
Keesokan harinya, rencana dilaksanakan seperti yang sudah dibahas sebelumnya.
Yvette dan Liyuna bersiap untuk pergi ke kantor Obelian's Circle. Keduanya memakai pakaian yang begitu kontras antara satu dengan yang lainnya.
Liyuna memakai pakaian yang berteriak 'aku adalah anak orang
kaya' sedangkan Yvette memakai pakaian biasa saja tanpa merk.
Jika keduanya berdiri bersampingan, Liyuna akan terlihat seperti tuan putri dari sebuah kerajaan besar sedangkan Yvette adalah pelayan pribadi miliknya.
Gambaran seperti inilah yang Yvette dan Liyuna inginkan. Dengan adanya perbedaan seperti ini, orang-orang akan lebih menganggap Liyuna dan akan melayaninya dengan baik.
Jika, tidak... yah, Liyuna masih ada rencana cadangan lain.
"Aku dan Yvette akan masuk dahulu dan membuat kekacauan." Ucap Liyuna, dia membenarkan hiasan rambut yang ada di kepalanya.
"Kami akan menyelinap lewat parkiran yang ada di basement. Disana ada tangga darurat menuju ruang bawah tanah." Ucap Victor, dia menatap blue print gedung dari Obelian's Circle lewat ponsel pintar yang ada ditangannya.
Tas punggung yang dia bawa menyimpan banyak sekali peralatan untuk meretas. Victor membawa semua itu untuk berjaga-jaga siapa tahu nanti dibutuhkan.
Allen yang berdiri disampingnya terlihat sedang merapikan masker hitam yang menutupi separuh wajahnya. Ia memakai sebuah kaos hitam yang cukup ketat hingga membuat bentuk tubuhnya terlihat.
Namun jaket windbreaker berwarna senada yang ia kenakan menyembunyikan semua itu.
Untuk menutup wajahnya dengan baik, Allen juga memakai topi hitam sehingga membuat penampilannya sedikit mencolok jika berjalan dibawah sinar matahari. Untungnya, kali ini mereka akan pergi ke tempat yang gelap sehingga pakaian seperti ini cocok untuk misi kali ini.
"Baiklah. Jika sudah siap, kami akan segera melakukan semuanya sesuai rencana." Ucap Yvette, dia terlihat sedang membenarkan bajunya.
Di sebelahnya ada Yuriel yang tengah sibuk mencari karet untuk menguncir rambut panjangnya. Jika dibiarkan, rambutnya pasti akan menganggu rencana mereka kali ini.
"Ini." Allen memberikan karet gelang pada Yuriel karena hanya itu yang ada saat ini.
"Terima kasih." Yuriel mengambil karet gelang tersebut dan mengikat kuda rambutnya coklatnya.
Tidak lupa ia juga memakai topi hitam dan masker yang senada. Saat ini, penampilan Allen dan Yuriel terlihat seperti seorang agen rahasia yang sedang berusaha menangkap penjahat.
Semuanya sudah siap di posisi masing-masing dan rencana akan segera dilaksanakan.
***
"Jadi... katakan alasan yang masuk akal mengapa kau melakukan itu semua."
Irina duduk di kursi kerjanya di ruangan yang sama ketika Lucas pertama kali pulang ke Rusia setelah melarikan diri selama bertahun-tahun.
"Tidak ada alasan apapun, aku hanya berpikir kalau Cerberus tidak bisa dibiarkan begitu saja."
"Tidak ada alasan khusus? Apa kau paham akibat dari perbuatanmu? Obelian's Circle bisa berada dalam bahaya karena kecerobohanmu."
Irina menatap tajam Hajun yang saat ini sedang berlutut di depannya. Kedua tangan Hajun terlihat terikat oleh borgol besi dan rambutnya terlihat sangat berantakan.
Entah apa yang Irina lakukan, yang pasti saat ini keadaan Hajun tidak begitu baik.
Melihat keadaannya yang saat ini, sulit untuk berpikir bahwa dia adalah Hajun yang sama seperti Hajun yang berani melawan Cerberus. Hajun yang tidak terkejut sedikitpun ketika bom meledak di dekatnya.
Ya, dia terlihat sangat berbeda.
Meski begitu Hajun sendiri tidak peduli jika saat ini dia terlihat begitu menyedihkan.
Lebih dari siapapun, dia tahu kalau melawan Irina bukanlah hal yang benar. Tindakan bodoh semacam itu sudah ia buang jauh-jauh dari otaknya.
"Itu tidak akan terjadi. Aku bergerak atas namaku sendiri, semua tidak ada sangkut pautnya dengan Obelian's Circle."
