
"Bagaimana? Apakah berhasil ditemukan?"
"Kami mencoba untuk melacak keberadaan ponsel Nona. Titik terakhir berada di Jalan X." Jelas salah satu tim pencari sembari me-zoom in sebuah jalan yang ada di peta.
"Sepertinya ponsel Nona telah di buang."
"Apa tidak ada cara lain untuk menemukannya?"
Karl menjadi tidak sabar. Dia khawatir pada keselamatan putrinya. Pokoknya, sebelum tengah malam, keberadaan Liyuna harus ditemukan.
"Itu... Jika tidak ada tracker ataupun elektronik ditangan Nona, kami sedikit kesulitan untuk mencari."
Karl mendecakkan lidahnya kesal. Dia tidak menyangka akan kecolongan untuk yang kedua kalinya.
Padahal dia sudah menempatkan bodyguard terbaik yang bisa dia dapatkan, namun putrinya tetap saja dalam bahaya.
Jika putrinya sampai kenapa-napa, Karl benar-benar akan menghancurkan Cerberus.
"Cari lokasi putriku dari mobil yang membawanya!"
"Baik!"
Disisi lain, Allen yang baru saja mendengar berita mengenai penculikan Liyuna langsung bergegas untuk bertemu dengan Victor.
Brak!
"Vic!" Allen membuka pintu unit apartmen Victor dengan kasar.
Dia menjadi tidak sabaran ketika mendengar Liyuna berada dalam bahaya.
Victor yang sedang makan mie instan di ruang tengah menatap Allen dengan mata melotot.
Dia tahu Allen memang kasar dan suka seenaknya, tapi ini pertama kalinya dia memasang ekspresi seperti itu.
"What's wrong, boss?"
"Liyuna..."
Mendengar nama Liyuna disebut, Victor menjadi serius.
"Liyuna... Dia..."
"Tenangkan dirimu terlebih dahulu."
"Dia di culik."
"Apa?!"
Victor tak percaya dengan apa yang dia dengar. Padahal baru kemarin mereka pergi bersama, namun saat ini Liyuna malah diculik?
Apakah ini sinetron atau novel? Bagaimana bisa hidup gadis itu selalu berada dalam bahaya?
"Tidak bisakah kau mencari keberadaannya?"
Victor terlihat berpikir sejenak.
"Bisa, jika ada petunjuk."
Benar, tidak ada yang tidak bisa Victor lakukan. Namun masalahnya adalah saat ini mereka tidak memiliki petunjuk apapun karena semua sudah berada ditangan keluarga Castris.
Allen terlihat berpikir sejenak, mencoba mencari cara untuk bisa ikut andil dalam pencarian Liyuna.
"Ah! Mungkin aku harus melakukan itu..."
"Apa?"
Allen mengambil ponselnya, dia terlihat menghubungi seseorang.
"Ya?"
Sebuah suara terdengar dari sebrang sana. Belum ada 2 menit, orang tersebut mengangkat telepon dari Allen.
"Aku ingin menggunakan nama Ravenray untuk sesuatu."
Tanpa basa-basi, Allen langsung mengutarakan niatnya.
"Kau ingin menggunakannya untuk apa? Kau pikir bisa melakukan semuanya semaumu?" Zion menghela napas ketika mendengar permintaan Allen.
Padahal baru kemarin dia meminta untuk diberi izin menggunakan pesawat pribadi keluarga Ravenray. Lalu, mau apa lagi anak ini?
"Hubungi keluarga Castris dan tawarkan bantuan untuk mencari Liyuna. Katakan bahwa Ravenray memiliki seorang peretas yang luar biasa dan bisa membantu tim pencarian."
Benar, jika berhubungan dengan keluarga terpandang. Masalah seperti ini bisa diselesaikan dengan menggunakan nama keluarga mereka.
Keluarga Castris juga pastinya tidak akan menolak jika ada yang memberinya bantuan. Tentu saja, tidak akan mudah melakukannya karena mereka juga pastinya waspada.
Namun berbeda cerita jika dalam keluarga itu ada teman dekat yang Liyuna percaya. Karl juga mau tidak mau harus mempercayai teman putrinya.
Zion tidak menjawab selama beberapa detik.
"Apa kau masih waras?"
"Aku serius. Liyuna harus ditemukan secepatnya, jika tidak..."
