Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 53 - Kembali



Tubuh Liyuna mulai merasa gemetar, ia secara refleks memeluk tubuhnya sendiri. Sepertinya ia harus masuk ke dalam untuk menghangatkan tubuhnya yang sudah mulai dingin.


Yuda melihat tubuh Liyuna gemetar karena kedinginan mulai melepas jas yang ia pakai dan melingkarkannya pada tubuh kecil Liyuna. Karena perbedaan bentuk tubuh, jas milik Yuda terlihat sangat kebesaran dipakai oleh Liyuna.


Liyuna sedikit terkejut melihat Yuda yang tiba-tiba saja memberikan jas miliknya namun ia tidak menolak karena Liyuna saat ini memang sedang sangat kedinginan.


"Terima kasih." Ucap Liyuna sembari menarik jas tersebut untuk menutupi tubuhnya yang mulai merasa kedinginan.


"Lebih baik kau kembali ke dalam."


Liyuna langsung berdiri dan sedikit membungkuk kearah Yuda sebagai tanda terima kasih dan juga perpisahan.


"Kau sendiri?"


"Aku akan disini sedikit lebih lama lagi, kau kembalilah tanpaku."


"Kalau begitu aku kembali ke dalam dulu."


Liyuna berjalan semakin menjauh menuju ruang utama tempat pesta diadakan. Tubuh kecilnya semakin lama semakin tidak terlihat oleh pandangan Yuda.


Yuda terlihat sedang menatap langit malam, ia menyenderkan punggungnya ke bangku. Otaknya kembali teringat tentang kejadian menyebalkan beberapa hari yang lalu. Ia masih tidak bisa menghilangkan rasa benci yang ia rasakan pada Eris.


Untung saja bisnis keluarga Harvenhelt  tidak bergerak dalam bidang ekonomi, jadi mereka tidak wajib datang ke pesta seperti ini. Mereka hanya perlu menampakkan salah satu anggota keluarga mereka saja, dengan begitu semua masalah teratasi.


Yuda sebagai anak termuda dari tiga bersaudara lah yang selalu mendapat tugas ini. Dia harus mengikuti berbagai macam pesta yang diadakan keluarga besar lainnya, terutama keluarga yang menjadi klien utama Harvenhelt. Yuda sebenarnya tidak terlalu menentang hal ini karena dia memang orang yang selalu senang mendapat kesempatan untuk berinteraksi dengan orang baru, apa lagi dengan seringnya ia mengikuti acara formal seperti ini dia bisa jauh dari Eris.


Kedua kakaknya adalah orang yang sangat sibuk, begitu juga orang tuanya. Yuda sebagai anak termuda dan masih berstatus pelajar dianggap memiliki banyak waktu luang dan diminta melakukan tugas ini.


Meski begitu, lama kelamaan Yuda juga merasa cukup lelah. Dia yang selama berada di rumah selalu bersikap seenaknya dan tidak mengikuti tata krama itu merasa sulit jika harus terus menerus bersikap formal dihadapan orang-orang. Walaupun bersembunyi dibalik topeng adalah keahliannya, dia hanyalah seorang manusia biasa yang juga bisa merasa lelah.


Pertemuannya dengan Liyuna adalah sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Terakhir kali dia melihat Liyuna adalah ketika pesta anniversary Ravenray, itu pun dia hanya melihat dari kejauhan dan ia tidak pernah melakukan kontak dengan Liyuna. Tadi adalah pertama kalinya Yuda bertemu dengan Liyuna dan berbicara dengannya.


Menurut Yuda, Liyuna adalah anak yang cukup menarik dan entah mengapa dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Liyuna. Yuda tidak tahu apa itu tapi suatu hari nanti semua akan terlihat dengan jelas.


"Liyuna Aria Castris, ya..." Gumam Yuda dengan suara lirih.


***


Liyuna terlihat berjalan memasuki ruang utama tempat pesta diadakan. Ia memegang ujung kerah dari jas milik Yuda.


Sesampainya di dalam ruangan, Liyuna menyapu seluruh sudut dengan kedua matanya dan berharap bisa menemukan Yuriel. Ketika kedua mata Liyuna menangkap sosok yang dia cari. Liyuna langsung berjalan menghampirinya dan kebetulan Yuriel saat ini sedang sendirian, hanya ditemani dengan sepotong eclair dan teh kamomil.


"Yuri..."


Yuriel menoleh kearah Liyuna yang memanggilnya, ia tersenyum melihat kakaknya sudah kembali dan datang menghampirinya.


"Kak Yuna!"


"Cobalah kue stoberi ini, rasanya sangat enak." Yuriel mengambilkan strawberry shortcake yang ada di meja dan memberikannya pada Liyuna.


