
Hari yang ditunggu-tunggu kini telah tiba. Prolog dari game Red String yang dahulu pernah dimainkan oleh gadis berumur 18 tahun itu kini sudah ada di depan matanya.
Musim berganti dengan sangat cepat hingga membuat Liyuna lupa bahwa saat ini adalah hari dimana Yuriel muncul. Liyuna menatap ayahnya yang sedang berdiri tidak jauh darinya.
Yuriel kecil terlihat sedang bersembunyi dibalik tubuh ayahnya, ekspresinya terlihat malu-malu namun juga menampakman sedikit rasa takut. Tentu saja, Liyuna tidak menyalahkannya. Dia dibawa ke tempat asing dan bertemu dengan seseorang yang nantinya akan ia sebut sebagai keluarga.
Liyuna yang melihat itu mencoba tersenyum ramah supaya bisa mengubah takdirnya. Dia harus berteman dengan anak itu jika ingin hidup. Lagi pula, Liyuna sudah menunggu hal ini terjadi sejak 2 tahun yang lalu. Dia sudah menyiapkan hatinya dan menerima semua ini dengan tangan terbuka.
"Apa maksud semua ini, Pa?" Sara bertanya dengan nada tidak percaya.
Melihat Karl tiba-tiba saja membawa anak kecil, membuat dia berpikir bahwa Yuriel adalah anak hasil selingkuhan suaminya dan hal itu membuatnya marah dan juga kecewa. Wajah Sara yang biasanya terlihat sangat baik berubah menjadi sangat masam, ia tidak bisa menyembunyikan perasaannya saat ini.
"Kenalkan ini Yuriel, Ma. Papa berniat ingin mengadopsinya supaya Yuna punya teman main." Karl memegang bahu Yuriel dan menyuruhnya berdiri di depannya, membuat Liyuna dan Sara dapat melihat wajah cantik anak berusia delapan tahun itu.
Pipinya terlihat bulat dan lembut, bibirnya berwarna merah muda dan rambutnya lurus dan berkilau, berbeda dengan rambut Liyuna yang bergelombang. Kedua matanya terlihat sangat besar dan bercahaya, benar-benar pantas disebut sebagai tokoh utama wanita. Anak itu adalah Yuriel, tidak salah lagi.
"Sepertinya kita perlu berbicara secara empat mata." Ucap Sara.
Wajahnya memerah karena marah, kedua tangannya mengepal dengan sangat keras hingga membuat telapak tangannya berdarah karena kuku menusuk dengan cukup dalam.
Sara tahu lebih dari siapapun bahwa bertengkar dihadapan anak-anak hanya akan menimbulkan trauma untuk mereka. Karena dari itu dia mencoba untuk menyembunyikan amarah dan bersikap tenang, namun wajahnya tidak bisa berbohong. Sebagai seorang istri dan seorang ibu, Sara merasa terkhianati. Pria yang selama ini ia cintai dan percayai kini mengkhianatinya. Hati Sara telah terbutakan oleh amarah hingga ia tidak bisa berpikir dengan jernih.
Ketika Karl melihat istrinya, ia tahu bahwa istri yang ia cintai itu merasa marah dan kecewa padanya. Apa lagi ketika melihat wajahnya yang memerah karena amarah itu, justru aneh jika dia tidak tahu. Lebih dari siapapun, Karl paling memahami Sara. Wanita cantik yang saat ini berstatus menjadi istrinya adalah wanita yang baik dan penyayang. Namun ada garis yang tidak boleh Karl lewati, yaitu mengkhianati kepercayaannya dan membohonginya. Kali ini, Karl melakukan keduanya.
Walau Karl sudah mengatakan bahwa Yuriel adalah anak yang akan dia adopsi, Sara masih tetap merasa marah karena menurutnya Karl sudah seenaknya sendiri dan mustahil Karl mengadopsi seorang anak yang tidak ada hubungan dengannya. Apalagi mereka mempunyai seorang putri bernama Liyuna, sebagai seorang Ibu Sara merasa sakit hati. Sara mengira Yuriel adalah anak hasil selingkuhan Karl dengan wanita lain. Tentu saja, Sara tidak bisa disalahkan ketika berpikir seperti itu karena Karl mengadopsi Yuriel tanpa sepengetahuan Sara terlebih dahulu dan mereka tidak membicarakan hal ini sebelumnya.
Di dalam diri Liyuna, ada jiwa berumur 18 tahun yang mengerti bahwa saat ini dia harus membiarkan Sara dan Karl berbicara empat mata. Sebagai orang dewasa, Liyuna yakin mereka bisa menyelesaikan masalah tanpa sepengetahuan anak-anak. Liyuna yang melihat bagaimana Sara berinisiatif untuk menjauh dari anak-anak ketika bertengkar, membuatnya merasa kagum. Sara benar-bena seorang Ibu yang baik, dia sangat memperhatikan kondisi psikologis anaknya.
Liyuna memutuskan untuk menjauh dari ruang tamu. Ia secara spontan memegang tangan Yuriel dan tersenyum lebar kearahnya.
"Ayo kita berkeliling."