"Orang itu ada disampingku sekarang. Kau hanya perlu menghubungi keluarga Castris dan mengirim kami kesana."
"Bagaimana jika aku tidak mau melakukannya?"
Allen mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia tidak percaya Zion mengatakan hal itu.
Jika dia tahu kebenarannya, dia pasti akan menyesal.
"Kau akan menyesalinya." Ucap Allen jujur.
Matanya melunak ketika mengingat kembali ingatan masa lalu yang terasa sudah lama sekali.
"Aku mohon..."
Zion tidak menjawab.
Ini pertama kalinya sejak mereka berdua bertemu, Allen memohon padanya.
"Baiklah, aku akan menghubungi mereka. Kau bersiaplah."
Mata Allen mulai berbinar ketika mendengar persetujuan dari Zion.
Sebagai anak kedua yang tidak memiliki kekuasaan di keluarga Ravenray, dia tidak bisa seenaknya menggunakan nama dan kekuasaan keluarganya.
Pilihan yang paling tepat adalah meminta izin pada kepala keluarga dan meminta bantuannya.
***
Zion menatap ponselnya yang ada di meja. Saat ini dia sedang berada di ruang rapat.
Para eksekutif menatap Zion yang baru saja menerima telepon dengan wajah canggung.
Ini pertama kalinya Presdir menghentikan rapat hanya untuk mengangkat telepon.
"Rapat hari ini kita akhiri sampai disini. Kalian boleh keluar."
Semua orang yang ada di ruangan terlihat terkejut. Zion adalah orang yang tegas dalam mengambil keputusan.
Dia tidak pernah menganggap sepele mengenai urusan kantor. Jadi, tidak heran bahwa banyak yang merasa terkejut dengan keputusan Zion untuk mengakhiri rapat secara mendadak.
"Jay, sambungkan aku dengan kepala keluarga Castris."
Jay yang mendengar hal itu terlihat terkejut, namun karena dia profesional dia bisa bereaksi dengan normal.
"Dimengerti."
Mendengar nama Castris disebut, para eksekutif merasa harus segera meninggalkan ruangan. Sepertinya mereka tidak boleh mendengar urusan Presdir lebih jauh.
Karena mungkin saja, alasan dia menghentikan rapat secara tiba-tiba adalah untuk Castris.
Melihat background Zion yang juga berasal dari keluarga konglomerat peringkat atas, mereka sebagai eksekutif biasa tidak bisa ikut campur mengenai masalah dua keluarga besar.
"Kalau begitu, kami undur diri."
Satu persatu para eksekutif pergi meninggalkan ruang rapat. Hanya menyisakan Zion dan Jay.
Tut... Tut... Tut...
"Ada apa?"
Suara Karl mulai terdengar dari seberang sana. Zion tidak mengira telpon darinya akan diangkat secepat ini.
"Maaf karena menghubungi tiba-tiba. Saya dengar Nona Liyuna mengalami penculikan."
"Itu benar."
"Jika anda berkenan, Ravenray ingin menawarkan bantuan pencarian. Kami memiliki seorang peretas yang cukup handal."
Karl terdiam selama beberapa detik. Namun pada akhirnya dia menerima tawaran Zion.
Baginya, saat ini tidak ada yang lebih penting dari keselamatan Liyuna.
Dan jika keluarga besar seperti Ravenray mau membantunya, itu akan lebih baik. Lagi pula hubungan kedua keluarga tersebut tidaklah buruk.
Setelah mendengar jawaban positif dari Karl, Zion langsung menghubungi Allen dan mengatakan bahwa Karl sudah setuju.
Dengan begitu, Allen dan Victor langsung bergegas menuju lokasi share lock yang Zion kirimkan.
Sepertinya, di tempat itulah Karl dan tim pencarian berada.
Tidak ada waktu yang boleh terbuang percuma. Saat ini prioritas utama adalah menemukan keberadaan Liyuna.
Dan Allen percaya dengan kemampuan Victor. Dia yakin kalau Victor dapat menemukan Liyuna dengan cepat.
Tidak hanya itu, berita mengenai penculikan Liyuna juga sampai di telinga Yuda.
Semua mulai bergerak cepat, mencari lokasi keberadaan Liyuna. Tidak ada satupun dari mereka yang membuang waktu dengan percuma.
Malam yang panjang masih belum berakhir. Segalanya belum terlambat. Sehingga satu detik pun juga sangat berharga.
TBC