Liyuna menerima kue pemberian Yuriel dengan senang hati dan mencoba makan sesuap. Rasa stoberi segara begitu terasa di lidah, ditambah rasa kaya dari krim membuat kuat stoberi ini semakin enak. Liyuna merasa puas dengan kue pilihan Yuriel.


Liyuna meras pandangan Yuriel terpaku padanya, "Ada apa?" Tanyanya.


"Kak, jas itu..." Yuriel menunjuk jas yang ada di bahu Liyuna.


"Ini milik Yuda."


Liyuna langsung sadar kalau Yuriel saat ini masih belum mengenal siapa Yuda, makanya dia terlihat kebingungan.


"Maksudku Tuan Muda Harvenhelt."


"Apa kalian dekat?"


"Hmm.. tidak juga." Jawab Liyuna sembari memasukkan sesuap kue stoberi ke mulutnya.


Entah kenapa wajah Yuriel jadi sedikit berubah, dia terlihat tidak seceria tadi.


"Benarkah?"


"Iya, aku baru bertemu pertama kali dengannya."


"Yuna, jas milik siapa yang kamu pakai?" Sara tiba-tiba datang dari belakang dan menepuk bahu Liyuna dengan ringan.


"Mama? Ah... ini milik Tuan Muda dari keluarga Harvenhelt."


"Yuda?"


"Benar, Ma."


"Kalian sudah saling bertemu?"


"Iya, tadi aku tidak sengaja bertemu dengannya di taman belakang."


"Yuna sayang, lebih baik kamu melepas jas itu dan menggantinya dengan selendang milik Mama." Sara melepas jas yang ada di bahu Liyuna dan menggantinya dengan selendang yang ia pakai.


Liyuna terlihat kebingungan dengan sikap Sara yang terkesan sangat tiba-tiba.


"Kamu tidak ingin ada rumor yang kurang menyenangkan beredar bukan?"


Liyuna langsung memahami maksud dadi ucapan Sara. Belum lama ini dia secara resmi dijadikan sebagai pewaris tunggal perusahaan terbesar di negara ini jadi orang-orang secara tidak langsung akan terus memperhatikannya. Jika seseorang melihat Liyuna memakai pakaian laki-laki yang tidak ada hubungan darah dengannya di tempat umum maka hal tersebut dapat menjadi percikan api yang nantinya akan membakar dirinya.


Seseorang bisa terluka hanya karena rumor tidak berdasar dan komentar sok tahu orang lain. Sebagai orang yang nantinya akan mewarisi Castris Group, Liyuna harus menghindari gosip murahan yang bisa melukainya.


"Maaf, Ma. Aku tidak berpikir sampai sejauh itu."


"Tidak apa-apa, Yuna kan masih sangat muda. Mama melakukan ini juga untuk melindunginya dan juga Tuan Muda Harvenhelt."


Sebelumnya Liyuna tidak pernah berpikir kalau dirinya yang masih kecil juga bisa terseret rumor namun setelah mendengar ucapan Sara, sepertinya itu bukan hal yang mustahil.


Meski masih kecil status Liyuna sangatlah tinggi, bisa dibilang dia menduduki kursi tertinggi dalam rantai makanan. Begitu juga dengan Yuda, posisi dan status yang ia miliki tak kalah dengan Liyuna jadi bukan hal mustahil jika keduanya bisa terlibat rumor hanya karena meminjamkan jas.


"Benar, kak Yuna harus berhati-hati dengan Tuan Muda Harvenhelt! Aku tidak mau kakak terluka." Yuriel yang sejak tadi menyimak pembicaraan Liyuna dan Sara merasa bahwa kakaknya harus jauh-jauh dari Yuda.


Apa lagi jika sampai Liyuna terlibat skandal, pasti hal itu akan menjadi sesuatu yang menyulitkan. Yuriel tidak ingin kakak yang ia sayangi hancur hanya karena skandal murahan. Liyuna adalah seseorang yang harusnya berdiri di puncak tertinggi, dia adalah seseorang yang berharga bagi Yuriel dan seseorang yang dengan mudahnya terlepas dari genggamannya.


Yuriel tidak ingin Liyuna kehilangan cahaya yang ia miliki. Cahaya yang berulang kali menyelamatkannya dan cahaya yang selalu menerangi setiap jalan yang ia lalui.


Jika seseorang menginginkan cahaya tersebut, orang itu harus mau menuruti peraturan yang ia buat. Lagi pula, dia tahu mengenai sesuatu yang tidak diketahui orang lain.


Sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri dan sebuah rahasia yang tidak terhitung berapa kali ia rasakan.


TBC