Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess
Chapter 122 - Kita Harus Membantu Lucas



"Jadi kalian memanggilku hanya untuk membicarakan tentang ini?" Tanya Allen.


Kedua tangannya saling menyilang, ia menatap Yuriel dan Liyuna yang duduk di hadapannya dengan kedua manik abunya.


Saat ini Allen merasa tidak habis pikir. Liburan yang seharusnya mereka gunakan untuk menata hati dan pikiran setelah apa yang terjadi malah berakhir seperti ini.


Seharusnya mereka tidak bertemu, itu juga demi keamanan mereka. Lalu, apa gunanya berlibur di rumah jika akhirnya mereka tetap bertemu?


"Maaf, seharusnya aku tahu bahwa memanggilmu bukan pilihan yang terbaik. Apalagi kau juga baru saja mengalami musibah." Liyuna yang merasa bersalah tidak bisa mengatakan hal lain selain meminta maaf.


Sepertinya dia berpikir dengan begitu pendek. Bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal seegois ini pada Allen yang baru saja kehilangan Ayahnya.


"Tidak perlu menyalahkan kak Yuna, aku yang mengusulkan hal ini."


"Haaah..." Allen menghela napasnya dan mengalah.


Dia sangat paham bagaimana sifat Liyuna yang sebenarnya. Sejak dulu dia memang orang yang sangat baik, ia selalu mencoba untuk melindungi orang-orang disekitarnya dan tidak akan meninggalkan mereka.


Jika Liyuna sudah menganggap Lucas sebagai teman, itu berarti Liyuna juga akan melakukan yang terbaik untuk membantunya yang sedang dalam masalah.


Ya, Liyuna sangatlah baik, terlalu baik sehingga saat itu dia berani meninggalkannya. Karena dia menganggap kepribadian Liyuna tidak cocok dengan tujuannya.


Dan Allen menyesal karena hal itu.


"Apa maksudmu hanya ini? Senior Lucas juga teman kita tahu!"


Melihat Liyuna yang sedih, Yvette tidak bisa diam saja. Sejak awal dia memang akan selalu berada disisi Liyuna, makanya saat ini pun Yvette akan mendukung keputusan Liyuna.


"Kalau begitu, kita mau bagaimana?" Allen memutuskan untuk menyerah dan mengikuti apa yang teman-temannya inginkan.


Saat ini Allen sikap terlihat biasa saja, hanya saja wajahnya terlihat sangat kelelahan. Sepertinya kematian Eldo benar-benar berdampak besar pada kesehatannya.


Meskipun ini bukan pertama kalinya Allen merasakan hal ini, dia tetap saja tidak terbiasa.


Tidak peduli sebanyak apapun dia melihat keluarganya meninggal, Allen tidak pernah terbiasa dengan hal itu.


Mungkin yang membedakan adalah sekarang Allen tidak menangis ataupun merasa sedih yang berlebihan. Tidak seperti yang dulu-dulu dimana kematian keluarganya bisa membuatnya depresi hingga berhari-hari.


"Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Lucas." Ucap Liyuna dengan yakin.


"Bagaimana caranya? Dia saja tidak memberitahumu."


"Itu benar, kenapa juga senior tidak memberitahu Yuna?"


"Mungkin karena dia tidak ingin kak Yuna merasa kesusahan?"


"Bisa saja itu diartikan sebagai perpisahan terakhir." Sahut Allen.


Mendengar cerita Liyuna barusan, dia bisa tahu apa maksud Lucas yang sebenarnya.


Lucas ingin memberikan perpisahan terakhirnya untuk Liyuna dan kemungkinan besar dia tidak akan kembali ke Elisien.


Semua orang terlihat terdiam. Tidak ada satupun yang bisa menebak alasan Lucas pulang ke Rusia.


"Baiklah, lebih baik kalian ikut denganku." Ajak Allen, dia tiba-tiba saja berdiri dan menatap yang lainnya.


"Kemana?" Tanya Yvette.


***


Allen terlihat memencet bel dari sebuah unit apartemen milik seseorang.


Liyuna dan yang lainnya, berdiri dibelakang Allen dan kebingungan kenapa Allen membawa mereka ke tempat seperti ini.


Klek...


Pintu terbuka, menampakkan sosok familiar yang sudah Allen kenal sejak kecil.


"Boss?"


Melihat kedatangan Allen yang tiba-tiba, Victor terlihat sangat terkejut. Padahal tadi Allen baru saja pergi dari apartemennya untuk menemui Liyuna namun kenapa dia kembali lagi?


Kedua manik Victor menatap kebelakang tubuh Allen, dia melihat ada tiga perempuan disana.


Melihat Victor yang hanya diam saja, Allen memutuskan untuk masuk ke dalam apartemen tanpa persetujuan dari sang pemilik.


"Eh? Kenapa kau membawa mereka?" Victor tidak mengenal perempuan yang Allen bawa namun dia sangat paham dengan Liyuna.


"Kalian juga masuklah." Ucap Allen mempersilahkan yang lain untuk masuk.


Mendengar ucapan Allen, Yvette mengambil langkah pertama dan masuk ke dalam lalu diikuti oleh yang lain.


Victor yang melihat hal itu kebingungan. Ia tidak menyangka Allen bertindak seperti ini dan membiarkan teman-temannya masuk begitu saja ke unit apartemennya padahal disini ia memiliki banyak sekali rahasia yang harus dijaga.


Lagipula pekerjaannya bukan sesuatu yang bisa ia perlihatkan pada siapapun.


