
Keesokan harinya, Liyuna langsung bersiap untuk pergi ke studio milik Sara. Meski matahari belum terlihat, ia meminta Noel untuk mengantarnya secepat mungkin. Semoga saja dia berhasil membujuk Sara untuk pulang dan berbaikan dengan Karl.
Di dalam mobil diselimuti oleh keheningan, Liyuna maupun Noel tidak mengatakan sepatah kata pun, bahkan mereka juga tidak menyalakan lagu. Namun itu semua tak berlangsung lama, Noel menanyakan pertanyaan yang cukup berani pada Liyuna.
"Apa Nona baik-baik saja?" Tanya Noel khawatir.
Ketika mendengar bahwa Tuannya akan mengadopsi seorang anak perempuan, ia langsung kepikiran Liyuna. Ia merasa khawatir akan keadaan Liyuna ketika tiba-tiba mendengar berita seperti itu. Noel juga tidak bisa menyalahkan Sara yang pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Liyuna karena dia tidak berada di posisi yang bisa mengatakan hal seperti itu.
Liyuna paham akan kekhawatiran Noel. Dibandingkan dengan siapa pun dirumahnya, dia cukup dekat dengan Noel karena dia adalah sopir pribadinya. Namun Liyuna tidak ingin Noel terlalu mengkhawatirkannya karena mau bagaimana pun juga, semua sudah terjadi dan Liyuna merasa baik-baik saja. Yuriel bukanlah anak hang jahat, dia adalah anak baik yang disukai banyak orang karena itu lah Liyuna merasa semua akan baik-baik saja. Dia juga yakin bahwa dirinya bisa mengubah pendapat Sara terhadap Yuriel dan bisa berbaikan dengan Karl. Mau bagaimana pun juga, mereka adalah keluarga yang memiliki ikatan. Ikatan tersebut tidak bisa dihancurkan begitu saja, Liyuna pasti akan memastikan hal itu.
"Kak Noel tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja." Jawab Liyuna dengan yakin.
Noel yang mendengar hal itu sedikit merasa ragu namun dia tidak mengatakan apapun karena bagaimana pun juga hanya Liyuna lah yang paham akan kesulitan yang ia alami. Jika dia mengatakan baik-baik saja, maka Noel akan mempercayainya. Sebagai orang yang akan selalu berada di sisi Liyuna, Noel hanya bisa percaya padanya.
Setelah percakapan singkat tadi, tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun. Baik Noel maupun Liyuna keduanya terdiam menikmati jalanan kota yang jauh lebih sepi dibanding siang hari.
Sesampainya di studio, Liyuna membuka pintu dengan memasukkan password yang memang sudah ia ketahui sebelumnya, yaitu tanggal pernikahan Karl dan Sara.
Di dalam studio terlihat banyak sekali baju-baju terpajang di manekin. Beberapa baju terlihat belum selesai di jahit dan ada beberapa gaun yang masih harus dirangkai hiasannya.
Di sepanjang jalan, Liyuna tidak bertemu dengan seorang pun pekerja, kemungkinannya adalah Sara meminta mereka untuk pulang dan membiarkannya untuk menyendiri.
Sebenarnya ini pertama kalinya Liyuna masuk jauh ke dalam studio, sebelumnya dia hanya pernah masuk ke ruang rias dan ruang ganti saja. Meski merasa sedikit asing dan bingung, Liyuna tetap berusaha untuk mencari Sara. Dia yakin Sara pasti ada di salah satu ruangan yang ada di sini.
Langkah kaki Liyuna terhenti ketika melihat sosok Sara tertidur di sebuah sofa panjang yang ada di sudut ruangan. Rambut panjangnya yang berwarna hitam legam menutupi wajahnya namun Liyuna bisa melihat seberapa lelahnya dia. Mungkin saja Sara tidak bisa tidur semalaman dan kepikiran tentang Yuriel jadi Liyuna memutuskan untuk duduk di sofa kecil tak jauh dari sana, menunggu Sara untuk bangun. Liyuna tidak tega membangunkan Sara yang terlihat sangat kelelahan.
Namun karena terlalu lama menunggu dan Sara belum juga bangun, Liyuna malah ikut ketiduran, tubuh kecilnya meringkuk di atas sofa dan kedua matanya terpejam.
Ketika Liyuna sudah tertidur pulas, dia tidak tahu bahwa Sara telah bangun. Sara begitu terkejut ketika melihat Liyuna yang tiba-tiba ada di studio dan tidur di sofa, namun Sara bisa sedikit paham mengapa Liyuna ada disini saat ini. Pasti semua karenanya.
Liyuna adalah anak yang peka dan bisa membaca situasi dengan cepat, sangat mirip dengan Karl makanya Sara tahu bahwa putri yang dia sayangi itu mengkhawatirkannya.
Jari-jari panjang Sara mengelus puncak kepala Liyuna secara lembut. Putrinya yang tertidur terlihat begitu cantik dan imut, ingin rasanya ia memeluk Liyuna namun Sara tidak ingin membangunkan Liyuna. Sara tahu bahwa Liyuna pasti langsung datang kemari setelah mendengar bahwa ia tidak pulang dan akan menginap di studio.
