
Elisien adalah kota besar, tentu saja ini adalah Ibu Kota Negara Zen[1]. Sama seperti Ibu Kota dari Negara lain, Elisien memiliki banyak sekali klub malam. Apa lagi Zen adalah Negara yang berada dalam kawasan Asia timur dimana kebanyak Negara dari kawasan tersebut cukup terbuka tentang dunia malam.
Seperti biasa, kota Elisien pada malam hari sangatlah ramai dan begitu bersinar. Jika dilihat dengan satelit, dapat dipastikan bahwa kota ini akan menjadi kota yang paling bersinar terang. Zen merupakan Negara yang tergolong kecil, namun merupakan Negara kaya. Hal ini bisa dilihat dari GDP per kapita yang cukup tinggi.
Ada sebuah organisasi kriminal yang bersembunyi dalam bayang-bayang kota Elisien. Organisasi ini sangatlah rahasia dimana mereka tidak akan segan memotong ekor mereka yang tertangkap oleh polisi. Mereka bahkan bisa melakukan kamuflase atas segala tindakan kriminal gang mereka lakukan dan membuatnya seperti kecelakaan. Pihak kepolisian berulang kali kesulitan untuk menangkap kepala dari organisasi tersebut karena mereka sangat pandai dalam menghilangkan jejak.
Meski begitu, organisasi ini termasuk organisasi baru. Mereka pertama kali muncul sekitar 20 tahun yang lalu. Tidak ada yang tahu siapa ketuanya dan tidak ada yang tahu siapa saja anggotanya. Organisasi ini bergerak dengan sangat cepat di dunia bawah, segala macam transaksi ilegal telah mereka lakukan.
Awalnya mereka hanyalah organisasi kecil yang membuka bisnis judi, namun lama kelamaan mereka melebarkan sayap dengan melakukan jual-beli senjata api ilegal dan juga penculikan manusia. Kebanyakan korban mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki keluarga dan orang-orang yang memiliki hubungan buruk dengan keluarga mereka.
Kota Elisien adalah kota dengan beragam manusia di dalamnya. Kota yang sangat kompetitif ini dihuni oleh begitu banyak manusia yang ingin mengubah hidupnya. Jika kau tidak bisa bertahan, maka kau akan mati.
Sebuah lampu bar terlihat menyala kelap-kelip di sudut kota Elisien. Jika di lihat dari luar, bar ini akan terlihat seperti bar yang tidak pernah dikunjungi oleh pengunjung. Meski bangunannya masih terlihat bagus namun suasana di pinggiran kota sangatlah sepi. Meski begitu jika pintu bar ini dibuka, kalian akan melihat kerumuman yang pikirannya sedang teracuni oleh alkohol.
Kebanyakan orang lebih memilih untuk tinggal di tengah kota namun bagi mereka yang memilih untuk tinggal di pinggiran kota, mereka akan melihat dunia yang berbeda. Segala macam kegilaan dapat kalian lihat disini, ini adalah sisi kelam dari kota Elisien yang tidak banyak diketahui oleh orang-orang.
Semua pengunjung terlihat sedang menari di dalam bar. Mereka menari mengikuti irama musik dan menggoyangkan pinggul mereka. Laki-laki maupun perempuan, tidak ada bedanya. Mereka menari seperti kehilangan akal, tidak peduli jika tubuh mereka saling bergesekan.
Seorang pria terlihat duduk di sebuah sofa yang tak jauh dari lantai tempat orang-orang menari. Di tangannya ada segelas vodka yang sudah ia minum setengah.
Melihat dari garis wajahnya, dia bukanlah seorang pria berumur 20 tahunan, jelas sekali bukan. Dia memiliki rambut lurus yang rapi begitu juga dengan setelan Armani yang ia pakai. Ditangannya terlingkar jam tangan Patek Phillipe berwarna emas dan kakinya memakai sepatu kulit Givenchy. Dari apa yang menempel ditubuhnya dapat dipastikan bahwa dia bukanlah orang sembarangan. Dia adalah orang yang memiliki banyak uang, tidak heran ada seorang wanita yang melingkarkan tangannya ke leher pria itu. Wanita yang tinggal dipinggiran kota sepertinya jarang sekali melihat orang kaya mengunjungi tempat seperti ini karena itulah dia tidak mau kehilangan kesempatan.
Dengan tubuhnya yang seksi dan wajahnya yang sudah dipoles dengan make up, dia berencana untuk mengajak pria itu tidur dengannya. Siapa tahu, setelah itu dia bisa jadi wanita simpanan pria yang ada dihadapannya ini dan tinggal di pusat kota bermandikan uang dan berlian.
