
Liyuna dan Yvette dibawa ke puncak tertinggi gedung Obelian's Circle, ke kediaman pemimpin mereka, Irina.
Karena sejak awal inilah yang Liyuna incar, maka dia dengan senang hati mengikuti resepsionis yang memandu mereka.
'Dengan begini, Allen dan yang lain bisa menyelinap dengan sedikit lebih mudah.'
Seperti yang sebelumnya Victor katakan, penjagaan di gedung Obelian's Circle sangatlah ketat. Sepanjang mata memandang, Liyuna bisa melihat orang-orang berbaju hitam berjaga di setiap sudut.
Tentu saja Liyuna tidak menampakkan secara terang-terangan kalau dia sedang memerhatikan keadaan sekitar.
Yvette pun juga begitu, dia menjalankan perannya sebagai pelayan Liyuna dengan baik.
DING!
Pintu elevator terbuka, resepsionis mempersilahkan Liyuna dan Yvette untuk masuk terlebih dahulu.
Sesampainya di lantai teratas, resepsionis langsung membawa mereka kehadapan Irina.
Yvette yang melihat keadaan sekitar berdecak kagum ketika melihat ada dinding pembatas tempat ini terbuat dari akuarium besar. Terlihat ada banyak sekali jenis-jenis ikan yang berenang kesana-kemari.
Sepertinya Ibu Lucas adalah seseorang yang memiliki selera tinggi.
"Saya membawa Nona Castris kemari, pemimpin." Ucap resepsionis setelah mengetuk pintu tempat Irina tinggal.
Irina yang sejak tadi menunggu di penthouse miliknya segera mempersilahkan resepsionis untuk membawa Liyuna ke dalam.
Ketika pintu yang terbuat dari kayu eboni dibuka, Liyuna disuguhkan dengan pemandangan yang sangat tak biasa.
Banyak sekali hiasan yang terbuat dari emas dan juga lukisan langka yang memiliki harga tinggi.
Liyuna yang juga tinggal di lingkungan mewah bisa melihat seberapa tinggi nilai funiture yang ada ditempat ini.
"Selamat datang." Irina menyambut kedatangan Liyuna dan juga Yvette.
Setelah melihat Irina, resepsionis segera undur diri dan meninggalkan mereka untuk berbicara.
Ini pertama kalinya Liyuna bertemu Ibu Lucas. Kedua matanya melebar ketika melihat betapa miripnya Ibu Lucas dengan Lucas.
Merek berdua terlihat seperti karbon copy yang tidak ada bedanya.
"Mari kita berbicara di ruang kerjaku."
Irina menuntun Liyuna dan Yvette menuju ruang kerjanya. Disana, keduanya melihat punggung seseorang yang sedang berlutut menghadap sebuah meja kerja.
Orang itu memiliki rambut putih dengan semburat hitam. Sekilas terlihat seperti rambut Irina namun tidak secerah dan sebersih miliknya.
'Ah, rambut itu...'
Liyuna menyadari sesuatu ketika melihat rambut tersebut. Dalam ingatannya dia seperti pernah melihat rambut dengan warna unik seperti itu.
'Dimana aku pernah melihatnya?'
"Sekali lagi aku ucapkan selamat datang, Nona Liyuna Aria Castris."
Irina kini duduk di kursi mejanya, menatap Liyuna sembari tersenyum. Entah kenapa Liyuna merasa senyumannya mirip dengan Lucas, senyuman yang bisa membuat siapa saja lengah.
Liyuna sendiri tidak langsung menjawab, sedangkan Yvette terlihat jelas sedang melirik pemuda yang sedang berlutut di lantai itu.
Mengetahui arah pandangan Yvette, Irina kembali tersenyum.
"Kalian tidak perlu pedulikan dia. Jadi aku dengar Nona ingin menyewa penjaga dari kami?"
"Tidak, itu bukan tujuan kami." Liyuna berkata dengan jujur.
Sejak awal memang inilah rencana mereka. Liyuna dan Yvette akan membuat keributan dan berpura-pura ingin menyewa penjaga namun sebenarnya tujuan mereka adalah tempat ini, penthouse milik Irina.
Sebenarnya Liyuna berharap dia bisa menemukan Lucas dan segera kabur dari tempat ini namun sayangnya Liyuna tidak bisa menemukan tanda-tanda keberadaannya.
Lalu jika mereka berhasil menerobos masuk ke penthouse, Liyuna akan langsung berkata jujur tentang tujuannya. Lagi pula, percuma saja berbohong karena pastinya Irina akan tahu. Di Elisien, dibawah nama Karl, Liyuna telah mendapatkan lindungan dari Obelian's Circle.
Jika dia bersikeras untuk mendapatkan perlindungan lagi, pastinya akan sangat aneh.
"Hmm..." Alis Irina sedikit naik ketika mendengar Liyuna berkata jujur.
Sejak awal Irina tahu kalau Liyuna punya tujuan tersendiri karena semua terasa janggal.
Putri dari keluarga Castris terkenal sebagai orang yang sopan dan bermartabat namun apa yang Liyuna lakukan dibawah tidak seperti itu.
Dia terlihat seperti seorang Putri yang manja dan suka seenaknya.
Jika sudah begitu, pastinya dia punya rencana dan sengaja melakukannya untuk menarik perhatian Irina.
"Coba katakan apa yang kau inginkan disini."
"Kami ingin bertemu dengan senior Lucas."
