalah salah satu target dan rute terakhir yang dimainkannya sebelum masuk ke dunia Red String.
Yuda Harvenhelt.
Merasa seperti ada yang melihatnya, Yuda menoleh ke samping. Ia sedikit terkejut melihat Liyuna berdiri dihadapannya karena sebelumnya dia tidak pernah sekalipun bertemu dengan Putri Castris yang sangat terkenal itu. Dalam berbagai macam acara, Liyuna selalu tidak menampakkan diri dengan alasan kesehatannya yang tidak baik.
"Kegembiraan dan keceriaan."
"???"
Ucapan Yuda memecah keheningan, Liyuna yang terkejut karena Yuda tiba-tiba membuka suara tidak tahu harus bereaksi seperti apa.
Sadar bahwa Liyuna kebingungan, Yuda langsung melanjutkan ucapannya.
"Dalam bahasa bunga, bunga matahari memiliki arti seperti itu."
Liyuna terlihat mulai sedikit mengerti apa maksud dari ucapan Yuda. Menurutnya, Yuda terlihat sangat cocok dengan bunga matahari. Bukan karena sifatnya, melainkan karena rambutnya yang berwarna ash-brown sangat cocok dengan warna kuning dan coklat dari bunga matahari.
Yuda berjalan mendekati Liyuna dan hal itu membuatnya sedikit terkejut. Meski sudah memutuskan untuk berteman dengan para target, Liyuna masih merasa sedikit khawatir.
Yuda memegang tangan Liyuna dengan lembut dan memberikan bunga matahari itu padanya.
"Maaf telah memetik dengan seenaknya. Bunga ini terlihat sangat cocok untukmu."
Liyuna memikirkan ucapan Yuda dengan serius. Menurutnya bunga matahari tidak terlalu cocok dengannya karena di bukan ora yang ceria maupun orang yang bisa membuat orang lain merasa gembira. Jadi, dari mana Yuda mendapat kesimpulan bahwa bunga ini cocok untuknya?
"..."
Sejauh yang Liyuna ingat, Yuda dan Liyuna asli bertemu ketika Yuda sudah menjadi seorang detektif. Pertemuan mereka adalah sesuatu yang tidak disengaja karena saat itu ada seseorang yang mencoba untuk menculik Liyuna dan Yuda kebetulan ada di dekat sana dan menolongnya.
Namun alur itu kini berubah, Liyuna yang masih berumur 8 tahun sudah bertemu dengan Yuda yang saat ini berumur 15 tahun masih duduk di bangku kelas 3 SMP.
Belum sampai Liyuna selesai berpikir, Yuda sudah memberinya salam secara resmi dengan mencium telapak tangannya. Jika di lihat orang dari negara lain, apa yang dilakukan Yuda pasti terlihat sangat memalukan, apa lagi Liyuna adalah anak dibawah umur.
"Senang bertemu denganmu, Nona Castris."
"Senang bertemu dengan juga... er.."
Meski Liyuna tahu bahwa dia adalah Yuda namun di kehidupan yang sekarang mereka belum pernah bertemu sebelumnya, setidaknya secara resmi. Liyuna pernah menanyakan arah kamar mandi dulu, namun itu tidak dihitung bukan? Makanya Liyuna berusaha berpura-pura tidak mengenalinya.
"Yuda Harvenhelt."
"Senang bertemu denganmu juga, Tuan Muda Harvenhelt." Ulang Liyuna.
Yuda melepaskan tangan Liyuna dan tersenyum. Liyuna langsung tahu ketika melihat senyumnya, itu adalah senyuman yang tak sampai pada matanya. Sebuah senyuman yang dipaksakan. Liyuna tidak tahu kenapa Yuda seperti itu karena seingatnya, di game Yuda memiliki sifat yang ramah dan mudah bergaul dengan siapapun. Dibanding dengan target lain, Yuda adalah orang yang paling banyak memiliki teman dari berbagai kalangan. Jadi apa yang Liyuna lihat saat ini sangatlah berbanding terbalik dari fakta yang ia ketahui dalam game.
"Kenapa Tuan Muda ada disini?" Tanya Liyuna yang penasaran mengapa orang seperti Yuda yang selalu berinteraksi dengan orang lain ada di taman sepi ini.
"Itu..." Liyuna agak ragu untuk memanggil Yuda dengan namanya secara langsung karena mereka baru bertemu dan mengenal satu sama lain.
"Tidak usah khawatir, aku juga akan memanggilmu Liyuna, bagaimana?"
"Baiklah aku mengerti, Yuda."
