Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 71 - Menyelamatkan Diri



Jantung Liyuna berdegup kencang. Seluruh tubuhnya terasa sangat lemas setelah melihat pembunuhan barusan. Dia tidak menyangka kalau liburan musim panas yang seharusnya bahagia berubah menjadi sangat kacau.


Seseorang menutup mulut Liyuna dengan telapak tangannya. Dia memeluk tubuh kecil Liyuna dari belakang dan menekan tubuhnya sedekat mungkin di tanah dan berusaha untuk tidak terlihat dibalik batu.


Liyuna mencoba untuk melawan namun tidak berhasil karena tubuh dan tenaganya kalah kuat dengan irang yang ada di belakangnya.


"Sssshhhh..." Orang itu berbisik ditelinga Liyuna, memintanya untuk diam.


"Ini aku."


Suara yang sangat familiar terdengar di telinga Liyuna. Suaranya memang terdengar lebih berat dari sebelumnya namun itu adalah suara yang pernah ia dengar sebelumnya.


Tanpa sadar, Liyuna menjadi sedikit tenang. Tubuhnya yang tadi gemetar kini menjadi lebih stabil. Liyuna berusaha untuk memastikan orang yang dibelakangnya benar-benar orang yang saat ini sedang ada dalam pikirannya dan memutar kepalanya sedikit kebelakang.


Rambut ash-brown yang sangat familiar langsung menyapa kedua mata Liyuna, mata amber nya bertemu dengan mata biru Liyuna.


Yuda Harvenhelt.


Setelah memastikan bahwa orang yang sedang memeluknya adalah orang yang dia kenal, Liyuna bisa bernapas dengan lega.


Yuda adalah seseorang yang bekerja dalam kepolisian, itu artinya Liyuna bisa selamat.


Mendengar pergerakan dari orang-orang mencurigakan tersebut, Yuda langsung mengarahkan pandangannya. Dia terlihat begitu serius ketika melihat orang-orang tersebut.


Mayat dari pria yang barusan dibunuh di seret oleh pria lainnya menuju ke dalam hutan. Liyuna tidak tahu apa yang akan mereka lakukan pada mayat tersebut namun saat ini, seseorang yang terlihat seperti pemimpin itu masuk ke dalam rumah gubuk yang terbuat dari besi berkarat.


Yuda melepaskan tangannya dari mulut Liyuna dan berusaha untuk duduk. Liyuna menghembuskan napasnya dengan sedikit kasar karena situasi menegangkan berhasil ia lewati dengan susah payah.


"Sepertinya kita aman untuk saat ini." Ucap Yuda, dia terlihat masih begitu waspada melihat keadaan sekitar.


Liyuna tiba-tiba mengingat pembicaraan dari orang-orang tersebut mengenai Noel, dengan perasaan khawatir, Liyuna memegang baju Yuda dan sedikit menariknya.


"Tuan Muda... tidak, maksudku Yuda. Tolong kak Noel, sepertinya dia terluka."


Mata birunya memancarkan ke khawatiran yang tidak bisa disembunyikan. Yuda terlihat begitu terkejut melihat Liyuna seperti ini. Ini adalah pertemuan kedua mereka sejak 4 tahun yang lalu namun sepertinya situasi sangat tidak mendukung.


Yuda mendapatkan misi individu untuk mengawasi pergerakan mencurigakan sekelompok orang yang bergerak menunju Danau Alkelan. Karena ini misi yang harus dia jalankan sendiri maka dia sangat berhati-hati dalam bertindak, dia tidak ingin pergerakannya diketahui dan membahayakan orang lain dan membuat kepanikan para pengunjung.


Entah beruntung atau tidak, area danau Alkelan beserta vilanya telah di sewa secara eksklusif oleh keluarga Castris yang berarti tidak akan ada banyak pengunjung di sana. Sejak kedatangan Liyuna dan yang lainnya, Yuda telah mengawasi. Karena tidak adanya pengunjung lain memiliki arti bahwa sekelompok orang mencurigakan yang atasannya ceritakan sedang menargetkan salah satu dari rombongan Liyuna.


Orang biasa pasti akan sulit untuk menentukan siapa target yang sebenarnya karena rombongan Liyuna berisi anak-anak dari keluarga elit namun bagi Yuda yang memiliki insting sensitif, dia bisa langsung mengambil kesimpulan bahwa targetnya adalah Liyuna.


Dan benar saja, instingnya memang tidak pernah salah. Yuda dengan sangat hati-hati melumpuhkan pergerakan penembak jitu yang tadi sempat mengincar Liyuna hingga tidak bisa bergerak. Untungnya dua belum terlambat dan penembak jitu tersebut belum sempat menambak Liyuna karena intervensi Noel yang sempat menutupi tubuhnya dari belakang.


Setelah itu Yuda mencari markas sekelompok orang tersebut dan tidak sengaja melihat Liyuna yang sedang bersembunyi dibalik batu. Ketika dia melihat Liyuna yang berusaha untuk kabur dari tempat tersebut dengan sangat ceroboh, Yuda dengan cepat mengunci seluruh pergerakannya supaya Liyuna tidak melakukan hal bodoh yang bisa membuat posisinya ketahuan.