Yuriel tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya ketika Liyuna mengajaknya berkeliling. Sebelum datang ke rumah besar bagaikan istana ini, dia berpikir bahwa dirinya tidak layak dan tidak akan diterima. Namun ketika melihat senyuman Liyuna yang terlihat begitu tulus dan melihatnya berinisiatif mengajaknya berkeliling, membuat hatinya merasa hangat. Orang itu adalah seseorang yang akan dia panggil dengan sebutan kakak, walau umur mereka hanya berbeda beberapa bulan.
Dengan langkah ragu-ragu, Yuriel mengikuti Liyuna yang menarik tangannya dengan lembut.
Sara yang melihat Liyuna pergi menjauh merasa sangat berterima kasih, dia sangat tahu bahwa putrinya memang anak yang bisa membaca situasi. Setelah punggung Liyuna dan Yuriel tidak terlihat, Sara kembali menatap Karl dengan tajam.
"Sekarang jelaskan padaku." Tuntut Sara, kedua tangannya menyilang di depan dada.
Yuriel sebenarnya adalah anak dari teman dekatnya, namun karena suatu alasan teman dekatnya meminta Karl untuk menjaganya.
"Menjaga bukan berarti harus mengadopsi bukan?"
"Benar, tapi aku sudah berjanji padanya."
"Kenapa kau membuat janji seperti itu? Jangan-jangan Yuriel adalah anakmu dengan wanita lain?"
Karl yang mendengar ucapan Sara merasa tidak habis pikir. Dia tahu bahwa Sara mencurigainya tapi ketika cintanya diragukan, Karl.merasa sangat sedih. Bagaimana pun juga, Sara adalah wanita yang selama ini ia cintai dan wanita yang ia rebut hatinya dengan susah payah, mana mungkin dia bisa bermain dengan wanita lain.
"Kumohon jangan salah paham padaku, Sara. Kau tahu bukan seberapa besar perasaanku padamu? Kumohon jangan meragukan perasaanku."
Sara yang melihat kesungguhan Karl mulai sedikit goyah, namun akhirnya dia tetap bisa bertahan pada pendiriannya. Dia harus meluruskan semua ini dan melakukan yang terbaik untuk putrinya.
"Jika bukan, kenapa kau tidak membicarakan hal ini padaku terlebih dahulu? Apa kau memikirkan perasaan Yuna?"
"Maafkan aku, semua terjadi begitu saja. Aku bertemu dengan temanku dengan sangat singkat dan sedikit sulit untuk membicarakannya denganmu terlebih dahulu."
"Setidaknya beri tahu aku satu hari sebelum kau mengambil keputusan! Apa menurutmu keputusanku juga tidak penting?"
"Tentu saja sangat penting. Bagiku, pendapatmu juga sangat penting. Aku akan menjelaskan semuanya padaamu tolong dengarkan aku sebentar saja."
"Kenapa kau melakukannya?"
Karl mulai bercerita bagaimana dia bisa mengambil keputusan untuk mengadopsi Yuriel. Bagaimana pun juga, dia berhutang penjelasan pada Sara. Dia akan menjelaskan semuanya supaya Sara tidak salah paham lagi.
Yuriel adalah anak dari sahabat karibnya di masa lalu, namun karena suatu alasan mereka kehilangan kontak, karena itu lah Sara tidak mengenal sahabat Karl tersebut. Suatu hari sahabatnya sakit parah hingga ia dengan terpaksa meminta tolong pada Karl. Karl yang dulu pernah berutang budi pada sahabatnya itu tidak bisa menolak dan akhirnya mengambil keputusan untuk menjaga Yuriel karena jika tidak dia akan hidup sebatang kara. Sahabatnya itu memiliki situasi yang cukup kompleks dimana ia tidak memiliki keluarga lain selain Yuriel dan istrinya telah pergi menghalalkannya dari dunia ini.
Itu adalah penjelasan yang Karl berikan pada Sara. Tentu saja tidak seratus persen benar. Karl tidak bisa memberitahu kebenarannya pada Sara karena ada hal lain yang memang harus dia sembunyikan untuk dirinya sendiri. Biarlah dia dan Yuriel yang tahu dan menanggung semua rahasia itu berdua. Karl ingin Sara dan Liyuna dijauhkan dari hal-hal buruk yang dapat membuat hidup mereka sengsara. Karena itulah dia hanya bisa menjelaskan tentang sesuatu yang menurutnya bisa melindungi Sara dari ancaman pihak luar.
Meski Karl sedikit berbohong, pada kenyataannya dia memang menganggap Sara dan Liyuna sebagai harta paling berharga yang harus dia lindungi. Yang harus Sara lakukan saat ini adalah mempercayai suaminya dan terus melangkah ke depan.
Namun Sara saat ini tidak bisa melakukan hal itu. Dia memilih menenangkan diri di studio dan pergi meninggalkan rumah, dengan begitu pikirannya akan kembali jernih dan dia bisa melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Wanita yang sudah menjadi Ibu itu perlu sedikit waktu untuk bisa melakukan semua itu.
TBC