Setelah itu, Yuda mengajak Liyuna untuk duduk di bangku yang ada di taman karena ia tidak bisa membiarkan Liyuna berdiri terus menerus. Liyuna langsung menyetujuinya karena kakinya sudah sangat lelah karena sejak tadi harus berdiri untuk menyapa tamu yang datang.
"Kamu belum menjawab pertanyaanku barusan." Ucap Liyuna kembali mengingatkan Yuda bahwa dia belum menjawab pertanyaan yang tadi ia lontarkan.
"Aku hanya ingin menghirup udara segar, aku merasa lelah di dalam."
Setelah dilihat dari dekat, ada mata panda yang sangat jelas dibawah mata Yuda. Sepertinya dia memang benar-benar sedang kelelahan san ingin beristirahat.
"Kamu sendiri kenapa ada disini?"
"Aku tidak terlalu suka pesta." Liyuna menjawab dengan jujur.
Di kehidupannya gang terdahulu, dia tidak pernah yang namanya menghadiri pesta, apa lagi pesta dengan skala besar yang dihadiri banyak orang-orang penting. Liyuna sebagai orang biasa sulit beradaptasi dengan perubahan gaya hidup yang tiba-tiba, lagi pula dia baru dua tahun ada di dunia yang baru ini.
Yuda terkekeh mendengar ucapan Liyuna, "Aku bisa melihatnya."
"Apa begitu kelihatan?"
"Tidak juga, tapi untuk orang yang teliti pasti mudah untuk mengetahuinya."
"Jadi, kau orang yang teliti?"
"Hmm.. tentu saja, suatu hari nanti aku akan menjadi detektif yang hebat. Jadi, jika aku harus bisa membaca gerak gerik seseorang bukan?"
Itu adalah kebenaran. Yuda yang ada di dalam game adalah seorang detektif muda yang begitu hebat. Bahkan dia masuk dalam sebuah tim rahasia yang bergerak dibawah pemerintah secara langsung dan memiliki banyak sekali pencapaian luar biasa.
Hal ini dikarenakan dia memiliki sedikit kelebihan dari pada orang lainnya, dia diberkahi dengan ingatan fotografis atau lebih dikenal sebagai photography memory.
Dengan kelebihannya itu, dia mampu menjadi yang terbaik diantara orang lain dengan profesi yang sama. Yuda adalah rute terakhir yang Liyuna mainkan sebelum berada di dunia Red String. Di rute ini lah, kita bisa melihat sedikit mengenai tokoh Hajun dan disinilah si wanita jahat Liyuna mati karena meminum racun.
Itu adalah racun yang seharusnya Yuriel minum, namun sayangnya pihak developer seperti membenci Liyuna dan membuatnya meminum racun tersebut menggantikan Yuriel.
Untuk kesekian kalinya, Liyuna mati dalam game menggantikan Yuriel.
'Kalau diingat-ingat, Liyuna memilih mati hanya di rute Zion.'
Pikir Liyuna ketika ia mulai mengingat kembali bagaimana Liyuna dalam game mati sedangkan rute Allen maupun Yuda, Liyuna selalu mati menggantikan Yuriel.
Happy ending Yuriel dalam dua rute tersebut mengharuskan Liyuna mati dan happy ending dalam rute Zion membuat Liyuna memilih untuk mati.
Karena sekarang Liyuna tidak menyukai Zion dan tidak mungkin memilih mati karenanya, bukan kah lebih baik jika Yuriel berakhir dengan Zion dibanding dengan Allen maupun Yuda?
Wajah Liyuna terlihat sumringah ketika ia menyadari bahwa ada rute aman yang bisa ia ambil supaya tidak mati. Selama ini ia susah payah memikirkan cara untuk berteman dan menjalin hubungan baik dengan para target namun ternyata ada car ayang lebih mudah yaitu membuat Yuriel menyukai Zion dan berakhir dengannya. Dengan begitu, dirinya akan baik-baik saja karena dia tidak akan mengikuti langkah Liyuna yang ada dalam game.
Itu adalah cara yang cemerlang.
Yuda menatap Liyuna yang tiba-tiba terlihat bahagia tanpa alasan. Ia berpikir bagaimana bisa Liyuna terlihat begitu senang itu tanpa sebuah alasan yang jelas. Penilaian Yuda tidak pernah salah, sejak pertama kali dia melihat Yuna, ada sesuatu yang berbeda darinya.
Sesuatu yang tidak dimiliki anak berumur delapan tahun pada umumnya.
TBC