Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 137 - Red Diamond



Kepanikan melanda kediaman Castris.


Karl mengumpulkan seluruh bawahannya untuk mencari keberadaan Liyuna.


Sedangkan Sara tak bisa berhenti menangis ketika tahu kalau putrinya telah diculik.


Disebelahnya, ada Yuriel yang juga terlihat sangat syok. Sepertinya saat ini dia sedang menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menyadari hal ini dengan cepat.


Drrrt....


Drrrt.....


Ponsel Yuriel bergetar.


Dia sudah tidak ada tenaga untuk mengangkatnya namu ketika membaca siapa nama pemanggil, Yuriel tanpa ragu menekan tombol hijau.


Dia berjalan keluar, mencoba menjauh dari Sara yang sedang ditenangkan oleh para pelayan.


"Apa yang terjadi?"


Tanya Allen dari seberang sana.


Yuriel langsung menjelaskan apa yang terjadi padanya. Sepertinya berita penculikan Liyuna sudah sampai pada keluarga peringkat atas.


"Bukankah kau bersamanya? Bagaimana bisa ini terjadi?"


"Aku turun di perusahaan Paman, aku tidak bersamanya saat itu...."


Yuriel menjeda ucapannya. Dia tampak sangat khawatir dan tidak bisa berpikir dengan jernih lagi.


"Bagaimana ini? Tidak ada yang berubah. Apapun yang aku lakukan tidak bisa mengubahnya."


Allen tampak terdiam. Dia tidak menanggapi luapan putus asa dari Yuriel.


Disisi lain, Liyuna masih tak sadarkan diri.


Kedua tangannya diikat dengan sebuah tali dengan begitu kuat. Sedangkan matanya ditutup dengan kain hitam.


Penculik yang berhasil membawa Liyuna saat ini sedang fokus menyetir. Lalu, rekannya berada di samping  Liyuna.


Kalau-kalau Liyuna nanti sadar.


Semoga saja dia tidak sadar secepat itu karena perjalanan masih sangat panjang.


Mereka saat ini sedang dikejar oleh waktu. Jika tidak secepatnya keluar dari kota, mereka pasti akan ditangkap oleh intelijen keluarga Castris.


Mereka harus segera membawa target ke tempat yang telah ditentukan oleh bos yang memberi mereka perintah.


Semua demi memenuhi keinginan orang itu.


...***...


"Tolong perlihatkan kartu undangan anda."


Di sebuah pelabuhan, bersandar kapal pesiar yang hendak berlayar. Terlihat ada banyak orang berusaha untuk naik ke kapal tersebut.


Tentu saja, untuk naik ke kapal itu membutuhkan undangan khusus. Tidak sembarang orang bisa naik dengan mudah.


Mereka harus menunjukkan undangan tersebut sebelum naik.


Red Diamond. Itulah nama kapal pesiar tersebut.


Sebuah kapal pesiar mewah yang berlayar sebulan sekali. Hanya orang-orang tertentu yang bisa menaikinya.


Dan dalam setiap pelayaran, ada sebuah event yang sangat dinanti-nantikan. Hanya di Red Diamond event itu diadakan.


Orang kaya dari seluruh dunia berlomba-lomba untuk mendapatkan surat undangan untuk menaiki kapal tersebut.


Sebuah event pelelangan terbesar di Asia diadakan di kapal tersebut. Barang seperti apapun, pasti akan ada disana.


Para kolektor yang berasal dari seluruh dunia tentu saja berusaha untuk menghadiri event pelelangan tersebut.


Bagaimanapun caranya, mereka harus bisa masuk dan bergabung.


Ada sebuah peraturan jika kau ingin menaiki Red Diamond.


Yang pertama, tentu saja surat undangan. Itu adalah hal paling penting yang bisa memberikan akses pada siapapun yang ingin naik ke kapal pesiar.


Yang kedua, para tamu wajib datang mengenakan topeng. Karena disana juga akan diadakan sebuah pesta topeng.


Yang ketiga, tidak boleh membawa senjata apapun. Para tamu akan dicek dengan sangat teliti, jadi menyembunyikan senjata bukanlah sebuah pilihan yang bagus. Karena kalau ketahuan bisa-bisa nama mereka akan kena blacklist selamanya.


Dan yang keempat adalah semua informasi mengenai Red Diamond bersifat rahasia. Siapapun yang berhasil mendapatkan undangan untuk menaiki Red Diamond harus merahasiakan apa yang terjadi selama berada disana.


