
Malam itu, sebelum gong tahun baru berbunyi dan sebelum bom meledak di persimpangan Elisien, Karl terlihat sangat sibuk di ruang kerjanya.
Beberapa kali ia membolak-balikkan berkas dan memberi tanda dengan pulpen merah.
Sebelum berganti tahun, sebenarnya Karl berharap untuk menghabiskan waktu bersama dengan keluarganya namun sayangnya urusan perusahaan tidak bisa di tunda. Banyak sekali kontrak bisnis yang bernilai milyaran bahkan triliunan. Karl sebagai Presdir tidak bisa main-main dalam menghadapi kontrak tersebut.
Jika sampai Castris Group terkena dampak buruk karena kinerjanya, Karl tidak bisa membayangkan sebanyak apa karyawan yang akan terkena imbas. Dia tidak ingin membuat karyawan yang setia dan kompeten dalam perusahaan menderita.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Di lantai ini hanya terdapat ruang kerja Karl dan juga sekretarisnya, Tian.
Mendengar suara tersebut, Karl langsung mempersilahkan masuk.
"Masuk."
"Presdir, Tuan Eldo baru saja menghubungi dan ingin bertemu dengan anda."
Karl menghentikan apa yang ia lakukan sejenak. Dia terlihat sedikit terkejut mendengar bahwa Eldo ingin bertemu dengannya. Sejauh ingatannya, Castris dan Ravenray tidak memiliki proyek bersama dalam tahun ini.
Jadi, mengapa dia ingin bertemu dengannya?
"Beritahu padanya untuk bertemu besok pukul 10 pagi setelah meeting selesai."
"Maaf Presdir, tapi Tuan Eldo bersikeras untuk bertemu saat ini juga."
"Saat ini?"
"Benar, beliau sudah menunggu di ruang tunggu."
Karl memijit dahinya perlahan karena merasa pusing. Karena Eldo sudah berada disini, mau tidak mau Karl harus langsung menemuinya.
Dia tidak memiliki hubungan buruk dengan Eldo. Mungkin hubungan mereka sedikit memanas saat Allen tidak sengaja melukai Liyuna di masa lalu, namun melihat banyaknya dokumen yang harus dia selesaikan, Karl merasa sedikit enggan bertemu.
"Kalau begitu, antar dia ke ruanganku sekarang juga."
"Dimengerti."
Sekretaris Tian membungkukkan sedikit tubuhnya dan langsung keluar ruangan. Setelah itu ia langsung menghubungi pihak terkait dan memintanya untuk langsung datang ke lantai dimana ruang kerja Karl berada.
Karl menghentikan sementara pekerjaannya. Ia melepas kacamata ber-frame emas yang ia pakai dan meletakkannya ke meja. Setelah itu Karl berjalan menuju sofa yang biasanya digunakan untuk menerima tamu. Ia menunggu hingga Eldo sampai ke tempat ini.
Tak berapa lama kemudian, Eldo sampai.
"Silahkan duduk."
Eldo duduk di sofa yang bersebrangan dengan Karl sehingga mereka berdua dapat duduk saling berhadapan.
"Ada perlu apa Presdir Raven Group kemari? Seingat saya, kita tidak memiliki proyek bersama di tahun ini."
"Benar, kita tidak ada proyek bersama di tahun ini. Sebelumnya saya ingin meminta maaf karena datang tanpa membuat janji terlebih dahulu."
"Tidak apa-apa, kebetulan saya sedang beristirahat. Anda ingin kopi atau teh?"
"Tidak perlu, saya akan langsung ke intinya saja. Apa hubungan Castris dan Cerberus?"
Karl mengernyitkan dahinya. Ia menatap Eldo dengan tatapan bertanya-tanya mencoba untuk mendengarkan ucapan Eldo selanjutnya. Namun setelah beberapa detik berlalu, Eldo tidak mengatakan apapun. Ia tidak bermaksud untuk memberitahu Karl secara langung apa maksud dari ucapannya.
"Apa maksud anda?"
