
Musim berganti dengan sangat cepat, tak terasa kini hampir memasuki musim gugur. Liyuna yang sudah puas menghabiskan liburan musim panasnya kini harus kembali ke sekolah. Kebetulan, jam pertama adalah pelajaran renang.
Yvette mengajak Liyuna untuk berganti seragam renang di ruang ganti. Setelah itu mereka memasuki kolam renang indoor yang ada di sekolah. Guru renang mereka sudah menunggu di tepi kolam renang dengan membawa sebuah peluit.
"Semuanya, ayo berbaris!" Perintah guru renang yang sudah lengkap memakai pakaian renang dan juga kacamata renang di kepalanya.
Semua murid kelas 2 mengikuti perintah dari guru renang, mereka berbaris dengan rapi dan urut sesuai tinggi badan. Liyuna dan Yvette yang memiliki tinggi badan hampir sama, berdiri bersebelahan.
"Hari ini, kita akan latihan renang gaya punggung. Dari absen 1 sampai 5, masuk ke kolam renang urut sesuai dengan yang sudah ditentukan."
Murid dengan absen yang disebutkan mulai masuk ke dalam kolam renang, mereka mengikuti perintah guru renang dengan seksama. Karena mereka masih kelas 2 SD, kolam renang yang mereka gunakan tidak terlalu tinggi jadi aman untuk dibuat berlatih.
Guru renang memberi instruksi dengan menyuruh murid-muridnya menghadap ke dinding kolam renang, lalu ia meminta mereka untuk memegang tepi kolam renang dengan kedua tangan mereka dan mengangkat tubuh mereka dengan kedua kaki di dinding kolam renang. Setelah itu kaki mereka harus menendang dinding dan tubuh diluruskan sejajar dengan kolam renang dan kedua kaki sedikit mengepak agar mereka bisa mengambang.
Ketika semua murid berhasil mengapung dengan renang gaya punggung, guru renang meminta semuanya untuk melatih gerakan itu terus menerus sampai jam pelajaran usai karena setelah itu akan dilakukan penilaian.
Liyuna yang cepat belajar, mendapat nilai hampir sempurna. Sedangkan Yvette yang memang tidak terlalu pandai dalam olahraga mendapat nilai kurang memuaskan. Liyuna mencoba untuk menghiburnya.
"Tidak apa-apa, Yvette."
"Yuna selalu bisa melakukan apa saja." Ucap Yvette dengan suara yang sangat lesu.
Mereka berjalan ke ruang ganti untuk mengganti seragam, namun sebelum itu mereka mandi terlebih dahulu agar badan bersih dari air kaporit.
Setelah itu, Liyuna dan Yvette kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran selanjutnya, yaitu pelajaran bahasa. Yvette yang sangat mahir dengan pelajaran tersebut perasaannya menjadi sedikit membaik. Liyuna pun ikut senang melihat Yvette kembali seperti biasa.
Waktu berjalan dengan sangat cepat, bel tanda istirahat tahu-tahu sudah berbunyi.
"Ayo kita ke kantin!" Ajak Yvette dengan penuh semangat. Dia telah lupa bahwa sebelumnya hatinya merasa sedikit sedih karena tidak terlalu mahir dalam pelajaran olahraga.
Menyetujui ajak Yvette, Liyuna langsung meninggalkan kelas dan pergi ke kantin untuk makan siang.
"Yuna, berita yang kemarin itu sangat mengejutkan, ya." Ucap Yvette disela-sela makan.
Liyuna yang paham akan arah dari pembicaraan Yvette juga menyetujuinya. Berita tentang tewasnya pelaku pengeboman Havelian Park memanglah sangat mengejutkan sekaligus menakutkan. Berdasarkan pengetahuan Liyuna sejak ada di dunia Red String, Kota Elisien adalah kota yang cukup aman dan mustahil terjadi insiden seperti itu. Namun ternyata, dia salah menilai. Kota sedamai Elisien juga bisa terjadi insiden berbahaya seperti itu, sepertinya tidak ada yang benar-benar aman di dunia ini. Apa lagi mengingat fakta bahwa Liyuna selalu mati di dalam game membuatnya semakin khawatir. Untung saja dia tidak terseret dalam insiden besar tersebut.
"Benar, untung saja kita bisa selamat."
"Benar, aku juga tidak pernah menduga hal seperti ini bisa terjadi di Elisien."
Mereka berdua segera menghabiskan makanan yang ada di nampan. Setelah itu Liyuna dan Yvette harus berpisah karena wali kelas memanggil Yvette ke ruang guru. Liyuna yang sendirian, memutuskan untuk membeli es krim rasa coklat dan memakannya dibawah pohon rindang yang ada di halaman sekolah.
Dia berteduh dibawah bayangan pohon supaya matahari tidak mengenai tubuhnya secara langsung.