Jika ada satu kata keluar dari mulut mereka, maka keesokan paginya tubuh mereka akan hilang tanpa jejak.


Terlihat ada banyak sekali yang mengantri untuk menaiki Red Diamond.


Tentu saja, aktivitas malam ini tidak diketahui oleh orang luar. Hanya mereka yang mendapat undanganlah yang tahu akan jadwal keberangkatan Red Diamond.


Di atas kapal, sudah dipenuhi dengan para konglomerat dari berbagai belahan dunia.


Mereka datang acara dengan menyembunyikan identitas masing-masing.


Red Diamond memiliki 2 area yang disebut dengan area luar dan area dalam.


Area luar adalah tempat dimana pesta topeng diadakan. Tempat itu diperuntukkan bagi orang-orang yang ingin bersenang-senang dan membangun koneksi.


Sedangkan area dalam adalah tempat diadakannya pelelangan. Hanya orang-orang yang telah memenuhi kualifikasi yang bisa bergabung dalam acara tersebut.


Satu persatu tamu yang telah melalui uji kualifikasi masuk melalui sebuah lorong yang sama. Mereka dipandu untuk menuju ke sebuah aula besar yang berada di tengah.


Beep... Beep...


Alat pelacak elektronik berbunyi ketika seorang tamu membawa ponsel ataupun device lainnya bersama dengan dirinya.


Para penjaga dengan sigap meminta tamu tersebut untuk meninggalkan elektronik yang mereka bawa di luar.


"Apa kenapa seperti itu?" Tanya tamu tersebut dengan tidak sabar.


Dia tidak mengerti kenapa harus meninggalkan barang berharganya di luar.


"Itu sudah menjadi peraturan."


"Aku tidak mau! Memangnya kalian mau bertanggung jawab jika barangku hilang?" Teriaknya dengan nyolot.


Tamu yang berdiri dibelakangnya, terlihat terganggu dengan tindakan tamu wanita tersebut.


"Apa anda baru pertama kali menghadiri acara pelelangan?" Tanyanya.


Wanita tersebut memandang pria yang berbicara kepadanya. Dia memiliki perawakan yang tinggi dan rambut yang tersisir rapi.


Sudah pasti kalau siapapun yang menghadiri acara ini bukanlah orang sembarangan. Namun pria yang ada dibelakangnya ini memancarkan aura yang berbeda dari orang lain.


"I-itu benar! Memangnya kenapa?!"


"Lebih baik anda mengikuti peraturan yang ada. Jangan menganggu tamu yang lain." Ucapnya memperingatkan.


Pria itu menyerahkan ponselnya ke petugas.


"Silahkan masuk."


Meninggalkan wanita keras kepala itu dibelakangnya.


Orang-orang yang baru pertama kali menghadiri pelelangan memang memuakkan.


Mereka bertingkah seolah-olah merekalah pemilik tempat ini.


Di ujung lorong, pria tersebut disambut oleh ribuan kursi yang menghadap ke sebuah panggung.


Aula tengah kapal Red Diamond digunakan secara eksklusif untuk acara ini.


Tentu saja, identitas dan wajah tamu adalah rahasia. Bahkan para tamu diperbolehkan menggunakan voice changer untuk menghadiri acara ini.


Satu persatu tamu datang dan memenuhi kursi.


Berdasarkan pamflet yang diberikan, diakhir acara pelelangan ini akan ada sesuatu yang sangat spektakuler.


Semua orang menunggu akan hal itu karena pihak penyelenggara tidak pernah mengecewakan mereka.


Begitu pula dengan pria satu ini. Dia disini karena tertarik dengan satu hal. Dia memiliki agenda rahasia yang harus dilakukan dengan hati-hati.


Tangannya yang terbalut oleh sarung tangan kulit memegang papan angka yang nantinya akan digunakan dalam pelelangan.


Dia menatap panggung yang masih gelap dengan kedua matanya yang tidak memunculkan ekspresi apapun.


Malam terasa begitu panjang.


Dan acara yang sebenarnya akan segera dimulai.


"Aku harap semua berjalan dengan lancar." Ucap pria itu lirih.


Dalam kegelapan, tidak ada yang bisa melihatnya dengan jelas. Namun ada yang aneh dari sarung tangan yang dipakai oleh pria tersebut.


Jumlah jarinya tidak sesuai.


Sarung tangan sebelah kanan hanya memiliki 4 jari.


TBC