Kedua mata wanita itu memancarkan keserakahan yang tidak berujung. Hidup di kota Elisien sangatlah sulit jika tidak memiliki ketrampilan, kota yang di dominasi oleh keluarga konglomerat ini tidak menerima orang-orang yang tidak memiliki nilai. Terdengar kejam memang namun itu lah kenyataan. Jika seseorang berniat untuk pindah ke kota Elisien hanya untuk mencari pacar kaya atau menjadi simpanan pria kaya maka lebih baik orang tersebut mengurungkan niatnya. Cobalah untuk berpikir realistis, ini adalah dunia nyata, tidak mungkin mereka bisa menjadi Cinderella hanya dengan niat saja.
Begitu juga dengan wanita ini. Dia tidak mengerti konsekuensi atas tindakannya dan berani bertindak bodoh. Jarinya yang kurus dan panjang mulai meraba dada bidang pria itu dengan perlahan, memegang dasi sutra yang terasa sangat halus ditangan. Wanita itu tidak pernah merasakan tekstur kain sehalus dan senyaman ini ditangan, ia menarik dasi tersebut dan mencoba melepaskannya. Wanita itu semakin terlena ketika melihat pria yang ada dipelukannya hanya diam dan terkesan tidak menolaknya. Dia tidak bisa bersabar dan ingin segera merasakan pria yang ada dihadapannya ini.
Tangan nakalnya semakin menjadi-jadi, meraba berbagai tempat yang seharusnya tidak ia sentuh. Seketika itu juga tangan wanita itu dihentikan, pria itu memegang pergelangan tangannya dan menarik tubuh wanita itu hingga terjatuh.
"Aah!!" Secara reflek wanita itu menjerit. Ia terkejut karena tubuhnya tiba-tiba sudah jatuh ke lantai.
Instingnya mengatakan kalau dia harus segera pergi dan menjauh. Belum sampai ia berdiri, tubuhnya tiba-tiba basah tersiram air. Tidak, lebih tepatnya tersiram alkohol sisa yang ada di gelas pria dihadapannya.
Wanita itu menatap pria dihadapannya dengan tatapan tidak percaya. Baru kali ini wanita tersebut disiram dengan alkohol, ia ingin protes namun instingnya berkata untuk tidak melawan.
Wanita itu berdiri dengan cepat dan bersiap untuk melarikan diri namun ketika ia membalikkan tubuhnya, tiba-tiba saja ia merasakan rasa sakit yang begitu hebat di pahanya yang tidak tertutup oleh gaun pendek yang ia pakai.
Sekali lagi tubuhnya jatuh ke lantai dan ia berteriak sekuat tenaga. Rasa sakit menjalar dari kakinya, tubuhnya semakin bergetar hebat. Ia melihat kedua kakinya sudah bersimbah darah dan ada lubang besar di sana.
Tidak ada seorangpun yang mendengar suara tembakan barusan karena suaranya teredam oleh suara musik yang begitu keras. Tidak ada yang tahu kalau baru saja ada seseorang yang tertembak.
Pria itu meletakkan gelas vodka yang sudah kosong lalu berdiri dan merapikan pakaiannya. Tangan kanannya memegang revolver sembari memutarnya. Wanita yang baru saja ia tembak terlihat semakin ketakutan ketika pria itu berjalan semakin mendekat, ia berusaha melarikan diri dengan merangkak namun pria itu menembak sebelah kakinya.
"Tidak... maafkan aku..." Wanita itu berbicara tak karuan. Dia hanya bisa meminta maaf dan berusaha untuk kabur.
Dia telah melakukan kesalahan namun itu bukan berarti dia bisa diperlakukan seperti ini. Dia memang serakah namun dia tidak mau mati dengan mengenaskan.
Pria itu menatap wanita itu tanpa emosi seolah-olah yang baru ia tembak bukanlah manusia melainkan serangga.
Untuk yang terakhir kalinya, pria itu menekan pelatuk. Peluru melesat dengan begitu cepat menembus jantung wanita itu. Tubuh kecilnya terjatuh ke lantai bermandikan darah. Tubuhnya yang hangat lama kelamaan menjadi dingin dan membiru.
Pria itu berjalan menuju pintu keluar dan meninggalkan mayat wanita yang baru ia bunuh terbaring kaku di lantai.
TBC
[1] Negara fiktif di Red String yang letaknya ada di Asia Timur, Ibu Kota nya adalah Elisien