"Seperti yang anda tahu, empat tahun yang lalu istri saya mengalami insiden pembunuhan yang disebabkan oleh Cerberus. Dalang dari kejadian ini disembunyikan dari publik dan hanya di ketahui oleh sebagian orang, salah satunya keluarga Castris karena Cerberus meninggalkan pesan yang menuju pada kalian."
"Lalu?"
"Saya melakukan penyelidikan selama empat tahun belakangan ini. Saya ingin tahu mengapa istri saya dibunuh dan mengapa mereka menargetkannya padahal jika dilihat dari pesan yang mereka tinggalkan, seharusnya Castris lah yang seharusnya menjadi target."
Eldo menghentikan ucapannya sejenak dan menatap Karl.
"Lalu saya menemukan sebuah fakta yang cukup mengejutkan." Lanjutnya.
Karl terlihat menyipitkan matanya mendengar ucapan Eldo. Dari arah pembicaraan yang sejak awal mereka lakukan, Karl sudah mengerti apa yang ingin dia katakan.
"Lalu, apa hubungannya dengan Castris. Keluarga kami tidak mungkin berhubungan dengan organisasi kriminal." Karl mengatakan hal itu dengan sangat tenang. Tidak ada kenaikan atau penurunan suara yang signifikan.
"Benar, tidak mungkin keluarga mulia seperti Castris memiliki hubungan dengan Cerberus. Namun--"
Eldo menatap kedua mata Karl. Atmosfir yang tadi terasa begitu tenang dan bersahabat mulai sedikit memanas.
"Sekitar 19 atau 20 tahun yang lalu, keluarga Castris pernah mengalami sebuah kecelakaan hebat. Itu adalah sebuah fakta yang benar-benar terjadi, bukan kah begitu?"
"Itu benar, keluarga kami memang pernah terlibat dalam insiden kecelakaan."
Karl membenarkan ucapan Eldo. Dia tidak mencoba untuk menyembunyikan fakta tersebut. Meski begitu, artikel dan berita yang mengabarkan tentang kecelakaan tersebut hampir tidak ada karena dihapus oleh kepala keluarga Castris pada saat itu.
"Itu ada sebuah berita besar kala itu namun anehnya, berita tersebut tiba-tiba menghilang dan redup begitu saja tanpa adanya penjelasan. Saya yakin keluarga Castris mencoba untuk meredam berita tersebut dengan kekuasaan mereka."
"Tentu saja, itu bukanlah begitu yang cukup menyenangkan."
"Saya juga mengerti akan perasaan keluarga anda namun saya menemukan sebuah artikel tua yang membahas tentang kecelakaan tersebut. Di dalam artikel itu menyebutkan korban yang tidak bisa selamat dalam kecelakaan tersebut."
"Itu benar, sopir pribadi kami kehilangan nyawanya saat kecelakaan tersebut terjadi."
"Selain sopir tersebut, ada korban lain selain dirinya bukan?"
Mendengar hal itu, Karl langsung menatap tajam Eldo.
"Harrioth Aerian Castris, adik anda juga kehilangan nyawanya dalam kecelakaan tersebut dan itu adalah alasan mengapa Castris sangat ingin mengubur berita mengenai kecelakaan tersebut. Castris tidak ingin ada yang tahu jika salah satu anggota keluarga mereka ada yang meninggal, benar bukan?"
Karl terdiam mendengar pertanyaan dari Eldo. Dia tidak berniat untuk mengkonfirmasi ataupun menyanggah hal itu. Karena itulah dia hanya terdiam.
Sekitar 19 atau 20 tahun yang lalu, keluarga Castris memang mengalami sebuah kecelakaan hebat yang hampir merenggut nyawanya. Di dalam berita hanya disebutkan bahwa sopir mereka saja yang telah kehilangan nyawa maka dari itu tidak bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut karena keluarga Castris menutup perkara dengan damai.
Namun di dalam berita tersebut, terselip sebuah kebohongan. Korban jiwa yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan tersebut tidak hanya sopir pribadi keluarga Castris, namun anggota inti dari keluarga Castris juga menjadi korban.