***


"Kak Noel!" Yuriel langsung berteriak ketika tahu bahwa orang yang sedang tergeletak tak sadarkan diri di tanah adalah Noel.


Dia mencoba untuk melihat apa yang terjadi dan mengecek tubuhnya namun di perutnya terlihat ada banyak sekali darah yang mengucur deras.


'Luka tusukan!'


Melihat luka tusukan yang begitu dalam, tidak heran jika Noel kehilangan kesadaran. Yuriel tidak tahu sudah seberapa lama Noel bertahan dengan luka tersebut, ia juga pasti kehilangan kesadaran karena darahnya banyak yang keluar.


'Tenang, tenanglah Yuriel. Tidak apa-apa, kau bisa melakukannya.'


Yuriel tidak bisa membawa Noel karena tenaganya tidak kuat jadi dia mencoba untuk mencari Allen dan meminta bantuan namun tiba-tiba saja Allen datang dari arah yabg berlawanan membawa syal milik Liyuna.


"Kau menemukan Yuna?" Tanya Allen, dia masih belum sadar jika Noel tergeletak tak sadarkan diri di dekat Yuriel.


"Aku belum menemukannya. Bantu aku sebentar untuk membawa kak Noel kembali ke vila."


Mendengar ucapan Yuriel, Allen langsung melihat Noel yang berada tak jauh dari sampingnya. Melihat luka Noel yang begitu parah, Allen semakin khawatir dengan keselamatan Liyuna namun dia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini. Allen membantu Yuriel untuk mengangkat tubuh Noel, untung saja tempat Noel pingsan tidak jauh dari vila sehingga mereka tidak perlu membawanya terlalu jauh. Allen dan Yuriel sebenarnya khawatir jika luka Noel semakin melebar namun mereka juga tidak bisa meninggalkannya di sana. Lebih aman jika mereka tetap berada di dalam vila.


"Kak Noel!" Yvette terlihat begitu terkejut ketika melihat Allen dan Yuriel membawa Noel dari hutan dengan keadaan terluka.


"Bagaimana? Kau bisa menghubungi kediaman Castris?" Tanya Allen sembari meletakkan Noel kembali ke tanah.


"Iya, aku berhasil. Saat ini ponsel Yuriel telah tersambung langsung oleh paman Karl."


"Yuriel, apa kau di sana?"


Suara Karl tiba-tiba terdengar dari ponsel yang dipegang Yvette yang ternyata dinyalakan loud speakernya. Merasa namanya dipanggil, Yvette langsung mendekat kearah Yvette dan menyahut.


"Aku disini paman." Jawab Yuriel.


"Bagaimana keadaan saat ini?"


"Aku menemukan kak Noel tidak sadarkan diri dan terluka, sedangkan kak Yuna, kami masih belum bisa menemukan keberadaannya."


"Bantuan mungkin akan datang terlambat karena medan yang sulit. Sebenarnya aku ingin langsung mengirimkan pasukan dengan helikopter tari sayangnya di sana tidak ada helipad."


"Kami akan menunggu dan akan berusaha sebaik mungkin untuk menemukan kak Yuna."


"Berhati-hatilah kalian semua."


Sambungan telepon masih belum terputus. Allen terlihat masuk ke dalam vila untuk mencari obat yang sekiranya bisa menolong Noel dan membawanya keluar.


"Aku tidak tahu cara mengobatinya." Ucap Yvette. Dia tidak pernah mengobati luka tusukan sebelumnya jadi dia tidak mau mengambil resiko untuk membantu, ia takut jika dia bukannya membantu tapi malah memperparah keadaan.


"Aku bisa mencoba untuk menghentikan pendarahannya."


"Kau yakin?" Allen menatap Yuriel dengan tidak yakin.


"Tenang saja, aku sudah pernah mengobati luka yang sama sebelumnya." Ucap Yuriel mencoba menyakinkan.


Allen memberikan kotak obat pada Yuriel dan dia mulai untuk menghentikan pendarahan Noel.


Saat ini mereka hanya bisa berdoa semoga Liyuna baik-baik saja dan bantuan segera tiba.


Tidak ada satupun diantara mereka yang menyangka bahwa liburan mereka akan berakhir kacau seperti ini. Jika tahu akan jadi begini Yvette sudah pasti tidak akan menyarankan untuk berlibur ditengah hutan. Tidak masalah jika dia bosan dengan laut yang penting seseorang tidak akan terluka karenanya.


Malam masih begitu panjang, sedangkan di sisi lain, Liyuna dan Yuda sedang berusaha untuk mencari tempat aman. Mereka berusaha untuk kembali ke titik dimana vila tempat Liyuna tinggal berada.


Angin musim panas berhembus dengan kencang, ditemani oleh suara jangkrik yang bernyanyi.


TBC


[A/N : Jangan lupa untuk meninggalkan jejak dan rekomendasikan cerita ini pada teman kalianšŸ¤—]