
Puluhan orang berkumpul di sebuah bangunan tua terlantar di pinggiran kota. Mereka memakai pakaian serba hitam, tidak peduli laki-laki maupun perempuan. Di wajah mereka jelas sekali tergambar perasaan bingung, mereka tidak tahu mengapa tiba-tiba di kumpulkan di tempat seperti ini. Selama mereka bergabung dalam organisasi ilegal ini, mereka tidak pernah sekalipun diminta untuk berkumpul. Mereka bebas melakukan apapun asal bangkai yang mereka tinggalkan tidak tercium oleh polisi.
"Apa yang terjadi?"
Tidak heran jika mereka bertanya-tanya, karena saat ini hampir semua anggot organisasi yang memiliki pangkat berkumpul dalam saru tempat. Benar-benar pemandangan yang sangat langka.
"Aku mendapat perintah untuk datang kemari."
"Aku juga sama."
Semua orang berbisik satu sama lain, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Suasana di gedung tua itu begitu sepi, hanya ada tumbuhan liar yang menemani. Debu berserakan dimana-mana dan angin dapat masuk dari sudut manapun menambah hawa dingin musim semi.
Tap... tap...
Semua orang yang ada di dalam bangunan mengalihkan fokus mereka ke sumber suara.
Suara langkah kaki terdengar dari pintu masuk, memecah keheningan malam yang menyelimuti. Orang-orang yang tadinya kebingungan kini mulai terdiam melihat sosok yang berjalan menghampiri mereka.
Sosok tersebut memancarkan aura yang begitu menekan, setelan hijau tua yang ia pakai terlihat sangat kontras dengan kulit putihnya.
Namanya adalah Harry, pemimpin dari organisasi kriminal paling berbahaya seantero Elisien.
Harry memecah kerumunan dengan berjalan lurus menuju barisan paling depan, dibelakangnya ia diikuti oleh beberapa orang berpakaian serba hitam juga. Sesampainya di depan, dia menyapa semua orang dengan suara baritonnya.
"Siapa dia?"
"Tidak tahu."
"Kenapa dia disitu?"
Kericuhan mulai terjadi ketika Harry yang tiba-tiba datang berdiri dihadapan puluhan anggota organisasi. Mereka terkejut ada orang yang berani berdiri di depan para anggota eksekutif dengan percaya diri.
"Selamat malam, sepertinya ini pertama kalinya kita bertemu." Harry membuka pembicaraan, wajahnya begitu datar tak berekspresi. Dia menatap semua anggota yang datang dengan mata birunya yang dingin.
"Siapa kau?"
Seseorang menanyakan hal yang membuat kebanyakan orang di ruangan ini penasaran. Dia merasa sedikit takut karena merasakan aura Harry yang tidak biasa. Sebagai orang yang telah hidup di dunia bawah selama bertahun-tahun dia bisa menilai orang hanya dengan pembawaannya dan Harry adalah salah satu orang yang tidak bisa dia sentuh sembarangan.
Tatapan mata itu terlihat apatis, mungkin saja jika Harry melihat seseorang mati dihadapannya dia tidak akan berkedip.
"Perkenalkan, beliau adalah Harry, pemimpin organisasi." Seseorang tiba-tiba datang dari lantai dua. Dia menuruni anak tangga dan memperkenalkan Harry pada yang lainnya.
Cerberus.
Cerberus adalah anjing berkepala tiga dari mitologi Yunani. Konon katanya anjing tersebut adalah peliharaan Raja dari dunia bawah, dunia tempat orang-orang mati.
Organisasi besar yang bergerak secara hati-hati ini bernama Cerberus. Mereka bergerak dalam banyak bidang, mulai dari perdagangan manusia, jual beli organ ilegal, jual beli senjata api ilegal, maupun judi. Semuanya dikendalikan oleh organisasi ini.
Meski polisi dapat menangkap ekor Cerberus namun mereka bisa memotongnya kapan saja. Anjing milik Hades tidak akan ditangkap dengan begitu mudah, yang ada mereka akan memenjarakan orang-orang yang berani melawan mereka hingga kehilangan akal sehat.
Organisasi mengerikan ini dipimpin oleh seseorang yang dikenal sebagai Harry. Tidak ada yang tahu nama aslinya namun dia sering dipanggil dengan nama tersebut. Feon adalah salah satu orang yang mengenal Harry secara pribadi, dia sering kali bekerja langsung dibawah perintahnya dan mengikuti segala keputusan yang dia buat.