Kedua mata Irina membulat sempurna ketika mendengar nama Lucas keluar dari mulut Liyuna.
Irina tidak tahu kalau pewaris sah keluarga Castris dekat dengan putranya. Dia tidak pernah mendengar hal ini sebelumnya.
"Bertemu dengan Lucas?"
"Benar, kami ingin bertemu dengan senior Lucas."
"Kalian datang jauh-jauh kesini dari Zen hanya untuk bertemu anak itu?"
"Tentu saja, kami tidak punya alasan lain selain itu."
"Jadi kalian membuat keributan hanya untuk bertemu dengannya, ya."
"Tidak ada pilihan lain bukan? Untuk bertemu dengan anda, kami harus membuat keributan. Kami yakin anda tidak ingin perusahaan mendapat penilaian jelek karena keributan yang kami buat."
"Itu benar, aku tidak bisa membiarkan keributan yang kalian buat begitu saja. Tapi, membuat keributan hanya untuk menemui Lucas bukankah sedikit berlebihan?"
"Saya pikir itu tidak berlebihan."
"Oh?"
"Yuna benar, kami adalah teman senior Lucas jadi semua yang kami lakukan tidaklah berlebihan."
"Jadi kalian teman Lucas? Aku baru pertama kali mendengarnya."
Irina melirik kearah Hajun yang masih berlutut di lantai. Ini adalah hukuman baginya, dia tidak akan diperbolehkan pergi hingga matahari terbenam.
Hajun yang menyadari tatapan Irina segera menjawab, "Aku juga baru pertama kali mendengarnya."
"Bohong."
Irina tahu kalau Hajun sedang berbohong. Mustahil kalau dia tidak tahu apa yang Lucas lakukan selama ini. Lagi pula, hanya Hajun lah yang selalu berada di samping anak itu.
"Tidak mungkin kau tidak tahu. Bukankah kau 'kakak' anak itu?"
Pandangan Liyuna dan Yvette langsung teralihkan ke pemuda berambut putih kehitaman yang sedang berlutut.
Ini pertama kalinya mereka bertemu dengan kakak Lucas dan dialah alasan Lucas kembali ke Rusia meski merasa enggan.
"Ya sudahlah, aku juga tidak terlalu peduli kau tahu atau tidak." Irina memutuskan untuk tidak memusingkan hal tersebut.
Mau Hajun tahu atau tidak tentang keberadaan teman Lucas, dia sebenarnya tidak terlalu peduli.
"Jika kalian berteman dengan Lucas, berarti kalian tahu siapa sebenarnya dia?"
"Ini pertama kalinya kami mendengar identitas senior Lucas yang sebenarnya. Sebelumnya kami tidak tahu sama sekali."
"Anak itu tidak pernah bercerita pada kalian?"
Liyuna menggelengkan kepalanya. Ya, sejak awal dia memang tidak tahu apapun tentang Lucas.
"Aneh, jika kalian memang temannya berarti kalian adalah alasan Lucas kembali beberapa tahun yang lalu bukan? Dia kembali karena tidak ingin kalian berada dalam bahaya."
Liyuna dan Yvette saling menatap satu sama lain. Mereka kembali mengingat Lucas yang tiba-tiba saja pulang ke Rusia.
Setelah pergi ke Havelian Park dan bermain bersama, Lucas tiba-tiba menghilang tanpa jajak. Dia bahkan tidak mengirim pesan kepada mereka berdua.
Apa mungkin alasan dia menghilang adalah mereka?
Keduanya kembali teringat ketika Lucas sering dikejar-kejar orang berpakaian serba hitam. Liyuna sendiri pernah merasakan secara langsung bagaimana Lucas dikejar.
Jika semua itu benar maka tidak ada alasan untuk mundur. Mereka akan membawa Lucas kembali ke Elisien dan membuatnya tidak perlu kembali ke Rusia.
Sepertinya itulah yang Lucas inginkan. Dia tidak ingin berada di Rusia karena suatu alasan yang masih belum mereka ketahui.
Tapi saat berada di kantor Obelian's Circle yang ada di Elisien, seseorang Yang bernama Titus mengatakan hal yang berbeda.
"Sebelumnya aku dengar dari seseorang bernama Titus kalau senior pulang ke Rusia karena masalah perebutan hak waris."
"Titus mengatakannya? Wah, kalian bertemu dengannya, ya."
"Sebelum datang kemari, kami sempat mengunjungi kantor Obelian's Circle yang ada di Elisien."
"Jadi begitu ya, kalian tahu dari Titus. Sepertinya Lucas menyembunyikan semuanya dari kalian, ya? Padahal kalian sudah susah-susah datang kemari."
"Sebaiknya mereka dipulangkan saja." Ucap Hajun tiba-tiba.
Dia menatap Irina dengan kedua matanya yang tajam.
"Kenapa? Kau khawatir dengan keselamatan mereka? Tenang saja, aku tidak akan memperlakukan mereka dengan kasar."
"Dia adalah putri keluarga Castris. Jika dia ada disini maka dia telah pergi seenaknya dari Elisien. Ayahnya sendiri yang meminta perlindungan dari Obelian's Circle. Tidak mungkin dia memperbolehkan putrinya datang kemari."
Liyuna tidak bisa menyangkal ucapan dari kakak Lucas namun dia tidak bisa pergi dengan tangan kosong.
"Aku tidak akan pergi sebelum bertemu dengan senior Lucas."
"Sayang sekali, tapi Lucas tidak berada disini."
"Apa?!"
TBC