"Mungkin itu benar, tapi tetap saja kau adalah bagian dari Obelian's Circle."
"Aku yakin pemimpin Cerberus tidak mau mengambil resiko untuk menjadikan Obelian's Circle dan Castris sebagai musuh mereka secara bersamaan."
"Ah, benar, Castris." Jari panjang Irina terlihat menyentuh bibir bagian bawahnya. Ia baru mengingat tentang keluarga Castris.
"Keluarga itu adalah target mereka sejak awal."
"Benar."
"Apa karena itu kau menerima tawaran dari keluarga itu?"
"Iya, karena dengan begitu aku juga bisa lebih dekat dengan Cerberus."
"Aku tidak mengerti dengan kau dan obsesimu terhadap Cerberus."
Selain alasan yang tidak jelas itu, Hajun sadar bahwa Cerberus sangatlah berbahaya. Jika dibiarkan begitu saja, akan banyak korban yang berjatuhan dan Hajun tidak suka melihat orang-orang tidak bersalah mati begitu saja.
Dan juga ada Lucas yang senang tinggal di kota Elisien. Dia tidak ingin anak itu berada dalam bahaya. Lebih baik jika Cerberus menghilang saja.
Lalu perhatiannya pada Nona keluarga Castris benar-benar sangat menganggu. Hajun tidak tahu apa yang sebenarnya Lucas pikirkan tapi dia terlihat sangat terikat pada anak itu.
"Yah, lagi pula itu tidak terlalu penting. Kau akan mendapatkan hukuman dan dilarang untuk keluar Rusia sampai waktu yang tidak ditentukan. Aku akan memberi Titus kendali penuh atas perusahaan yang ada disana. Apakah kau akan protes?"
"Tidak, aku akan menerima hukuman apapun yang nanti akan diberikan."
Tidak ada satupun yang bisa lolos dari wanita itu.
Irina Cyzarin Obelian, wanita mengerikan yang tidak bisa disepelekan.
Kring... kring... kring...
Telepon yang ada di meja Irina tiba-tiba saja berdering.
"Ada apa?"
"Pemimpin, di depan ada keributan."
Dahi Irina mengerut, dari seberang telepon dia bisa mendengar suara ribut-ribut yang tidak terlalu jelas namun sangat tidak enak di dengar.
Obelian's Circle yang selalu tertib dan profesional tiba-tiba saja terdengar seperti taman bermain. Ada banyak sekali suara teriakan dan perdebatan.
"Hah?"
Irina tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Dia tidak mengira akan ada orang bodoh yang berani membuat keributan di tempatnya.
"Apa yang terjadi?"
"Seseorang datang dan mengaku sebagai klien High Priority. Dia meminta untuk diberi penjagaan."
"Tinggal beri saja."
"Kami juga berniat seperti itu, tapi masalahnya dia orang asing."
"Klien High Priority asing? Siapa namanya?"
"Castris... dia memperkenalkan dirinya sebagai bagian dari keluarga Castris."
"Ho? Castris?"
Mendengar Irina menyebut nama Castris, Hajun langsung menatapnya.
Tanpa sadar dahinya mengerut ketika mendengar nama tersebut. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi namun sepertinya sesuatu yang besar sedang terjadi.
"Antar dia ke ruanganku."
"Baik."
Irina menutup telepon.
"Sepertinya anggota keluarga itu datang kemari." Ucapnya sembari menatap Hajun yang masih berlutut.
Hajun tidak menjawab, saat ini pikirannya dipenuhi oleh pertanyaan.
Tidak mungkin anggota keluarga itu ada di Rusia. Ya, itu tidak mungkin jika melihat dari apa yang terjadi akhir-akhir ini.
Orang itu pasti tidak akan membiarkan anggota keluarga berada dalam bahaya.
Sekilas Hajun teringat dengan mata biru yang begitu dingin dan tajam milik kepala keluarga Castris, Karl.
"Aku penasaran dengan apa yang mereka inginkan. Tidakkah kau setuju, Hajun?"
Tidak ada jawaban dari pertanyaan barusan. Meski begitu, Irina tidak merasa kesal ataupun marah. Dia mengerti kenapa Hajun seperti itu.
Irina telah mengenal Hajun sejak kecil, bahkan sebelum dia mengambil alih Obelian's Circle.
Dulu anak itu begitu kecil dan menyedihkan, seperti sebuah kertas yang mudah hancur. Namun sekarang dia sudah berubah dan tumbuh menjadi dewasa. Menjadi seorang pria dewasa yang sangat bisa diandalkan.
TBC