Pada akhirnya Victor mengalah dan mengikuti apa yang Allen inginkan.


"Ada apa, Len?" Kini Victor memanggil Allen dengan sapaan akrab darinya.


Melihat apa yang terjadi sepertinya Allen akan meminta bantuan darinya sebagai seorang teman.


Melihat wajah Victor semuanya kembali mengingat bahwa tadi siang saat mereka melakukan video call ada yang mengatakan bahwa dia adalah 'teman' dari Allen.


"Halo, perkenalkan aku Liyuna." Liyuna mengambil inisiatif terlebih dahulu, dia merasa tidak enak karena datang dengan tiba-tiba.


Tentu saja pembicaraan yang dilakukan dengan Victor menggunakan bahasa Inggris karena Victor tidak bisa bahasa Zenis.


Melihat Liyuna memperkenalkan diri, Victor tidak diam saja, dia juga memperkenalkan dirinya pada seseorang yang Allen anggap berharga.


"Senang bertemu denganmu, kau Victor, teman Allen."


"Aku Yuriel, adik dari kak Yuna."


"Kenalkan, aku Yvette."


Setelah semuanya saling mengetahui nama satu sama lain, mereka masuk ke dalam pembahasan utama.


"Jadi kalian kesini karena ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada seseorang bernama Lucas?"


"Ya, benar begitu." Jawab Liyuna mengkonfirmasi pertanyaan Victor.


"Aku kesini karena berpikir mungkin kau bisa membantu karena kami tidak ada petunjuk lain."


"Memangnya dia bisa membantu apa?" Tanya Yvette.


Dia tidak terlalu mengerti apa yang bisa Victor bantu dalam masalah ini karena dia hanyalah orang luar yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan Lucas.


"Oh, aku belum memberitahumu, ya. Aku ini seseorang yang ahli dalam meretas." Sahut Victor, ia membusungkan dada untuk membanggakan dirinya sendiri.


"Apa?! Maksudmu seperti hacker yang ada dalam film-film?" Yvette terkejut dengan apa yang di dengarnya.


Ini pertama kalinya dia mendengar seseorang memiliki kemampuan meretas seperti Victor.


"Ya, kurang lebih seperti itu."


"Bukankah itu sesuatu yang hebat?" Liyuna juga tidak kalah terkejut dengan Yvette.


Victor tertawa malu-malu mendengar pujian dari Liyuna. Melihat Victor yang seperti itu entah kenapa Allen menjadi sedikit sebal.


"Cepat lakukan penyelidikan." Dia mendorong punggung Victor menunju ke ruang kerja miliknya.


"Kalian ayo ikut." Lanjutnya.


Semua berjalan menuju ruang kerja Victor. Sesampainya disana, Liyuna visa melihat ada banyak sekali komputer dengan layar cukup lebar dan berbagai macam elektronik yang tidak ia kenal.


"Tolong hati-hati." Saran Victor pada yang lainnya.


Victor tidak ingin mereka tanpa sengaja merusak atau memutuskan kabel yang ada, makanya dia memberi peringatan lebih dahulu.


"Jadi dimana tempat tinggal orang bernama Lucas ini?"


Tidak ada satupun yang menjawab karena memang tidak ada yang tahu. Sepertinya mereka benar-benar tidak tahu apapun tentang Lucas.


"Coba cari di kantor Obelian's Circle." Ucap Yuriel tiba-tiba.


Semua orang menatap Yuriel dengan wajah bertanya-tanya kenapa dia bisa memilih tempat itu.


"Mungkin saja disana ada jejak." Lanjutnya.


"Akan segera ku lihat."


"Kalian tahu kan nama marga senior Lucas? Aku hanya berpikir mungkin saja dia ada hubungannya dengan Obelian's Circle."


Mendengar penjelasan Yuriel, Liyuna terlihat tertegun. Dia tidak pernah kepikiran tentang hal itu sebelumnya.


"Mungkin itu benar, setahuku perusahaan senior adalah sebuah perusahaan internasional." Ucap Yvette setuju dengan Yuriel.


"Benar juga, dulu Yvette juga pernah mengatakannya padaku." Sahut Liyuna yang kembali mengingat ucapan Yvette.


Victor mengetikkan sesuatu di papan ketik yang ada dihadapannya dengan sangat cepat. Beberapa menit kemudian dia sudah mengambil alih seluruh cctv yang ada di gedung Obelian's Circle.


Ia mencoba memindai wajah Lucas yang ada di foto; diberikan oleh Liyuna, dengan rekaman cctv yang pernah terekam sebelumnya.


Tak perlu menunggu lama, perangkat komputer berjalan dengan cepat dan menemukan seseorang yang mirip dengan Lucas dan membesarkan gambarnya secara otomatis.


"Bingo!" Ucap Victor setelah melihat bahwa Lucas benar-benar ada di Obelian's Circle.


Di gambar tertulis bahwa foto Lucas dan orang yang ada di video 100% cocok. Sehingga sudah pasti bahwa itu adalah Lucas.


"Dia pernah ke Obelian's Circle sebelumnya." Ucap Victor.


"Kalau begitu, ayo kita cari tahu." Ucap Allen.


"Bagaimana caranya?" Tanya Yvette.


Victor tersenyum licik mendengar pertanyaan barusan. Saat ini dikepalanya sudah ada rencana yang tersusun. Semua orang mengantisipasi apa yang akan Victor ucapkan.


TBC