Sudah setahun sejak dia ada di dunia ini. Liyuna sudah mulai bisa beradaptasi dengan baik dan mulai keluar dari cangkangnya. Dia berusaha sebaik mungkin untuk membiasakan diri dengan lingkungan sekitar dan mengakrabkan diri dengan orang-orang di dekatnya. Liyuna sudah mulai merasa bahwa dia benar-benar orang dari dunia ini.
Tubuhnya yang dulu sangat lemah pun sedikit demi sedikit mulai membaik. Saat musim panas dia sudah tidak merasa pusing seperti dulu dan dia mulai mencoba untuk rutin berolahraga setiap pagi supaya tubuhnya bisa menjadi lebih sehat.
Fakta bahwa Liyuna memiliki tubuh yang lemah dan pesakitan adalah nyata adanya. Walau di dalam game tidak pernah disebutkan bahwa Liyuna adalah wanita yang mudah sakit dan memiliki tubuh lemah, gadis berumur 18 tahun yang kini merasuki tubuhnya sudah merasakan betapa menyakitkannya ketika tubuh Liyuna jatuh sakit. Pernah sekali, dia terkena demam tinggi hanya karena terlalu lelah belajar. Saat itu tubuhnya terasa seperti habis dipukul menggunakan sarung tinju. Meski awalnya tidak terbiasa dengan tubuh seperti itu, kini dia sudah bisa beradaptasi. Tubuh Liyuna juga sudah mulai membaik dibandingkan satu tahun yang lalu.
Saat ini yang harus dia lakukan adalah menunggu hingga prolog dimulai.
Liyuna membuka bungkus es krim dan memasukkan es krim dingin itu ke dalam mulutnya. Karena musim sudah hampir berganti, dia harus mengurangi makanan dingin supaya tidak sakit. Ketika tubuh Liyuna jatuh sakit di musim gugur atau salju, rasanya benar-benar tidak mengenakkan karena tubuhnya akan berada di kondisi terlemah dan terkadang harus membuat tubuhnya dipasangi selang infus untuk memasukkan nutrisi.
Liyuna mengangkat kepalanya, menatap daun pohon yang terlihat sangat lebat. Cahaya matahari masuk dari rongga-rongga daun yang tidak bisa saling menutupi, membuat mata Liyuna sedikit silau.
Dunia tiba-tiba terasa seperti terhenti. Bayangan tentang seorang anak lelaki yang sedang duduk di bawah pohon lauriel kamfer kembali menyambangi ingatan Liyuna. Dia adalah anak lelaki yang sebelumnya dia lihat ketika tidak sengaja melihat lukisan musim panas lalu. Meski bayangan orang itu kembali muncul, Liyuna tetap tidak bisa melihat wajahnya. Wajahnya seperti tertutup kabut hitam tebal yang tidak bisa ditembus oleh matahari. Di dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia tahu bahwa apa yang dilihatnya selama ini pasti memiliki arti. Liyuna yang asli pasti mencoba untuk memberitahunya sesuatu.
Namun untuk saat ini, dia tidak tahu apa maksud penglihatannya dan hanya bisa menulis apa yang dia lihat ke dalam notes kecil yang mulai ia bawa kemana-mana setelah gambaran-gambaran seperti barusan mulai muncul.
Ketika bayangan anak lelaki itu mulai pudar, Liyuna menulisnya ke dalam notes. Sejauh ini, dia sudah melihat bayangan anak lelaki itu dua kali dalam waktu dekat ini. Dia sempat berpikir bahwa anak lelaki itu adalah teman semasa kecil Liyuna, namun semua itu tidak mungkin karena di dalam bayangan yang ia lihat umur Liyuna tidak lebih dari delapan atau sembilan tahun. Dia yakin umur Liyuna yang ia lihat tidak kurang dari itu, makanya mustahil kalau dia adalah teman masa kecil Liyuna.
Bayangan-bayangan seperti ini terkadang cukup menganggu karena terlintas begitu saja tanpa tahu apa pemicunya, makanya untuk saat ini Liyuna hanya memilih untuk menulis apa yang dia lihat ke dalam notes dan mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya. Dia yakin suatu saat nanti jawaban akan datang dengan sendirinya.
Waktu terus berlalu, semua terasa terjadi begitu saja dan hari yang selama ini ditunggu-tunggu tiba.
Yuriel kecil telah masuk ke dalam istana Liyuna.
TBC
[A/N : Halo semua pembaca Surviving As The Villainess yang setia, chapter selanjutnya kita akan memasuki prolog yang sebenarnya dari game Red String. Semua terasa tenang hingga saat ini dan Liyuna masih berjalan di ladang bunga yang indah. Tapi, apakah selanjutnya masih akan tetap seperti itu? Setelah chapter ini update aku akan rilis chapter spesial Q&A dalam 2 hari dan esoknya rilis chapter 32. Jadi jika kalian ada pertanyaan tentang cerita ini, bisa kalian tulis di kolom komentar, nanti akan aku jawab di chapter spesial Q&A. Terima kasih semuanya~]