Harrioth Aerian Castris, adik dari Karl yang lebih muda 3 tahun darinya. Kecelakaan terjadi ketika Karl masih berumur 21 tahun dan Harrioth yang baru saja menginjak umur 18 tahun belum diperkenalkan pada dunia luar. Karena itu lah tidak banyak yang tahu bahwa ada putra lain selain Karl di keluarga Castris. Banyak orang menganggap Karl adalah anak satu-satunya namun kenyataannya dia memiliki seorang adik laki-laki.
Sayangnya, adiknya itu telah meninggal dunia karena kecelakaan tersebut. Bahkan ia belum sempat dikenalkan pada dunia luar. Tidak ada yang mengetahui keberadaannya, ia seperti sebuah bayangan yang tidak pernah ada.
Kepala keluarga Castris sebelumnya, ayah dari Karl adalah seseorang yang sangat tegas. Dia membuat keputusan yang sangat berani dengan tidak membuat putranya terjun dalam dunia bisnis ketika masih dibawah umur. Maka dari itu, Karl sendiri baru bisa terjun dalam dunia bisnis ketika ia sudah berumur 18 tahun dan Harrioth yang saat itu baru saja berumur 18 tahun, belum sempat terjun ke dunia tersebut.
Meski Karl tidak memberi respon namun Eldo paham akan sikapnya. Karena itulah dia tidak bertanya lebih lanjut dan melanjutkan apa yang ada dipikirannya.
"Keterkaitan antara Castris dan Cerberus, saya pikir itu bermulai sejak keluarga anda terlibat dalam kecelakaan tersebut. Apakah keluarga anda sudah menjadi target sejak saat itu?"
"Eldo." Panggil Karl.
Eldo terlihat sedikit terkejut mendengar Karl memanggil namanya. Mereka adalah orang dari dunia yang sama dan sudah saling mengenal dalam waktu yang tidak sedikit. Ketika Karl memanggilnya dengan nama, itu berarti dia ingin menghapus formalitas yang selama ini mereka lakukan.
Meski telah mengenal begitu lama, Eldo tetap merasa terkejut dengan keberadaan adik Karl yang sudah meninggal. Dia tidak tahu kalau kepala keluarga Castris sebelumnya menyembunyikan keberadaan putra keduanya dati mata publik. Walau begitu, Eldo juga menyadari bahwa Karl sendiri baru dikenal ketika dia berusia 18 tahun. Kemungkinan terbesarnya, kepala keluarga Castris yang sebelumnya sengaja melakukan hal itu.
"Sebagai seseorang yang telah mengenalmu sejak lama, aku akan memberimu sebuah nasihat."
"..."
"Jangan pernah menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan Cerberus atau kau sendiri yang akan menanggung akibatnya."
"Apakah itu alasan mengapa istriku dibunuh?"
"Aku yakin kau tahu lebih dari siapapun. Jika bukan karena menyentuh Cerberus, mendiang istrimu pasti akan baik-baik saja."
"Aku tidak mengerti. Sejak saat itu aku terus mencari kebenaran. Istriku menyentuh Cerberus hanya karena sebuah ketidaksengajaan. Dia melakukannya karena peduli pada Allen yang terlibat sebuah insiden dengan putrimu di danau Alkelan. Tapi mengapa dia harus dibunuh? Itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal."
"Tidak peduli siapa orangnya, Cerberus akan menghapus eksistensi yang mereka anggap berbahaya. Cerberus menargetkan istrimu dan keluargaku karena alasan yang berbeda. Dalam kasus istrimu, mendiang Nyonya Almera telah menyentuh hal yang seharusnya tidak dia sentuh. Hal itu berbanding terbalik dengan kasus keluargaku. Cerberus, mereka menargetkan Castris karena kebencian."
Eldo terdiam sesaat mendengar ucapan Karl. Dia terlihat begitu serius ketika mengatakan hal itu. Eldo juga tidak menemukan ada kebohongan dalam ucapannya.
"Aku akan memikirkan kembali nasihat darimu."
TBC