Liyuna yang merasa ada seseorang mengelus kepalanya menjadi terbangun, ia menggosok kedua matanya perlahan dan melihat Sara yang tersenyum lembut padanya.
"Mama." Gumam Liyuna lirih, ia belum bisa menangkap apa yang sedang terjadi karena nyawanya belum terkumpul.
"Yuna sayang, kenapa tidur disini?" Tanya Sara dengan suara lembut, ia memegang bahu Liyuna.
"Aku dengar dari Jenneth kalau Mama akan menginap di studio, jadi aku memutuskan untuk kemari."
"Maaf membuatmu khawatir. Yuna pasti merasa sangat terkejut."
Mendengar hal ini, Liyuna menggelengkan kepalanya perlahan sebagai tanda bahwa ia tidak apa-apa.
"Apa Mama masih marah pada Papa?"
"Yuna sendiri, bagaimana perasaan Yuna setelah tahu akan memiliki seorang adik?"
"Yuna merasa senang, selama ini Yuna selaku sendirian, jadi Yuna senang karena sekarang ada Yuri."
Mendengar Liyuna mengatakan hal itu membuat kedua mata Sara berkaca-kaca. Ia bisa merasakan ketulusan Liyuna ketika mengatakan bahwa ia merasa senang karena ada Yuriel, dan lagi Liyuna menyebut nama akrab anak itu, pasti mereka sudah menjadi dekat.
"Benarkah?"
"Iya, Yuri adalah anak yang baik. Aku yakin Mama juga akan menyukainya."
Sara tidak tahu harus mengatakan apa. Dia tidak membenci Yuriel namun dia juga tidak bisa menyukainya. Anak itu tiba-tiba datang dalam keluarganya dan membuat semuanya berubah, Sara tidak menyukai hal itu.
"Ma ..." Panggil Liyuna, ia menatap mata Sara secara langsung, menunjukkan determinasinya terhadap apa yang sebentar lagi akan ia katakan.
"Percayalah pada Papa." Lanjutnya.
Melihat mata Liyuna yang memancarkan cahaya dan tekad yang kuat membuat Sara merasa sedikit malu. Dibandingkan dengannya, Liyuna saat ini terlihat lebih dewasa dalam menyikapi masalah ini.
Sejak awal Sara memang sudah mempercayai Karl, hanya saja dia merasa kecewa karena Karl tidak memberitahu sebelumnya tentang pengadopsian Yuriel. Sara tidak mengenal anak itu dan Sara tidak tahu dari mana asal usulnya. Anak itu tiba-tiba saja datang ke keluarga kecilnya membuatnya tidak tahu harus bagaimana. Perasaan-perasaan jahat yang bahkan belum pernah Sara miliki sebelumnya seperti menumpuk di dalam hati, membuatnya tidak bisa berpikir dengan jernih.
'Percayalah pada Papa.'
Kata-kata itu tanpa sadar membuat Sara menangis. Liyuna memeluk Sara dengan erat karena tahu bagaimana perasaannya saat ini. Liyuna ingin berada di sisi Sara ketika dia sedang kesusahan karena Liyuna tahu wanita yang menjadi Ibunya itu juga pasti akan melakukan apa pun untuk membahagiakan Liyuna.
"Yuna yakin Papa melakukan semua ini karena memiliki alasan yang kuat
Dibanding dengan siapa pun, bukan kah Mama adalah orang yang paling mengerti Papa?"
Sara tidak bisa menampik kebenaran dari ucapan Liyuna. Jauh di lubuk hati nya yang terdalam, Sara sangat mempercayai Karl. Sara tahu bahwa Karl bukanlah seseorang yang akan melakukan sesuatu tanpa perhitungan. Ya, pasti Karl melakukan semua itu karena suatu alasan dan tugas Sara saat ini adalah mempercayai setiap langkah yang ia buat. Bukan kah mereka adalah keluarga? Ikatan yang mereka miliki tidak seharusnya hancur begitu saja hanya karena amarah sesaat.
"Mama minta maaf, Yuna jadi bersusah payah seperti ini."
"Tidak apa, ini bukan masalah buatku. Yuna senang Mama mau mendengarkan Yuna."
Setelah pembicaraan dari hati ke hatk yang mereka lakukan usai, Sara pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah itu, Sara bertanya apakah Liyuna merasa lapar.
"Aku lapar, Ma. Aku belum sarapan tadi."
Mendengar jawaban jujur Liyuna, Sara tersenyum kecil. Dia langsung mengajak Liyuna pergi ke sebuah restoran yang tak jauh dari studio. Sara pergi ke restoran tersebut menggunakan mobil yang kemarin ia pakai untuk datang ke studio. Sebenarnya Sara maupun Karl bisa menyetir mobil sendiri namun karena jadwal mereka yang cukup padat, mereka mempekerjakan sopir agar tidak terlalu lelah. Tapi karena tadi malam Sara ingin menyendiri jadi tidak ada sopir yang mengantarnya. Ia menyetir sendiri dan mengajak Liyuna ke sebuah restoran untuk makan.
TBC
^^^Next :^^^
^^^Chapter 35 - Orang Itu Adalah?^^^