Harry adalah seseorang yang bisa dibilang cukup muda untuk memimpin organisasi sebesar ini namun kemampuannya sudah terjamin. Meski umurnya sudah melebihi umur keemasan di angka 35 tahun, dia tetaplah termasuk pemimpin termuda. Sebelumnya belum pernah ada pemimpin organisasi besar seperti ini berumur dibawah 40 tahun.
"Itu tidak mungkin."
"Dia bahkan lebih muda dariku."
"Dengan wajah seperti itu dia adalah ketua organisasi?"
Orang-orang yang melihat seperti apa Harry sudah pasti tidak akan percaya kalau dia adalah pemimpin organisasi. Mereka skeptis ketika melihat wajah Harry yang masih berusia tiga puluhan. Meski di wajahnya terdapat luka yang cukup kentara, orang-orang tetap tidak bisa menerima dia begitu saja. Lagi pula selama ini merek tidak pernah mendengar apapun mengenai ketua organisasi, mereka juga tidak tahu seperti apa wajahnya. Bisa saja Harry adalah penyamar yang mencoba untuk menipu mereka.
"Kalian tidak perlu curiga, karena yang ada di hadapan kalian saat ini memanglah pemimpin." Feon mencoba untuk membuat orang yang ada di ruangan ini percaya padanya.
Bagaimana pun juga, Harry tidak pernah menampakkan dirinya selama ini jadi keraguan yang ada di hati para anggota bukanlah sesuatu yang tidak berdasar.
Melihat orang-orang yang tidak mempercayai siapa dia sebenarnya membuat Harry merasa ingin membereskan semuanya sekarang juga. Dia tidak peduli jika mereka mempercayai identitasnya atau tidak, namun untuk melanjutkan rencananya dia harus bisa menggerakkan semua orang yang berkumpul di sini.
Demi rencana besar yang telah ia susun selama bertahun-tahun.
"Aku tidak peduli kalian percaya atau tidak." Harry mengambil pistol dari balik mantel yang ia pakai dan mengangkatnya ke depan mukanya, membuat hanya separuh wajahnya saja yang terlihat.
Kedua matanya tidak menampakkan ekspresi apapun, benar-benar kosong seperti robot tanpa perasaan.
"Apa yang mau kau lakukan dengan senjata api itu?" Seseorang dari kerumunan berteriak .arah ketika ia melihat Harry mengeluarkan pistol.
Dia berjalan dengan langkah yang sangat cepat menuju ke arah Harry namun ketika ia berjarak satu meter darinya, Harry menekan pelatuk dan menembak orang tersebut tepat di jantungnya.
Meski orang-orang yang berada di sini sudah biasa melihat pembunuhan namun ketika Harry membunuh orang tersebut tanpa berkedip mereka merasa sangat terkejut dan ada sedikit rasa takut hinggap di hati.
"Tapi jika kalian memilih untuk membangkang, aku tidak akan segan untuk menghabisi nyawa semua orang yang ada di ruangan ini." Lanjut Harry.
Mereka adalah salah satu bidak yang penting bagi rencananya namun jika mereka memutuskan untuk mempertanyakan segala sesuatu tentang Harry, dia tidak akan berpikir dua kali untuk memusnahkan semuanya. Untuk apa merasa kasihan, bidak seperti mereka bisa di ganti kapan saja.
Bukankah selama ini dia selalu melakukan hal itu?
Melihat bagaimana pembawaan Harry yang tenang namun menekan, orang-orang yang ada dalam ruangan mulai sedikit percaya akan identitasnya. Apa lagi, Feon sebagai sosok paling terkenal di organisasi mengatakannya secara langsung.
Orang yang ada di ruangan ini tidaklah bodoh, sebagai orang yang hidupnya selalu ditemani oleh kematian mereka sadar bahwa Harry memang bukanlah orang biasa.
Meski mereka merasa ragu, mereka tetap bisa membaca mata seseorang.
Semuanya terdiam dan memutuskan untuk mempercayai Harry. Dengan kompak semuanya memberi salam pada Harry dengan menurunkan kaki mereka dan menekuknya, seolah-olah yang mereka sapa adalah seorang Raja bukan orang biasa.
Melihat semua orang tunduk dihadapannya, wajah Harry tetap tidak menunjukkan ekspresi apapun.
Dia hanya menatap semua orang dengan kedua mata birunya dengan begitu dalam.
Sebentar lagi, rencana yang sudah dia buat selama bertahun-tahun dapat di eksekusi lebih cepat.
Dia tidak sabar untuk melihat bagaimana kota Elisien ketika dihiasi oleh darah.
TBC